-201- The ROoMs Inc. DP Mall Semarang: My Thoughts

Bismillah.

Temaram. Kesan pertama masuk hotel. Padahal pas check in masih sore. Di luar masih terang. Selain temaram juga ada kesan misterius. Penuh dengan rasa ingin tahu. Ya gimana, hotelnya tidak keliatan dari jalan raya. Ada gada-gada besar bertuliskan ROoMs Inc. pas masuk tapi yang akan kita lihat adalah keramaian di DP mall. Di mana hotelnya??? Di mana….!!?

Pintu?

Ah, benar!

Dia ada di sayap kanan mall. Dengan catatan kita menghadap ke arah mall dari jalan raya. Persis di sana ada seorang satpam berdiri tegak. Pintunya berwarna hitam. Tinggi lebar dan besar. Satu pintu saja dari kayu dicat hitam. Mirip sekali dengan pintu kemana saja nya doraemon.

Ketika masuk jangan harap akan langsung menemukan lobby hotel. Di sana kita akan menemukan satu ruangan yang hanya diisi empat buah kursi aneh. Kursi yang rangkanya besi dan dudukannya berupa kain tebal. Sekalinya kita duduk, badan tuh rasanya mblesek kemakan kursi. Dan pas mau berdiri susah aja gitu. Tapi pas duduknya emang nyaman. Enak banget buat santai. Ada beberapa pot bunga yang diisi entah bunga apa. Yang pasti daunnya panjang dan langsing seperti daun serai atau ilalang.

Selain kursi dan bunga tadi, pemeran utama di ruangan ini sebenarnya adalah… lift! Satu lift ke mana saja. Pikiran ini akan muncul begitu saja ketika kita terperangkap dalam satu ruangan yang hanya ada satu pintu keluar dan satu pintu masuk: ke mana saja! Karena saya belum tahu akan ke mana lift itu membawa. Ruangan ini ibarat rumah adalah foyer. Dia jalan menuju ruang lainnya. Dan pemain utamanya adalah lift itu sendiri. Saya tidak yakin orang akan santai-santai di depan lift dengan posisi santai susah bangun.

Di dalam lift lebih temaram. Cat hitam dan tempelan kertas dengan warna-warni mencolok di dindingnya yang bertuliskan kesan para tamu hotel. Benar-benar kertas tempelan yang warna-warni itu. Ya jika kalian pernah menggunakannya ketika sekolah dulu, atau sekarang. Dan pernah satu kali kertas itu ada yang jatuh kesenggol tamu hotel.

Anak muda banget.

Pas masuk lift begitulah yang ada di pikiran saya. Untung saya pun masih muda. Kemudian saya menenangkan diri.

Fotonya mana?

Gak ada. Gak niat mau share tadinya. Hehe.

Setelah melewati lift barulah sampai ke lobby nya yang sederhana sekaligus menyatu dengan kafe. Ya lebih ke kafe konsepnya dibanding resto. Lah apa pula beda kafe dan resto?

Yang ini baru ada fotonya. Karena kok ya sepertinya nyaman duduk di sana…bring me there…

Restoran memiliki standar-standar tersendiri misal baju, menu, dan lain-lain. Ada izinnya juga. Menunya lebih mahal karena mereka harus membayar pajak penambahan nilai (PPN) dan kesan ekslusif yang ditampilkan. Sementara itu kafe, dia lebih ke tempat minum kopi. Lebih ke tempat buat nongkrong sambil minum kopi dan berbagai minuman lainnya. Gitulahya. Tapi kafe ini kalo yang mahal ya banyak. Contoh Starbucks. Jadi perbedaan yanb paling mencolok terletak pada menu utamanya. Kafe lebih menonjolkan minumannya sementara restoran makanannya, begitu.

Nah, di Rooms Inc. malah ngingetin saya ke kafe bukan resto yang biasa kita lihat di hotel-hotel.

Tapi sudahlah mari kita melangkah lebih jauh untuk menemukan kamarnya. Saya sudah pengen rebahan. 

Dari lobby ini saya diarahkan kembali ke satu pintu. Kembali kita disuguhkan pada satu ruangan dengan lift sebagai tujuannya. Hotel ini layak mendapat julukan hotel banyak pintu!

Setelah berjalan dari lobby menyusuri kafenya sampai juga di pintu yang dimaksud. Bukan lagi satpam yang jaga. Kunci. Iya, kamu harus punya kunci kamar kalau mau melewati pintu satu ini. Oke.

Di balik pintu ini kembali ada lift. Ruangan ini hanya untuk lift menuju kamar hotel. Pas saya masuk lift seingat saya hanya ada tiga lantai. Saya dapat lantai satu. Kesanalah saya dibawa.

sampai di lantai satu. Hanya ada dua lorong, kanan dan kiri. Ikuti saja sesuai petunjuk nomor kamar. Mudah sekali. Di lorong ini ada dua dispenser dan satu telpon yang nempel di dinding. Ketika saya masuk kamar untuk pertama kalinya saya belum menyadari kedua alat penting ini.

Di stasiun, saya sempat beli pop mie gelas. Sungguh sangat jelas ya nama produknya, haha. Niatnya mau makan mie, asyik kan. Eh alah, saya cari-cari pemanas air gak nemu dong tolong. Akhirnya itu pop mie terpaksa disiram pake air yang disediakan di kamar, di dalam teko kaca, bukan plastik. Sungguh sangat ramah lingkungan, tapi inget sekali saya ngedumel dalam hati tentang air panas ini. Mau nelpon resepsionis gak ada telponnya dan saya malas turun ke lobby karena emang pengen banget rebahan. Paginya saya baru oh dong liat dispenser di lorong. Rasanya mau nangis keinget semalam makan pop mie pake air dingin, masih kriuk gak jelas, huhu.

Setelah saya rasa-rasa, walaupun awalnya ngedumel karena kurang riset dan informasi, saya akui hotel ini cukup nyaman. Seperti di rumah. Ya karena kalo kehabisan minum kita bisa refil sendiri di lorong. Dan jalan-jalan di lorongnya juga enak. Cuma satu yang saya kurang suka, kamarnya sempit sekali. Rasanya sesak. Kayak kita naik mobil sedan kecil gak bisa gerak, ke mana-mana mentok. Saya agak was-was sih.

Cocok banget buat kamu yang aktif dan mobile. Bukan untuk keluarga sepertinya. Entah ya kalau ada kamar untuk keluarga, yang lebih luas ukurannya. Mungkin ada. Tapi sepertinya tidak juga seluas hotel pada umumnya. Lorongnya juga lebih kecil dibanding hotel bintang tiga umumnya. Tapi nyaman aja gitu. Kalau saya perhatikan tamu-tamunya, memang kebanyakan anak-anak muda.

Semua design di hotel ini kesannya muda. Di kafenya malah ada berbagai testimoni dari public figure. Kaget juga, mereka beneran nginep di sini? Tapi emang nyaman. 

Kalau merasa muda bolehlah dicoba hotel ini. Yang jauh paling menarik adalah keberadaannya di dalam mall. Jadi gampang banget kalo mau jalan atau jajan. Enaklah gak perlu ke mana-mana. Dekat juga dengan lawang sewu. Aksesnya juarak!

-163- Review Hotel: MG Setos Semarang

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Sekali-kali menulis dari Semarang. Dan sekali-kali mencoba review hotel. Sudah lama ingin. Tapi tak pede. Maklum seringnya nginep di hotel selalu dibayari. Selalu ketika pelatihan. Pernah sekali berbayar. Tapi lama dan fotonya tidak ada.

Dan bersiaplah postingan pertama saya penuh gambar. Nulisnya saja berat bol! Pake hape lagi💆‍♀️

Kali ini karena kamarnya juga gede. Bersih. Keren. Barangkali ada yang berminat. Dan sedang mencari-cari.

Kamar yang saya tempati ini berada di lantai 11. Luasnya 90 meter persegi. Gimana gak luas ya untuk dua orang.

Hotel Mg Setos sendiri mulai dari lantai 8. Kamarnya ada di 9, 10, 11, dan 12. Kamar yang saya tempati tipe executive suite. Ini adalah kamar kedua terluas yang pernah saya inepi. Selain apartemen tentunya. Norak gak sih 😅✌️ Harganya sekitar 2,7jt. Normal. Tapi kalo rombongan macam pelatihan gini bisa ditekan lumayan banyak.

Untuk lebih jelas bisa langsung ke web penjualan. Semacam traveloka, trip advisor, dan yang lainnya. Biasanya banyak diskon.

Tapi jangan salah, karena ini saya pengen nanti sekali-sekali ngajak keluarga jalan. Nginep di hotel kayak gini ini.

Oke let we see penampakannya.

Hal pertama setelah check in kita bakalan dapat kartu.

Tempat kartu yang dari kertas itu selain untuk menyimpan kartu juga ada username dan password wifi hotel. Kartu putih polos ini sangat berguna. Kalian kalau tidak punya kartu ini jangan coba naik lift. Pusing gak nyampe-nyampe.

Kalo dibuka ada pass wifi

Lift nya memang sudah dirancang. Hanya bagi pemegang kartu. Alias mereka yang nginep. Alias yang check in. Alias yang bayar. Hello hari gene makan siang gratis 😁

Si kartu tinggal di tap di tempatnya ketika naik lift. Biasanya di atas nomor lantai. Lanjut pencet nomor lantai. Jalan. Kalau enggak di tap ya wassalam. Masuk ke kamar pun begitu. Aksesnya pake tap kartu.

Model kayak gini sebenarnya sudah umum. Tapi kadang karena ke hotelnya sekali-sekali sering lupa.

Pemandangan pertama adalah ini:

Lorong panjang menuju ranjang. Panjangnya kurang lebih enam meter. Dan kosong. Lorong saja. Saya manfaatkan buat olah raga di situ. Lumayan kan bisa berlari-lari.

Di sebelah kirinya itu kamar mandi. Yang sungguh bagi saya terlalu luas. Ada bathtub nya. Ada showernya. Tinggal pilih.

Pintu kamar mandi

Di samping kanan pintu adalah pengatur suhu. Bukan remote batangan. Yang kadang kita lupa naruhnya di mana.

Pemandangan pertama ketika buka pintu

Ini bath tub nya bersih banget. Masih putih bersih. Belum berubah warna sama sekali.

Di meja kaca itu. Ada berbagai perlengkapan untuk membersihkan diri. Ada sabun, shampo, cotton bud, sisir, pasta dan sikat gigi, shower cap, dan tempat sampah. Lumayan lengkap kan?

Kalau shampoan rambut kita basah, tenang. Ada hait dryer juga di sana. Tertempel di tembook di sebelah kanan kaca.

Penampakan sebelah kiri kaca.

Yang menarik hati. Di sebelah kiri ada kaca untuk make up. Pokoknya nih kaca bisa kita dekatkan ke wajah. Ada dua sisi. Satu sisi kaca biasa. Sisi lainnya cembung. Wajah kita jadi terlihat sampai ke pori 😅

Ini sih kayak lihat ikea hacker. Tapi serius kaca bulat yang nempel ke dinding itu: jenius!

Nih bathtub yang saya bilang bersih. Bentuknya juga lucu. Simple elegan gitu. Halah halah.

Pemandangan dari bathtub

Sebelah kanan adalah shower.

Dan terus berjalan akan kita dapati wc:

Ini juga nice. Mulus. Gak gropak-gropal. Apa juga gropal-gropak. Intinya gak ada suara. Nyaris tak ada suara.

Lukisannya juga membuat hati senang. Tenang.

Dari kamar mandi adalah ranjang. Ini sih biasa ya. Setiap hotel mesti ada ini. Yang beda single atau double. Dan ukurannya. Punya kita single ukuran king.

Ngomong-ngomong soal kasur. Saya pernah intip. Penasaran. Merk apa sih yang biasa dipakai hotel. Yang saya pernah intip sih king koil. Saya tambah penasaran. Cek harganya. Oh yeah bukan budget saya. Kurleb seharga N Max.

Tapi saya boleh berbangga. Dulu di Sulawesi. Kasur spring bed saya merk king koil. Seharga 2 juta ajah. Lho kok?

Pasti KW.

Aseli kaka!

Lantas?

Ehm! Well B E K A S. Dan masih dua juta. Seharga spring bed baru merk lain.

Kualitasnya walau bekas masih oke punya. Seriusan. Saya pindahan. Itu spring bed saya lungsurkan. Memang ya harga mencerminkan kualitas.

Untuk beberapa kasus harga bisa mencerminkan kualitas.

Di tempat saya dulu adalah surga barang bekas. Barang bekas dengan kualitas internasional. Biasanya sisaan hotel. Kata si pedagangnya banyak dari Singapore.

Kalau berminat coba saja jalan-jalan ke sana: Wakatobi.

Soal TV juga buat saya paling penasaran. Duh saya benar-benar ndeso. Baru kali ini lihat TV dengan jaringan. Bisa nonton sepuasnya. Karena ada hooq, iflix, hbo. Acara TV nya pun bisa disimpan.

Saya sampai fokus. Cuman ngotak ngatik saluran. Wkwkwk.

Kasurnya seperti biasa di hotel

Lemarinya sederhana. Dua pintu. Jenis hanger. Pakaian yang dilipat bisa di bawahnya.

Ohya itu yang di sebelah kiri. Kaca lebar pembantas kamar mandi aseli terbuka. Tapi tenang, ada tirai anti air yang bisa dijadikan penutup.

Cocok banget ni kamar buat yang lagi honeymoon.

A…nd the view! Itu kota Semarang! Cantik.

Balik ke belakang kita dapat ini:

Pintu keluar dan ada ruang tamunya sodara-sodara. Sofanya nyaman bangat. Bagi saya yang imut ini cukup nyaman. Biasanya kan kursi hotel gede-gede. Standar tubuh internasional 😁

Di sana juga ada pemanas air. Berbagai minuman: kopi dan teh termasuk gula dan creamer. Ada air mineral tentunyah. Dan cangkir-cangkir.

Oke that is all. Penilaian saya oke banget. Lega. Nyaman banget untuk keluarga kecil dengan satu anak. Bisa pesan crib. Tapi yang paling nyaman adalah untuk pengantin baru.

Ini adalah versi low budget. Karena saya serombongan. Kalau yang benar-benar pesan pribadi mungkin lebih wah.

Ohya hotel ini sangat dekat dengan Paragon Mall. Yang suka cuco mata. Gak usah belanja kan. Dekat lawang sewu juga. Bagi pecinta sejarah. Dan nostalgia.

Semoga bermanfaat. Minimal jadi kepengen. Terus nabung. Aamiin…