-180- Nginep di The Alana, Solo

Bismillah.

Biarpun gretongan tetap ya kita review wkwkwk.

Hal pertama yang saya rasakan adalah kenapa dulu di Santika saya tidak minta itu sendal! Bener lho bukan cuma perasaan. Memang sendal di Santika lebih enak dipake. Tebel.

Mana saya gak bawa sendal. Pas dipake itu teplek banget dan ujungnya sering kelipet-lipet saking tipisnya kali ya.

Kita cerita minusnya dulu ya. Di Alana juga tidak ada loundry bag dong. Tidak disediakan sajadah. Yang mana baru sedikit hotel yang mau menyediakan. Secara megah gitu ya. Terus kalau mau wudhu kaki harus naik di wastafel. Bagus sih, biar diingatkan jangan gemuk-gemuk. Susah lho itu gerakan mengangkat kaki. Bisa sebenarnya pake shower. Ya, pakai itu saja lebih mudah.

Selebihnya ini hotel bagus. Kita hanya berdua tapi sudah disiapkan extra bed. Mungkin awalnya ini kamar buat bertiga kali ya.

Penampakan extra bed

Lantainya di bawah kasur itu parket. Lebih enak dipijak, tidak licin, dan tidak membuat dingin telapak kaki. Tahukan gimana rasanya lantai keramik di tengah AC. Brrrbrb.

Di samping kanan kiri kasur ada colokan. Aman.

Pengaturan suhu sudah digitalisasi. Hair dryer disediakan di dalam kamar mandi. Apalagi ya?

Intinya bagus. Saya merasa nyaman. Satu lagi. Entah ini kelebihan atau kekurangan ya. Kamar mandinya itu berdinding kaca. Tembus pandang dong. Tapi tenang ada tirainya.

Oya lokasinya cukup strategis. Di kota. Saya sebenarnya gak begitu hapal. Tapi kalau mau cari makan dan oleh-oleh itu deket banget tinggal jalan. Ada nasi liwet, bakso, berbagai jajanan itu lengkap. Kecuali saya belum nemu selat solo.

Nasi liwetnya ini enak. Terutama ayam kampungnya. Gak alot lho. Bumbunya juga pas. Tapi memang nasi liwet isinya sederhana: sayur waluh, santan, kukus telur, rawit kukus dua biji, dan pilihan lauk ayam atau telur. Lebih wah dari nasi kucing menurut saya.

Baiklah tanpa kata-kata lagi silakan menyimak gambar-gambar alakadarnya yang berhasil dijepret.

Pintuuuuu manjyahhhh (hahah efek syahrini nih)

Tempat kartu. Seperti biasa ya di hotel-hotel zaman now.

Lemari mariiii
Wastafel yang melebar. Ini membuat air sering nyiprat-nyiprat kanan kiri depan belakang.
Tuuuh kan kebuka dinding kacanya😜
Toiletnya sendirian gitu
Toiletries nya cukup lengkap. Kurang sisir.
Gelas-gelas toiletries
Aman yang mau keramas terus cus pake kerudung.
Shamponya lumayan bikin halus rambut. Sabun saya lebih prefer ke batangan yang bulet-bulet itu
Mini bar
Lengkap, kopi dan teh…
Space depan bed. Cukup untuk sholat.

Cukup ya. Gambar sudah bercerita banyak.

Advertisements

4 thoughts on “-180- Nginep di The Alana, Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.