-166- Lima Tahun Ini

Sekolah. Maryam baru saja lima tahun. Baru kemarin tanggal tiga. Tapi sekarang ia sudah di kelas satu SD.

Saya tidak berniat pada awalnya. Mau dua tahun Maryam malang melintang di pra sekolah. Sudah banyak kali TK dan Paud yang dicobanya. Hanya dua yang bertahan lama. Masing-masing satu semester. Sampai dapat buku raport. Satu di Wakatobi. Satunya lagi di sini.

Maryam dari semua sisi harusnya masih TK. Dia belum siap.

Awal tahun ajaran baru tiba. Dan Maryam masih mogok ke TK lamanya. Dia sudah sebulanan lebih tidak masuk. Saya sudah tanya guru-gurunya. Dari sana tidak ada apa-apa. Marymanya sendiri tidak cerita apapun. Dia hanya tidak mau. Mau kalau diantar ummi.

Kebetulan SD dekat rumah kekurangan murid. Saya jadi ingat Laskar Pelangi. Kalau kalian pernah baca atau nonton pasti inget waktu hari pertama sekolah kekurangan murid. Mirip itu. Jadilah Maryam masuk. Setelah diitung ada 12. Dan banyak yang seumuran Maryam.

Sekolah yang mencari. Sekolah yang minta. Jauh-jauh hari Maryam sudah diberi baju olahraga.

Awalnya saya cuek.

Tapi, daripada Maryam di rumah. Kalau anaknya mau. Bolehlah.

Hari pertama saya antar. Yep, ke SD. Waktu itu belum genap lima tahun.

Muridnya yang dua belas itu benar-benar masih bocah. Semua diantar. Sampai semingguan.

Gurunya seorang perempuan baya. Tanpa ekspektasi apapun terhadap anak muridnya. Dia cukup sabar. Untuk seorang guru SD. Dia tidak banyak menuntut.

Belum bisa menulis. Belum bisa baca. Tak apalah wong kalian mau belajar di sini. Jadi, nanti kalian akan bisa, insyaAlloh. Saya seperti membaca pikirannya.

Jam belajar pun hanya sekali. Sebelum jam sepuluh. Setelah jam delapan. Selebihnya anak-anak main. Tak ubahnya TK B. Yang berbeda: di sini tidak ada arena permainan.

Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Entah itu datangnya dari si anak sendiri. Orang tua ataupun lingkungan. Yang pada akhirnya kita sebagai orang tua berharap. Berdo’a agar jalan yang anak-anak kita tempuh hari ini adalah jalan terbaik dari Alloh SWT. Untuk masa depannya yang lebih baik. Harus lebih baik dari kita.

Walaupun kadang saya masih berpikir: sekolah saya dulu lebih baik secara infrastruktur dibandingkan Maryam hari ini. Berhubung ini jalan yang tersedia. Mari kita ikuti dulu. Dan amati selanjutnya.

Bismillah.

Advertisements

-165- Jam Delapan yang Bukan Jam Delapan

Bismillah

Sejak dikumandangkan RB (Reformasi Birokrasi) jam adalah sesuatu yang urgent. Apalagi sudah ada handkey naik motor pun sambil melihat jam. Literally melihat jam. Sesekali tentunya.

Tidak boleh lewat dari 7.30. Kalau lewat? Pasti uang harian kita kena potong. Tapi bukan itu. Masalah terbesar adalah moralitas dan sanksi sosial.

Moralitas tentu karena sebagai pegawai saya di gaji dan dikenakan tanggung jawab. Salah satunya kehadiran ini. Tepat waktu setiap hari. Lima hari kerja.

Sanksi sosial adalah omongan kantor. Omongan yang walau tidak langsung sakitnya luar biasa. Jadi daripada sakit kepala mendengar kicauan. Lebih baik kita ikut aturan. Apa susahnya kan?

Susahnya bagi saya adalah gedabrukan dengan anak di pagi hari. Bangun, mandi, sarapan, dan bersiap berangkat sekolah, dan semua keperluan sekolahnya. Belum kalau anaknya rewel. Atau perlengkapan sekolahnya yang kelupaan di mana. Itu benar-benar menghancurkan hari.

Kalau sudah begitu tinggal do’a agar tidak terlambat masuk kantor.

Pagi ini jam 8.17 saya di kantor sebuah desa. Dalam rangka tugas. Tidak lama sebenarnya di kantor desa. Hanya minta tanda tangan. Sebagai bukti bahwa saya benar-benar ke desa ini. Dari kantor desa saya harus segera ke lapangan. Harus segera. Kalau kesiangan panas. Karena tugas kali ini adalah sawah. Luas sawah yang sembilan hektar itu. Kita kelilingi. Bisa dibayangkan siang hari di tengah kemarau.

“Mau ketemu Pak Lurah,” kata saya kepada satu aparat desa. Baru satu-satunya dia.

“Belum datang,” jawabnya singkat. Sambil mengetik.

“Pak Sekdes atau kasi pun tidak apa-apa,” lanjut saya. Saya memang buru cepat. Buru waktu. Jangan sampai kebalap matahari.

“Belum ada yang datang,” katanya lagi singkat dan biasa.

“Biasanya jam berapa datang?”

“Jam delapan.”

Saya spontan melihat jam dinding. Jarum pendek di angka empat. Dan jarum panjang tak bergerak. Jam bukan sesuatu yang penting kiranya. Anggap saja jam delapan.

Saya mengangguk basa basi. Jam di hape menunjuk 8.17. Saya mengambil tempat duduk dan bersiap menunggu. Menunggu sambil mengetik ini.

Tidak lama temannya yang lain datang. Bukan yang saya maksud. Saya kembali duduk terpekur.

Setiap yang datang pasti berjabat tangan. Tidak terkecuali dengan saya. Satu hal yang membuat suasana menjadi cair dan santai. Rasanya kita semua sudah kenal lama.

Jam 8.30 barulan Pak Desa muncul. Dengan sigap ia masuk kantornya. Menyimpan tas. Dan langsung muncul saya dengan map putih untuk ditandatangani. Kami pun tersenyum. Berbasa basi sedikit. Saya segera pulang begitu map putih lengkap dengan tanda tangan. Pak Desa kalah sigap, pikir saya.

Santai. Jam 8.30 belum apa-apa. Waktu kerja masih lama.

Ini mending. Lebih baik. Karena dulu saya pernah tak mendapati siapapun. Di suatu tempat. Bukan di sini. Saya harus ke rumahnya.

Ini jauh lebih baik. Santai tapi serius. Bukan serius tapi santai. Jam delapan. Toh memang masih jam delapan. Yang kelebihan tiga puluh menit😊

-164- Mrs. Leidner

Bismillah

Saya pernah bilang dulu di sini. Beberapa orang mirip Mrs. Leidner. Tapi hari ini saya menemukan yang benar-benar mirip.

Suka menjadi pusat perhatian. Karena itu hampir selalu berusaha untuk menjadi yang paling diperhatikan. Apapun bisa menjadi masalah baginya. Mengundang simpati sekaligus penasaran. Tapi kadang membuat kita jenuh dengan semua masalahnya.

Pembicara yang baik. Malah sangat baik. Jangan coba-coba menyelanya. Dia tidak suka. Tidak begitu suka mendengarkan.

Sangat percaya diri. Apapun masalahnya dia bisa menyambung. Dan kita harus mendengarkan.

Saya benar-benar menemukan Mrs. Leidner pada dirinya. Dia tidak muda. Tapi yang muda tidak bisa bersinar di sampingnya.

Hanya sebuah novel. Novel misteri. Tapi research nya🙀 Tentang kejiwaan seseorang. Dan sukses menghadirkan tokoh. Yang benar-benar bisa kita temui di dunia nyata.

Ketika membaca saya tidak percaya ada orang semacam ini. Orang seperti ini rasanya terlalu ego. Terlalu tinggi. Dia seharusnya memiliki segala hal. Jadi akan sulit saya jangkau.

Tapi ternyata tidak. Orang seperti ini ada. Malah sangat dekat.

Orang seperti ini memang menyebalkan bagi lingkungannya. Akhirnya banyak yang berpikir negatif. Rasa tidak nyaman ketika bersamanya. Persis seperti di novel tersebut.

Tapi kalau kita dekat. Berusaha mengenalnya. Sangat jauh dari yang ia tampilkan di permukaan. Dia loyal. Baik. Dan sangat pemikir. Apa-apa dipikirkan.

Karena itu saya belajar satu hal: dont judge a book by its cover. Quote ini benar adanya. Kita tidak berhak menghakimi orang. Kita tidak tahu seluruh cerita hidupnya.

Positive thinking and positive feelings itu harus. Berpikir dan berperasaan bahwa semua orang itu baik akan baik adanya bagi kita.

Sulit. Saya pun begitu. Apalagi bagi yang sensitif dan khayalannya mengawang. Butuh waktu untuk bisa terus berpositif thinking dan berperasaan positif. Tapi tidak ada yang tidak mungkin. Terus berproses berusaha. Toh hasil bukan kita yang menentukan. Berusaha dan berdo’a.

Selamat menyambuat 17 Agustus semuanya🤗👏

-163- Review Hotel: MG Setos Semarang

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Sekali-kali menulis dari Semarang. Dan sekali-kali mencoba review hotel. Sudah lama ingin. Tapi tak pede. Maklum seringnya nginep di hotel selalu dibayari. Selalu ketika pelatihan. Pernah sekali berbayar. Tapi lama dan fotonya tidak ada.

Dan bersiaplah postingan pertama saya penuh gambar. Nulisnya saja berat bol! Pake hape lagi💆‍♀️

Kali ini karena kamarnya juga gede. Bersih. Keren. Barangkali ada yang berminat. Dan sedang mencari-cari.

Kamar yang saya tempati ini berada di lantai 11. Luasnya 90 meter persegi. Gimana gak luas ya untuk dua orang.

Hotel Mg Setos sendiri mulai dari lantai 8. Kamarnya ada di 9, 10, 11, dan 12. Kamar yang saya tempati tipe executive suite. Ini adalah kamar kedua terluas yang pernah saya inepi. Selain apartemen tentunya. Norak gak sih 😅✌️ Harganya sekitar 2,7jt. Normal. Tapi kalo rombongan macam pelatihan gini bisa ditekan lumayan banyak.

Untuk lebih jelas bisa langsung ke web penjualan. Semacam traveloka, trip advisor, dan yang lainnya. Biasanya banyak diskon.

Tapi jangan salah, karena ini saya pengen nanti sekali-sekali ngajak keluarga jalan. Nginep di hotel kayak gini ini.

Oke let we see penampakannya.

Hal pertama setelah check in kita bakalan dapat kartu.

Tempat kartu yang dari kertas itu selain untuk menyimpan kartu juga ada username dan password wifi hotel. Kartu putih polos ini sangat berguna. Kalian kalau tidak punya kartu ini jangan coba naik lift. Pusing gak nyampe-nyampe.

Kalo dibuka ada pass wifi

Lift nya memang sudah dirancang. Hanya bagi pemegang kartu. Alias mereka yang nginep. Alias yang check in. Alias yang bayar. Hello hari gene makan siang gratis 😁

Si kartu tinggal di tap di tempatnya ketika naik lift. Biasanya di atas nomor lantai. Lanjut pencet nomor lantai. Jalan. Kalau enggak di tap ya wassalam. Masuk ke kamar pun begitu. Aksesnya pake tap kartu.

Model kayak gini sebenarnya sudah umum. Tapi kadang karena ke hotelnya sekali-sekali sering lupa.

Pemandangan pertama adalah ini:

Lorong panjang menuju ranjang. Panjangnya kurang lebih enam meter. Dan kosong. Lorong saja. Saya manfaatkan buat olah raga di situ. Lumayan kan bisa berlari-lari.

Di sebelah kirinya itu kamar mandi. Yang sungguh bagi saya terlalu luas. Ada bathtub nya. Ada showernya. Tinggal pilih.

Pintu kamar mandi

Di samping kanan pintu adalah pengatur suhu. Bukan remote batangan. Yang kadang kita lupa naruhnya di mana.

Pemandangan pertama ketika buka pintu

Ini bath tub nya bersih banget. Masih putih bersih. Belum berubah warna sama sekali.

Di meja kaca itu. Ada berbagai perlengkapan untuk membersihkan diri. Ada sabun, shampo, cotton bud, sisir, pasta dan sikat gigi, shower cap, dan tempat sampah. Lumayan lengkap kan?

Kalau shampoan rambut kita basah, tenang. Ada hait dryer juga di sana. Tertempel di tembook di sebelah kanan kaca.

Penampakan sebelah kiri kaca.

Yang menarik hati. Di sebelah kiri ada kaca untuk make up. Pokoknya nih kaca bisa kita dekatkan ke wajah. Ada dua sisi. Satu sisi kaca biasa. Sisi lainnya cembung. Wajah kita jadi terlihat sampai ke pori 😅

Ini sih kayak lihat ikea hacker. Tapi serius kaca bulat yang nempel ke dinding itu: jenius!

Nih bathtub yang saya bilang bersih. Bentuknya juga lucu. Simple elegan gitu. Halah halah.

Pemandangan dari bathtub

Sebelah kanan adalah shower.

Dan terus berjalan akan kita dapati wc:

Ini juga nice. Mulus. Gak gropak-gropal. Apa juga gropal-gropak. Intinya gak ada suara. Nyaris tak ada suara.

Lukisannya juga membuat hati senang. Tenang.

Dari kamar mandi adalah ranjang. Ini sih biasa ya. Setiap hotel mesti ada ini. Yang beda single atau double. Dan ukurannya. Punya kita single ukuran king.

Ngomong-ngomong soal kasur. Saya pernah intip. Penasaran. Merk apa sih yang biasa dipakai hotel. Yang saya pernah intip sih king koil. Saya tambah penasaran. Cek harganya. Oh yeah bukan budget saya. Kurleb seharga N Max.

Tapi saya boleh berbangga. Dulu di Sulawesi. Kasur spring bed saya merk king koil. Seharga 2 juta ajah. Lho kok?

Pasti KW.

Aseli kaka!

Lantas?

Ehm! Well B E K A S. Dan masih dua juta. Seharga spring bed baru merk lain.

Kualitasnya walau bekas masih oke punya. Seriusan. Saya pindahan. Itu spring bed saya lungsurkan. Memang ya harga mencerminkan kualitas.

Untuk beberapa kasus harga bisa mencerminkan kualitas.

Di tempat saya dulu adalah surga barang bekas. Barang bekas dengan kualitas internasional. Biasanya sisaan hotel. Kata si pedagangnya banyak dari Singapore.

Kalau berminat coba saja jalan-jalan ke sana: Wakatobi.

Soal TV juga buat saya paling penasaran. Duh saya benar-benar ndeso. Baru kali ini lihat TV dengan jaringan. Bisa nonton sepuasnya. Karena ada hooq, iflix, hbo. Acara TV nya pun bisa disimpan.

Saya sampai fokus. Cuman ngotak ngatik saluran. Wkwkwk.

Kasurnya seperti biasa di hotel

Lemarinya sederhana. Dua pintu. Jenis hanger. Pakaian yang dilipat bisa di bawahnya.

Ohya itu yang di sebelah kiri. Kaca lebar pembantas kamar mandi aseli terbuka. Tapi tenang, ada tirai anti air yang bisa dijadikan penutup.

Cocok banget ni kamar buat yang lagi honeymoon.

A…nd the view! Itu kota Semarang! Cantik.

Balik ke belakang kita dapat ini:

Pintu keluar dan ada ruang tamunya sodara-sodara. Sofanya nyaman bangat. Bagi saya yang imut ini cukup nyaman. Biasanya kan kursi hotel gede-gede. Standar tubuh internasional 😁

Di sana juga ada pemanas air. Berbagai minuman: kopi dan teh termasuk gula dan creamer. Ada air mineral tentunyah. Dan cangkir-cangkir.

Oke that is all. Penilaian saya oke banget. Lega. Nyaman banget untuk keluarga kecil dengan satu anak. Bisa pesan crib. Tapi yang paling nyaman adalah untuk pengantin baru.

Ini adalah versi low budget. Karena saya serombongan. Kalau yang benar-benar pesan pribadi mungkin lebih wah.

Ohya hotel ini sangat dekat dengan Paragon Mall. Yang suka cuco mata. Gak usah belanja kan. Dekat lawang sewu juga. Bagi pecinta sejarah. Dan nostalgia.

Semoga bermanfaat. Minimal jadi kepengen. Terus nabung. Aamiin…

-162- My Feeling: Mary Stayed all Night

Bismillah.

Well kalau urusan nonton drakor sudah lama saya memilih Moon Geun Young. Dari siapapun. Tentu tidak tiba-tiba. Film My Little Bride lah yang kemudian membuat saya suka. Suka dan tidak bisa ke yang lain. Seperti Ciputra kepada Hendra di tulisan Pak Dis.

Saya sudah menonton hampir semua. Kecuali drama seri terlawas dan terbarunya sebagai pemeran utama: Painter of the Wind dan The Village Achiara’s Secret. Saya belum bisa menemukannya. Dan film teranyarnya Tahun 2017: Glass Garden. Tidak begitu booming. Tapi karena dia yang main saya ingin nonton.

Tidak semua drama seri nya saya tuntaskan. Karena: kenapa endingnya begitu? Jauh sebelum saya menyukai aktingnya. Saya adalah penganut happy ending story. Jangan sodorkan cerita yang berakhir sedih atau menggantung kepada saya. Please jangan!

Goddes of fire adalah drama series nya yang paling saya suka. Tapi saya berhenti di episode 20an. Saya dapat spoilernya. Ending yang menyesakkan. Saya angkat tangan. Saya pernah nulis review nya di sini.

Setelah Goddes Of Fire itu saya nyari dramanya yang lain. Ketemu. Diproduksi akhir 2010. Pas puncak kariernya. Di tahun yang sama ia sukses berperan di Cinderela’s step sister. Yang ratingnya tinggi itu. Dan saya suka.

Berharap ending yang membahagiakan. Saya pun menonton. Tapi entah kenapa. Menonton yang ini rasanya jauh lebih buruk dibandingkan Goddes of Fire.

Goddes of Fire secara keseluruhan sangat baik. Kualitas pemainnya juga ngena. Masuk semua ke dalam karakter. Masalah saya hanya satu: sad ending.

Tapi di drama yang ini. Mary Stayed all Night judulnya. Membuat saya bukan main ilfeel.

Emang bikin sebal nonton nih drama. Saya sudah tahu lama. Pernah nonton juga sebentar. Kemudian memutuskan berhenti. Dulu saya kira, saya kena second lead syndrome.

Hari ini saya penasaran. Benarkah saya terkena second lead syndrome?

Jawabannya memang benar. Tapi kali ini lebih objektif. Bukan karena si pemeran kedua ini lebih tampan. Nope. Tapi dia lebih bisa memerankan perannya. Dia bisa masuk ke dalam karakter Jung In. Dia menjadi Jung In.

Lain hal dengan pemeran utamanya. Saya dibuat kesal. Dia tampan dan memiliki talent luar biasa dalam musik. Tapi dia tidak bisa masuk ke dalam karakter mo gyul. Argghh!!!

Usaha saya menonton kedua kalinya pun kembali gagal. Saya tidak tahan. Melihat akting pemeran kedua yang yahood. Saya merasa dia seharusnya yang menjadi pemeran utama.

Pemeran kedua ini benar-benar aktor. Sementara pemeran utamanya bermula dari dunia musik. Yeah dia tampan. Sangat tampan. Tapi untuk urusan akting mungkin harus banyak belajar.

Mungkin ini salah satu sebab tidak bisa diterima dengan baik oleh Knet. Drama ini memiliki rating sangat rendah. Penulisnya bahkan mengundurkan diri di pertengahan episode. Kalau tidak salah di episode ke 11. Bahkan episode terakhirnya ditulis oleh aktor utama itu. Mungkin dia akan lebih baik menjadi penulis skenario.

Tapi drama ini malah sukses di Jepang. Yeah mungkin karena style mary dan si pemeran utama yang lebih harajuku. Entahlah. Di sana kenyataannya mereka booming. Sampai mendapat beberapa penghargaan.

Saya kadang tidak mau mengerti kenapa industri perdramaan harus dengan aktor yang super tampan. Dan fans yang banyak. dan sedang naik daun. Di puncak karir. Padahal kalau dia bisa memerankan dengan baik. Masalah tampan itu menyusul. Masalah fans juga menyusul. Masalah karir juga menyusul. Beberapa telah membuktikan. Ayolah. Tidak semua orang akan bagus di semua tempat. Penyanyi yang bagus dengan seabreg fans belum tentu bisa berperan dengan baik. Begitupun sebaliknya. Pada akhirnya akan ada satu hal saja bagi seseorang untuk dikenang.

Percayalah.

note: nulis lagi kesel :p

-161- Capres Cawapres Kali Ini

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Asli membuat saya kaget. Mengutip cuitan Pak Mahfud: saya tidak kecewa hanya kaget. Paling tidak sikapnya sangat bijaksana. Kita tidak perlu menyelami hati seseorang kan? Tidak perlu mengira-ngira nanti malah su’udzon. Cuitan nya sudah cukup mengabarkan kepada kita: kaget.

Tidak hanya kubu Pak Jokowi yang membuat kekagetan. Juga Pak Prabowo. Pak Sandi yang wagub itu tiba-tiba yang jadi.

Secara usia dan tampilan fisik rasanya Sandiaga Uno sangat menjanjikan. Kemampuan mengelola bisnis jangan ditanya. Ia salah satu orang terkaya di Indonesia. Tentu bergelut di dunia bisnis. Dunia ekonomi. Karenanya sosok ini mungkin sangat faham bagaimana kapal ini harus diarahkan. Agar masyarakatnya sejahtera. Agar seperti dia yang orang terkaya nomor sekian itu. Walau kita semua tau tidak ada jaminan yang bersifat mutlak. Saya jadi kembali ingat kekalahan Brazil dan Inggris di PD kemarin😌

Sementara di kubu Jokowi adalah KH Ma’ruf Amin. Alumni 212 harusnya tidak asing dengan nama ini. Umat islam pada umumnya minimal tahu nama ini. Beliau ketua MUI. Beliau aktif di NU. Beliau kalau urusan agama tempatnya bertanya.

Harusnya saya tidak kaget. Toh saya tidak benar-benar mengikuti. Tapi beritanya dimana-mana kaka! Tidak mungkin kita tidak tahu. Kecuali tinggal di dalam gua😁

Seperti hari ini. Sabtu pagi yang cerah. Di RS Mahmudah. Nemu ini:

Lihat foto-foto di atas: merinding. Satu foto membuat saya mengkerut. Nah yang kayak gini gak boleh: menebak-nebak ekspresi orang. Padahal mungkin tidak seperti yang di foto.

Ah, kegaduhan lima tahunan itu akan segera dimulai. Atau sudah dimulai?

Kemarin dunia twitter sedikit heboh. Berita tentang cawapres yang belum genap sehari. Membuat gaduh. Mungkin pertarungan itu sudah dimulai.

Seperti biasa tanpa dimau kita semua akan menonton. Selayaknya penonton kita akan ikut semua rasa yang dimainkan. Kita akan senang, sedih, bangga, geram, semuanya akan bercampur dalam perhelatan lima tahunan itu.

Bersiaplah!

-160- Menurunkan Berat Badan dengan Lose It!

Bismillahirrohmanirrohiim…

Sudah tiga hari nih saya diet. Pengen nurunin BB. Dua kilo saja. Tapi masyaAlloh susyaaah…! Dulu pernah juga di sini.

Kepikiran, rencana, dan kejadian diet ini bukan sekali. Sudah sering kali. Dan berujung mangkrak. Kayak bangunan kekurangan dana. Yakali diet mah kelebihan keinginan dan ada dana yang mendukung😅😁

Iseng saya buka aplikasi health. Pas lihat-lihat itu nemu aplikasi lose it. Sedang ngiklan dese di sana.

Aplikasi ini menurut reviewnya bisa dijadikan assistant. Jadi bisa ngebantu kita dalam mengelola asupan kalori.

Pikir punya pikir saya download tuh aplikasi. Langsung buat akun.

pertama kali create account.

Tap tap bikin akun selesai.

Terus?

Ya saya pelajari dulu. Sejauh mana saya tertarik. Sejauh mana kiranya saya bisa stay lama di aplikasi ini. Dan sejauh mana saya percaya dengan bantuan ini. Kalau kurang cocok kan gampang tinggal delete. Zaman teknologi seperti ini mencoba hal baru adalah satu tantangan tersendiri. Jangan takut kuota. Mahal! Relatif sih. Kalau kita sudah penasaran dan senang harga itu belakangan. Iya gak…

Timbang-timbang. Saya tertarik. Hmmm saya tidak tahu bakalan bisa stay lama. Mengingat pengalaman yang selalu mangkrak. Tapi aplikasinya user friendly dan… m… anu lucu kaka!😁 Tampilannya bikin mata seger. Tidak membosankan lah. Coba saja. Menguji ketahanan. Menguji kesabaran.

Lanjutlah saya utak atik. Okay saya mulai setting goal yang ingin dicapai. Saya tidak mau ngoyo harus turun cepat. Perlahan supaya menjadi kebiasaan rasanya akan jauh lebih tepat. Karena sesuatu yang cepat biasanya cepat juga hilangnya.

Goal saya dua kilo dengan kecepatan lebih ke slow. Dengan kecepatan seperti ini saya diatur untuk menyelesaikan proses menurunkan BB dicicil. Seminggu harus turun setengah kilo. Satu bulan bisa rampung. InsyaAlloh dengan syarat dan ketentuan berlaku😁.

Setting goal. Mau jadi berapa kilo.
Informasi program diet yang saya jalani ketika sudah setting goal.

Karena kita sudah setting goal maka ketika masuk ke menu goal (ada di paling bawah) terus klik weight dan edit akan muncul tampilan info seperti di atas. Kebutuhan kalori harian saya sekitar 1.164. Dengan catatan jika saya bisa bertahan setiap harinya dengan jumlah kalori ini maka perhitungannya saya sudah bisa turun dua kilo.

Kapan? Ya tadi satu bulan itu. Untuk saya sekitar tanggal 8 September. Informasi ini pun dapat kita peroleh di menu goal tadi.

Oke deh biar lebih runut kita bahas menu-menunya. Tadi kan sudah bikin akun. Gampang lah tinggal ngikutin apa maunya. Istilahnya tinggal next next saja. Terakhir itu isi email seperti gambar pertama di atas.

Akun sudah jadi. Selanjutnya kita lengkapi profil kita. Biar lebih memiliki. Menunya ada di bawah berjejer lima. Mulai dari My Day, Log, Sosial, Goals, dan Me. Nah, menu Me ini yang kita pilih untuk merapikan profil.

Me

Di dalamnya ada data diri kita. Termasuk foto latar dan profile picture. Terus ada sub menu yang terdiri dari Badges, Insight, Foods, Exercises, dan More. Semua tampilan sub menu ini adalah informasi tentang kita dan apa yang kita butuhkan dalam mendukung program menurunkan berat badan.

Sub menu Badges isinya informasi tentang pencapaian kita. Ditandai dengan badges yang diberikan lose it. Misal saya sudah punya dua badges. Satu Badges ucapan selamat karena sudah bergabung. Dan satunya badges Keep It Up karena saya berhasil stay tiga hari di aplikasi ini. Masih ada tujuh badges yang bisa saya miliki. Sesuai dengan capaian yang saya lalui.

Selanjutnya sub menu Insights. Saya tidak bisa buka semuanya dengan detail. Kalo kamu mau buka semua Insights harus go to premium. Enggak mahal sebenarnya. Gak nyampe Rp40.000 per bulan. Yang bikin terasa mahal itu tagihannya per tahun. Yah mirip 500 miliar dan setengah trilyun. Mahal mana? Padahal nominalnya sama. Hahaha.

Isinya kayak berbagai panduan untuk membantu program kita. Misal nih, ada panduan menurunkan berat badan berdasarkan DNA. Jadi mungkin bisa lebih cepat karena sesuai dengan DNA kita. Saya tidak tahu. Saya hanya mengira. Dan lainnya. Kalo penasaran coba get premium.

Selanjutnya di menu Me ada Foods. Isinya shared items. Apa yang dibagi? Pastinya makanan. Karena saya belum berteman dengan siapapun jadi saya tidak pernah menggunakan sub menu ini.

Lanjut sub menu exercises. Ini asik banget sebenarnya. Ada Workout guides. Kita bisa ngikuti saran olahraga. Bentuknya video. Tapi itu tadi harus premium.

Terakhir adalah sub menu more. Yang mana di sub menu ini semacam settingan pribadi. Misal berat badannya mau pakai Kg atau Pounds. Jaraknya mau Km apa Miles. Sub menu yang membuat Lose It kita semakin kita.

Goals

Tampilan awal menu goals

Nah, di sini nih menurut saya yang paling menyenangkan. Kenapa? Karena bisa melihat perkembangan program yang kita buat. Stagnan, malah naik, apa sudah turun. Pantau terus!

Tampilan ketika ikon timbangan gambar di atas kita klik.

Features yang saya bahas adalah yang gratisan ya. Menurut saya yang gratisan saja sudah oke apalagi yang premiumnya.

Gambar paling atas adalah perubahan BB saya dari awal sampai terakhir . Karena saya belum ada perubahan jadinya flat saja hehe. Jangan lupa untuk mencatat setiap harinya. Tuh saya lupa per tanggal 9 Agustus jadi tidak ada titik BB di sana.

Cara mencatat BB harian juga gampang. Tinggal klik tulisan kapital RECORD TODAY’S WEIGHT.

Untuk melihat detail program kita tinggal klik tulisan Weight yang ada lambang timbangan digital. Di sana ada informasi tanggal selesainya program. Dengan syarat kita telaten dan mengikuti anjuran kalori yang ditetapkan per harinya harusnya bisa tercapai per tanggal yang ditentukan.

Social

Status di atas otomatis ketika kita ada kegiatan di aplikasinya.

Saya gak pernah nulis status sendiri. Satu saya belum berteman dengan siapapun. Jadi saya tidak punya alasan untuk sharing. Baru di sini saya sharingnya. Belum juga berniat mencari teman. Rasanya saya harus kuat dulu minimal sebulan.

Wajahnya mirip twitter. Tulisan. Mungkin bisa upload gambar juga. Ada menu pesan, siapa teman kita, dan grup yang kita ikuti. Soalan grup malah mengingatkan saya dengan facebook. Yah, gabungan twitter dan facebook dalam tampilan sangat sederhana.

Log

Di sini adalah tempat kita mencatat semua aktivitas makan, olah raga, dan pencatatan timbangan. Makan apapun catat saja. Olah raga apapun catat. Berapapun timbangan kita catat di sini atau di menu goals tadi. Tapi aseli lebih enak lewat menu log ini.

Caranya klik ikon + di pojok kanan atas. Nanti akan tampil 11 ikon. Ada ikon untuk mencatat makan mulai dari breakfast sampai dinner. Ada ikon timbangan untuk mencatat berat kita. Dan ikon lainnya. Tinggal klik catat.

Misal kita pilih gambar dinner maka kita diarahkan untuk mencatat makanan apa saja yang kita makan ketika dinner. Tampilan mencatatkan makanan dan aktivitas lainnya seperti gambar di bawah.

Pertama kali klik ikon di log akan muncul jendela ini. Tinggal kita search jenis makanan atau kegiatan kita yang akan ditambahkan. Misal bakwan sayur. Klik. Lalu done. Sudah otomatis tertambahkan.
Ini ketika kita klik bakwan sayur untuk ditambahkan. Ada informasi kalori per piece nya. Tinggal kita atur berapa banyak yang kita telah makan.

Tampilan muka di log ini bisa milih berdasarkan kalori atau macronutrients. Tampilan macronutrients memungkinkan kita melihat berapa carbo, fat, dan protein yang sudah kita santap satu hari itu. Tapi saya lebih memilih kalori. Biar matanya fokus satu dan mikirnya gak banyak-banyak.

Kalau premium lain lagi. Pilihannya lebih banyak. Sampai ada pilihan kolesterol segala. Jadi asupan kolesterol per hari itu bisa kedetek.

Di bawah tulisan Calories itu adalah indikator makan kita. Apakah tepat sesuai budget kalori harian kita atau malah kurang atau lebih akan terlihat di sana. Kalo kelebihan kalori akan berwarna merah. dan kelebihan kalori ini akan terus terakumulasi.

Keterangan di bawah garis indikator:

Budget: kalori harian kita. Food: ini tentang makanan apa yang kita makan dan berapa kalori yang dihasilkan. Dan sebagai faktor pengurang adalah exercise. Kalo kita melakukan olah raga, setelah dicatat akan langsung mengurangi kalori yang kita makan. Net adalah jumlah kalori yang kita hasilkan per hari itu. Hasilnya berupa keterangan. Jika masih di bawah budget akan ada tulisan UNDER berwarna hijau terang dengan keterangan jumlah kalori tersisa. Sebaliknya jika over akan ada tulisan OVER dengan merah menyala dan informasi jumlah kalori yang over tersebut.

Paling bawah adalah keterangan tentang apa saja yang telah kita catat satu hari itu. Misal saya per 7 Agustus menyantap sarapan menghasilkan 248 kalori. Terdiri dari nasi putih dan segelas teh tanpa gula. Sebenarnya mungkin lebih karena nasinya saya tambahkan telur goreng seiris haha. Saya gak catat karena nasinya pun makannya cuma dua suap. Jadi harusnya kalori segitu sudah bisa menggambarkan hasilan kalori dari sarapan minimalis saya.

My Day

Terakhir menu My Day. Isinya adalah rangkuman dari program kita. Misal saya sudah tiga hari maka rangkuman tiga hari itu akan tampil di sini berupa grafik. Grafik lingkaran berupa budget dan sisa kalori kita per hari ini. Sementara diagram batang kasih info program diet kita sampai hari ini.

Di sana ada sub menu nutrients yang menyajikan nutrisi apa saja yang telah kita makan per hari ini. Dan rangkuman setiap harinya pun ada ditampilkan dalam diagram batang.

Gimana? Seru gak. Saya sih iyes *anang mode on*

Lha nanti nyatetnya gak pas dong? Kan takarannya kita gak tahu. Misal nasi semangkuk yang di aplikasi apakah sama dengan nasi sepiring yang kita santap?

Nah, ini dia kita harus pintar merasakan, menimang-nimang. Toh tidak ada hasil yang sempurna plek sama. Semuanya mendekati. Paling tidak kita bisa memperkirakan yang mendekati dengan menu yang dicantumkan di aplikasi.

Sebenarnya kalo di fitur premium memungkinkan kita tambah makanan yang mungkin kita takar sendiri. Biar lebih tepat. Tapi, saya mah repot harus nimbang-nimbang setiap harus makan. Sepertinya saya tidak seobsesi itu.

Paling tidak aplikasi ini telah membuat saya senang menjalankan program menurunkan BB. Sampai hari ke empat ini saya masih senang dan masih rajin mencatat. Karena kekuatannya ada pada konsekuensi kita tentang mencatat pada aplikasi. Selamat mencari dan mencoba.