-155- Seputar Tontonan Olahraga

Bismillah…

Sebulan sekali nulis jadinya. Menulis itu hobi tapi kadang hobi pun mengalami kejenuhan. Bisa jadi kita menemukan keasyikan di tempat lain. Atau…hal lainnya. Tapi, akan selalu ada waktu untuk kembali.

Sebenarnya banyak yang ingin diceritakan selama sebulanan ini. Banyak sampai lupa yang mana saja.

Pastinya sedang berlangsung piala dunia 2018 di Rusia. Tidak seperti piala dunia 1998 yang mana saya sedang senang melihat kelincahan permainan Ronaldo, pada PD kali ini saya benar-benar tidak memiliki ketertarikan apapun kecuali yah sekedar tahu hasil akhir pertandingan. Tentang Ronaldo, yang saya sebut tentu bukan Cristiano tapi the one and only Ronaldo from Brazil. Anak 90an walaupun mungkin bukan pecinta bola pernah lah ya mendengar nama ini.

Pertama kali saya benar-benar mengikuti pertandingan piala dunia karena ingin melihat permainannya. Yep saya mendukung Brazil waktu itu. Tahun 1998 berarti waktu itu saya di Sekolah menengah kelas satu. Dan teman sekelas persis duduk di belakang saya adalah penggila bola. Dia gila! Setiap minggu hampir tidak pernah ketinggalan membeli tabloid bola. Dan gilanya, dia amat sangat takut rusak itu tabloid. Bahkan kelipet sedikit dia pasti ngomong, hahahah! Nama-nama pemain bola dunia coba saja tanya sama dia, hafal! Tidak hanya hafal nama tapi sampai nama lengkap dan bio nya. Wageslah kalau urusan bola saya jadi ikut senang jadinya. Toh saya pun karena nebeng baca jadi sedikit-sedikit tahu. Dan iya jadi ngikuti si Ronaldo ini wkwkwkwk. Dulu itu sering baca dan dengar Iniesta, Batistuta, Totti, dll yang mana kalau kesebelasan Brazil waktu itu kemungkinan saya tahu.

Tapi pertamanya saya mengikuti PD dengan seksama ternyata itu juga yang terakhir. Saya kecewa, sedih, nyeseklah rasanya, lebay! Emang gitu. Anak SMP menyaksikan kekalahan unggulannya dini hari, sedih! Habis kalah langsunh nyapu sambil menahan tangis hahaha! Drama abis…

Setelah itu saya selalu yakin bahwa ada sesuatu yang salah di final PD1998. Kalau yang lihat pertandingannya, melihat permainan Brazil rasanya aneh, seperti, ah, entahlah, bukan mereka. Masak iya di pertandingan final sekelas piala dunia permainannya seperti tidak ada semangat. Paling kentara adalah Ronaldo. Dia yang selalu keukeuh merebut, menggiring, dan menjebol gawang lawan sendirian, baru menyentuh bola sekali langsung lewat. Ronaldo yang dikenal seolah lenyap pada pertandingan final itu.

Ketika PD2002 di mana akhirnya Brazil keluar sebagai juara saya tidak mengikuti. Saya trauma, saya tidak mau kecewa dengan hal seperti itu, hanya merusak hari saya saja. Makanya PD2018 ini ya, saya biasa saja. Bahkan Brazil kalah di perempat final saya luar biasa, biasa saja. Toh tidak ada yang saya tahu pemain di sana kecuali Neymar, ya, itu juga karena dia terkenal. Saya gak punya keterikatan emosi dengan pemain bola manapun hari ini. Even Messi and Cristiano. Tapi saya tahu beritanya.

Dan mungkin kalopun harus punya jagoan saya lebih condong ke tim inggris. Kita lihat dengan tak ada perasaan apapun, apa yang akan terjadi dengan Inggris apakah akan membuat saya ikut terlarut? Semoga tidak dan rasa-rasanya tidak.

Ngomongin sepak bola kurang afdol rasanya jika tidak ngulik lagu officialnya. Piala dunia tahun ini jujur saya tidak dengar gaung dari lagu officialnya. Saya tahu colours karena searching tidak seperti Tahun 2010 di mana sama sekali saya tidak mengikuti bahkan beritanya pun saya tidak baca tapi saya dengar dan tahu lagunya: waka-waka! Selain waka-waka tentu the cup of life aka la copa de la vida PD1998 seharusnya itu jadi lagu tetap empat tahunan. Siapa sih yang tidak tahu go go go ale ale ale…!

Colours agak aneh sama video clip nya yang terlalu meng-expose perempuan, menurut saya. Apa coba hubungannya perempuan setengah berbusana dengan bola?! Tahun 2010 yang wavin flag malah keren banget.

Selain PD2018 ada juga Indonesia Open ya? Saya gak ngikutin. Dulu sekali saya pernah ngikutin zamannya Taufik, Riki Rexy, Candra Sigit, Joko S, ah, angkatan tua sekaleeee

Kamu ngikutin yang mana? Karena selain kedua event itu kayaknya ada sepak bola kawasan Asean enggak sih? Yaelaaaaa😜😅

—————-

Update!

Inggris kalah saudara-saudara! Tapi yah ya sudahlah sudah biasa. Dalam pertandingan tidak ada yang di atas kertas semua bisa terjadi. Go final Prancis dan Kroasia. Untuk Kroasia ini sejarah, pertama kali mencapai final, congrat!

Advertisements

-133- Ramadhan 1438H: Hari Pertama

Bismillah.

Marhaban ya Ramadhan…

MasyaAlloh Maryam semakin besar Ramadhan ini tepat 4 tahun. Tentu banyak hal yang telah berubah dari Maryam. Paling kelihatan adalah komunikasinya semakin lancar. Ia sudah bisa ngobrol, alhamdulillah. Semoga semakin hari ke depan tambah lancar biar bisa sekolah ya Maryam.

Kemarin dulu Maryam sangat ingin sekolah. Pagi-pagi sudah mandi kemudian pakai seragam TK, pakai tas dan sepatu. Kemudian menunggu di teras, menunggu sepupunya datang yang hendak sekolah. Sayangnya sepupunya hari itu tak kunjung datang. Karena seruan tetangga yang mana anak cowok kelas 2 SD, “Maryam mau sekolah!?”. Di jawab iya dan terus Maryam menghampirinya duduk di teras menunggu untuk bisa sama-sama pergi ke sekolah. Sayang tetangga ini pakai sepeda dan meluncur begitu saja meninggalkan Maryam. Maryam dengan muka tertunduk dan ekspresi mau nangis menghampiri saya di pintu rumah. Tapi, kemudia seneng lagi karena dijanji Bapak O(kakek nya) mau diantar ke sekolah. Dan saya dengan sedih meninggalkannya sendiri menunggu janji diantar di depan warung om nya, saya pergi ke kantor.

Ya Alloh…

Ah, melihat wajahnya penuh harap membuat hati ini pedih. Maryam sayang berdo’a sama Alloh ya semoga Maryam dipermudah komunikasi sama teman-teman yang lain, aamiin. Dipermudah dalam menangkap dan memahami apa yang diajarkan apapun itu yang baik-baik. Aamiin.

Ah, Ramadhan engkau membuatku berfikir tentang Maryam. Karena di bulan inilah ia lahir …

Hari ini Sabtu, 1 Ramadhan, adzan subuh pertama artinya puasa sudah dimulai semoga penuh keberkahan. Semoga benar-benar menjadi bulan pembelajaran bagi saya dan keluarga kecil saya. Semoga di bulan ini hal-hal baik lah yang akan tertanam untuk bekal di 11 bulan ke depan, aamiin.

Ya Alloh lindungilah kami semua di bulan penuh keberkahan ini. Lindungilah kami ya Alloh dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa kami, aamiin.

Selamat berpuasa kepada semua saudaraku umat muslim, i lov u karena Alloh…

-128-Banjir Brebes Awal 2017

bismillah.

Innalillahi…Sejak kemarin kawasan Brebes banjir. Mulainya hari Rabu 15 februari kemarin persis di hari pencoblosan. Siang hari lumayan terik. Waktu itu saya dan Maryam ikut suami yang sedang tugas melakukan pencacahan sakernas di Jatibarang. Sesiangan sampai sore cuaca sangat mendukung. Tiba waktu ashar hujan turun disertai kilat dan guntur memekakan telinga. Saking kerasnya guntur saya menjerit kenceng ketika suami mendata di salah satu rumah penduduk terakhir. Tak ayal kami berempat (dua lagi responden) kaget dan tertawa geli: Ya kali emak-emak teriak, maafkan kenorakan ini 😀 .

Saya ingat persis hujan turun beberapa saat sebelum adzan ashar. Dan hujan tidak berhenti sampai entah saya tidak ingat lagi karena pulang rumah langsung tepar jam enam. Menurut informasi hujan baru reda sekitaran jam 9 malam. Selama itu kawasan Brebes dan sekitar diguyur hujan deras, kali (sungai) yang entah karena termakan usia akhirnya tak kuasa menahan debit air dan memuntahkannya tak tanggung-tanggung.

Keesokan harinya kami semangat berangkat ke kantor. Walaupun sungai depan rumah mertua luber membanjiri sampai halaman rumah dan motor tidak bisa melaluinya kami tetap berangkat dengan memutar arah: jalannya lewat dapur, di sana masih bisa lewat motor.

Sampai di pertigaan lampu merah Jatibarang ada peringatan dari polisi ditulis besar-besar di jalan arah jatibarang, tapi ya, kami tetap melaju. Pikirnya, “Ah, palingan setumit bisa dilewati”. Sampai di Desa Buaran kendaraan tumplek tidak bisa melanjutkan perjalanan. Semua berputar arah, jalan tidak bisa dilewati ternyata banjir sudah sampi satu meter: tidak ada harapan. *Nih lagi kejadian penting kayak gini saya lupa bawa hape, kamera dan segala alat yang bisa mendokumentasi*.

Akhirnya kami berputar dan tetap niat masuk kantor. Kami ambil jalan lewat Desa Rengaspendawa. Saya lupa persis di mana, di jalanan ini pun air mencapai sebetis orang dewasa waktu kami lewat. Tapi, kami tetap melaju sembari harap-harap cemas takut motor tua yang kami naiki mogok. Sepanjang jalan, masyaAlloh tanaman bawang dan padi penduduk terendam air. Saya pun kepegelan hampir sejam nangkring di motor.

Sampai di kantor alhamdulillah aman dan kita pun bekerja seperti biasa, makan siang seperti biasa, semua berjalan biasa. Sampai sore jam empat ba’da ashar persis kami semua bersiap pulang ke rumah, cuaca kembali gelap pertanda hujan tidak lama akan segera turun. Semua cemas dan berusaha menyelipkan do’a semoga hujan tidak menambah parah keadaan tadi pagi.

Tapi Alloh berkehendak lain yang insyaAlloh selalu ada hikmah di balik semuanya, banjir tadi pagi barulah awal. Kami yang tadi pagi masih bisa lewat Rengaspendawa, pulangnya harus terus melalui pantura dan belok di Klampok. Jalan melalui Klampok tidak benar-benar banjir ketika kami lewat hanya genangan air tinggi akibat guyuran hujan yang lumayan deras. Hujan deras tidak lama tapi rintik setelahnya.

Dan malam harinya informasi berdatangan, semua mengabarkan banjir melanda Brebes. Brebes tidak pernah banjir separah ini dalam kurun dua puluh tahun terakhir. Banjir karena tanggul yang jebol sulit diatasi kecuali hujan reda beberapa waktu untuk perbaikan. Kami dan semua masyarakat Brebes hari ini berdo’a semoga air cepat surut dan perbaikan tanggul yang jebol bisa segera dilakukan, aamiin.

Teruntuk saudara-saudara kami yang terkena bencana banjir malahan sebagian dievakuasi di Gedung DPRD, semoga diberi kesabaran, keikhlasan, dan diganti semuanya dengan yang jauh lebih baik, aamiin Allohumma aamiin.

-125- Speech Delay pada Anak oleh dr. Hardiono

Bismillah.

Lagi males sekali nulis. Tapi yang ini kudu banget di tulis euuurrrr…

Malam di minggu-minggu ini saya ada nonton seminarnya dr. Hardiono via channel dr. Tiwi di you tube. Lumayan begadang malam-malam, tapi topiknya memang menarik dan sayang buat tidak nonton malam karena kan harus fokus. Sesiangan tahu lah ya emak-emak bagaimana.

Topiknya tentang Speech Delay.

Speech delay itu bukan diagnosis ya ibu-ibu, telat ngomong, iya, cuma bahasa inggrisnya saja. Gak boleh lah seorang dokter mendiagnosis telat ngomong sebelum melakukan skrinning, begitu kata dokter nya.

baby-behind-1767804__180
pixabay.com

Apa itu terlambat bicara pada anak atau speech delay ?

Ketika anak tidak mampu apa yang dilakukan anak-anak lainnya di umur yang sama, ini bisa dikatakan si anak mengalami keterlambatan. Jika anak tersebut tidak bisa menguasai sejumlah kata dan kurang lihai berkomunikasi pada usia tertentu di mana anak lain yang seusianya mampu maka anak ini dapat kita katakan mengalami keterlamabatan bicara.

Namun, hal ini bukanlah diagnosis. Karena tidak semua keterlambatan itu mengkhawatirkan. Ada keterlambatan pada anak yang dapat ditolerir atau di tunggu sehingga tidak memerlukan penanganan yang serius. Nah untuk menentukan apakah keterlambatan tersebut patut ditolerinr atau tidak memerlukan diagnosis dokter. Makanya kalau dokter hanya bilang speech delay kata dr. Hardiono jangan mau karena speech delay kan cuma terjemahan dari telat biacara, gitu.

Keterlambatan yang tidak bisa ditolerir biasanya sudah masuk ranah disorder atau adanya gangguan sehingga anak mengalami keterlambatan. Dokter biasanya membutuhkan waktu untuk memberi diagnosis karena harus dilakukan skrining untuk melihat ada gangguan atau tidak.

Keterlambatan yang dapat di tunggu menurut dr. Hardiono biasanya karena saraf di otak terlambat mature, seringnya pada anak laki-laki, biasanya ada riwayat telat bicara pada keluarga, dan keterlambatannya tidak parah biasanya akan menyusul pada usia 2-3 tahun. Kalau telatnya seperti ini di sebut delay fungsional atau keterlambatan bicara ekspresif dan ini masih bisa ditolerir jika diagnosanya belum sampai pada gangguan bahasa ekspresif. Namapun gangguan ya jadi harus memerlukan penanganan.

Terus kapan kita sebagai orang tua bisa menduga bahwa anak kita mengalami gangguan sehingga harus segera bertemu ahlinya. Menurut dr. Hardiono ada beberapa tahap di mana kita sebagai orang tua harus sigap dan jeli memperhatikan tumbuh kembang anak. Jika terjadi hal-hal berikut pada anak itu sudah menjadi warning bahwa kita harus segera menemui dokter anak dalam hal ini:

  1. Usia 12 bulan tidak babling, menunjuk, dan mimik;
  2. usia 16 bulan tidak ada kata meski satu dan bayi tidak faham maksud kata tersebut;
  3. 2 tahun tidak ada dua kata spontan yang terucap;
  4. hilangnya kemampuan bicara pada semua tingkat umur

Nah, kalau semua tahapan terlewati dengan baik tapi masih belum jelas komunikasinya kemungkinan syarafnya belum matang. Dan jika memang begitu boleh di tunggu.

Adapun kita sebagai orang tua harus tetap merangsang anak untuk terus belajar bicara. Berikut adalah tips dari dr. Hardiono untuk mengajak anak bicara:

Tarik perhatiannya ⇒ ajak bicara ⇒ jeda/ tunggu anak memberikan respon ⇒ respon biasanya berupa kontak mata, imitasi, dan mimik ⇒ reinforcement atau pujian bisa juga berupa hadiah.

Jeda ini sangat penting kata dokter karena memberi kesempatan si anak untuk memahami. Jadi, jangan terburu-buru mengajak bicara pada anak, pelan-pelan penuh kesabaran.

Alhamdulillah banyak sekali manfaat, tulisan saya hanya garis besar yang saya tangkap untuk lebih jelas bisa langsung cus ke channel you tube nya dr. Tiwi. Selain seminar bersama dr. Hardiono ini banyak juga materi-materi lain yang tidak kalah menarik.

Semoga bermanfaat.

-126- Cerita Kepindahan

Bismillah.

Hallo….

Hmmm bingung mau mulai dari mana. Banyak cerita dan kejadian yang ingin saya tulis tapi satu yang pasti bingung yang mana dulu.

Saya pindah. Alhamdulillah pastinya bisa lebih dekat dengan orang tua dan keluarga besar. Besok kita tidak tahu. Bisa saja kembali merantau. Tapi, paling tidak kali ini kita sudah menentukan titik balik. Jika suatu saat nanti kembali merantau paling tidak kita tahu ke mana harus pulang.

Rumah orang tua akan tetap begitu tapi kita perlu juga tempat kan, tempat yang lebih kita, lebih pribadi, identitas diri, apalah apalah…

Ke mana?

Daerah suami: Brebes. Iya kalau ditanya saya maunya yang dekat dengan kampung halaman sendiri: Majalengka. Ya gimana di sana ademmmm. Setelah keluar dari rumah waktu SMA Tahun 2002 selalu dapat daerah panas. Ya kan kangen yang adem-adem tanpa perlu AC :green:

Mau flashback awal keluar rumah, sekolah di Majalengka yang agak panas, terus kuliah di Jakarta yang yah panas, dan penempatan kerja di Kolaka yang panas, terus pindah kerja ikut suami di Wakatobi yang panasss malah sempat dengar dari seorang teman: di Wakatobi ini matahari satu orang satu 😀 . Iya panas bo.

Dan sekarang alhamdulillah pindah ke Brebes. Kalau boleh saya bilang panasnya ini mirip-mirip Cirebon.

Cerita sedikit ya tentang kepindahan kita.

Ngajuin pindah sebenarnya sudah dari Tahun 2013. Dan sejak itu tiap tahun kita mengajukan surat pindah he he he… ya harus diperjuangkan dong kalau butuh. Kita ini emang butuh mengingat anak yang semakin besar dan orang tua yang inginnya kita dekat. Terus kalo nanti merantau lagi piye? nah yang kayak gini-gini tidak usah dipikirkan.

Akhir 2015 sempat hampir tembus surat pindah kita tapi belum rejeki. Dan tahun 2016 alhamdulillah akhirnya tembus.

Dan sekarang disinilah kami.Baru beberapa hari, masih perlu banyak beradaptasi dan satu, banyak euy pegawainya. Mudah-mudahan bisa jauh lebih baik, aamiin.

Dua Tahun di Kabupaten Kolaka yang tak terlupakan. Orang-orangnya, suasana kotanya, lautnya, makanannya, semuanya rasanya masih kemarin. Rasanya baru kemarin saya naik becak dari kosan ke kantor dengan jilbab hitam bunga-bunga. Dan hari ini saya merenungi itu semua, kenapa harus jilbab hitam bunga-bunga? 😀

Rasanya baru kemarin ketika usia belum menginjak 25 tapi dikira 17. Satu ini masih berlaku sepertinya 😛

Tahun 2012 ke Wakatobi ada rasa sepi yang menyayat, biasa efek lingkungan baru harus super adaptasi. Saya emang gitu kok orangnya, rada lama menyesuaikan diri dengan situasi baru atau malahan akhir-akhir ini saya bukannya beradaptasi dengan lingkungan tapi lebih ke menerima saya yang begini. Saya yang kadang lebih senang di kesunyian, mengamati orang satu persatu dan mencoba memahami semuanya dan kemudian pening sendiri ingin jalan-jalan ke gunung wkwkwk.

Di Wakatobi yang ternyata cukup panjang perjalanan membawa dan cukup sukses memaksa saya untuk belajar terutama menghadapi orang. Setiap manusia memiliki karakter berbeda-beda disanalah saya banyak belajar. Bagaimana menghadapi teman yang lagi esmosi, yang lagi sedih atau bahkan yang baik *yang ini bukan lagi ya*.

Perempuan lebih sering make perasaan ketimbang akal, hmmm menurut saya sih emang iya, kebanyakan kita ya. Tetapi karena itulah kita harus benar-benar belajar untuk tidak melulu main perasaan, adakalanya sesuatu itu harus dicuekin walau hati inginnya tak begitu 🙂

Senangnya saya di Wakatobi ini walaupun teman-teman ngobrol rata-rata adik kelas dan belum menikah tapi ya nyambung gitu, atau sayanya yang gak tua-tua 😆 Mulai ngomongin cita-cita, politik, jalan-jalan, bercanda gak penting, sampai bumbu dapur pun oke sama mereka. Tengkiu ya semuanya…hari-hari di Wakatobi penuh warna berkat teman-teman semua. Secara saya suka bingung kalau mau menyalurkan hobi jajan dan jalan-jalan. Jajan ya itu itu saja warungnya, jalan-jalan ya kalau yang mau lebih oke harus nyebrang dimana saya gak dapet izin selalu.

Hufff semua itu kenang-kenangan yang akan saya rindukan kemudian…

dscn2789

-110- Sebatas Ingin

Bismillah.

pixabay.com let's do something!
pixabay.com let’s do something!

Entah ini apa. Tapi, ini selalu ada di pikiran. Menyusunnya menjadi tulisan utuh adalah hal yang rumit. Terlalu banyak yang ingin dikeluarkan.

Jadi…

Nikmati saja acaknya pikiran saya.

Saya selalu merasa bahwa seharusnya saya bekerja setiap hari. Bekerja yang mikir gitu yang tak melulu mengikuti. Bekerja karena saya memang harus melakukannya. Tapi, kenyataannya saya harus bekerja yang seringnya tidak ingin saya kerjakan. Oke, tidak masalah tapi bisakah kita melakukannya setiap hari?

Maksud saya datang ke kantor tidak hanya untuk memenuhi kewajiban absensi. Terus duduk menunggu teng jam pulang. Tidakkah itu hal yang paling menyebalkan? Menunggu. Ya, menunggu tidak ada yang lebih membosankan dari hidup.

Kamu kali yang tidak kreatif. Pastilah selalu ada pekerjaan di sana. Bisa jadi. Tapi, tidakkah kita memimpikan pekerjaan yang jelas? setiap harinya jelas apa yang harus dilakukan. Misal menjadi resepsionis di perusahaan besar rasanya lebih jelas.

Bukankah dengan begitu kamu menjadi memiliki banyak waktu untuk melakukan apa yang kamu mau? What? di jam kantor? Ya, paling tidak melakukan hal-hal di luar jadwal sambil menunggu pekerjaan selanjutnya. Bisa saja, tapi saya sebenarnya ingin pekerjaan yang jelas saja. Yang setiap harinya memacu adrenalin, yang setiap harinya terasa produktif, bermanfaat, dan saya tidak lagi memikirkan gaji ketika memikirkan pekerjaan seperti itu.

Tahukah kamu, bahwa jenjang kerir di perusahaa sebesar apple tidak begitu jelas? Maksudnya di sana jenjang karir tidak menjadi tujuan utama. Menghasilkan produk yang baguslah tujuannya. Dan kebanyakan pegawai di sana bisa menempati kedudukan yang sama persis bertahun-tahun. Dan itu tidak masalah tidak menjadi kecemburuan ketika ia tidak naik-naik pangkat.

Mereka bisa bekerja penuh semangat tanpa dipusingkan dengan jabatan karir. Karena setiap harinya mereka bekerja, bekerja jelas dengan tujuan jelas. Mereka bekerja sesuai yang mereka inginkan, jadi, buat apa jabatan? Mereka selalu penasaran setiap harinya, haus untuk selalu memecahkan masalah. Jadi, buat apa lagi karir?

Iya, sih, gaji mereka di sana besar dan cukup untuk memenuhi segala keinginan. Tapi, bukan itu masalahnya. Mereka puas dengan apa yang mereka kerjakan, that’s the point.

Jobs pernah berkata sekali waktu, “buat apa karir jika kita cukup puas dengan pekerjaan ini”. Love the words very much! Ketika gaji diberikan sesuai pekerjaannya. Ketika seorang staf biasa gajinya bisa saja sama besar atau lebih tinggi di banding atasannya. Apa lagi? Lagi lagi bukan masalah gaji. Pekerjaan yang dicintailah masalahnya.

Berarti kamu tidak mencintai pekerjaan yang sekarang dong? Mungkin saja karena setiap hari saya merasa useless. Inginnya melakukan sesuatu yang penting paling tidak untuk diri sendiri.

Atau mungkin saya hanya salah satu anomali saja…*angin bertiup sepi and i feel so lonely 😦

Saya pikir kantor saya ini harus memilih. Memilih apa yang menjadi fokus pekerjaannya. Bukan yang setiap pekerjaan hayuk saja di ambil. Ketika akan mempublish hasil ada ragu di sana.

Saya membayangkan ketika ada kegiatan besar. Kita semua satu tim. Satu tim ini di break lagi menjadi tim-tim kecil. Setiap tim-tim kecil yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki tujuan jelas yang pada akhirnya mewujudkan tujuan besar bersamanya.

Ini kadang ketika ada kegiatan besar masih juga disibukan dengan pekerjaan lainnya. Tidak bisakah kita fokus saja di satu sampai hasil yang memuaskan dan kita semua bergembira.

Tidak perlulah menurut saya terlalu banyak seksi terlalu gemuk. Seperti di tempat saya cukuplah 3 seksi. Yang bertanggung jawab administrasi kantor, teknis, dan pengolahan. Tidak perlu staf. Mereka semacam manager. Selebihnya bisa mengambil fungsional. Ketika ada kegiatan baru seksi teknis ini membagi pegawai selebihnya ini menjadi kelompok-kelompok kecil memilih pemimpin di antara mereka, menetapkan tujuan, dan deadline. Oh my itu lebih hidup untuk sebuah kantor!

Dalam setahun tidak perlu banyak yang dikerjakan. Pilih saja tidak terlalu banyak yang penting kita fokus. Atasan yang di sana memiliki peranpenting memilih pekerjaan yang memang penting untuk dikerjakan. Melakukan sebaik mungkin. Saya yakin tidak ada yang nganggur. Karena semua pegawai akan memiliki tujuan masing-masing dalam setiap kelompok kecilnya.

Misal sensus. Mulai dari tahap perencanaan sampai benar-benar siap publish misal butuh waktu setahun. Ya, sudah setahun penuh itu saja yang kita kerjakan. Sistemnya dari bawah ke atas. Pengiriman hasil ke level atasnya adalah yang memang sudah hasil siap publish. Kalau mau lebih yakin bisa diadakan pertemua elit terbatas yang dihadiri wakil-wakil tiap daerahnya untuk merumuskan hasil. Menyepakati hasil yang akan di publish.

Hari H rilis, panggil media dan semua pegawai yang terlibat proyek tentu akan merasa terlibat secara emosional kan. TV-TV akan dinyalakan demi menyaksikan pernyataan hasil yang akan dibacakan. Semua berharap cemas semoga itu adalah hasil terbaik dan bisa menjadi landasan bagi pemerintah dalam menentukan berbagai kebijakan pentingnya.

Kamu lagi mimpi? *mimpi indah*

Lanjut lagi ya…

Dan yang peling penting kita amat percaya diri dan yakin dengan hasil yang akan disampaikan. Love it.

Kalau ada dua kerjaan dan dua-duanya bisa jadi tumpang tindih? Dua saja pilihannya: Lepaskan salah satu atau bentuk dua tim. Hanya saja kebanyakan dari kita tidak bisa memilih. Kan sayang ini salah satu kerjaan inti kita loh. Gak bisa semuanya harus di kerja.

“Memilih/menentukan pekerjaan yang harus dilepaskan lebih penting dari menentukan apa yang akan dikerjakan kemudian”. Steve Jobs.

Jangan khawatir itu semua hanya mimpi indah saya. Mungkin ketika suatu hari bisa melampaui batasan ingin.

-107- Catatan:Lebaran 1437H

DSCN2342

Lebaran 1437H/ 2016M

Lebaran ke tiga di Wakatobi. Rasanya? Sepi. Sunyi seperti lautan luas yang air nya di hembus angin dan sekali-kali burung-burung datang menghampiri menghibur. Sesunyi lautan luas ketika semua orang sedang bersujud padaNYA.

Lebih sunyi lagi hati ketika malam takbiran tak satupun suara takbir yang terdengar hanya ledakan-ledakan kemeriahan dari mercon-mercon warga, karenanya kami terpaksa mendownload suara takbiran dan memutarnya memenuhi seisi rumah.

Bukan. Bukan karena tidak ada yang takbir, rumah kita saja yang jauh dari lingkungan pada umumnya.

Tapi, kami sangat bersyukur…

Iya, karena semua rasa itu membuat kita belajar. Dan sejujurnya tidaklah sesunyi itu, karena ini lebaran ke tiga. Jadi, kami sudah cukup berpengalaman dengan semua kesunyian. Kami menikmatinya.

Ramadhan tahun ini rasanya banyak sekali pelajaran berharga tentang hidup. Saya terutama banyak sekali belajar. Menghadapi anak, suami, dapur, rumah dan seisinya, tetangga, dan masyarakat pada umumnya. Kami terus belajar.

Ketika lebaran satu tahun lalu di mana peralatan sholat seadanya belum di cuci, hari ini, semuanya wangi. Walaupun pada akhirnya saya tidak bisa sholat. Tahun lalu ketika berangkat menuju lapangan repotnya bukan main, semua orang di dalam rumah hilir mudik tak karuan, hari ini, masyaAlloh Maryam saja dia sudah bangun ketika subuh dan tidak lama kemudian mandi air hangat, semua terasa rapi dan tenang.

Tidak seperti tahun lalu, kali ini kami sholat ied di lapangan Pelabuhan Wanci. Selain lebih luas di sana banyak tempat untuk saya dan Maryam menunggu sholat dan meyaksikan semua pelaksanaan sholat hari raya.

Setahu saya di Wakatobi (di kotanya) ada 3 titik pelaksanaan sholat raya. Satu di Hotel Wisata, areanya lebih kecil dan pelaksanaannya paling cepat. Ke dua di lapangan bupati, di sana kalau saya sebut tempat berkumpulnya para pejabat. Dan terakhir di Pelabuhan Wanci ini, paling luas, warga yang di tampung otomatis paling banyak, dan satu lagi paling lama. Setelah selesai sholat, kita keliling kota, yang lain sudah pada selesai menyisakan sampah Koran yang tak di pungut kembali pemiliknya. Kecuali di Hotel Wisata yang nampak rapi dan bersih. Di sana memang panitianya menyediakan alas untuk tempat orang sholat berupa terpal sehingga warga tidak perlu lagi membawa kertas Koran.

Mengenai Koran ini ya, sebenarnya kalau kita pikir, jika setiap orang yang membawa kertas Koran memungutnya kembali dan kemudian membuangnya sendiri, tidaklah terjadi itu namanya lautan sampah Koran. Apa susahnya memungut Koran di bawah sajadah sendiri? Hufff entahlah, kenyataannya sampah Koran sudah terjadi.

Lupakan. Saya mau cerita lokasi Pelabuhan Wanci yang cantik ini. Ini mungkin tempat sholat raya saya yang paling indah selain di kampung halaman. Lokasinya yang berhadapan dengan laut lepas ketika semua orang sujud seperrti mengeluarkan aura magis tersendiri. MasyaAlloh saya tidak bisa menggambarkannya dengan kata-kata. Ketika itu waktu terasa berhenti sejenak. Tek! Angin seperti berhembus pelan sekali tiup. Lengang. Kalau kita lihat dari jarak yang lumayan antara Jemaah yang sedang sujud dan laut seperti tak ada batasnya. Mereka seakan menyatu dengan alam. Saya yang menyaksikannya hanya takjub berucap syukur dan mensucikanNYA.

DSCN2337
taken by me: Pelabuhan Wanci, Wakatobi

DSCN2346

Selamat berlebaran 1437H

Semoga kita lebih baik lagi di bulan-bulan mendatang sampai Ramdahan menyapa kemali. aamiin.

Taqabalallohu minna wa minkum

Mohon Maaf Lahir Bathin_