-199- Ingatkan Saya selalu ya Raab…

Bismillah.

Tadinya saya tidak punya feeling apa-apa. Ini bukan comfort zone saya. Kadang, saya menjadi sangat insecure di lingkungan seperti ini.

Tapi…

Kabar duka di sini. Hari ini. Saat ini. Kata apa lagi yang bisa menggambarkan bahwa memang hari ini telah terjadi.

Kita semua tahu, maut adalah misteri juga kepastian. Kadang, saya berfikir hidup hanyalah menunggu untuk sampai di hari itu.

Kadang kita merasa jenuh. Menunggu memang seringnya membuat jenuh. Kesal. Capek. Ayolah. Tapi kita tahu menunggu juga tidak semenyebalkan itu. Kita tahu selalu ada jalan menuju roma. Kita tahu bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan daripada mengeluh tentang semua hal yang menyebalkan itu.

Karena sesuatu yang misteri tidak bisa kita pastikan kapannya tapi ia pasti datangnya. Bukankah kita harus selalu bersiap. Selalu siaga. Siapa tahu tidak lama lagi. Setahun. Sebulan. Seminggu. Sehari. Iya bisa jadi hari ini. Jam ini. Menit ini. Detik ini. Tidak ada yang tahu.

Iya. Ayolah. Saya bicara pada diri sendiri karena kita tidak tahu. Kita harus bersiap. Selalu siap. Bersiaplah.

Saya tahu sulit. Tapi memang hari ini benar-benar menyentil banyak orang. Terutama saya. Mengingatkan dengan menampar bahwa banyak hal yang harus dilakukan dengan hati-hati. Bahwa tujuan akhir ini bukanlah di sini.