-149- Murder in Mesopotamia: Cerita Saja

Bismillah…

Saya penggemar Agatha Christie sejak dari SMA. Perpustakaan SMA lah yang memperkenalkan saya pada karya-karyanya. Saya biasa menghabiskan jam istirahat di sana juga jam-jam malam saya yang seharusnya saya gunakan untuk belajar malah meringkuk di bawah selimut membacanya penuh penghayatan wkwkwk. Maka, tak heran nilai saya di SMA tidak semoncer SMP tapi walau begitu saya masih bisa masuk tiga besar bahkan umum, tapi tidak cemerlang, menyedihkanlah menurut saya mah!

Capek bukan main waktu sekolah karena saya dituntut untuk bisa mempertahankan ranking tanpa tahu esensinya karena memang ingin saya tidak di sana. Padahal mah tidak ada juga yang nuntut saya terang-terangan, hanya perasaan saya kalau mau membahagiakan orang tua ya salah satunya melalui nilai raport yang bagus. Kemudian pas kuliah karena tidak ada raport, saya benar-benar memuaskan keinginan untuk membaca. Hampir tiap minggu tidak absen nangkring di GM huahua…Ah, kemudian di usia yang tak lagi muda saya baru menyadarinya, makanya saya tidak mengharapkan anak-anak saya kelak bagus di buku raport. Saya ingin mereka tahu kelebihan dan apa maunya sedari dini…

Panjang ya preambule…

Novel Pembunuhan di Mesopotamia ini baru saja saya selesaikan beberapa jam yang lalu. Entah, karena sudah terbiasa membaca karangannya, saya sudah pinter menebak siapa tersangkanya bahkan di awal kasus terjadi. Jadi, alurnya mungkin tidak lagi se greget dahulu yang tak tertebak.

Satu hal yang tak pernah membuat saya kecewa dengan semua novel-novelnya adalah bagaimana penyelesaian kasusnya yang sangat elegan menurut saya. Karena tidak menggunakan cara-cara fisik, misal pake kaca pembesar atau mengikuti jejak bak anjing pemburu. Dia tuh iya saya lagi ngomongin toko utama yang paling sering muncul dalam setiap novelnya, siapa lagi kalau bukan Hercule Poirot!. Pria yang digambarkan memiliki perawakan kecil, dengan kepala bundar, kumis melengkung, dan terkesan lucu, ialah sang detektif yang memecahkan masalah dengan sel-sel kelabunya. Ia mengamati semua hal dan yang paling selalu membuat saya tertarik adalah penelitiannya tentang sifat, karakter manusia, itu keren sih menurut saya. Saya jadi belajar banyak tentang psikologis orang di sini.

Dan, novel kali ini pun sukses memukau saya dengan semua karakter yang ditampilkan. Mrs. Leidner! iya dia yang paling membuat saya tertarik. Wanita menarik, cantik, tapi bukan cantik fisik lahiriah. Dia tuh lebih ke wanita menarik karena seperti memiliki darah biru, darah bangsawan, ditambah lagi ia pingter lengkap sudah membuat orang-orang di sekitarnya kagum. Dan ia wanita yang dapat dengan mudah menundukkanmu pada kesempatan pertama. Seperti halnya Suster Leatheran pertama kali bertemu langsung bersimpati kepadanya. Dan saya percaya ada perempuan seperti ini. Saya mungkin pernah bertemu dengannya.

Perempuan seperti ini kadang membuat saya bingung. Karena menurut saya dia tidak melakukan apa-apa, tapi orang-orang sepertinya segan, tunduk, sama dia. Saya memang bukan salah satu diantaranya, diantara yang takluk dengan perempuan seperti ini tapi saya heran saja. Kok bisa? tapi emang itu nyata.

Saya sendiri tidak bisa menjangkau perempuan seperti ini. Entah karena mereka baperan atau saya nya yang kurang bisa memahami. Maklum saya kadang lepas kendali kalau sudah bercanda, kadang mukul gak sengaja! pelan saja kok jangan khawatir, pukulan sayang…Tapi dia tuh seperti tanpa ekspresi, itu pukulan saya seperti: kok kamu mukul-mukul sih? tapi dia tidak juga bicara seperti itu, tidak juga sikapnya berubah drastis, tapi saya merasa dia melakukannya sangat halus karena saya merasakannya!

Tapi saya sedih mendapati tokoh yang menarik hati saya ini harus menjadi korban. Ia meninggal jauh dari tanah kelahirannya, ia meninggal di tempat kerja suaminya seorang arkeolog. Jauh dari sanak keluarga hanya suami yang ternyata dialah otak di balik semuanya. Itu sangat menyedihkan! Rasanya menjadi Mrs. Leidner na’udzubillah amat sangat sunyi. Ya Alloh lindungilah kami dari hal-hal buruk akibat ulah manusia, aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.