-195- Kita

Bismillahirrahmaanirrohiim.

Tepat delapan tahun hari ini KITA. InsyaAlloh masih banyak yang akan kita lalui. Naik turun kehidupan. Yash that’s life. I’ll always be with you, insyaAlloh.

Kita sangat berbeda. Bukan berarti tidak punya kesamaan. Ada tapi kadarnya berbeda.

Saya tidak pernah terbayangkan akan berada di hari ini. Seingat saya dari dulu saya tidak pernah berhubungan langsung dengan yang namanya politik. No.

Tepat delapan tahun KITA ini adalah waktu ketika semua asumsi-asumsi kita dulu seperti benar adanya. Beberapa saya tahu kebenarannya.

Bullshit dengan jujur bersih dan adil. Itu hanya akan menjadi simbol. Simbol berdemokrasi kita. Percayalah.

Kalaupun aku tidak mengatakannya kalian pun tahu. Hanya saja ada yang tahu pasti, samar, atau hanya sekedar persepsi asumsi.

Langit pagi itu tidak secerah biasa. Mungkin karena bulan yang sudah berakhiran -ber. Pagi itu alam seakan berkata bahwa akan meninggalkan kemarau yang panjang.

Masih basah di ingatan. Kemarin, kita mandi dengan air berbau dan sekeruh sungai depan rumah. Pernah juga mandi di masjid. Aku sih tidak. Mandi dengan air seember kecil. Cucian numpuk tak keruan. Akhirnya kukarungi bawa pulang ke rumah orang tua.

Apa karena kekeringan itu hati juga menjadi kering. Kita sempat dibuat gaduh, ramai tak jelas. Kita sekuat tenaga berusaha tenang. Sampai hari ini kegaduhan yang sangat. Tapi alhamdulillah telah dikuatkan. Sampai juga di hari ingin menuliskan ini.

Cerita ini sulit ketika di waktu itu. Tapi indah ketika ditulis hari ini dengan latar suara tenang di maharadja. Dengan orang-orang yang hampir seumur hidupnya selalu berada di sampingku dan kita. Dengan orang yang akan selalu kita perjuangkan.

Aku tersenyum. Sekaligus ingin menangis. Kamu pasti bilang: galau. Ya itulah kita. Aku yang galau kamu yang selalu tenang. I love you to the moon and back. Always. InsyaAlloh.

-194- Kita Juga Bisa

Bismillah.

Hey, mantra ini cukup lama dipercaya di masyarakat kita. Entah siapa yang mengajarkannya. Tapi tahu tidak, mantra ini agak-agak berbau egosentris. Egosentris??? Egoisme kalik?

egois?

ego·is /égois/ n 1 Psi orang yang selalu mementingkan diri sendiri; 2 Fil penganut teori egoisme;

Kalau baca makna egois agak syerem bagi saya. Dan kata selalu mementingkan diri sendiri itu membuat hampir semua orang tidak mau dijudge seperti itu. Dan lagi langka lah orang yang seperti ini.

ego·sen·tris /égoséntris/ a menjadikan diri sendiri sebagai titik pusat pemikiran (perbuatan); berpusat pada diri sendiri (menilai segalanya dari sudut diri sendiri).

Makna egosentris rasanya lebih ngena. Tapi ya itu, egosentris itu sebenarnya untuk anak kecil yang belum tahu mana yang baik dan buruk.

Okelah kita sebut saja egosentris karena memang ada hal yang belum sampai ke kita. Ada informasi yang memang belum sampai.

Gini loh. Rejeki setiap orang sudah diatur. Tidak akan tertukar. Makanya kita kenal istilah profesional, karena kita tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Walaupun kita merasa bisa. Kita tidak bisa. Percayalah.

Ayolah, dalam hidup tidak harus semuanya bisa. Dan bukan hal yang memalukan jika kita mengakui itu. Karena apa? Karena orang lain secara alami akan mengakui kemampuan kita yang lain. Respect each other.

Dan apa enaknya juga kita melakukannya semua? Selain kebanggaan?

Tidak harus semuanya kita bisa. Lakukan saja yang kita mampu dan senang. Bukan berarti kita pemilih. Tapi pada akhirnya kita harus fokus pada satu hal. Kenapa? Ya biar bisa maksimal.

Rasanya ketika ngomong gini saya ingin menghilang. Please tendang gue…! Entah pikiran semacam ini tuh seperti berdiri di tengah padang pasir di siang bolong tanpa seorang pun. Hanya angin dan deru debu yang menemani. I’m being alone in the perfect place.

Bekerja di lembaga formal ketika dunia beralih santuy itu seperti makan buah simalakama. Pada akhirnya kita harus memilih. Buang pikiran untuk mix n match karena kita bukan milk max! Santuy ya santuy sekalian. Formal ya formal sekalian. Di dunia ini hanya hitam dan putih yang jelas. Kalo kita memilih abu-abu maka selamanya kita akan menjadi begitu.

Ayolah. Kamu itu keren kok dengan kesantuyan itu. Dan kamu juga sangat keren dengan keformalan itu. But please don’t be a bunglon!

Gini loh. Gini. Zaman dulu untuk publisitas kita pake media televisi.

“Inga-inga Ting!!!”

Semua orang seluruh masyarakat Indonesia tahu jargon ini. Viral istilah sekarang ini. Selain lucu, mudah diingat, juga diputar di semua stasiun tv hampir tiap waktu👏 Itu kata-katanya terhiang-hiang di kepala. Alhamdulillah gak sampe gumoh sih.

Siapa yang punya gawe?

Stasiun TV.

Bukan dong.

Itu KPU punya gawe. Lha pemilu kan.

See???

Enggak. Maksudnya apa?

Kamu harus profesional jika ingin maksimal. Bukan mengerjakan semuanya sendiri. Karena jika kamu mengerjakan semua kamu bakal dibatasi waktu dan tenaga. Ujungnya yang penting selesai.

TV mungkin pamornya sedang menurun. Sudah kalah bersaing untuk mendapatkan audience. Tapi setiap zaman ada bintangnya. Siapa sih hari ini yang tidak kenal you tube. Yes dia bintangnya. Semua orang bisa akses sejalan pesatnya perkembangan internet. Dan semua hal bisa kita dapatkan di sana. Semua informasi ada di sana. Maunya apa, ada.

Kamu generasi 90an yang nonton acara harus sabar mantengin tv tidak boleh meleset jam. Apalagi jam tayangnya pagi di hari minggu. Hey kamu gak boleh begadang kalo tidak mau ketinggalan. Ya ampun jadi inget inuyasha dong saya.

Tapi sekarang kita mau nonton kapanpun, dimanapun, tinggal ubek-ubek youtube. Dan saya sudah punya full edisi inuyasha dong, hahaha.

The point is almost everybody watching youtube. Tidak hanya youtube sih. Hampir semua media sosial bisa digunakan. Tapi yes yang bisa ngimbangi tv di masa lalu ya youtube ini.

Inget kan kemarin perhelatan Asian Games. Inget gak di sana ada lagu officialnya? Dan ada juga dancing nya? Ya itu buat publisitas. Biar semua kalangan tahu ada event besar di negara kita.

Siapa yang melakukannya?

Ya yang profesional dong. Penyanyi terkenal itu. Yang joged juga akun youtube yang terkenal itu. Jadi viral itu hanyalah bonus.

Tapi kalo kita masih ingin melakukan semuanya sendiri. Merasa kita bisa melakukannya sendiri. Merasa bahwa kita juga bisa.

Oh helllowwwwww.

Kita mungkin masih bingung dengan makna profesional itu sendiri. Makanya saya bilang egosentris bukan egoisme.

I love you but yes i always do love you.

-193- Apa Aja

Bismillah.

Pengennya nyerocos gak jelas. Akhir-akhir ini saya tidak bisa melihat perasaan diri sendiri seperti apa. Apakah bulat, kotak, atau bagaimana seperti biasanya. Kali ini bingung banyak keraguan, bimbang dengan pilihan yang harus dipilih.

Kita tidak bisa memilih kapan datangnya masalah. Memilih masalah yang akan datanga. Atau memilih agar masalah datang dengan tanda, agar kita bisa bersiap. Tidak bisa.

Atau datanglah satu persatu, please…! Enggak bisa.

Masalah yang menumpuk itu masyaAlloh nikmatnya.

Di kala seperti ini tiba-tiba ingin buat podcast. Tiba-tiba juga ingan buat video.

Teman nyenggol sedikit tersinggung bukan main seperti orang lagi pms. Saya tidak berniat marah. Tapi kontrol diri sedang hilang, entah ke mana. Cariin dong😭

Tapi saya sudah bikin videonya. Itu bisa bikin syaraf di kepala rada kendor.

Terus sekaranga saya pengen juga bikin podcast. Tapi proyek cerita saya di wattpad gak kelar-kelar. Gak sesuai harapan. Bener banget gak bisa nulis kayak gini kalo gak ada mood plus feeling. Feel nya kalo gak dipupuk hilang. Saya sampe lupa Bayu Anggoro ini karakternya seperti apa. Emang ya paling mudah itu menciptakan karakter disandingkan ke salah satu orang yang kita kenal. Jadi gampang ingetnya.

Bayu Anggoro itu kejadiannya ketika kasus Anang vs Jerinx. Saya malah tertarik dengan karakter Jerinx. Masih mikirin karakter Rafa juga waktu itu. Ketemu thread anak konglo di twitter. Jadi, Bayu Anggoro itu karakternya sekuat Jerinx, seangkuh Rafa, seeksklusif anak konglo. Tapi dia lebih terbuka dengan yang namanya perempuan. Dibanding Rafa yang kaku, Bayu malah terkesan frontal kalau sudah suka dengan seseorang. Cuma dia tahu, hanya sebatas main-main karena sebagai anak konglo dari lingkungan eksklusif masalah jodoh sudah selesai. Beberapa kali dia bertemu dengan perempuan seperti ini. Ia senang dan bermain-main saja. Tidak pernah mengikat mereka tapi mereka senang jalan dengan Bayu Anggoro. Sampai dia bertemu Asma.

Nah, dunia lainnya itu Asma. Bayu tidak bisa melogikakan perasaannya terhadap Asma. Di tengah pergolakan batin Bayu pun dihadapkan pada persaingan bisnis. Ia diharapkan bisa lulus ujian dari papanya sekaligus melogika Asma dan meluluhkan hati mama nya.

Nah, papanya ini enaknya kayak gimana🤔 Apa yang tegas atau yang selow? Ini saya masih bingung. Mamanya sih jelas.

Ah,

Terus saya bikin video. Yaitu ya perjuangan dengan laptop yang kartu grafis nya minim. Mau ngedit lamanya dahsyat. Tapi ya kalo sudah jadi ada kesenangan tersendiri sih. Kayak acara ngobrol jaman dulu sebelum media hiburan selumrah sekarang.

Iya deh postingan curcol. Tapi saya kok jadi happy ya, alhamdulillah. Bombong kata orang jawa.

-192- Dari Purwokerto dan Pengalaman Naik Kereta Kelas Premium

Bismillah.

Pagi semuanya.

Selamat pagi dari Purwokerto.

Banyumas.

Pertama kali. Dan saya tidak ke mana-mana. Di hotel saja. Saya gak tahu juga Purwokerto. Dan rasa kepo saya gak tumbuh. Hehe.

Hotelnya nyaman. Gak tahu kenapa rasanya nyaman sekali. Padahal standar. Rasanya tuh betah. Pegawai hotelnya ramah dan memperlakukan kita tuh gak seperti raja. Ini kadang membuat saya risih. Jadi santai gitu tapi tetap menghormati menghargai. Gimana ya. Atau juga kamar mandinya ada pancuran buat kita wudlu. Terus ada sajadah. Mungkin ya. Karena saya nyaman aja gitu. Padahal hotelnya rame. Bukan main pas hari terakhir datang rombongan wisata dari Tangerang pake dua bus apa ya. Pokoknya rame tapi tetep nyaman. Gimana ya…

Di dalam kamar biasa seperti hotel bintang tiga pada umumnya. Satu yang menurut saya keren. Kamar mandinya. Antara shower mandi dan toilet di pisah dengan kaca dan tembok semata kaki lebih. Itu bagus menurut saya. Jadi air mandi kita tidak membasahi lantai toilet. Rapi. Kan banyak tuh hotel yang cuma memisahkan keduanya dengan ketinggian yang diatur sedemikian rupa. Menurut saya pakai pembatas tembok dan kaca ini bagus. Lebih rapi.

Sampai ke Purwokerto juga jam lima sore. Capek. Sudah deh tidak ke mana-mana.

Nah, benar-benar ke mana-mana itu hari ini. Ahad. Pas mau pulang. Karena saya memilih naik kereta. Tidak ikut teman yang pulang tadi malam pakai mobil. Jujur karena saya mau lebih santai, juga karena pusing. Naik mobil berasa lama dan sempit buat kita bertiga. Mana malam, kan, harus tidur. Kalau desak-desakan kasihan kan. Ya udah lah ya, biar sama-sama nyaman lebih baik saya naik kereta. Dan untuk pertama kalinya saya bakalan turun di stasiun ketanggungan. Lebih dekat ke rumah. Excited banget😊😆

Sepanjang perjalanan dari hotel ke stasiun barulah saya melihat jelas penampakan Purwokerto. Naik gojek jadi lebih jelas. Gak ada penghalang, hehe. Awalnya saya bengong. Biasa saja. Sampai…

“Hey, ini Purwokerto lo… bersih ya…,” batin saya dan langsung memperhatikan.

Benar. Bersih loh sepanjang perjalanan. Dan lengang. Jadi inget Majalengka. Siapa sih bupatinya? Tenang gitu. Kota yang akan dengan mudah menyambutmu.

Turun di stasiun juga tenang-tenang saja. Atau mungkin saya kurang mengamati kali. Karena kan pandangan sekilas dan baru pertama.

Pas kita datang ke stasiun lebih welcome lagi. Jadi di pintu masuknya langsung disediakan pedestrian, mobil, dan motor. Jalur pejalan kaki ini beda dengan stasiun lainnya yang terbuka. Ini dibuat tertutup seperti lorong lurus menuju keberangkatan. Satu kita jalannya nyaman karena gak panas. Saya senang sekali lah pokoknya.

Di dalam stasiun pun tidak terlihat heboh. Hiruk pikuknya itu santai. Atau mungkin sayanya juga yang lagi damai.

Pemandangan dari tempat saya menunggu.

Ruang tunggu di dalam.

Dan ada vip nya dong.

Situasi ruang tunggu.

Kereta yang lain mau berangkat.

Penampakan peron. Barusan saya googling. Peron ini berasal dari bahasa belanda perron yang artinya jalan kecil di tepi jalur kereta tempat lalu lintas orang keluar masuk kereta.

Atap tepat di bawah peron dan jalur kereta. Jam itu mencuri perhatian saya. Bagus ya?

Nah ini saya sudah masuk. Kereta Api Fajar Utama Yogyakarta yang baru kali ini saya tumpangi. Saya dapat gerbong premium. Gak bisa milih karena sisa itu. Penuh. Apa karena weekend, entahlah. Perjalanan ke Ketanggungan menempuh 1 jam 24 menit. Harganya sama saja dengan yang ke Jakarta: Rp225.000,-

Interiornya persis Kaligung yang biasa saya gunakan Brebes-Semarang seharga lima puluh ribu dua jam lebih.

Kelas saya ini premium 3. Baru tahu saya ada kelas premium di kereta. Tahunya cuma ekonomi, bisnis, dan eksekutif, dan katanya ada satu kelas tambahan yaitu sleeper train, atau apalah, googling sendiri😅

Jadi setelah saya cari tahu kelas premium ini bagian dari kelas ekonomi✌️😅 Makanya saya agak, kok mirip kaligung ekonomi? Harga ya mihil karena ini harga Jakarta bo. Di kelas ekonomi itu ternyata ada subkelasnya lagi:

1. Ekonomi 106 seat yang tempat duduknya segelempeng itu. Tahukan model jadoel. Cuma ya lebih nyaman dong sekarang karena lebih bersih, rapi, dan ber AC. Ini enaknya pergi rame-rame sekeluarga karena kursinya hadap-hadapan lebih enak saja kalau ngobrol. Kalau sendirian kok saya capek ya, hehe. Bingung mau mandang ke mana🤦‍♀️ di mana-mana wajah orang. Ya kalau kamu cuek sih gak masalah. Cuma pegel asli kalau perjalan jauh.

2. Ekonomi 80 seat pasti lebih sedikit kursinya. Mungkin jadi lebih lega kali ya? Saya kayaknya belum pernah.

3. Ekonomi new image 2016 nah ini mirip sekali dengan yang saya tumpangi sekarang. Cuma kelas ini hanya melayani jarak menengah. Jadi bener kayak Kaligung itu Brebes-Semarang.

4. Ekonomi premium persis seperti kelas new image 2016 cuma melayani jarak jauh. Harga tentu lebih murah dibanding bisnis dan eksekutif. Tapi ini nyaman kok buat perjalan jauh juga. Leg space nya sempit banget jadi gak bisa selonjoran kayak di eksekutif. Kalau kamu tinggi banget mungkin bakalan sesek. Saya saja yang 148 sempit.

Leg room yang cukup nyaman bagi yang memiliki tubuh mungil.

Jadi pilihlah jenis kereta api yang sesuai kebutuhan dan budget tentunya. Karena kereta api hari ini apapun itu kelasnya insyaAlloh nyaman sesuai kondisi.

-191- Gigi

Bismillahirrohmanirrohiim.

Permasalahan gigi ini seperti sepele tapi sangat mengganggu. Karena saya suka makan tatkala gigi bermasalah itu menderita sekali. Ibaratnya sudah jatuh ketiban tangga pula.

Sampai SMP saya tidak punya masalah dengan yang namanya gigi. Ngunyah pake geraham kanan kiri oke. Tapi yaitu ketika merasa baik-baik saja malah lalai. Makan malam kemudian tidur. Lebih ke ngemil sebenarnya. Itu bahaya yang sering disepelekan. Biasanya baru menyesal kemudian.

Dan SMA lah saya menyesal. Pernah sakit gigi yang sampai susah ngunyah itu pertama kali SMA. Waktu kuliah baru saya benar-benar rawat. Setelah dua geraham terpaksa harus dicabut dan tiga geraham harus ditambal.

Perawatannya pun karena dipaksa dokter gigi. Kalau tidak habis sudah geraham saya.

Karena itulah saya sangat concern dengan gigi Maryam. Itupun masih kecolongan. Satu gigi depannya habis. Dan satunya bolong. Kalo menurut dokter ini dikarenakan setelah minum ASI atau susu tidak segera dibersihkan. Iya sih kadang saya netein sambil tiduran terus bablas ikut tidur.

Setiap malam saya jadi rajin gosok giginya. Kalo sudah gak kuat ke kamar mandi saking ngantuknya, saya gosok saja di kamar.

Beberapa hari ini gigi tetapnya sudah pada tumbuh. Itu terjadi ketika gigi susunya masih nempel kuat. Sudah dua gigi seri bawah yang dicabut karena gigi tetapnya sudah muncul. Dan kemarin saya perhatikan gigi seri atas yang gigi susunya bolong tapi gak copot-copot gigi tetapnya sudah tumbuh. Alamat kan dicabut kembali ke doktet gigi.

Padahal saya dulu kecil pada copot sendiri itu gigi susu. Sekalinya saya punya pengalaman dicabut itu karena punya taring✌️Nah Maryam malah sampai kenal sama dokter giginya. Ya dicabut ya dibersihkan ya konsultasi. Lengkaplah bu haji ini😁

Ini harusnya dicabut. Tapi dia harus sama saya. Gak mau kalo sama Abahnya. Lha saya pergi pelatihan saja malah marah-marah 🤦‍♀️

“Siapa yang gosokin gigi maryam? Siapa yang mandiin pagi? Abah gak bisa…😭😭”

Atuh saya ngekek😂

Iya deh nanti sama ummi ya😘

Saya juga gak pamit ini sama Maryam. Soalnya kalo pamit dia suka derama. Kalo pagi-pagi sebelum berangkat sekolah saya pamitnya dia merengek gak mau sekolah. Ikut ummi saja. Maryam gak mau. Sambil nangis. Nanti sayanya gak tega.

———

Hasil konsultasi ke dokter gigi.

Dulu sekali saya pernah konsul. Boleh gak sih anak saya dicabut giginya. Ya berhubung giginya ruksak banget. Apalagi yang bolong. Kasian kan kalo makan masuk-masuk terus.

Kalo belum lima tahun: Jangan. Karena nanti copot sendiri itu gigi susu. Yang penting dirawat. Kalo malam usahakan sebelum tidur dibersihkan. Pakai air hangat pake kasa biar bener-bener bersih. Biar bolongnya tidak menyebar. Kecuali gigi tetapnya sudah tumbuh duluan terpaksa yang seperti itu harus dicabut. Seperi kasus Maryam.

-190- Marah

Bismillah.

Marah ya wajar. Tapi semakin dewasa marah berganti baju. Kalau dulu sampai teriak-teriak atau bahkan jambak-jambakan kini lebih elegan. Tapi saya belum bisa cool. Iya ada marah yang cool😂 Dia marah dengan diam. Saya gak bisa. Saya tetep harus ngomong. Walaupun tangan gemetaran saking kuatnya nahan amarah.

Seingat saya, saya enggak pernah marah kepada teman-teman kantor. Semarah apapun: saya diam tapi ada sedikit ngomong 😅 Ya itu tadi saya belum bisa benar-benar marah yang diam. Diam🤭. Tapi pernah juga mendapati yang lainnya marah. Dengan yang lain tentunya. Saya sejauh ini belum pernah ngajak orang ribut.

Saya malu kalau harus marah. Begitu juga jika saya yang kena marah. Saya malu. Kalau tidak urgent banget saya sangat menghindari acara marah-marah ini. Palingan saya lampiaskan ke suami. Saya bilang saja lagi marah.

Kemarin. Iya kemarin sekali. Seseorang merusak hari saya mulai pagi sekali. Dan hari itu saya merasakan bagaimana suasana hati yang dirusak sangat mengacaukan seharian itu.

Karena saya sangat marah. Tapi semarah apapun saya memilih menahannya. Buat apa saya balik marah? Toh dengan begini saja saya sudah pusing. Seharian kemarin saya sebal bukan main.

Dan ketika suasana hati tak karuan
perginya ke makanan. Ampun deh.
Mana maunya diet. Please siapapun
don’t ruin someone else’s day😪

Kalau saya balik marah. Mungkin detik itu juga akan plong. Tapi yakin deh setelah itu bakalan merasa sangat bersalah. Jadi daripada membuat beban lagi di belakang. Mending saya pusing seharian itu saja. Terimakasih kepada yang telah memberikan rasa ini. Karena ini saya bisa belajar merasai dan memahami.

Agar marahnya gak meledak pertama kali yang saya lakukan adalah duduk. Saya keinget dengan sebuah hadits: “Bila salah satu diantara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya sudah hilang(maka cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” HR Abu Daud. Kemudian saya curhat. Iya saya harus mengeluarkannya. Saya curhat ke orang terdekat. Suami. Dan teman dekat. Curhat saya lakukan untuk mengeluarkan uneg-uneg. Harus hati-hati emang curhat ini. Karena bisa menyelesaikan masalah atau bahkan menambah masalah. Curhat sama Alloh SWT sih yang paling aman.

Tapi ya namanya manusia. Punya waktu sendiri dalam meredakan amarah. Saya sih enggak lama bisa mereda. Tapi sebelnya sampai sore😁 yang penting gak meledak saya udah sangat bersyukur.

Dari situ saya belajar. Satu jangan marah. Karena akibatnya benar-benar tidak hanya merugikan diri sendiri. Orang yang kita marahi mungkin akan lebih tidak baik kondisinya. Apalagi marah karena hal yang kita lakukan sendiri✌️

Dua kalau mendapati orang lain marah, diamlah! Saya harus mengatakan ini ke diri sendiri: DIAMLAH! Karena kalau kita menanggapi, kita akan ikut marah dan menambah amarah si orang itu. Diamlah sampai reda amarahnya. Karena kemarin saya sahuti orang yang lagi marah: saya jadi marah dia pun kagak reda😂 Jadi kayak nyiram bensin kena sendiri.

Tiga. Siapapun saya, kamu, kita jangan marah.

Karena,

Janganlah engkau marah, maka bagimu surga. (HR Thabrani dalam Al-Kabir).

Selamat pagi and keep happy😊

-189- Etika Berjualan

Kemarin saya beli jus alpukat. Jujur saya kecewa. Kalau saja saya tega, bayar lalu bye gak usah diambil jus nya. Itu lebih menyakitkan daripada tidak mau bayar. Tapi kan saya gak tegaan orangnya😭

Ceritanya si penjual jus ini entah berhemat atau munpung ada yang belu. Dia menggunakan alpukat yang dagingnya keras. Belum matang betul kayaknya itu alpukat. Dia paksa kerok dan itu sampai bersih ke dasar menyentuh cangkangnya. Yang mana biasanya pahit. “Mba, yang pahitnya jangan dimasukin ya,” saya spontan dong bilang. Eh jawabnya, “emang gini alpukatnya.”

🤔🤔🤔🤔

Maksudnya gimana tuh? Saya okelah keras daging alpukatnya. Tapi jangan juga bagian paling bawah yang masih sangat ijo dikerok juga. Pahit dong…

Sudah mah dagingnya keras. Ukuran alpukatnya tidak seberapa. Itu dijadikan dua porsi dong. Airnya banyak. Ya bisa dibayangkan betapa encernya jus alpukat saya.

Ini adalah kedua kalinya saya ke sini. Dulu juga kecewa. Beli jus wortel enggak banget. Cuma diicip doang, sudah gak sanggup. Kan sayang mubazir. Tapi saya mikirnya, sudahlah kasihan warungnya sepi, mungkin sekarang sudah berubah. Ternyata masih sama😑

Pengennya kan kita tuh beli di warung yang deket sama kita. Biar dia juga berkembang. Tapi kalau seperti ini ya belinya sebulan sekali saja. Sedih sih iya. Pendidikan kita ternyata baru sampai duduk di bangku sekolah yang sama.

Pendidikan itu tidak membuatmu tetiba kaya secara materi. Tapi itu membuatmu lebih dihargai. Lebih dewasa dan bijak dalam menghadapi sesuatu. Misal cara berdagang ini. Orang yang berpendidikan sebelum berjualan kemungkinan besar dia akan mempelajari berbagai hal tentang jualannya. Bagaimana lingkungannya, konsumennya, dan tata krama berjualan. Di sini termasuk kualitas barang yang akan di jual, cara menghadapi pelanggan, dan lain-lain. Bukan yang sekedar asal jual.

Apalagi kita seorang muslim. Pendidikan agama itu penting. Karena Islam itu sempurna. Tidak hanya ngajarin kita shalat, haji, dan puasa. Kebanyakan kita kan tahunya ibadah yang terkenal saja. Islam mengatur semuanya. Sampai kamu ke kamar mandi pun diatur loh. Apalagi soalan berdagang yang melibatkan hubungan banyak orang.

Rasululloh juga pedagang. Bukankah idola sebenarnya adalah beliau? Kalo idola ya diikuti dong. Satu deh sifat dagang nabi yang dengan itu saja sebenarnya cukup bagi kita. Apa itu???

NIAT LILLAHI TA’ALA

Kalau niatnya sudah bener maka INSYAalloh kesananya bakalan mengikuti. Niat itu kalau saya ibaratkan kayak tujuan. Kita mau ke mana. Kalo tujuannya karena Alloh SWT saya yakin rujukannya Nabi Muhammad SAW. Enggak mungkin yang lain.

Terus nabi dulu berdagang kayak gimana?

Ya itu tadi. Niat karena Alloh. Setelah itu maka hukum syariat tentang perdagangan akan selalu diikuti. Seperti jujur. Situ kalau dagang barangnya gak bagus harus bilang sama konsumen dong. Kalau dia masih mau beli ya itu rejeki kita. Tapi jangan menyanjung berlebihan barang dagangan kita biar dibeli. Sewajarnya dan seadanya saja.

Harga juga penting banget. Gak bakalan kejadian tuh, viral warung lesehan di tegal kalau dari awal niat jualannya buat ibadah. Karena kita gak boleh loh memberikan harga yang lebih dari kesepakatan pasar, kecuali konsumennya memang mengetahui dan mau dengan ikhlas. Itu bisa menjatuhkan. Ya pedagangnya itu sendiri, parahnya bisa digeneralisasi ke semua pedagang lesehan pinggir jalan. Rasululloh itu kalau ngambil untung sewajarnya. Bahkan kalau ditanya modalnya berapa, Beliau tidak segan mengutarakan. Berdagang kalau niatnya baik, tentu tidak sekedar mencari keuntungan dunia tapi keuntungan yang jauh lebih kekal nanti di akhirat.

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” Asy-Syura:20