-189- Etika Berjualan

Kemarin saya beli jus alpukat. Jujur saya kecewa. Kalau saja saya tega, bayar lalu bye gak usah diambil jus nya. Itu lebih menyakitkan daripada tidak mau bayar. Tapi kan saya gak tegaan orangnya😭

Ceritanya si penjual jus ini entah berhemat atau munpung ada yang belu. Dia menggunakan alpukat yang dagingnya keras. Belum matang betul kayaknya itu alpukat. Dia paksa kerok dan itu sampai bersih ke dasar menyentuh cangkangnya. Yang mana biasanya pahit. “Mba, yang pahitnya jangan dimasukin ya,” saya spontan dong bilang. Eh jawabnya, “emang gini alpukatnya.”

🤔🤔🤔🤔

Maksudnya gimana tuh? Saya okelah keras daging alpukatnya. Tapi jangan juga bagian paling bawah yang masih sangat ijo dikerok juga. Pahit dong…

Sudah mah dagingnya keras. Ukuran alpukatnya tidak seberapa. Itu dijadikan dua porsi dong. Airnya banyak. Ya bisa dibayangkan betapa encernya jus alpukat saya.

Ini adalah kedua kalinya saya ke sini. Dulu juga kecewa. Beli jus wortel enggak banget. Cuma diicip doang, sudah gak sanggup. Kan sayang mubazir. Tapi saya mikirnya, sudahlah kasihan warungnya sepi, mungkin sekarang sudah berubah. Ternyata masih sama😑

Pengennya kan kita tuh beli di warung yang deket sama kita. Biar dia juga berkembang. Tapi kalau seperti ini ya belinya sebulan sekali saja. Sedih sih iya. Pendidikan kita ternyata baru sampai duduk di bangku sekolah yang sama.

Pendidikan itu tidak membuatmu tetiba kaya secara materi. Tapi itu membuatmu lebih dihargai. Lebih dewasa dan bijak dalam menghadapi sesuatu. Misal cara berdagang ini. Orang yang berpendidikan sebelum berjualan kemungkinan besar dia akan mempelajari berbagai hal tentang jualannya. Bagaimana lingkungannya, konsumennya, dan tata krama berjualan. Di sini termasuk kualitas barang yang akan di jual, cara menghadapi pelanggan, dan lain-lain. Bukan yang sekedar asal jual.

Apalagi kita seorang muslim. Pendidikan agama itu penting. Karena Islam itu sempurna. Tidak hanya ngajarin kita shalat, haji, dan puasa. Kebanyakan kita kan tahunya ibadah yang terkenal saja. Islam mengatur semuanya. Sampai kamu ke kamar mandi pun diatur loh. Apalagi soalan berdagang yang melibatkan hubungan banyak orang.

Rasululloh juga pedagang. Bukankah idola sebenarnya adalah beliau? Kalo idola ya diikuti dong. Satu deh sifat dagang nabi yang dengan itu saja sebenarnya cukup bagi kita. Apa itu???

NIAT LILLAHI TA’ALA

Kalau niatnya sudah bener maka INSYAalloh kesananya bakalan mengikuti. Niat itu kalau saya ibaratkan kayak tujuan. Kita mau ke mana. Kalo tujuannya karena Alloh SWT saya yakin rujukannya Nabi Muhammad SAW. Enggak mungkin yang lain.

Terus nabi dulu berdagang kayak gimana?

Ya itu tadi. Niat karena Alloh. Setelah itu maka hukum syariat tentang perdagangan akan selalu diikuti. Seperti jujur. Situ kalau dagang barangnya gak bagus harus bilang sama konsumen dong. Kalau dia masih mau beli ya itu rejeki kita. Tapi jangan menyanjung berlebihan barang dagangan kita biar dibeli. Sewajarnya dan seadanya saja.

Harga juga penting banget. Gak bakalan kejadian tuh, viral warung lesehan di tegal kalau dari awal niat jualannya buat ibadah. Karena kita gak boleh loh memberikan harga yang lebih dari kesepakatan pasar, kecuali konsumennya memang mengetahui dan mau dengan ikhlas. Itu bisa menjatuhkan. Ya pedagangnya itu sendiri, parahnya bisa digeneralisasi ke semua pedagang lesehan pinggir jalan. Rasululloh itu kalau ngambil untung sewajarnya. Bahkan kalau ditanya modalnya berapa, Beliau tidak segan mengutarakan. Berdagang kalau niatnya baik, tentu tidak sekedar mencari keuntungan dunia tapi keuntungan yang jauh lebih kekal nanti di akhirat.

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” Asy-Syura:20

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.