-192- Dari Purwokerto dan Pengalaman Naik Kereta Kelas Premium

Bismillah.

Pagi semuanya.

Selamat pagi dari Purwokerto.

Banyumas.

Pertama kali. Dan saya tidak ke mana-mana. Di hotel saja. Saya gak tahu juga Purwokerto. Dan rasa kepo saya gak tumbuh. Hehe.

Hotelnya nyaman. Gak tahu kenapa rasanya nyaman sekali. Padahal standar. Rasanya tuh betah. Pegawai hotelnya ramah dan memperlakukan kita tuh gak seperti raja. Ini kadang membuat saya risih. Jadi santai gitu tapi tetap menghormati menghargai. Gimana ya. Atau juga kamar mandinya ada pancuran buat kita wudlu. Terus ada sajadah. Mungkin ya. Karena saya nyaman aja gitu. Padahal hotelnya rame. Bukan main pas hari terakhir datang rombongan wisata dari Tangerang pake dua bus apa ya. Pokoknya rame tapi tetep nyaman. Gimana ya…

Di dalam kamar biasa seperti hotel bintang tiga pada umumnya. Satu yang menurut saya keren. Kamar mandinya. Antara shower mandi dan toilet di pisah dengan kaca dan tembok semata kaki lebih. Itu bagus menurut saya. Jadi air mandi kita tidak membasahi lantai toilet. Rapi. Kan banyak tuh hotel yang cuma memisahkan keduanya dengan ketinggian yang diatur sedemikian rupa. Menurut saya pakai pembatas tembok dan kaca ini bagus. Lebih rapi.

Sampai ke Purwokerto juga jam lima sore. Capek. Sudah deh tidak ke mana-mana.

Nah, benar-benar ke mana-mana itu hari ini. Ahad. Pas mau pulang. Karena saya memilih naik kereta. Tidak ikut teman yang pulang tadi malam pakai mobil. Jujur karena saya mau lebih santai, juga karena pusing. Naik mobil berasa lama dan sempit buat kita bertiga. Mana malam, kan, harus tidur. Kalau desak-desakan kasihan kan. Ya udah lah ya, biar sama-sama nyaman lebih baik saya naik kereta. Dan untuk pertama kalinya saya bakalan turun di stasiun ketanggungan. Lebih dekat ke rumah. Excited banget😊😆

Sepanjang perjalanan dari hotel ke stasiun barulah saya melihat jelas penampakan Purwokerto. Naik gojek jadi lebih jelas. Gak ada penghalang, hehe. Awalnya saya bengong. Biasa saja. Sampai…

“Hey, ini Purwokerto lo… bersih ya…,” batin saya dan langsung memperhatikan.

Benar. Bersih loh sepanjang perjalanan. Dan lengang. Jadi inget Majalengka. Siapa sih bupatinya? Tenang gitu. Kota yang akan dengan mudah menyambutmu.

Turun di stasiun juga tenang-tenang saja. Atau mungkin saya kurang mengamati kali. Karena kan pandangan sekilas dan baru pertama.

Pas kita datang ke stasiun lebih welcome lagi. Jadi di pintu masuknya langsung disediakan pedestrian, mobil, dan motor. Jalur pejalan kaki ini beda dengan stasiun lainnya yang terbuka. Ini dibuat tertutup seperti lorong lurus menuju keberangkatan. Satu kita jalannya nyaman karena gak panas. Saya senang sekali lah pokoknya.

Di dalam stasiun pun tidak terlihat heboh. Hiruk pikuknya itu santai. Atau mungkin sayanya juga yang lagi damai.

Pemandangan dari tempat saya menunggu.

Ruang tunggu di dalam.

Dan ada vip nya dong.

Situasi ruang tunggu.

Kereta yang lain mau berangkat.

Penampakan peron. Barusan saya googling. Peron ini berasal dari bahasa belanda perron yang artinya jalan kecil di tepi jalur kereta tempat lalu lintas orang keluar masuk kereta.

Atap tepat di bawah peron dan jalur kereta. Jam itu mencuri perhatian saya. Bagus ya?

Nah ini saya sudah masuk. Kereta Api Fajar Utama Yogyakarta yang baru kali ini saya tumpangi. Saya dapat gerbong premium. Gak bisa milih karena sisa itu. Penuh. Apa karena weekend, entahlah. Perjalanan ke Ketanggungan menempuh 1 jam 24 menit. Harganya sama saja dengan yang ke Jakarta: Rp225.000,-

Interiornya persis Kaligung yang biasa saya gunakan Brebes-Semarang seharga lima puluh ribu dua jam lebih.

Kelas saya ini premium 3. Baru tahu saya ada kelas premium di kereta. Tahunya cuma ekonomi, bisnis, dan eksekutif, dan katanya ada satu kelas tambahan yaitu sleeper train, atau apalah, googling sendiri😅

Jadi setelah saya cari tahu kelas premium ini bagian dari kelas ekonomi✌️😅 Makanya saya agak, kok mirip kaligung ekonomi? Harga ya mihil karena ini harga Jakarta bo. Di kelas ekonomi itu ternyata ada subkelasnya lagi:

1. Ekonomi 106 seat yang tempat duduknya segelempeng itu. Tahukan model jadoel. Cuma ya lebih nyaman dong sekarang karena lebih bersih, rapi, dan ber AC. Ini enaknya pergi rame-rame sekeluarga karena kursinya hadap-hadapan lebih enak saja kalau ngobrol. Kalau sendirian kok saya capek ya, hehe. Bingung mau mandang ke mana🤦‍♀️ di mana-mana wajah orang. Ya kalau kamu cuek sih gak masalah. Cuma pegel asli kalau perjalan jauh.

2. Ekonomi 80 seat pasti lebih sedikit kursinya. Mungkin jadi lebih lega kali ya? Saya kayaknya belum pernah.

3. Ekonomi new image 2016 nah ini mirip sekali dengan yang saya tumpangi sekarang. Cuma kelas ini hanya melayani jarak menengah. Jadi bener kayak Kaligung itu Brebes-Semarang.

4. Ekonomi premium persis seperti kelas new image 2016 cuma melayani jarak jauh. Harga tentu lebih murah dibanding bisnis dan eksekutif. Tapi ini nyaman kok buat perjalan jauh juga. Leg space nya sempit banget jadi gak bisa selonjoran kayak di eksekutif. Kalau kamu tinggi banget mungkin bakalan sesek. Saya saja yang 148 sempit.

Leg room yang cukup nyaman bagi yang memiliki tubuh mungil.

Jadi pilihlah jenis kereta api yang sesuai kebutuhan dan budget tentunya. Karena kereta api hari ini apapun itu kelasnya insyaAlloh nyaman sesuai kondisi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.