-175- Debat tadi Malam

Bismillah.

Asli saya tidak nonton debat capres. Tidak ada sedikitpun keinginan menonton. Saya yakin banyak yang seperti saya. Bukan kalangan golput. Saya sudah tahu mana yang harus dipilih. Jadi debat semacam apapun biasanya tidak akan menggoyahkan pilihan saya. Saya juga bukan orang yang suka “ngajak-ngajak”. Karena saya yakin dengan banyaknya berita dari berbagai platform media sosial kebanyakan orang sudah melek. Dan memiliki pilihan masing-masing. Tinggal ada yang sangat bersemangat dengan pilihannya atau sekedar harus memilih seperti saya.

Saya juga akhir-akhir ini tidak suka dengan perdebatan. Walaupun saya penduduk twitland tapi asli saya adalah anomali. Ketika yang lain suka sekali dengan persengitan, saya malas. Rasanya semua perdebatan dan pertikaian itu lebih membuat saya capek. Dulu memang tidak. Mungkin usia banyak mempengaruhi bagaimana hari ini saya berpikir. Juga pengalaman.

Tentang debat tadi malam saya pun dapat kabar dari twitter. Tentang pasangan calon satu yang lebih banyak diam. Tentang pasangan calon dua yang kompak dan bersemangat. Saya membacanya sekilas. Sudah.

Saya kira ada tiga golongan di pemilu hari ini. Satu, mereka yang merasa intelek. Rata-rata berpendidikan luar negeri. Dan rata-rata sukses juga terkenal. Memilih realistis sesuai apa yang mereka rasa dan asa. Kedua adalah mereka yang berdasarkan rasa keagamaan. Ketiga adalah rakyat biasa yang pilihannya masih bisa digoyahkan. Saya rasa pemilih keempat yang cuek sudah tidak ada. Kali ini benar-benar berperang. Semua meninggalkan keinginan untuk golput.

Golongan pertama biasanya penghuni twitter dan penikmat youtube yang “berkualitas” atau acara-acara yang “smart”. Biasanya loh ya. Golongan kedua adalah penghuni facebook dan instagram. Golongan kedua juga banyak yang menikmati konten youtube tapi sebatas untuk hiburan atau tentang kajian-kajian. Ini juga biasanya ya. Golongan terakhir adalah mereka yang setia dengan suguhan televisi. Golongan terakhir ini biasanya masih suka nongkrong dan mengikuti sinetron-sinetron ajaib di tv. Share tv sangat tergantung pada mereka.

Oke kamu ada dimana? Saya anomali. Saya ada di salah satunya tapi dengan pilihan yang berbeda. Saya yakin ada yang seperti saya tapi tidak banyak.

Harapan saya satu. Semoga kita diberikan pemimpin yang benar-benar bisa merangkul semuanya. Tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai seorang muslim. Karena saya yakin di Indonesia ini mesti harus pemimpinnya itu muslim. Saya yakin untuk yang satu ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.