-77- Tentang Berat Badan: Bagian II

Ceritanya mau update setiap minggu progres diet saya. Tapi rencana dan keinginan tentu kita tahu dong tidak harus dan selalu sesuai dengan kenyataan. Cuma mau bilang diet nya bertahan hanya satu minggu 😀 . Perubahannya apa setelah satu minggu?

Jadi tahu bahwa bentuk tubuh ideal itu bukan mati-matian jaga timbangan. Yang penting kita bahagia dengan apapun yang diberikan dan dinikmati, aura cantik nan anggun itu akan terpancar dengan sendirinya. Istilah big is beautiful itu bener banget adanya. Dan sepertinya trend cantik kurus sudah mulai memudar, bener gak? Sudah tidak kekinian hehe. Buktinya saya baru-baru liat artis kurus banget kok jadi syerem gimaaaa gitu *ah perasaan situ saja kali*. Walaupun tujuan diet saya bukan untuk menjadi kurus tapi untuk bertahan di ukuran baju, akhirnya saya tahu bahwa mengalah untuk menang itu ada 🙂 Karena ternyata capek, berjalan melawan arus itu. Arusnya saya ini lagi suka makan dan sisa makan anak dan suami pun saya bereskan jadi, ya sudahlah, terima dengan lapang dada. Kan, selalu ada hikmah di balik sesuatu 🙂

Jadi kemarin dulu saya sempat nulis tentang ini di sini . Yah, namanya juga kepinginan, belum tentu juga berhasil. Tapi kan yang penting saya pernah mencobanya. Dan capek bo,,,hehehe. Iya sih mana ada keinginan yang tanpa kerja keras yaCumannya alhamdulillah seperti yang tersirat di atas, saya bukan termasuk ke dalam kelompok: cantik itu langsing aka kuyus. Enggak lah, bagi saya cantik itu luar dalam *asik*. Apalagi tren nya sekarang kan perempuan itu harus pinter dan katanya chubby *maunya* baru deh cantiknya keluar: ini definisi dari mana?.

Tapi ya sudahlah, sekiranya rencana diet-diet an ini saya tutup saja sampai di sini. Kalau di kemudian hari ada yang bertemu dengan saya dan terlihat kurus, itu bukan karena diet. Tapi, memang arusnya lagi kurus.

Advertisements

-71- Talkshow Maniiiiss

Ada yang pernah nonton video talk show nya Soimah per tanggal 13 nov 2013? Saya bukan penggemar talkshow ini bahkan ketika teman sekosan dulu menyukai dengan amat sekali sosok yang satu ini saya masih bingung, kok bisa? selera memang sulit dinalar ya. Sama halnya dengan selera pasar di negeri ini terhadap tontonan, karena pernah saya iseng ngecek rating, oh my, mau tau nomor satunya apa? GANTENG-GANTENG SERIGALA!

Terus kenapa? ya gak papa si, itu kan menggambarkan selera kebanyakan orang pada waktu ini di negeri kita. lha wong difasilitasi sama tipi dan kreasi persinetronan kita ya yaitu mau apa dong. saya tidak mau men-judge bagus atau jelek. Lagi-lagi selera susah dinalar. Sama bingungnya saya dengan drakor. Pernah suatu kali nonton drakor yang my love from another star, geleng-geleng kepala saya dibuatnya. Padahal itu drakor awalnya bagus loh, menampilkan adegan dari zaman ke zaman, eh ke sininya malah ngomongin kisah cinte. Ya iya situ gak liat judulnya non?hihihi…itu nontonnya cuma semalam saya skip-skip hehe, dan kalau dipikir-pikir malah seruan cerita tambahannya, konflik adik kakak dalam keluarga kaya yang memperebutkan harta dan tahta. Malahan saya merasanya kebalik yang jadi inti ceritanya konflik bersaudara itu dan kisah cinte si alien kok ya kayak bumbu doang haha.

Tapi ratingnya tinggi loh, makanya saya juga bisa nonton, saya kan gitu baru nonton kalau ada yang booming 😀 . Jadi, maaf ya yang suka pake banget sama drakor ini *salamin satu-satu.

Balik lagi ke show imah…

Bukan shoimah nya sih yang mau saya omongin tapi bintang tamunya per tanggal itu. Karena di rumah sengaja kita gak ada tipi, buat hiburan sering download acara2 yang lagi happening di yutup. Sampai saya juga lupa, kok bisa nyasar ke video nya Show Imah gitu loh, iya sih yang download rame bener pun yang komentar, baru saya liat acara talkshow di tipi kita di download lebih dari 500rb *tepuk tangan berarti ada sesuatu nih di talkshow yang ini* didownloadlah…

Langsung saat itu juga ditonton. dan saya geli-geli sendiri nontonnya, mesem-mesem sendiri, dan rasanya kok maniiiiis banget, kiyut abis…haduh mendadak jadi alay pas nonton ini mendadak keinget zaman smp sma haha… Bintang tamunya tiada lain tiada bukan adalah raffi ahmad yang katanya habis bikin heboh akhir taun kemarin karena live pernikahannya *kita mah gak nonton*. Di wawancara show imah itu si  Aa Raffi kayaknya sengaja di pertemukan dengan Mbak Nagita sama teman-temannya raffi. Secara katanya menurut Soimah si Raffi ini sudah lama pedekate sama Nagita tapi alamak kasian amat dikacangin hihi casanova yang turun pamor di hadapan perempuan pinter haha

Secara kita juga mikir-mikir kali kalau dideketin laki-laki macam si Aa, ya gak, yah walaupun kaya raya tapi kan track recordnya dengan perempuan gimanaaaa gitu? nah,di acara itu si Raffi yang kayak ditelanjangi di depan Nagita. Nangkep ekspresi wajah si Raffi lucu abis haha *ketawa mulu deh saya*. Gimana dia pedekate ke Nagita yang sampai akhir acara gak pernah dibenarkan si Raffi malahan dia minta maaf loh sama Nagita biar keliatannya ini acara sengaja buat bikin sensasi. Tersinggung dong mbak yu Soimah dan temans, jadi dibilang “kalo aa yang becanda kita serius loh”, gereget campur geli mungkin ini …

Terlepas dari penayangan pernikahan live nya itu saya benar-benar suka dengan talkshow episode yang ini. Rasanya alami dan ekspresi Raffi yang ketangkap basah, lucu abis, rasanya nano-nano. Dan menariknya saya seperti merasakan ada sesuatu di antara mereka berdua. Waktu saya nonton video tersebut saya hanya tahu bahwa mereka sudah menikah, hanya itu. Saya tidak pernah melihat tayangan mereka berdua. Duh, gimana ya menggambarkan acara tersebut, yang pasti maniiiiisss sekali. selain itu lucu yang ketawa nahan gitu. Melihat ekspresi host nya, saya tahu mereka ingin memancing si raffi tapi yang halus gitu, tapi bukannya jawaban yang mereka dapat tapi kekerasan iya soimah dibungkam mulutnya sama raffi ahaha. Walaupun sudah beberapa kali ditonton saya tetep aja ketawa-ketawa geli, apalagi menghayati kegeliannya si Mbak … *lupa namanya. hahahaha gimana ya lucu banget jadi alay deh saya.

Selain ekspresi yang ditampilkan alami sekali, satu hal lain yang menurut saya kenapa banyak sekali yang nonton video ini: sosok perempuannya. Iya, selama ini kan yang selalu jadi inceran Raffi Ahmad adalah perempuan-perempuan cantik, semampai bak model-model bisa disebutkan masing-masih deh namanya. Dan kalau kita lihat Nagita, walaupun parasnya cantik, dia begitu santai tidak terlalu obsesi dengan bentuk tubuh.

Jadi, apa dong yang dilihat si aa ini? Baik, pinter, berpendidikan, keibuan, dan perempuan rumahan…Saya sempet kepo juga loh dengan profil Nagita Slavina. Dan emang bener, dari kecil dia sudah dididik untuk menomorsatukan pendidikan. Pinter, pendidikannya oke punya, dia pernah kuliah di UI sampai akhirnya keluar dan memilih Australia dan lebih menariknya dia juga pernah sekolah cooking di London. Dan di mana si aa ketika Nagita sibuk sekolah? Dia pekerja keras, bekerja dari pagi sampai malam, yah, walaupun emang dia juga lagi dibutakan dengan asmara yang lain. Tapi, kalau kita lihat, sebenarnya usaha kedua belah pihak sama sampai akhirnya takdir mempertemukan mereka.

Saya semper mikir, “bener ya, senakal-nakalnya lelaki, ketika memilih istri tetap saja ingin yang baik-baik, pinter biar nyambung kalau ngomong, keibuan agar anak keturunannya bisa dirawat dengan baik”, saya belajar satu hal, buat kalian perempuan di mana pun berada, ayolah tingkatkan kualitas kalian berbuatlah yang terbaik niscaya Mr. Right itu akan datang dengan sendirinya, karena InsyaAlloh orang yang baik akan dipertemukan dengan yang baik pula. Berusaha dan berdo’a…

Saya jadi mikir lagi *kepikiran mulu jadinya* kita ini manusia sungguh naif ketika menilai manusia lainnya, karena kadang kita memandang mereka salah dan kita di posisi yang benar. Entahlah mau ngomong apa saya tapi intinya menilai seseorang dari kulitnya saja terlalu banyak bias, kalau mengkritik dan kita sayang kepada orang yang dikritk saya yakin ada cara lain yang lebih enak untuk sampai kepada mereka. Karena sesungguhnya sebenarnya saya ingin juga pasangan ini memperdalam ilmu agama lebih dan lebih lagi. Bukan berarti saya lebih faham tapi memang ada hal-hal yang menurut saya perlu diluruskan. Well, saya akhirnya mendo’akan semoga pernikahannya penuh berkah menjadi keluarga sakinah mawaddah warrohmah…

Yang mau lihat talkshow nya bisa di download…

-18- Edisi Time Management: ngatur waktu buat masak

Kali ini Saya ingin sharing tentang time management,,,duh topik inih tuh ya, sering sekali dibahas sama motivator-motivator, pas lagi nyimak si manggut-manggut, tapi di lapangan kembali amburadul…*saya itu.

Baiklah, kemarin dulu Saya baca sekilas ada ummahat yang share di group fb tentang time management *tentu urusan kerumahtanggaan ya. Saya buka sejenak link nya, disana singkat padat dirinci tentang apa yang harus dilakukan untuk mengatur waktu agar aktivitas di luar tidak sampai “terlalu” mengabaikan aktivitas di dalam rumah. Aktivitas rumahan salah satu yang paling pokok ya, memasak. Bagi ibu yang bekerja aktivitas ini terkadang keteteran lho, terbukti pada diri saya *berangkat jam tujuh pulang jam setengah lima kadang juga magrib, akhirnya apa, Saya kembalikan urusan ini ke ahlinya *warung makan.

Nah, di link tersebut dituliskan tips-tips agar kita sebagai ibu pekerja masih bisa meluangkan sejenak waktu untuk acara memasak ini, selain juga memasak lebih sehat dan tentuh murahhh. Yuk disimak tips nya dan beruntungnya Saya sudah uji coba tips tersebut dan Alhamdulillah seminggu uji coba kemarin mungkin 80% sukses. Ini sudah masuk minggu kedua saya menjalani time management untuk masak mudah-mudahan bisa konsisten karena ternyata lebih murah dan hemat bensin. Dipiki-pikir, bagus juga ya, kalo semua ibuibu seperti ini, jadinya Saya sebagai pegawai statistik tidak repot kalau mencacah susenas modul *sudah lengkap catatannyaaaa…

Tentang motivasi utama kenapa saya tertarik dengan ngatur waktu masak ini selain lebih murah dan terencana, Saya juga ingin tetap masak untuk keluarga tercinta. Cuma ya, kalo tiap kali mau masak harus ke pasar Saya keteteran juga selain capek, waktunya pun tidak memungkinkan, secara pulang kantor saya pun harus segera memandikan Maryam sementara perut suami sudah minta dilayani juga. Terusnya Saya juga sedang sebal dengan harga bensin. Disini (Wakatobi) tidak tiap hari pertamina yang hanya satu-satunya itu buka. Alhasil kami lebih sering beli di pengecer karena sekalinya buka antrinya mengular gak ketulungan. Sebalnya saya karena harga bensin di tingkat pengecer tidak sama dengan di Jawa. Kalau di Jawa kan Cuma beti selisih Rp500,- dengan peramina, nah disini satu botol kurang lebih satu liter dihargai Rp10.000,- sudah selisih 3.500 dengan pertamina. Belum lagi kalau pertamina tiga hari tidak buka-buka, satu liter bias tembus 20.000 *urut dada. Jadi Saya bertekad untuk mengurangi pengeluaran bensin, ya, salah satu caranya mengurangi frekuensi berkunjung ke pasar, cukup satu kali seminggu ke pasar (hari sabtu atau ahad).

20131022_114637
sempat mengabadikan…

Udah dulu curhatnya, kita langsung ke te ka pe yuk…
Inilah langkah-langkah yang saya lakukan utuk mengatur waktu memasak Saya.

1. Catat menu masakan pagi, siang, dan malam selama seminggu. Ini nih conto punya Saya…

jadwal minggu1des
keliatan tidak…

2. Rinci dari menu masakan tadi apa-apa saja yang harus dibeli untuk seminggu. Kalau tahu sekaligus harganya, jadinya bisa siap-siap jumlah uang yang akan dibawa ke pasar.
3. *bahan-bahan untuk memasak sudah dibeli ya* kelompokkan berdasarkan jenisnya ; sayuran dan lauk pauk. Sayuran segera setelah dibeli dicuci bersih untuk kemudian disimpan di lemari es. Kalau di tips sih, langsung dikelompokan berdasarkan menu. Jadi kita memilah-milah bahan untuk menu. Tapi, kalau saya dipisah berdasa sayur dan lauk sajah, karena lumayan menyita waktu juga memilah-milah menu ^^.

20131124_072323

4. Telur Saya cuci dulu kemudian ditata rapi di kulkas *Alhamdulillah sudah beli kulkas, hiks.

20131124_072159
itu tangan adik ipar saya ya…*abaikan fokus pada telur ya buibu*

5. Tahu Saya masak dulu kemudian ditiriskan dan sama masuk kulkas,
6. Untuk tempe, karena tidak tahan lama, langsung saya olah menjadi oreg. Yang ini lumayan ketika terlalu capek untuk masak langsung santap oreg, plus buat cemilan juga.
7. Bumbu dapur, seperti bawang merah bawang putih saya simpan saja dekat perapain, agar tidak cepat busuk *si bawang ini harus ditaruh di tempat hangat* Untuk bawang, kalo di tipsnya di blender dulu terus dimasak dan disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas. Sepertinya cara ini lebih praktis jadinya tidak perlu iris dan uleg lagi, hanya saja kalau Saya merasa kurang mantep pakai bawang halus, lidah Saya terbiasa dengan yang iris-iris dan uleg-uleg.

Itu saja,,,dan Alhamdulillah Saya jadi jarang ke pasar *seperti yang saya bilang, Cuma sehari atau dua, sabtu dan ahad. Acara memasak pun lebih cepat karena tidak direpotkan dengan bahan yang belum ada.

Semoga bermanfaat dan silakan dicoba…

-16- Rumah Sakit Impian

rs islam

Rumah sakit yang bersih, nyaman, ramah, murah, dan aman tentu saja menjadi pilihan tepat. Hanya saja Rumah Sakit dengan konsep seperti itu belumlah banyak, atau bahkan belum ada di negeri kita. Hari ini yang saya rasakan nyaman, ramah, dan aman bisa didapat asalkan ada doku. Yeah…untuk persalinan SC kelas VIP harus menyediakan kocek yang tidak sedikit (baca: mahal).

Ini pengalaman saya. Kemarin dulu, saya SC (Sectio Caesar: melahirkan dengan cara dioperasi) di salah satu Rumah Sakit swasta di sebuah kabupaten di timur Jawa Barat yang sedang berkembang pesat. Kenapa tidak RS negeri? Mungkin kalian memiliki jawaban yang kurang lebih sama dengan saya. Saya memiliki pengalaman kurang mengenakan dengan RS negeri. Waktu saya masih gadis ting ting, pernah suatu waktu menderi DBD. Dirawatlah saya. Ingin sekali masuk VIP tapi apa daya penuh. Jadilah saya di ruang kelas 3, kapasitas dua orang pasien, dengan fasilitas satu kamar mandi, dua bed, dan dua lemari kecil tempat menyimpan makanan.

Aman, pikir saya waktu itu. Tapi alamak, kamar mandi dengan wc mampet dan sedihnya tuh wc ada isinya terus ditutup deh dengan ember. Tidak kalah menderita malam harinya diserbu nyamuk. Jadinya, saya minta tolong kipas angin punya tetangga bed di putar juga ke arah saya, hiks. Semalaman saya tidak bisa tidur, hawa panas, nyamuk, asap rokok, dan penunggu si tetangga yang berjumlah tiga orang: satu perempuan dan dua laki-laki. Keesokan harinya saya minta pulang. Dan sangat bersyukur dokter mengizinkan dan saya pun melanjutkan pengobatan di rumah.

Kali kedua, waktu saya hamil dan sakit-sakitan. Saya dirawat juga di RS negeri di salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara. Pengalaman DBD, saya minta VIP tapi sayang seribu sayang ruang VIP jarang sekali ditempati jadinya kurang layak: ampuuuun. Dan lagi-lagi saya hanya bisa tahan satu malam, yang ini lebih parah kondisinya. Satu kamar untuk dua orang (waktu itu saya sendiri), satu kamar mandi yang penggunaannya umum (semua pasien kebidanan memakai kamar mandi di kamar saya), sama sekali tidak ada privasi, orang lalu lalang ke kamar mandi, dan sama-sama bernyamuk…*nangis kejer

Karena itulah saya memilih RS swasta. Selain fasilitas juga pelayanannya yang super. Kita lagi sakit, suasana tidak mendukung penyembuhan, malah jadinya tambah penyakit: stress. Selain itu, karena saya keluarga besar, jadinya harus kamar tersendiri. Keluarga yang datang jenguk pun merasa santai dan bahagia. Coba, kalau kita dirawat bejubel dengan pasien lain, keluarga yang jenguk sudah sedih tambah sedih lagi melihat kondisi kita. Selain itu kasihan juga yang nungguin. Saya pikir, oran yang menjaga kita harus lebih terjaga kesehatan lahir batinnya.

Ketika SC itulah, saya merasa sangat nyaman. Makanan bergizi sehari tiga kali diantar dengan pelayan yang ramah. Tiap pagi ada juga yang membersihkan ruangan. Kamar mandi sendiri dengan ruangan yang bersih dan air lancar. Ada segala fasilitas yang dibutuhkan pasien. Hmmm, saya sangat bersyukur. Proses penyembuhan pun terasa begitu cepat, hanya semalam saya tergolek lemas akibat efek obat bius, besoknya semangat nge-ASI.

Hari kedua saya sempatkan jalan-jalan. Dan saya lihatlah pasien yang bejubel di satu ruangan. Lebih manusiawi dibandingkan yang saya lihat dan rasakan di RS sebelumnya. Disini lebih bersih dan mungkin lebih nyaman. Tapi, tentu saja menurut saya, sekali lagi menurut saya ya, ruangan private itu lebih nyaman. Dan dari situlah saya terbersit andaikan, iya saya bermimpi tentang Rumah Sakit untuk semua.

RS dimana tidak hanya kaum berduit yang menikmati segala fasilitas. Semua orang berhak mendapatkan rasa nyaman. RS dikondisikan satu kamar satu pasien dengan pelayanan super bak RS-RS swasta pada umumnya. Lingkungan RS yang tenang, kondusif sebagai tempat penyembuhan. Obat-obatan tersedia dengan biaya ringan atau bahkan gratis. Terus dokter, perawat, bidan, dan tenga pembantu RS lainnya digaji darimana?

Saya pernah membaca suatu daerah di zaman baheula yang berhasil mewujudkan RS impian saya itu.

Rumah Sakit Bagdad di era Harun al Rasyid

Rumah Sakit ini merupakan RS sebenar-benarnya RS yang dibangun pertama kali pada masa kejayaan islam. Rumah Sakit ini diceritakan oleh Djubair yang sempat berkunjung ke Baghdad pada Tahun 1184M, katanya RS ini seperti “istana yang megah”. Airnya melimpah dipasok dari Sungai Tigris dan semua perlengkapan mirip istana raja. Dan Rumah Sakit ini gratis untuk siapapun, iya, untuk siapapun.

Dan konsep yang diterapkannya pun sangat manusiawi, seperti dikutip dari http://hizbut-tahrir.or.id/2008/03/31/kejayaan-khilafah-1-bimaristan-konsep-ideal-rumah-sakit-islam/ bahwanya RS ini menerima pasien dari semua kalangan tanpa memandang warna kulit, agama, serta latar belakang asal usul lainnya. Pemisahan bangsal antara laki-laki dan perempuan sehingga perawat laki-laki merawat pasien laki-laki pun sebaliknya (jujur saja, manusiawi ya, saya agak gimana gitu kalau dirawat sama perawat atau dokter laki-laki). Sangat memperhatikan kamar mandi dan pasokan air(yang ini penting sekali). Dokter yang berpraktek di RS inipun tidak sembarangan, hanya yang qualified saja yang diperbolehkan praktek itupun melalui proses seleksi yang ketat, dan dikabarkan pernah suatu waktu RS ini menyeleksi sebanyak 860 dokter yang ada di Baghdad untuk bekerja di RS. Wow…(tidak sampai koprol ya…). Dan RS memiliki perpustakaan mewah dengan koleksi buku-buku terbaru. Karena RS ini tak sekedar RS tempat merawat dan mengobati tapi juga berfungsi sebagai tempat menempa mahasiswa kedokteran, pertukaran ilmu kedokteran, dan pusat pengembangan dunia kesehatan dan kedokteran. Hmm…semoga RS seperti ini bisa kembali ada di zaman ini. Dan, belum selesai kawan, RS ini gratiiiiissss…apa lagi coba? Kok bisa gratis? Ternyata dibalik semua ini adalah pemerintah. Pemerintahlah yang membayar semuanya. Darimana? Saya yakin pemerintah memiliki banyak jalan menuju roma…

Terus, Rumah Sakit gratis dengan pelayanan mewah di zaman ini? Saya searching-searching di si mbah, kok, belum nemu ya…adakah kawan-kawan yang tahu? Dan pelayanan terbaik kesehatan imagenya ya Rumah Sakit swasta. Hmmm…jadi saya paling tidak sudah tepat ya, masuk Rumah Sakit swasta…*miris
Saya berdoa semoga suatu hari Rumah Sakit bersih, nyaman, ramah, murah, dan aman dapat terwujud di negeri tercinta ini. Dan menjadi rujukan RS-RS di dunia…