-154- Belajar dari kisah perempuan tercantik di dunia

Bismillah…

Pernah mendengar kan cerita Hajar yang ditinggal di Mekah bersama anaknya Ismail sendirian? Ini merupakan ketetapan dari Alloh SWT. Semua orang mengetahui dan meyakininya. Tapi tahukah juga bahwa setiap ketetapan dari Alloh apapun itu atas mahlukNya selalu ada hikmah untuk kita ambil pelajaran. Begitu juga dengan kisah Hajar dan Ismail.

Banyak hikmahnya terutama tentang ketaatana. Tapi, saya ingin menyoroti satu hal yang mungkin banyak kita alami hari ini. Sebagai pelajaran bagi kita, terutama bagi perempuan.

Kepergian Hajar dan anaknya ke Bakkah (waktu itu, sekarang Mekah) awal mulanya adalah tentang Sarah. Cerita bermula dan berakhir dengan Sarah. Ia yang membawa Hajar dan ia pun akhirnya harus melepas Hajar. Baiklah, cerita ini setelah banyak hal yang mengganggu pikiran dan kemudian mendengar Ust. Hanan, Ust. Budi A, dan Ust. Adi Hidayat. Saya hanya mengambil beberapa yang saya ingat dari mereka dan menjadikan pelajaran bagi saya dan mudah-mudahan bisa memberikan hal yang menenangkan juga bagi para pembaca semua. Aamiin.

Jika Nabi Yusuf adalah symbol ketampanan maka Sarah istri Nabi Ibrahim adalah symbol kecantikan di dunia. Dia adalah wanita paling cantik, bukan Cleopatra, bukan juga Nefertiti. Dia juga wanita yang mulia. Tapi, Alloh menguji dengan sulitnya memiliki anak. Sampai akhirnya ia sendiri ketika mengamati Hajar menawarkan kepada suaminya untuk kembali menikah agar ia mendapatkan keturunan. Nabi Ibrahim akhirnya menikahi Hajar. Hajar menurut sumber yang paling kuat dan saya lebih condong kepadanya adalah bukan budak tapi anak raja yang dititipkan kepada Ibrahim dan Sarah untuk belajar kebijaksanaan dari Ibrahim. Tapi banyak juga yang memahami bahwa Hajar ini adalah seorang budak, wallohu’alam.

Kemudian Hajar benar-benar mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Kemudian omongan para tetangga yang sering menyanjung Hajar dan kemudian membandingkan akhirnya membuat hatinya tergoncang. Muncullah di sana iri dan cemburu. Cemburu. Ia seorang wanita yang mulia dengan kecantikan seluruh dunia dan ia pun cemburu. Bagaimana dengan kita yang bukan apa-apa ini? cantik, ya, biasa saja karena kita perempuan maka harus juga dibilang cantik karena tidak mungkin kita dibilang tampan. Mulia? Jauh dari kita. Maka, cemburu adalah hal yang mungkin sekali akan hinggap di benak kita. Tinggal kita belajar bagaimana cara mengatasinya.

Dan ketika Sarah cemburu ia meminta untuk dipisahkan dengan Hajar. Ingatlah, fahamilah, ketika Sarah meminta untuk dipisahkan, dia bukan perempuan jahat, dia hanya ingin menghindar. Menghindar dari jerat cemburu yang lebih dalam dan jangan sampai jatuh pada kedengkian. Dia tetap sayang kepada Hajar. Tapi namanya cemburu akan sangat sulit untuk menyampaikan rasa kasih sayang kita kepadanya. Berbeda ketika ia jauh rasa sayang itu akan kembali tumbuh. Ketika Nabi Ibrahim meminta pertolongan kepada Alloh maka Alloh menyuruh agar Hajar pindah ke negeri yang sangat jauh. Alloh SWT menjauhkan mereka dengan caranya dan ini adalah jalan kepada pelajaran-pelajaran lainnya.

Hal ini mungkin sering kita alami. Ketika kita dekat dengan keluarga ada saja pertengkaran kecil bahkan besar yang hinggap tapi rasakanlah ketika kita jauh dari mereka hanya ada rindu dan kasih sayang. Mungkin ini salah satu cara agar kita belajar bahwa pergi menjauh, merantau, selain akan membuka cakrawala berfikir kita pun akan meningkatkan rasa kasih sayang kita kepada saudara. Wallahu’alam…

Terlepas dari itu semua rasa cemburu ini akan selalu datang menganggu. Entah itu cemburu kepada saudara, teman, atau hanya sebatas orang yang kita kenal, maka pintar-pintarlah kita dalam menanganinya jangan sampai jatuh dengki, sampai ingin mencelakai bahkan mendo’akan yang bukan-bukan, na’udzubillah.

Belajar dari kisah Sarah, saya berpikir mungkin ini salah satu jalan ketika rasa cemburu itu sudah sangat mengganggu. Berpisah, menjauh, hal yang mungkin bisa membuat kita dan siapapun yang kita cemburui akan jauh menjadi lebih baik. Dan omongan. Belajar untuk mengendalikan ucapan sekalipun itu untuk memuji. Karena kita tidak tahu, mungkin saja dibalik pujian dan sanjungan kita kepada orang lain ada hati yang terluka. Pujilah saja Alloh karena selain kita senang akan ada pahala juga di sana.

Semoga tulisan ini bisa menjadi oase bagi siapapun yang membaca, aamiin.

time to say goodbye 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.