-126- Cerita Kepindahan

Bismillah.

Hallo….

Hmmm bingung mau mulai dari mana. Banyak cerita dan kejadian yang ingin saya tulis tapi satu yang pasti bingung yang mana dulu.

Saya pindah. Alhamdulillah pastinya bisa lebih dekat dengan orang tua dan keluarga besar. Besok kita tidak tahu. Bisa saja kembali merantau. Tapi, paling tidak kali ini kita sudah menentukan titik balik. Jika suatu saat nanti kembali merantau paling tidak kita tahu ke mana harus pulang.

Rumah orang tua akan tetap begitu tapi kita perlu juga tempat kan, tempat yang lebih kita, lebih pribadi, identitas diri, apalah apalah…

Ke mana?

Daerah suami: Brebes. Iya kalau ditanya saya maunya yang dekat dengan kampung halaman sendiri: Majalengka. Ya gimana di sana ademmmm. Setelah keluar dari rumah waktu SMA Tahun 2002 selalu dapat daerah panas. Ya kan kangen yang adem-adem tanpa perlu AC :green:

Mau flashback awal keluar rumah, sekolah di Majalengka yang agak panas, terus kuliah di Jakarta yang yah panas, dan penempatan kerja di Kolaka yang panas, terus pindah kerja ikut suami di Wakatobi yang panasss malah sempat dengar dari seorang teman: di Wakatobi ini matahari satu orang satu 😀 . Iya panas bo.

Dan sekarang alhamdulillah pindah ke Brebes. Kalau boleh saya bilang panasnya ini mirip-mirip Cirebon.

Cerita sedikit ya tentang kepindahan kita.

Ngajuin pindah sebenarnya sudah dari Tahun 2013. Dan sejak itu tiap tahun kita mengajukan surat pindah he he he… ya harus diperjuangkan dong kalau butuh. Kita ini emang butuh mengingat anak yang semakin besar dan orang tua yang inginnya kita dekat. Terus kalo nanti merantau lagi piye? nah yang kayak gini-gini tidak usah dipikirkan.

Akhir 2015 sempat hampir tembus surat pindah kita tapi belum rejeki. Dan tahun 2016 alhamdulillah akhirnya tembus.

Dan sekarang disinilah kami.Baru beberapa hari, masih perlu banyak beradaptasi dan satu, banyak euy pegawainya. Mudah-mudahan bisa jauh lebih baik, aamiin.

Dua Tahun di Kabupaten Kolaka yang tak terlupakan. Orang-orangnya, suasana kotanya, lautnya, makanannya, semuanya rasanya masih kemarin. Rasanya baru kemarin saya naik becak dari kosan ke kantor dengan jilbab hitam bunga-bunga. Dan hari ini saya merenungi itu semua, kenapa harus jilbab hitam bunga-bunga? 😀

Rasanya baru kemarin ketika usia belum menginjak 25 tapi dikira 17. Satu ini masih berlaku sepertinya 😛

Tahun 2012 ke Wakatobi ada rasa sepi yang menyayat, biasa efek lingkungan baru harus super adaptasi. Saya emang gitu kok orangnya, rada lama menyesuaikan diri dengan situasi baru atau malahan akhir-akhir ini saya bukannya beradaptasi dengan lingkungan tapi lebih ke menerima saya yang begini. Saya yang kadang lebih senang di kesunyian, mengamati orang satu persatu dan mencoba memahami semuanya dan kemudian pening sendiri ingin jalan-jalan ke gunung wkwkwk.

Di Wakatobi yang ternyata cukup panjang perjalanan membawa dan cukup sukses memaksa saya untuk belajar terutama menghadapi orang. Setiap manusia memiliki karakter berbeda-beda disanalah saya banyak belajar. Bagaimana menghadapi teman yang lagi esmosi, yang lagi sedih atau bahkan yang baik *yang ini bukan lagi ya*.

Perempuan lebih sering make perasaan ketimbang akal, hmmm menurut saya sih emang iya, kebanyakan kita ya. Tetapi karena itulah kita harus benar-benar belajar untuk tidak melulu main perasaan, adakalanya sesuatu itu harus dicuekin walau hati inginnya tak begitu 🙂

Senangnya saya di Wakatobi ini walaupun teman-teman ngobrol rata-rata adik kelas dan belum menikah tapi ya nyambung gitu, atau sayanya yang gak tua-tua 😆 Mulai ngomongin cita-cita, politik, jalan-jalan, bercanda gak penting, sampai bumbu dapur pun oke sama mereka. Tengkiu ya semuanya…hari-hari di Wakatobi penuh warna berkat teman-teman semua. Secara saya suka bingung kalau mau menyalurkan hobi jajan dan jalan-jalan. Jajan ya itu itu saja warungnya, jalan-jalan ya kalau yang mau lebih oke harus nyebrang dimana saya gak dapet izin selalu.

Hufff semua itu kenang-kenangan yang akan saya rindukan kemudian…

dscn2789

-95- Nostalgia

Bismillah.

Selalu ada tempat yang tidak akan pernah kita lupakan. Seakan sebagian diri tertinggal di sana. Selalu ada kenangan yang terus menyertai jejak langkah kita. Selalu ada rindu.

Kota kecil yang dulunya senyap kini tengah berusaha berdiri menyejajarkan diri dengan kota-kota kabupaten lainnya di Jawa. Sebelas tahun yang lalu. Sungguh waktu yang sangat sangat lama. Sebelas tahun yang lalu dengan seragam putih abu-abu, tas ransel, buku di dekapan yang entah kenapa selalu membuatku nyaman, dan sepatu warior hitam berlogo gajah, aku masih hilir mudik setiap pagi dan menjelang sore di jalanan itu.

Ada desir dingin ketika sekilas melihatnya kembali dari balik jendela mobil elf menuju Bandung. Ada rasa sunyi, muda, dan mimpi. Bersahutan silih berganti backsong di kepala dari mungkinnya peterpan, dongeng wayang, dan semua lagu itu mengingatkanku pada orang-orang. Orang-orang yang pernah singgah di masa itu. Masa penuh impian. Masa di mana acara radio sangat di tunggu dan menunggu diputarkannya lagu yang di suka. Masa itu, ah…

Nostalgia memang menyenangkan. Mengingat hari-hari di mana kia masih sangat belia, rasanya kangen. Kangen dengan semuanya. Dan di bawah adalah beberapa tempat yang berhasil saya potret sepanjangn perjalanan Cikijing-Bandung. Tempat-tempat tersebut memiliki kenangan tersendiri bagi saya 🙂

  1. Rumah besar misterius
DSCN1988
ini ambil nya sambil jalan, ngeblur tapi bagi saya ini mengembalikan kenangan masa putih abu 🙂

Ternyata rumah besar itu masih ada berdiri megah dan masih penuh misteri. Selalu di waktu dulu, setip melintasinya saya menatapnya lekat-lekat berharap ada penghuni yang muncul. Tapi sayang sampai saya lulus SMA belum pernah melihat orang di situ. Semakin misterius kan rumah besar kuno itu.

Karena masa itu adalah masa awal saya berkenalan dengan Detektif Conan dan Agatha Christie. Walaupun ceritanya kadang “aneh” tapi saya sangat menyukainya. Jadinya melihat yang aneh-aneh dan terlihat misterius itu “mengasyikan” untuk dipikirkan. Sayangnya saya lebih senang menjadi Ran ketimbang Sinichi 😛

Rumah itu yang pasti besar dengan halaman yang luas. Tetumbuhan besar sesuai usianya. Dan rumah itu pun dari gaya penampakannya mungkin seusia dengan tumbuhannya. Dulu saya menyebutnya “rumah belanda”. Entah ya, benar tidaknya, pokoknya rumah kuno selalu teridentik di kepala saya dengan rumah kuno zaman belanda 😀

Letaknya tepat di tepi jalan utama majalengka Jl. KH. Abdul Halim. Kalau dulu persis sederet dengan Yogya. Tapinya sekarang Yogya sudah pindah. Sederet juga dengan toko sepatu bata, lupa kemarin masih ada atau tidak.

2. Dulunya Yogya Toserba

DSCN1987

Sebelum Yogya saya masih dapat toserba mmm *saya lupa apa ya?* Terbit Toserba kalau tidak salah. Nah si toserba sebelum Yogya ini entah kenapa sepi pengunjung. Pas Yogya yang ambil alih langsung rame dan saya suka jalan-jalan ke sini bareng teman sekosan.

Eh, tunggu dulu, benar gak ya saya dapat Yogya *lupaaaa 😥 *. Tapi apapun itu Yogya atau sebelumnya saya pernah sangat senang sekali berkunjung ke sana. Tempat jalan-jalan satu-satunya buat cuci mata. Namanya juga perempuan lihat barang-barang baru dan bagus kan jadi seger lagi.

3. Alun-ALun Majalengka

DSCN1986
ini maksudnya depan alun-alun

Berhubung saya duduk di bangku sebelah kanan saya tidak dapat foto alun-alaun yang berada di kirinya. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan. Tapi, dulu saya dan teman kos-an pernah ikut senam di sini. Sholat di mesjid nya dan sempat ada kehilangan juga.

3. Jalanan itu

DSCN1991

Rumah Makan ini dulunya tidak ada. Tapi jalanan ini saksi bisu jejak langkah kami di masa muda. Rasanya ingin berjalan kembali di sana menuju sekolah. Berjalan cepat, menikmati hembusan angin pagi dan teriknya matahari di siang bolong. Melihat teman-teman lain berjalan bersenda gurau. Ya Alloh itu sangat lama dan hari ini do’a terbaikku untuk Maryam dan anak-anakku kelak, semoga masa depan kalian lebih baik dari apa yang di alami dan di dapat Ummi dan Abah, aamiin.

4. My Senior High School!DSCN1992

Dan semua kenangan itu…

Miss you a lot.

-67- Angka Cantik

Pertama kali ngeblog Tahun 2009. Niatannya murni untuk menulis, nulis hal-hal yang disuka. Tidak pernah terpikir untuk membangun blog pribadi agar dibaca banyak orang. Lagian isinya kebanyakan curhat. Eh, pas nulis ini jadi kangen blog lama, masih pake blogspot. Yang mau tau bisa di cek di sini . Ternyata saya muda sekali, semangat, dan idealis 😛 . Pemakaian Aku lebih puitis lebih nyastra lebih terasa gimanaaa gitu ketimbang saya. Ah, jadi kangen masa-masa itu.

Pertengahan ngeblog saya kepincut di dunia bisnis jadi ada juga tulisan dagang saya 😀 . Masa-masa jenuh dagang kepincut ikut lomba blog yang mana saya bikin dua blog lain di detik dan wordpress yang sampai tulisan ini dibuat belum pernah saya buka lagi. Mungkin saya mulai lelah atau mungkin juga mulai terinspirasi dari beberapa blog yang konsisten dengan tulisan-tulisannya, akhirnya Oktober 2012 saya memulia dunia baru, dunia blogging saya, hanya saya. Dan tulisan perdana saya masih terasa aroma lomba nya.

Mulai deh rajin nulis dan blogwalking. Ketemu blog-blog kece yang kagumnya saya itu yang komentar setiap kali posting bisa ratusan, kok bisa? Hits nya sampe jutaan, uwoooo!!! Tapi setelah diteliti, blognya JUJUR. Iya dia nulis emang dia suka, dia jujur dengan tulisannya, tidak berusaha nulis hal-hal yang dia tidak faham. That
‘s the poin
. Jujur akhirnya berkolerasi dengan be yourself! Selama ini saya kebanyakan ikut-ikutan. Tapi, kalau saya cermati blog perdana saya tahun 2009 adalah diri saya sebenarnya, coba ya difokusin.

Tapi ya itulah saya belum berjodoh dengan blog perdana saya. Akhirnya saya nyaman di sini dan berusaha menulis jujur, menulis yang saya suka dan saya tau ehehe…Saya tidak sampai berharap agar blog saya setenar blog lain yang memang sudah tenar 😀 tapi paling tidak saya enjoy. Paling tidak saya punya kenang-kenangan yang bisa saya kenang sewaktu-waktu pun dengan anak saya 🙂 Lebih-lebih dapat bermanfaat bagi yang baca adalah bonus tersendiri buat saya.

Tahu bahwa walaupun jarang yang komen ternyata ada saja yang baca blog saya. Melihat statistik pembaca yang meningkat, ketika ada juga yang akhirnya komen karena butuh, dan melihat hits stat yang terus menanjak adalah kebahagiaan tersendiri dan menambah semangat untuk terus menulis 🙂 Saya belajar bahwa tidak selamanya sepi itu kosong, bisa jadi mereka diam, butuh cepat, atau yang lainnya. Tapi, saya jadi tahu bahwa tidak ada yang sia-sia, tulisan sependek apapun ternyata ada juga manfaatnya misal qoute-quote. Tulisan lebay pun ternyata ada juga manfaatnya, tidak tahunya menghibur orang yang baca “eh ini gue banget” 😀 . Buktinya tulisan di blog perdana saya ternyata setelah saya baca ulang ada juga yang komentar, saya baru tau ada yang komen barusan :D. Jadi, jangan takut untuk menulis ya.

Dan kemarin dong saya kagum menemukan angka hits stat blog saya, ini dia perlu diabadikan…kebetulan lagi nonton appa oediga, ada junsu 😛
reached blog

9999 cantik cantik cantiiik…:P 😀