-159- Olah Raga Rutin ala Apa (Bapak)

Bismillahirrohmanirrohiim…

Empat hari ini saya dilatih setiap pagi untuk rutin olah raga. Biar segar. Biar semangat. Biar aliran darahnya lancar. Biar sehat! Kata Apa saya berapi-api.

Beliau memang selalu penuh semangat. Usianya kini 61 tahun. Sudah lama berhenti merokok. Sudah pula pensiun dari pekerjaan yang dicintainya. Tapi beliau masih semangat alhamdulillah. Sesekali masih ke sawah dan setiap hari memberi makan ayam. Ayam punya cucu satu-satunya 😁

Melihat saya yang layu beliau langsung melatih saya. Sakit-sakit badan ini mengikuti arahan gerakannya. Tapi di hari ke tiga alhamdulillah sudah mulai melonggar.

Tapi karena saya kurang begitu semangat awalnya. Jadi hanya mengikuti seperlunya. Ternyata kemudian saya ingin melakukannya dengan rutin. Karena itulah postingan ini dibuat: agar saya tidak lupa. Lain dari itu barangkali ada juga yang mau ikut seperti saya.

Apa melakukannya selalu setelah subuh. Pagi sekali. Udaranya masih sangat bersih dan segar. Di dalam rumah saja. Kalau mau keluar rumah, katanya, kalo sudah selesai rutinitas ini. Sebatas jalan santai cari makan. Life is good.

Pertama beliau lari kecil sampai 300 langkah. Tidak boleh kurang. Saya tanya kenapa. Jawabnya, biar hangat badannya. Buat pemanasan. Kemudian dia tambahkan 300 itu minimal. Katanya sih 300 langkah kecil sambil berlari itu kalau dipanjangkan di jalan setara 100m. Wallohu’alam. Kita ikuti saja penemunya😁

Kedua adalah menggerakkan kepala. Ini nih yang sering saya lupa. Urutannya harus seperti ini :

1. Melirikkan wajah ke kanan dan ke kiri dengan kedua tangan di pinggang. Gerakannya harus satu dua kanan, tiga satu kiri, satu dua kanan tiga dua kiri, dan terus sampai sepuluh.

2. Mematahkan leher ke kiri ke kanan. Sampai daun telinga mendekati bahu. Gerakannya juga sama satu dua kanan tiga satu kiri, terus sampai sepuluh.

3. Menggerakkan kepala ke depan belakang dengan irama gerakan seperti nomor satu dan dua.

4. Menggerakkan kepala dengan cara memutarnya. Mula-mula searah jarum jam dengan hitungan satu dua tiga empat. Kemudian balik arah dengan hitungan yang sama. Lakukan sepuluh kali.

Sampai situ gerakan kepala selesai.

Ketiga adalah menggerakkan tangan.

1. Meninju ke depan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri. Hitungannya satu dua tiga satu, satu dua tiga dua, dan seterusnya sampai sepuluh.

2. Mengangkat kedua tangan di depan dada. Kemudian menggerakkannya ke belakang. Sambil berlari kecil. Hitungannya sama 1 2 3 1, 1 2 3 2, terus sampai sepuluh.

3. Menggerakkan tangan kanan ke arah tangan kiri sampai maksimal. Gerakannya sejajar dada. Hitung satu dua. Kemudian sebaliknya gerakkan tangan kiri ke arah tangan kanan. Hitunh tiga satu. Terus sampai tiga sepuluh. Dengan kedua kaki direnggangkan secukupnya (suka-suka jaraknya tidak perlu maksimal sampai paha kita sakit).

4. Sama menggerakkan tangan kanan ke arah kiri dan sebaliknya. Tapi di atas kepala. Yang ini jangkauannya sampai maksimal. Hitungannya sama dengan nomor tiga di atas. Sepuluh kali.

5. Terakhir rentangkan kedua tangan. Renggangkan kaki. Kemudian gerakkan tangan kanan menyentuh tumit kaki kiri. Terus dengan hitungan satu dua tiga satu sampai sepuluh.

Keempat adalah menggerakkan kaki.

1. Luruskan tangan sedada sedikit menyerong kurang lebih 45 derajat. Kaki direnggangkan. Kemudian kaki kiri diangkat menyentuh jari tangan kanan, satu. Kemudian sebaliknya kaki kanan menyentuh jari tangan kiri, dua. Terus sampai empat puluh. Luar biasa.

2. Gerakan satu tadi kaki ke depan sekarang giliran ke belakang. Tangan direntangkan dan kaki dilempar ke belakang mirip anak TK yang sedang memperagakan bentuk pesawat. Terus bergantian satu-satu sampai empat puluh.

3. Selanjutnya kaki dilempar ke kiri dan ke kanan. Tangan di pinggang. Renggangkan kaki sejauh mungkin. Empat puluh kali juga.

4. Gerakan tetakhir yang paling berirama dari semua gerakan. Mirip lagu kepala pundak lutut kaki. Bedanya tangan ketika kata kepala tidak di kepala tapi lurus ke depan. Pas bagian kata pundak sentuhkan tangan ke kaki. Pas kata lutut luruskan tangan ke depan dengan posisi jongkok. Kata terakhir kaki kembali berdiri dengan kaki lurus menyentuh kaki. Dan gerakan ini pun diakhiri dengan berdiri dan kedua tangan diangkat lurus ke atas. Direnggang-renggangkan dua kali. Rangkaian gerakan tadi terhitung satu. Dan terus sampai sepuluh.

Kelima adalah push up. 100 kali! 🙏😌 saya tidak sanggup. Semampunya saja. Saya 15 itu pun bukan push up sempurna. Karena saya tidak bisa push up diganti sit up dan push up yang cuma pantat saja naik turun😁

Keenam adalah mengangkat salah satu kaki biar lurus. Bisa diangkat ke tembok, kursi, atau seperti saya pada jok motor. Lantas ditekuk-tekuk badan sampai mau menyentuh kaki. Terus begitu sampai 40 kali masing-masing kaki.

Ketujuh adalah pendinginan. Caranya luruskan kedua tangan ke atas terus putar melalui kaki sambil menarik nafas dalam-dalam. Dan keluarkan ketika kembali mencapai posisi semula. Ini sepuluh kali.

Selesaiii.

Lumayan berkeringat pagi-pagi. Setelah itu saya biasanya minum air putih hangat satu gelas.

Semoga bisa konsisten seperti Apa ya. Aamiin.

Semangat! Hidup sehat! Bismillah…

Advertisements

2 thoughts on “-159- Olah Raga Rutin ala Apa (Bapak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.