-160- Menurunkan Berat Badan dengan Lose It!

Bismillahirrohmanirrohiim…

Sudah tiga hari nih saya diet. Pengen nurunin BB. Dua kilo saja. Tapi masyaAlloh susyaaah…! Dulu pernah juga di sini.

Kepikiran, rencana, dan kejadian diet ini bukan sekali. Sudah sering kali. Dan berujung mangkrak. Kayak bangunan kekurangan dana. Yakali diet mah kelebihan keinginan dan ada dana yang mendukung๐Ÿ˜…๐Ÿ˜

Iseng saya buka aplikasi health. Pas lihat-lihat itu nemu aplikasi lose it. Sedang ngiklan dese di sana.

Aplikasi ini menurut reviewnya bisa dijadikan assistant. Jadi bisa ngebantu kita dalam mengelola asupan kalori.

Pikir punya pikir saya download tuh aplikasi. Langsung buat akun.

pertama kali create account.

Tap tap bikin akun selesai.

Terus?

Ya saya pelajari dulu. Sejauh mana saya tertarik. Sejauh mana kiranya saya bisa stay lama di aplikasi ini. Dan sejauh mana saya percaya dengan bantuan ini. Kalau kurang cocok kan gampang tinggal delete. Zaman teknologi seperti ini mencoba hal baru adalah satu tantangan tersendiri. Jangan takut kuota. Mahal! Relatif sih. Kalau kita sudah penasaran dan senang harga itu belakangan. Iya gak…

Timbang-timbang. Saya tertarik. Hmmm saya tidak tahu bakalan bisa stay lama. Mengingat pengalaman yang selalu mangkrak. Tapi aplikasinya user friendly dan… m… anu lucu kaka!๐Ÿ˜ Tampilannya bikin mata seger. Tidak membosankan lah. Coba saja. Menguji ketahanan. Menguji kesabaran.

Lanjutlah saya utak atik. Okay saya mulai setting goal yang ingin dicapai. Saya tidak mau ngoyo harus turun cepat. Perlahan supaya menjadi kebiasaan rasanya akan jauh lebih tepat. Karena sesuatu yang cepat biasanya cepat juga hilangnya.

Goal saya dua kilo dengan kecepatan lebih ke slow. Dengan kecepatan seperti ini saya diatur untuk menyelesaikan proses menurunkan BB dicicil. Seminggu harus turun setengah kilo. Satu bulan bisa rampung. InsyaAlloh dengan syarat dan ketentuan berlaku๐Ÿ˜.

Setting goal. Mau jadi berapa kilo.
Informasi program diet yang saya jalani ketika sudah setting goal.

Karena kita sudah setting goal maka ketika masuk ke menu goal (ada di paling bawah) terus klik weight dan edit akan muncul tampilan info seperti di atas. Kebutuhan kalori harian saya sekitar 1.164. Dengan catatan jika saya bisa bertahan setiap harinya dengan jumlah kalori ini maka perhitungannya saya sudah bisa turun dua kilo.

Kapan? Ya tadi satu bulan itu. Untuk saya sekitar tanggal 8 September. Informasi ini pun dapat kita peroleh di menu goal tadi.

Oke deh biar lebih runut kita bahas menu-menunya. Tadi kan sudah bikin akun. Gampang lah tinggal ngikutin apa maunya. Istilahnya tinggal next next saja. Terakhir itu isi email seperti gambar pertama di atas.

Akun sudah jadi. Selanjutnya kita lengkapi profil kita. Biar lebih memiliki. Menunya ada di bawah berjejer lima. Mulai dari My Day, Log, Sosial, Goals, dan Me. Nah, menu Me ini yang kita pilih untuk merapikan profil.

Me

Di dalamnya ada data diri kita. Termasuk foto latar dan profile picture. Terus ada sub menu yang terdiri dari Badges, Insight, Foods, Exercises, dan More. Semua tampilan sub menu ini adalah informasi tentang kita dan apa yang kita butuhkan dalam mendukung program menurunkan berat badan.

Sub menu Badges isinya informasi tentang pencapaian kita. Ditandai dengan badges yang diberikan lose it. Misal saya sudah punya dua badges. Satu Badges ucapan selamat karena sudah bergabung. Dan satunya badges Keep It Up karena saya berhasil stay tiga hari di aplikasi ini. Masih ada tujuh badges yang bisa saya miliki. Sesuai dengan capaian yang saya lalui.

Selanjutnya sub menu Insights. Saya tidak bisa buka semuanya dengan detail. Kalo kamu mau buka semua Insights harus go to premium. Enggak mahal sebenarnya. Gak nyampe Rp40.000 per bulan. Yang bikin terasa mahal itu tagihannya per tahun. Yah mirip 500 miliar dan setengah trilyun. Mahal mana? Padahal nominalnya sama. Hahaha.

Isinya kayak berbagai panduan untuk membantu program kita. Misal nih, ada panduan menurunkan berat badan berdasarkan DNA. Jadi mungkin bisa lebih cepat karena sesuai dengan DNA kita. Saya tidak tahu. Saya hanya mengira. Dan lainnya. Kalo penasaran coba get premium.

Selanjutnya di menu Me ada Foods. Isinya shared items. Apa yang dibagi? Pastinya makanan. Karena saya belum berteman dengan siapapun jadi saya tidak pernah menggunakan sub menu ini.

Lanjut sub menu exercises. Ini asik banget sebenarnya. Ada Workout guides. Kita bisa ngikuti saran olahraga. Bentuknya video. Tapi itu tadi harus premium.

Terakhir adalah sub menu more. Yang mana di sub menu ini semacam settingan pribadi. Misal berat badannya mau pakai Kg atau Pounds. Jaraknya mau Km apa Miles. Sub menu yang membuat Lose It kita semakin kita.

Goals

Tampilan awal menu goals

Nah, di sini nih menurut saya yang paling menyenangkan. Kenapa? Karena bisa melihat perkembangan program yang kita buat. Stagnan, malah naik, apa sudah turun. Pantau terus!

Tampilan ketika ikon timbangan gambar di atas kita klik.

Features yang saya bahas adalah yang gratisan ya. Menurut saya yang gratisan saja sudah oke apalagi yang premiumnya.

Gambar paling atas adalah perubahan BB saya dari awal sampai terakhir . Karena saya belum ada perubahan jadinya flat saja hehe. Jangan lupa untuk mencatat setiap harinya. Tuh saya lupa per tanggal 9 Agustus jadi tidak ada titik BB di sana.

Cara mencatat BB harian juga gampang. Tinggal klik tulisan kapital RECORD TODAY’S WEIGHT.

Untuk melihat detail program kita tinggal klik tulisan Weight yang ada lambang timbangan digital. Di sana ada informasi tanggal selesainya program. Dengan syarat kita telaten dan mengikuti anjuran kalori yang ditetapkan per harinya harusnya bisa tercapai per tanggal yang ditentukan.

Social

Status di atas otomatis ketika kita ada kegiatan di aplikasinya.

Saya gak pernah nulis status sendiri. Satu saya belum berteman dengan siapapun. Jadi saya tidak punya alasan untuk sharing. Baru di sini saya sharingnya. Belum juga berniat mencari teman. Rasanya saya harus kuat dulu minimal sebulan.

Wajahnya mirip twitter. Tulisan. Mungkin bisa upload gambar juga. Ada menu pesan, siapa teman kita, dan grup yang kita ikuti. Soalan grup malah mengingatkan saya dengan facebook. Yah, gabungan twitter dan facebook dalam tampilan sangat sederhana.

Log

Di sini adalah tempat kita mencatat semua aktivitas makan, olah raga, dan pencatatan timbangan. Makan apapun catat saja. Olah raga apapun catat. Berapapun timbangan kita catat di sini atau di menu goals tadi. Tapi aseli lebih enak lewat menu log ini.

Caranya klik ikon + di pojok kanan atas. Nanti akan tampil 11 ikon. Ada ikon untuk mencatat makan mulai dari breakfast sampai dinner. Ada ikon timbangan untuk mencatat berat kita. Dan ikon lainnya. Tinggal klik catat.

Misal kita pilih gambar dinner maka kita diarahkan untuk mencatat makanan apa saja yang kita makan ketika dinner. Tampilan mencatatkan makanan dan aktivitas lainnya seperti gambar di bawah.

Pertama kali klik ikon di log akan muncul jendela ini. Tinggal kita search jenis makanan atau kegiatan kita yang akan ditambahkan. Misal bakwan sayur. Klik. Lalu done. Sudah otomatis tertambahkan.
Ini ketika kita klik bakwan sayur untuk ditambahkan. Ada informasi kalori per piece nya. Tinggal kita atur berapa banyak yang kita telah makan.

Tampilan muka di log ini bisa milih berdasarkan kalori atau macronutrients. Tampilan macronutrients memungkinkan kita melihat berapa carbo, fat, dan protein yang sudah kita santap satu hari itu. Tapi saya lebih memilih kalori. Biar matanya fokus satu dan mikirnya gak banyak-banyak.

Kalau premium lain lagi. Pilihannya lebih banyak. Sampai ada pilihan kolesterol segala. Jadi asupan kolesterol per hari itu bisa kedetek.

Di bawah tulisan Calories itu adalah indikator makan kita. Apakah tepat sesuai budget kalori harian kita atau malah kurang atau lebih akan terlihat di sana. Kalo kelebihan kalori akan berwarna merah. dan kelebihan kalori ini akan terus terakumulasi.

Keterangan di bawah garis indikator:

Budget: kalori harian kita. Food: ini tentang makanan apa yang kita makan dan berapa kalori yang dihasilkan. Dan sebagai faktor pengurang adalah exercise. Kalo kita melakukan olah raga, setelah dicatat akan langsung mengurangi kalori yang kita makan. Net adalah jumlah kalori yang kita hasilkan per hari itu. Hasilnya berupa keterangan. Jika masih di bawah budget akan ada tulisan UNDER berwarna hijau terang dengan keterangan jumlah kalori tersisa. Sebaliknya jika over akan ada tulisan OVER dengan merah menyala dan informasi jumlah kalori yang over tersebut.

Paling bawah adalah keterangan tentang apa saja yang telah kita catat satu hari itu. Misal saya per 7 Agustus menyantap sarapan menghasilkan 248 kalori. Terdiri dari nasi putih dan segelas teh tanpa gula. Sebenarnya mungkin lebih karena nasinya saya tambahkan telur goreng seiris haha. Saya gak catat karena nasinya pun makannya cuma dua suap. Jadi harusnya kalori segitu sudah bisa menggambarkan hasilan kalori dari sarapan minimalis saya.

My Day

Terakhir menu My Day. Isinya adalah rangkuman dari program kita. Misal saya sudah tiga hari maka rangkuman tiga hari itu akan tampil di sini berupa grafik. Grafik lingkaran berupa budget dan sisa kalori kita per hari ini. Sementara diagram batang kasih info program diet kita sampai hari ini.

Di sana ada sub menu nutrients yang menyajikan nutrisi apa saja yang telah kita makan per hari ini. Dan rangkuman setiap harinya pun ada ditampilkan dalam diagram batang.

Gimana? Seru gak. Saya sih iyes *anang mode on*

Lha nanti nyatetnya gak pas dong? Kan takarannya kita gak tahu. Misal nasi semangkuk yang di aplikasi apakah sama dengan nasi sepiring yang kita santap?

Nah, ini dia kita harus pintar merasakan, menimang-nimang. Toh tidak ada hasil yang sempurna plek sama. Semuanya mendekati. Paling tidak kita bisa memperkirakan yang mendekati dengan menu yang dicantumkan di aplikasi.

Sebenarnya kalo di fitur premium memungkinkan kita tambah makanan yang mungkin kita takar sendiri. Biar lebih tepat. Tapi, saya mah repot harus nimbang-nimbang setiap harus makan. Sepertinya saya tidak seobsesi itu.

Paling tidak aplikasi ini telah membuat saya senang menjalankan program menurunkan BB. Sampai hari ke empat ini saya masih senang dan masih rajin mencatat. Karena kekuatannya ada pada konsekuensi kita tentang mencatat pada aplikasi. Selamat mencari dan mencoba.

-70- Tentang Berat Badan: Diet minggu I (Makan pada waktunya)

Bismillah…

Biasanya kaum perempun agak sensitif nih ngomongin yang satu ini ๐Ÿ™‚ . Tapi seiring dengan bertambahnya umur dan berbanding lurus dengan kedewasaan, rasanya masalah ini bukan lagi menjadi momok. Perempuan dewasa biasanya lebih santai menyikapi masalah BB ini. Mereka yang ingin diet biasanya memang dengan alasan yang make sense. Berbeda ketika masih ABG tanggung nan labil, diet ini seakan keharusan karena, iya karena, cara pandang masyarakat dalam memaknai cantik itu adalah langsing ๐Ÿ™‚ . Yang belum stabil biasanya akan mengikuti ke mana arah angin bertiup …

Kini, setelah usia labil berlalu dan saya sudah menikah kok ya badan jadi tidak terkendali ๐Ÿ˜› . Maka dari itu beberapa hari ini kepikiran untuk mengembalikan BB ke posisi aman. Aman untuk baju-baju saya, hehe. Masak saya harus bongkar lemari ganti seluruh size pakaian saya, bisa bangkrut dong ๐Ÿ˜€

Mau tidak mau saya harus diet…

Tapinya saya mau cerita dulu, sejarah BB saya, halah-halah…

Tinggi saya antara 148cm-149cm, dua tiga senti lebih tinggi dari ibu. Waktu sekolah berat badan stabil di bawah 45kg. SMA adalah masa di mana saya sangat kurus, tentu saja kurus ukuran sendiri. Berat waktu itu mentok di 42kg, pernah mencapai 44kg, tapi sungguh sangat tidak menyenangkan karena baju-baju serasa sesak. Jadi, diputuskanlah waktu itu, untuk mempertahankan 42kg, bagaimanapun caranya *ekstrim memang*.

Makan berat hanya sekali menjadi sangat biasa. Tapi, masalahnya daku suka sekali ngemil, ngemil apapun yang asin-asin, sebangsaning combro, bakwan, tahu isi, dan gorengan-gorengan yang lainnya. Bagaimana bisa kuyus ya? Bisa, karena kalau ngemil biasanya daku tidak makan. Duh, kalau ingat zaman itu nelangsa sekali. Dipikir-pikir buat apa kurus kalau masa remaja tergadaikan karena bawaannya lemessss? *kurus dalam hal ini tidak sama sekali berbanding lurus dengan sehat ๐Ÿ˜ฆ *

Daan setelah menikah, diet itu cerita lama ๐Ÿ˜€ . Jadi, selama ini jaga BB untuk apa? Astagfirulloh. Makan ya makan gak mikirin lagi โ€œnanti gemukโ€ . Alamat BB pun melonjak menyentuh 50kg! Tapi, Alhamdulillah nya ketika endut-endutnya dikasih rezeki sama Alloh, mengandung ๐Ÿ™‚ . Jadi seperti pembenaran ketika acara makan yang gak ketulungan nepsong.

Dikira bakalan lebih enak ngunyem tak tahunya dikasih ujian, pas mengandung muntah mulu. Gak bisa masuk makanan, yang ada gak nafsu makan, menciumnya saja bikin mual terus deh muntah. Akhirnya, sehari mendekam di kamar rawat inap RSUD. Tidak tahan karena nyamuk waktu itu, walaupun belum fit benar saya memaksa pulang ๐Ÿ˜€

Pas trimester pertama hamil kembali kurus pun dengan si dedek di dalam perut ๐Ÿ˜ฆ Tapi giliran pulang ke rumah orang tua, Alhamdulillah kembali semangat makan, BB naik pun dengan si dedek. Kalau dulunya disuru-suruh makan sama Dsa pas di rumah ortu diperingatin hati-hati jangan berlebihan makannya, kalau dedeknya kegemukan takut susah keluar. Dan benar saja divonis CPD. Bayinya kebesaran untuk ukuran panggul saya.

Tapinya, pas menyusui itu BB kembali anjlok seanjlok-anjloknya. Dan asyiknya saya tidak diet ๐Ÿ˜€ . Makan tetep segabruk-gabruk malah porsi kuli tapi enggak tahu ya seperti tidak ada yang jadi daging. Iya sih lagi menyusui, jadi banyak diambil juga sama si dedek. Eitss, tapi kalau cuman nyusui kayaknya tidak begitu ngaruh deh. Soalnya saya itu selain nyusui, kerja juga yang mikir gitu, ditambah lagi kerja fisik serabutan di rumah. Jadi, wajar ya, itu BB turun drastic menyentuh 41kg.

Dan setelah punya mesin cuci, terusnya lagi gak gitu mikir berat soalan kerjaan dan urusan rumah tangga, sekarang BB kembali meroket, barusan ditimbang 49,6kg *nangis*. Harus dieeeettt, maksudnya bukan ngurangin porsi makan tapi lebih mengaturnya. Iya saya jadi asal makan dan tidak tahu tempat dan waktu, ada makanan langsung hap hap hap ๐Ÿ˜€ . dan sedihnya kesukaan saya tidak jauh dari goring-gorengan, wassalam deh perut rata.

Karena merasa sudah tidak nyaman, beberaa baju sesak, tentu saja dengan tinggi segitu takutnya mbulet ๐Ÿ˜€ . Saya niat bener-bener niat mau diet. Paling tidak balik ke 44-45kg deh.

So letโ€™s do itโ€ฆ

Gimana caranya?

Pertama sekali saya mau atur dulu itu jadwal makan, secara kan, yang namanya diet bukan mengurangi drastis jumlah asupan makan, yang saya baca dan fahami diet itu bagaimana cara kita mengatur pola makan. Makan ya makan, tidak ada lagi acara ngemil-ngemil apalagi ngemil berat kayak gorengan. Tahan dulu godaan gorengan. Daaaan, berhenti sebelum kenyang yang sungguh kalau ketemu makanan maknyuus, duh, piye susah banget ๐Ÿ˜ฆ Itu saja dulu sebagai langkah pertama. Nanti dilihat seminggu kemudian, baru saya pikirkan lagi cara selanjutnya jika belum mempan. Sampai ketemu di program diet minggu depan.

BB: 50kg ๐Ÿ˜›

Sesungguhnya bagi saya memiliki postur yang pas *ukuran pribadi* adalah hal lain yang membuat hidup lebih bersemangat. Karena bawaannya ringan ๐Ÿ˜€ . Bisa jadi ukuran pas setiap orang berbeda, bagi saya 45kg untuk tinggi 148-149cm itu sudah pas, bisa jadi buat kamu itu kelebihan atau kurang ๐Ÿ™‚ .