-176- Menakar Rasa

Bismillah.

Kenapa diulang-ulang terus sih? Ini kan sudah dibahas kemarin. Duh, alamat ngomongin yang sudah-sudah lagi nih. Bosen. Bete. Gak menarik sama sekali.

Pernah gak sih kita merasakan hal seperti itu?

Saya pernah. Saya yakin banyak dari kita pernah merasakannya. Entah itu sering atau sesekali.

Wajar. Manusiawi. Tapi kalau keseringan tentu akan sangat mengganggu.

Awalnya saya biasa saja. Saya tahu ini kan memang biasa. Seperti berkunjung ke rumah nenek kemudian kita merasa bosan. Saya sudah seperti itu. Biasa kan, nenek kadang setiap ketemu cucunya yang diomongin itu-itu saja. Atau nanya yang pertanyaannya tidak pernah berubah. Dan pertanyaannya itu banyak. Kalah wartawan. Siapa yang tidak jenuh. Kalau kebablasan suka nongol wajah manyunnya.

“Kadang orang tua kita itu hanya ingin dimengerti. Mereka seneng hanya dengan jawaban sederhana kita.” Kata seorang teman.

“Apa mungkin seharusnya kita yang harus berubah? Bukan menuntut orang lain untuk berubah?” Kata Saya.

Merubah niat kita menjadi lebih berfaedah. Mendengarkan untuk ibadah. Bukankah membuat orang lain bahagia salah satu bentuk ibadah. Jika diniatkan lillahita’ala?

Saya terpekur. Ini pikiran kebanyakan orang. Tapi hanya sedikit yang mau memahami dan melaksanakannya.

Benar. Kenapa kita harus repot-repot dengan rasa bosan yang sebenarnya bisa dikendalikan? Kenapa kita tidak memilih sesuatu yang lebih bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita? Memilih untuk berempati. Memilih untuk mendengarkan. Memilih untuk beribadah. Karena hidup adalah pilihan.

#selfreminder

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.