-92- Ngomongin resolusi dan sedikit review blog

Bismillah.

Oh hey, resolusi!
Marilah kita ngomongin topik awal tahun. Rutinitas yang yah, saya akui cukup menyenangkan. Kamu penuh mimpi dan kepalamu sering berimajinasi tanpa batas, membuat resolusi pastinya sesuatu yang mengasyikan, bukan? *ngaku!*

Pernah baca ini :
resolusiGambar di ambil dari 9gag.com

Saya salah satu orang yang tersinggung loh :mrgreen: . Kemudian ada jeda di mana saya malas membuat resolusi. Tapi, jangan khawatir hanya beberapa detik 😆 . Karena dari awal tahu yang namanya resolusi saya yakin setiap mimpi yang direncanakan tidak ada yang sia-sia. Selalu ada step kecil yang membanggakan. Selalu ada pembelajaran dari setiap proses. *percayalah :tears: *

Karena, 2015 adalah tahun yang ternyata membanggakan kalau tidak bisa dibilang menyenangkan. Saya baru menyadarinya ketika membuka kembali resolusi awal tahun 2015. Saya baru ingat ada 4 hal besar yang saya rencanakan, dan tahu tidak? *tidak :p * hampir semuanya berjalan.

Dan dari semua yang membanggakan itu satu hal yang paling terasa dan ingin saya ceritakan di sini adalah, hmmm…yes blog ini! horeeeee! alhamdulillah ternyata saya bisa konsisten menulis sepanjang Tahun 2015. Buktinya apa? ini dia :mrgreen:

stat blog1

Peningkatan statistik blog dari tahun 2014 ke 2015 hampir 190%. Tapi kan statistik blog tidak menunjukkan jumlah pengunjung, bisa jadi pengunjungnya itu-itu terus tapi ngeklik sana sini beberapa kali. Iya sih, tapi melihat peningkatan yang signifikan saya yakin jumlah pengunjung pun bertambah. Karena selalu ada batas minimal seseorang klik sana sini kan 😕

Penyumbang terbesar statistik blog Tahun 2015 ternyata tidak lain tidak bukan saya yakin para mahmud 😀 *salamin satu-satu*. Judul teratas sepanjang tahun adalah stroller kemudian gendongan. Tos lah kita, karena pekerjaan saya pun ketika awal punya bayi Tahun 2014 yang saya cari di internet hanya seputar stroller, gendongan, ASIP, dan teman-temannya :mrgreen: . Saya merasakan betapa sangat membantu ketika ada blog yang me-review barang yang kita inginkan. Karena review personal saya kira lebih terpercaya.

Review personal di blog personal benar-benar penilaian pribadi atas barang yang dipakainya. Tidak dipengaruhi pihak manapun. Tanpa beban, niatnya memang ingin berbagi kelebihan dan kekurangan barang yang dipakai. Positif negatif nya ya, karena orang yang me-review tersebut sudah merasakannya. Makanya kemudian dia bisa menuliskan segenap apa yang ia rasakan. Dibandingkan gambaran si penjual tentu review pemakai lebih menarik untuk disimak.

Semoga tahun ini akan lebih banyak yang bisa saya sharing ya, aamiin.

Dan ya, tahun ini resolusi untuk tulis menulis harus sedikit lebih menantang sepertinya. Mungkin mmmm 😕 . Kita lihat nanti 😎

Dan ucapan terimakasih terhangat kepada siapa pun pengunjung blog ini. Karena itu menjadi salah satu bahan bakar bagi saya pribadi untuk terus menulis *peluk hangat satu-satu*. Bagi yang sudah meninggalkan komen terimaksih banyak, beberapa membuat saya terharu dan merasa semua ini sangat berarti.

Keep writing and keep reading 🙂

Advertisements

-88- Novel: Sycamore Row John Grisham

Maju mundur mau cerita tentang Sycamore Row-nya John Grisham. Antara mood dan ngeri. Kejadian di dalamnya bagi saya yang visualisasi abis, lumayan lama untuk membiasakan dan meredam kengeriannya di bayangan.

Seperti yang saya post di instagram, “saya belum pernah kecewa dengan John Grisham”, dan novel kali ini pun semakin membuat saya terpesona dengan gaya penceritaannya dan tentu saja dengan kasus-kasus nya. Karena hampir semua kasus yang saya baca sesuai dengan keahliannya di bidang hukum, so far, semua tampak sangat nyata, mengalir wajar, dan banyak pengetahuan tentang peradilan yang saya dapat. Dan kejutan dari ceritanya hampir selalu menyenangkan. Yup, karena saya salah satu penganut happy ending story 😀 .

Saya kurang suka yang akhirnya menggantung atau yang sedih-sedih. Karena itu membuat saya sibuk, memikirkan kelanjutan ceritanya dan menyesalkan akhir yang sedih, “harusny aakhirnya bisa begini begini begini…”, aaahhh itu sangat menghabiskan waktu saya.

Walaupun kadang sudah menduga akhir cerita di pertengahan nya tapi tidak mengurangi sedikit pun keasyikan dari membaca. Tidak ada tuh ingin melompat ke bab terakhir. Keinginan untuk segera selesai dan mengetahui cerita utuhnya sangat besar namun tidak untuk melompatinya. My oh my… Dan membaca novel nya setebal apapun sangat menyenangkan dan selalu berusaha menyelesaikannya secepat semampu saya, karena saya begitu penasaran. Penasaran bingo!

Sycamore Row sebenarnya kelanjutan dari novel perdana John Grisham yang diterbitkan Tahun 1989: A Time To Kill. Sayang saya belum membacanya. Kalau saya baca sekilas resensi dari A Time to Kill, kasusnya sama sekali tidak berhubungan dengan Sycamore Row. Yah, semuanya sama, orang-orangnya, tempat, dan masa, kecuali kasusnya.

Jadi, saya pikir novel ini melanjutkan kisah tokoh utamanya yaitu Jake Brigance. Kisah setelah kasus di A Time to Kill. Mungkin kangen dengan tokoh ini, setelah sekian lama, 1989 ke 2013 🙂

Diceritakan Jake mengalami hari-hari yang sulit setelah kasus di A Time to Kill itu. Rumahnya di bakar, dia kehilangan hampir semua harta bendanya dan sekarang dia bersama keluarga kecilnya ngontrak di sebuah rumah kontrakan kecil tentu saja masih di Ford County. Dengan penjagaan setiap malam dari sherif setempat membuat kehidupan normal semakin jauh dari mereka. Yap, setelah kejadian itu mereka masih sering di teror.

Dan secara materi kasus A Time to Kill tidaklah memberikan banyak untuk Jake. Dan kasus-kasus selanjutnya yang tidak benar-benar diceritakan tak merubah apapun dari kehidupan mereka. Mereka hidup pas-pasan tidak juga dikatakan miskin. Menunggu satu kasus besar yang menguntungkan dan kehidupan mereka akan berubah. Terutama menginginkan rumah yang lebih layak untuk mereka bertiga.

Kematian seorang tua di Ford County yang tidak populer bahkan mungkin banyak yang tidak menyadari kehadiran sosok ini adalah kejadian sangat biasa dan akan dengan mudah dan cepat dilupakan. Yah, walaupun kematiannya tidak wajar dengan cara gantung diri di sebuah pohon di atas lahan miliknya. Tapi tidak, sampai surat wasiatnya sampai ke kantor Jake. Tak perlu banyak waktu untuk membuatnya menjadi topik hangat. Selain karena ternyata jumlah nominalnya yang fantastis menempatkan siapapun yang akan menerima warisan itu menjadi orang terkaya di Ford, juga karena isi dari surat wasiat tersebut sangatlah mengejutkan. Tak terelakan merubah semuanya menjadi kebisingan dan keruwetan yang dramatis.

Surat wasiat yang sulit di terima akal sehat di mana si pewasiat meniadakan keluarganya, anak-anak kandungnya sendiri. Dia malah memberikan hampir seluruhnya, 90 persen kepada seorang asisten rumah tangganya, Lettie Lang yang berkulit hitam. Seorang tua berkulit putih mengenyampingkan anak-anaknya demi seorang kulit hitam yang sebenarnya baru dipekerjaka beberapa bulan. Aneh. Pasti ada sesuatu *waktu baca saya mikirnya gitu*

Surat wasiat awal yang mewariskan hartanya kepada ke dua anaknya yang tidak akur dengan dirinya berubah seratus delapun puluh derajat dengan tidak menyisakan sedikit pun untuk mereka. Dan inilah kemudian drama antara anak dan pembantu berlanjut. Semakin riweuh karena drama ini menyertakan pengacara-pengacara besar di sekitar Ford. Dan berbumbu cerita dari orang-orang yang mengenal maupun yang hanya tahu namanya saja dari kabar burung.

Seorang kulit putih memberikan warisan kepada si kulit hitam pada masa itu di Amerika adalah tidak wajar. Di mana masyarakat Amerika kulit putih pada umumnya menganggap mereka lebih tinggi derajatnya dibandingkan kulit hitam. Pada waktu itu rasisme sangat kuat terhadap penduduk berkulit hitam.

Karena saya mulai menduga jalan cerita, tidak mungkin orang tua itu memberikan cuma-cuma pada Lettie jika tidak ada sejarahnya. Saya yakin ada sesuatu dengan Lettie. Maka saya di buat penasaran habis. Apa sejarahnya dengan Lettie sehingga ia orang tua itu yang bernama Sett Hubbard tidak meninggalkan sedikit pun untuk keturunannya? Ada juga ia mewariskan untuk adiknya yang sudah lama tidak bertemu dan ia pun menyangsikan keberadaannya apakah masih hidup atau sebaliknya. Kemudian saya lebih penasaran dan yakin bahwa adiknya ini punya kunci untuk membuka ke sejarah itu.

Apakah saya harus meneruskan review ini?

Karena saya sendiri bukan tipe orang baca novel karena di kasih tahu bla bla bla. Saya suka fantasy tapi tidak bisa membaca semacam Lord of The Ring, saya suka romantic tapi tidak sanggup menyelesaikan critical eleven, saya suka detektif tapi tak tertarik dengan Sherlock Holmes. Padahal semuanya amat sangat populer bahkan menjadi best seller pada masanya. Di review amat sangat bagus hampir oleh semuanya. Tapi, saya belum tertarik.

Tapikan, review ini untuk diri sendiri, kenapa musti ribet, tulis sajalah…

Ceritanya si Jake merasa keberuntungan belum berpihak kepadanya. Hari-harinya terlalu rutin. Kasus yang datang ke mejanya jauh yang ia harapkan. Kasus perceraian biasa, pencurian biasa, dan yah yang tidak begitu menguntungkan. Dan tidak begitu menarik perhatiannya sehingga terasa biasa.

Sampai pada suatu hari dia menerima surat wasiat dari seorang tua Sett Hubbard. Dia kaget dan merasa tertantang karena isi surat wasiat tersebut ditujukan kepada dirinya secara personal sehari setelah kematiannya yang mengenaskan, agar menjadi pengacara untuk surat wasiat tulisan tangan tersebut. Walaupun isinya sangat jauh dari nalar, tapi ia telah ditunjuk dan sebagai pengacara profesioal dia akan menjalankan amanah tersebut.

Berhari-hari ia memikirkan Seth, siapa dia, karena seumur-umur belum pernah berjumpa. Tapi, berkat kasus di novel pertama, namanya malambung sebagai pengacara yang jujur. Dan karena kepopuleran kasus tersebut mungkin salah satu alasan Seth menunjuk dirinya. Tapi, siapa itu Lettie Lang? kenapa ia mendapat hampir seluruh warisan?apa yang telah diperbuatnya untuk Seth? Berapa nilai warisannya? Dan tentu saja berapa banyak biaya pengacaranya?

Tapi, akhirnya ia memutuskan yang terpenting dia harus menjalankan isi surat wasiat tersebut, surat wasiat holografik, yang dengan penuh kesadaran di tulis sendiri oleh pewasiat tanpa pengaruh siapapun. Dan siapapun yang akan menerima warisan tersebut sebesar apapun bukan urusan Jake.

Karena Seth memiliki anak kandung dan sebelumnya telah menulis surat wasiat yang di tulis oleh biro hukum Rush di Tupelo, maka Jake tahu ini tidak akan mudah. Kedua anaknya Herschel Hubbard dan Ramona Hubbard Dafoe tidak akan dengan mudah menerima surat wasiat tulisan tangan ini. Walaupun mereka belum tahu seberapa besar warisan sampai nanti pelaksana warisan menghitung seluruhnya tapi paling tidak pasti ada. Pikir Jake.

Saya suka bagaimana John Grisham menuliskan ceritanya. Percakapan wajar yang memang seperti itulah di dunia normal bercakap-cakap 😛 . Setiap bab sangat berarti dalam mendukung maksud cerita. Bahkan ada bab yang menceritakan keinginan Jake dan istri untuk memiliki sebuah rumah yang lumayan besar. Dan itu sungguh bukan sampah. Cerita tentang keinginan mereka itu sangat berarti, seakan-akan menerangkan kepada pembaca bahwa di situasi panas menghadapi persidangan yang waktu itu sudah di tahu jumlah warisan yang begitu besar sangat tidak bijak. Dan itu ada di kepala pembaca, “Duh, Jake jangan dulu deh beli nanti saja kalau sudah selesai kasusnya”. Ala-ala nonton film.

Semua tokoh diceritakan cukup detail dan sangat sangat mendukung jalan cerita. Jika tokoh-tokoh itu tidak diceritakan malah ada sesuatu yang kurang.

Kenapa saya lebih senang menyoroti keefisienan bab-bab nya? Ya, karena beberapa novel yang saya baca, ada saja saya dapati bab, yang sebenarnya gak perlu-perlu amat. Tapi, mungkin biar tebel *kali ya* atau saya yang kurang nangkep.

Cerita terus bergulir beruntun berantai,,,sampai kepada pokok penasaran: Kenapa Lettie Lang? Dan jawabannya sungguh mengerikan. Saya tidak bisa melupakan cerita tersebut sampai semingguan. Manusia kok bisa berperilaku sebengis itu?

Ya Alloh lindungilah kami dari perbuatan aniaya, aamiin.

Banyak pelajaran dari membaca. Dari novel ini saya belajar untuk menghargai sesama, bekerja profesional, bekerja fokus, dan sedikit mengetahui tentang dunia peradilan. Sampai saat ini selalu senang membaca novel-novelnya.

wtht.me

excellent.

PS: yang penasaran bisa didapatkan di GPU

 

 

-38- Review Gendongan Bayi: Ergo Baby Carrier

Setelah melanglangbuana di dunia pergendongan akhirnya ergo adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat. Walaupun harganya jauh dari gendongan-gendongan sebelumnya tapi worth it banget, tidak menyesal lah. Harga 300 ribu untuk sebuah gendongan bagi saya tentu masih wah itupun belum bisa dapat yang ori. Kalau mau yang ori siapkan saja dana empat kali lipatnya dari yang non ori. Tapi, kalau kamu mampu sebaiknya ambil yang ori. Sebenarnya ada sih gendongan bagus yang ori buatan local tapi kenapa akhirnya saya tetap pilih ergo? Ini hanya masalah selera. Gendongan local cuddle me bagi saya yang semampai ini masih terlalu bulky.

Postingan ini hanya ingin berbagi seperti apa sih gendongan yang baik. Tidak mengajak beli yang non ori ya.

Apa yang saya dapat dari ergo

Pertama kali mencoba saya langsung bahagia karena terasa ringan, pas, dan singset *haish, maksudnya terasa menyatu antara saya dengan bayi, jadinya bebas bergerak*. Tiga hal yang paling terasa, bahu tidak sakit karena pad si ergo empuk. Dua, terasa ringan ketika menggendong karena kaki bayi tidak menjuntai kemana-mana, dia pas duduk di dudukan ergo yang lebar sampai ke paha. Ketiga kuat, karena ergo memiliki satu kunci yaitu pengikat di bagian punggung yang rata-rata tidak dimiliki gendongan lain, dan menurut saya ini adalah kuncinya. Sering saya berfikir, kalau saja gendongan carrier pertama saya memiliki satu pengikat lagi di bagian punggung mungkin akan lebih nyaman. Dan voila memang sangat pas dipakai ketika ada pengikat tambahan di punggung.

Dan berikut ini yang menurut saya kenapa si ergo termasuk salah satu gendongan yang baik secara kenyamanan, keamanan, dan kekinian.
1. Tidak/ mengurangi sama sekali pegel
20141015_075337

Itu penampakan tali punggung yang ber-pad empuk. Dia menggunakan busa atau yang semacamnya. Kalau yang biasa pake tas ransel pasti tau bagaimana nyamannya ketika tas kita memiliki ganjelan yang empuk di sekitar bahu. Selain pad di bahu, ergo juga memiliki ganjelan di perut yang lebar dan empuk. Sehingga area sekitar perut dan pinggang terasa nyaman ketika menggendong.

20141015_075458Lihat areadi sekitar perut dan pinggang dengan kain empuk dan lebar.

2. Terasa aman, ringan dan bebas
Menurut saya yang bikin si ergo ini terasa ringan ketika menggendong adalah kain atau dudukan bayi yang lebar sampai ke paha, lihat gambar sebelumnya di mana dudukan bayi lebar menutupi tubuh ibu. Hal ini menjadi salah satu kunci kenapa gendongan yang baik harus memiliki dudukan yang lebar. Selain karena untuk menyebar berat badan si bayi agar tidak tertumpu di selangkangan juga untuk keamanan bayi. Menurut artikel di sini, gendongan yang baik dan aman bagi bayi adalah jenis gendongan di mana kaki bayi membentuk posisi kodok. Hal ini bisa dilakukan tentu saja dengan dudukan yang lebar di mana paha bayi bisa ditopang dan memungkinkan untuk posisi kodok. Posisi ini gampangnya mirip abjad M, sudah saya bahas di postingan sebelumnya.

Sebenarnya kunci utama menggendong adalah dengan tangan kita sendiri. Coba deh kita gendong bayi/ anak dengan tangan kita, posisi yang paling nyaman menurut saya yang seperti di bawah ini. Lihat kan posisi kaki bayi ngangkang. Dan ini adalah posisi natural bagi bayi, jika bayi digendong maka secara alami dia akan melingkarkan kakinya. Dan posisi ini sangat mendukung pertumbuhan dari tulang belakangnya. Ketika masih bayi tulang belakang baru terbentuk dua salah satunya di bagian sacrum yaitu ujung dari tulang belakang. Tekanan yang berlebihan di bagian ini dapat menyebabkan gangguan terhadap pertumbuhan tulang belakang , artikelnya bisa di baca di sini. Tekanan ini bisa terjadi jika ketika menggendong berat badan bayi hanya tertumpu di selangkangan. Ciri gendongan yang seperti ini biasanya dia membentuk abjad n, cek di sini.

kodokgambar dari sini.

Oya selain kaki yang harus frog style punggung sampai leher pun harus tertopang. Si ergo ini bisa loh menopang punggung sampai ke leher. Bahkan ketika anak saya sudah agak besar *14mo* dia masih bisa menopang leher dan kepalanya dengan penutup kepala.  Semisal anak kita ketiduran kepalanya tidak perlu dipegangin sudah ditopang kok sama ergo.

Lega rasanya, sudah terasa ringan ternyata nilai plusnya dia mendukung keamanan bayi terutama pertumbuhan dan perkembangan tulang belakangnya. Saya pun merasa sangat bebas bergerak karena tidak melulu harus menopang paha bayi yang bergelayutan.
3. Pas dan Kuat

Penting menurut saya gendongan itu harus pas antara bayi dan kita juga harus kuat. Tidak sedikit-sedikit membetulkan tali bahu yang melenceng jatuh ke lengan. Kejadian seperti ini saya alami ketika memakai gendongan carrier sebelumnya. Dan kenapa si ergo ini bisa pas dan kuat bagi saya, rahasianya adalah ini:

20141015_075517

Itu yang saya lingkari pake warna merah! Dengannya tali bahu konsisten pada tempatnya. Selain itu ergo kuat karena memiliki semacam karet pengaman di “klik”-nya *itu tuh ketika kita melingkarkan ergo  di pinggang nah biar dia melingkar terus di klik, apa namanya ya*. Jadi kalo semisal kita kelupaan meng-klik masih ada warning lah *kerasa kendor gitu ergonya*.

Selain dari pengamannya yang pas dan kuat, kainnya pun menurut saya kuat. Dia tidak kaku tapi terlihat dan terasa kuat di luar dan di dalamnya dilapisi kain katun yang lembut sehingga bayi nyaman duduk berlama-lama di sana.
4. Stylish dan tidak ribet

Pilihan warnanya sangat variatif dan modelnya bagi saya sudah sangat stylish. Pakenya pun tinggal hap! Tidak seperti wrap walaupun aman tapi bagi saya masih ribet ya, habisnya rempong sih ngatur-ngatur kain panjangnya. Ini saya kasih bonus foto si ergo ketika dipake *dulu ngeliat ini semakin mupeng*.

ergo2minjem

singset kan kan…

P.S  ada juga dijual terpisah pad untuk pijakan kakinya sama buat teething. Saya sih tidak pakai, so far masih nyaman sih.

-36- Gendongannya si Maryam

Mencari, menemukan, dan memutuskan untuk membeli gendongan bayi sepertinya hal yang paling susah-susah gampang selama melakukan perburuan barang-barang kebutuhan bayi. Saya pikir gendongan modern yang dijual di swalayan dan supermarket itu sudah oke lah. Jadi, saya tidak ambil pusing. Ketika berburu perlengkapan bayi ya dengan mudahnya saya ambil saja gendongan instan model samping *kain panjang*. Senengnya punya gendongan instan yang menurut saya kelihatannya asik: asik dipake jalan. Selain model kain panjang saya juga beli gendongan untuk hadap depan. Model ini saya suka dari awal, kelihatannya simple dan mudah dan lagi akan cocok dipakai oleh para bapak. Saya pun asal beli dong, yang penting kan hadap depan. Saya tidak pernah sama sekali terpikir bahwa di luar sana ada orang yang concern dengan yang namanya gendongan. Cuma gendongan gitu loh, gak pake pun gak masalah, iya tidak?

Maryam pun lahir, dan apa yang terjadi? Saya tetap dong pede menggunakannya walaupun sebenarnya kurang nyaman. Ceritanya saya ingin menghibur diri atas uang yang telah dibelanjakan dan gengsi sama si Emih yang tetap keukeuh bilang pakai samping biasa saja lebih enak. Rasanya tidak terima saja, di zaman yang sudah serba instan ini masih pakai gendongan biasa dengan kain super panjang. Dan jauh di lubuk hati, saya akui dibandingkan kedua gendongan modern yang saya beli itu, kain samping lebih nyaman. Nyaman karena terasa kuat ketika dipakai. Tidak khawatir kedodoran. Bayi pun pas menempel di tubuh kita.

Berikut adalah gendongan-gendongan yang pernah menemani Maryamku.

1. Kain Samping

Orang sunda bilang khususnya di daerah saya kain seperti gambar di bawah adalah samping. Setiap anak lahir di desa saya hampir dipastikan akan memiliki samping. Samping ini menjadi kebiasaan sanak keluarga memberi hadiah ketika si kecil lahir. Samping punya Maryam sudah memenuhi dua rak lemari ukuran besar. Kainnya ketika masih baru agak kaku dan berbau batikan *kain yang baru dibatik*. Setelah beberapa kali cuci kainnya akan semakin lemas dan enak dipakai. Harganya pun bervariasi tergantung motif dan cara membatiknya. Motifnya semakin unik dan sulit semakin mahal apalagi dibatik pakai tangan, sudah pasti muahal.

???????????????????????????????Samping hadiah si kecil ini biasanya di kisaran harga 30.000IDR s.d 200.000IDR. Semakin dekat ikatan keluarga maka harga samping pun biasanya semakin mahal. Karena desa saya terletak tidak jauh dari Kota Cirebon maka motif khas cirebon sebangsaning mega mendung banyak berkeliaran.

Bentuknya yang panjang kurang lebih dua meteran cukup nyaman bahkan bagi yang terbiasa tergolong sangat nyaman ketika digunakan untuk menggendong. Samping biasanya digunakan dengan cara menyamping atau yang biasa dilakukan oleh kain jarik. Menggendong terlalu lama biasanya sih saya pegel di bahu, selain dia tidak ada ganjelan biasanya karena ikatannya yang kuat mencegah bayi melorot, hal ini malahan membuat bahu cepat pegal dan sakit. Karena kainnya yang lemas so pasti mudah dilipat jadi enteng lah kalau mau dibawa-bawa.

Biasanya kalau di kampung saya rekomen ataupun tidak kain samping ini akan selalu ada ^^.

2. Gendongan jarik instan

Gendongan instan kain yang ini sebenarnya enak di bahu karena pas bahu dia menggunakan pad yang empuk jadi tidak sakit kalau agak lama gendong. Tapi, ya itu, dia tidak pas rasanya kedodoran terus. Posisi bayinya menurut saya terlalu bawah. Itu sudah dikencangkan maksimal bayi tetap berada di bawah di sekitar perut. Mau saya itu bayi di sekitaran dada gitu. Habis itu pakainya pun agak ribet, karena saya kesulitan mengencangkannnya. Dia menggunakan dua ring untuk mengencangkan ikatan di bahu dan susah, saya tidak tahu trik untuk mengencangkannya.

Sebenarnya gendongan model ini kurang baik khususnya buat newborn. Alas gendongan tidak mendukung si kecil berbaring lurus, malah membuat bayi melengkung jika saja tidak ditopang dengan tangan. Selain itu, kain alasnya pun terlalu panjang dan lebar untuk ukuran newborn, sehingga bayi amblas begitu saja. Padahal gendongan yang baik terutama untuk newborn adalah gendongan yang sebisa mungkin melengket/ melekat dengan tubuh kita, jarak denga kepala kita pun tidak terlalu jauh malahan dianjurkan dekat. Hal ini untuk memastikan keamanan si kecil melalui look, listen and feel.

gendongan samping2Ini penampakan gendongan instannya. Punya saya persis seperti ini.

3. Gendongan jenis carrier (aka gendongan ransel)

Gendongan ini terpaksa saya memakainya sampai usia Maryam 13mo, waktu itu mulai pakai nih gendongan di usia 7mo. Itu pun hanya sekali-sekali karena khawatir dengan selangkangannya kalau terlalu sering.  Ketika dipakai itu kaki maryam terjuntai, otomatis berat tubuh bertumpu di selangkangannya. Ke saya pun rasanya berat, belum lagi pad nya tidak ada busanya jadi sakit di bahu.

g. jerry babypunya saya seperti ini.

Ini nih penampakannya, karena terintimidasi yang pake bule jadinya saya pikir bagus lah *duh apa coba alasannya, enggak banget*. Untuk bagian punggung sebenarnya sudah bagus karena dia menutupi sempurna hanya saja saya kurang setuju dengan kakinya yang menjuntai itu. Lihat di gambar, ketika di gendong kaki anaknya dari mulai paha menjuntai kan. Padahal kan maunya yang menjuntai ya betis aja, jadi beratnya disebar ke paha juga.

Sekarang gendongan ini sudah saya musiumkan.

4. Wrap (Moby Wrap)

Karena hal-hal itulah, saya mulai mencari kembali gendongan yang benar-benar nyaman. Selain karena mulai usia 12mo Maryam ikut kami ke kantor, otomatis gendongan yang nyaman menjadi hal yang urgent bagi saya. Dan terbelalaklah saya karena ternyata di luar sana ada orang yang begitu sungguh-sungguh membuat gendongan agar bisa nyaman dan memenuhi standar keselamatan bayi. Woha!. Dan saya bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena selain sepertinya nyaman, bentuknya pun keren-keren, sedih karena harganya untuk sebuah gendongan alamak gendongan gitu barang yang saya tidak pernah pikir akan semahal itu. Bukan seratus dua ratus tapi jutaan mak! Apa sih? iya coba deh disearch boba atau ergo baby. Lemesss…secara saya tidak punya peluang untuk mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk sekali lagi hanya untuk sebuah gendongan.

Lupakan boba dan ergo saya melanglangbuana di dunia per olshop-an, ketemu deh dengan yang namanya wrap: moby wrap. Saya baca-baca review nya lumayan bagus. Terbuat dari 100% cotton jadi nyaman lah buat bayi, lentur dan adem bahannya. Harganya oke sekitar 180 ribuan. Di gambar bentuknya mirip ergo tapi versi kainnya, saya lihat kaki bayi pun sempurna hanya betisnya yang menjuntai kata teman saya si harus membentuk huruf M, baru gendongan depan bisa dikatan bagus. Apanya yang M? Jadi posisi bayi ketika digendong kakinya yang menjuntai dan pantatnya harus membentuk huruf M.

wrapini contoh moby pinjem dari sini.

Graphic1ini perbandingan posisi anak dengan gendongan yang baik dan kurang baik.

Bisa dilihat di gambar yang a itu yang baik dimana kaki bayi membentuk M *lihat garis merah yang menunjukkan huruf M* dan yang sebelahnya gambar b kaki bayi menjuntai membentuk n. Nah, si mobi itu posisinya mirip di gambar a.

Jadi, saya beli dong satu. Pas datang bahagia sekali eh, ketika dibuka bengong. Ternyata mobi ini kain super panjang, lebih dari dua meter. Yaiyalah namanya saja wrap ya. Saya kembali terintimidasi dengan gambar dimana sangat jarang menampilkan si mobi ini dalam keadaan sebenarnya berupa kain panjang. Rata-rata menampilkannya ketika sedang dipakai dengan bayinya *secara mirip sekali carrier instan* dipikir itu mobi instan juga. So far sebenarnya enak dan nyaman ketika dipakai. Tapi untuk ukuran tubuh saya yang mungil menggunakan mobi yang panjang itu sepertinya bencana. Hanya beberapa kali saja mobi saya pakai. Ketika memakainya memang kelihatana bagus malah saya sempat disapa ibu-ibu hanya untuk memuji gendongannya Maryam, huehehe…Boleh kok yang ini rekomen tapi sebelum pakai alangkah baiknya pelajari cara menggunakannya ya, bisa dilihat di yutub *banyak video tutorial nya*.

5. Ergo Baby

Dan gendongan terakhir adalah juaranya. Karena saya mendapatkan ergo baby pada akhirnya. Bukan sejuta tapi 300 ribu. Ternyata ergo ada KW nya. Saya tidak tahu apa rasanya ergo yang aseli. Tapi yang KW saja sudah sangat nyaman apalagi yang aseli ya. kalau saya baca-baca di beberapa diskusi ibu-ibu du dunia maya, perbedaan antara yang aseli sama yang kw sungguh sangat tipis ibarat happy call aseli satu ring dengan dua ring *halah jadi keinget dulu sempat juga berburu happy call dan dapat dong harga setengahnya L*j*l*

Malu *lebih ke diri sendiri* pakai yang KW, apa mau dikata saya butuh dan mampunya KW, gimana dong? *pembelaan diri*.

20141015_075135Ini dia kotak pembungkus si ergo KW.

20141015_075209Dan ini penampakannya, lihat deh terlihat tangguh kan penampilannya.

Tapi, itulah saya puas akhirnya dengan ergo. Mudah memakainya, enak dan nyaman ketika dipakai, bayi aman ibu senang. Hidup ergo…

Rencananya saya akan buat review tersendiri untuk ergo ini, bukan mengajak membelinya apalagi yang KW ya, lebih kepada ingin sharing bahwa ada loh gendongan yang benar-benar baik: memenuhi rasa aman, nyaman, dan kekinian. Karena bukan hanya ergo kok gendongan yang memiliki kualifikasi seperti itu, seperti yang sudah saya sebutkan di atas salah duanya boba dan mobi.

Ternyata lima ya, sungguh perjalanan yang menyenangkan menemukan hal-hal ini dalam menemani pertumbuhan dan perkembangan anak.