-196 Maryam Belajar Renang

Bismillah.

Sudah lama pengen mengisi waktu liburnya Maryam dengan sesuatu yang dia sukai tapi sambil belajar. Tinggal di desa membuatku sedikit under estimate dengan fasilitas.

Saya nanyanya ke teman-teman kantor yang mana tinggal di ibu kota kabupaten. Maju mundur. Berhubung jarak. Gak mungkin pake motor. Selain karena dia ngantukan juga serombongan dengan geng sepupunya.

Sabtu kemarin Maryam ingin sekali berenang. Karena saya sudah iya iya terus dan belum kesampean akhirnya okelah berangkat. Ke kolam renang. Masih di desa kita.

Di hari libur kolam renang yang tidak seberapa luasnya ini full. Ruame banget. Makanya saya pilih hari sabtu. Biar lebih tenang. Dan saya juga bisa liat-liat sikon. Barangkali ada yang mau latih renang.

Kita waktu itu, datang jam satu an. Cuaca panas sekali. Dan sesuai prediksi orang-orang pun malas ke luar rumah. Sepi saja di dalam. Enggak juga sih. Ini karena haru sabtu. Hehe.

Begitu saya melihat seorang bapak. Saya langsung bertanya. Barangkali di sini ada juga yang biasa melatih renang. Dan gayung pun bersambut. Akhirnya langsung saja kita deal-deal an. Minggu depan langsung belajar.

Per pertemuannya satu jam Rp25.000,- belum termasuk sewa peralatan kalau dibutuhkan seperti ban dan papan apa gitu, masing-masing seharga Rp3000,-. Dan tentu saja tiket masuknya lain lagi seharga @12.000

Begitulah. Walaupun sedikit lebih mahal jika dibanding di ibu kota kabupaten. Tapi worth it, karena jaraknya dekat, menghemat tenaga, dan waktu.

Kalau lapar di sini harga makanan masih wajar. Semahal-mahalnya di desa tidak lebih mahal dari yang murah di kota. Eh. Belum tentu ya🤭

Hari sabtu ini tanggal 7 Desember adalah pertama kali Maryam dan kaka sepupunya belajar renang. Maryam menginjak 6 tahun dan kaka nya delapan tahun. Mereka sangat happy.

Tinggalah saya di tepi mengamati. Ternyata ngantuk juga…

Tepian kolam renang yang paling dalam.

Maryam tipe anak aktif lincah bak belut. Pikirannya pun sangat cepat meloncat-loncat. Ketika belajar renang ini keliatan banget. Ketika pelatih sedang fokus ke dia. Maryam perhatikan betul. Tapi ketika sedang fokus ke kaka sepupunya langsung ditinggal itu pelatih. Dia main dong kaka…

Ada satu moment yang membuat saya speechless. Pelatih lagi fokus banget nerangin sama sepupunya eh dia ngapain? Ngambang di atas ban. Iya lagi di pantai kali🤦‍♀️

Tapi. Semua orang sih kayaknya. Kalau senang akhirnya fokus dan gak butuh waktu lama untuk mencerna. Maryam walau kelakuannya kayak gitu dia malah cepat sekali ngikutin arahan pelatih. Mungkin ketika dia main, dia merasa sudah tahu jadi bosen. Sampai pelatihnya yang harus deketin dia karena lagi main perosotan. Gimana saya gak ngukuk ngantuk di tepian😁

Ini baru awal. Kita cari les ngaji yuk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.