-129- Kesenangan Minum Teh

Bismillah.

Rapelan nulis mumpung Maryam lagi bobo siang πŸ˜€ . Hari ini saya dan suami tidak pergi kantor karena jalanan sulit dilalui.

Banyak hal berkelebatan kalau lagi di rumah gak begitu kerja yang mikir. kadang sembari nyuci baju tiba-tiba kepikiran apa. Begitulah yang apa-apa dipikirin πŸ˜›

Mikirin banjir, mikirin rumah, kerjaan yang ke sini semakin menghabiskan waktu bersama si kecil, dan semua mua sampai kepikiran kopi dan teh πŸ™‚ . Saya pernah nulis tentang kopi, saya penikmat kopi dari kecil. Tapi itu dulu sejak maag, saya tidak berani lagi minum kopi kecuali kepepet kepingin seperti seminggu yang lalu. saya nyeruput kopi nescafe bawaan hotel dicampur krimer dan gula dua sobekan kertas hotel: Alhamdulillah nikmat sekali.

Terakhir kali minum kopi yang menyiksa waktu di Stasiun Gambir nunggu kereta. Kopinya nikmat sangat tapi sayang baru seteguk lambung sudah tak tahan, seperti ada sekepalan gas yang naik dari lambung menuju tenggorokan ingin dikeluarkan. Kopi mihil itu tak habis saya minum.

Sejak itu saya tidak minum kopi sampai seminggu kemarin dan tidak berlanjut. Sekarang saya minum teh. Minuman yang sebenarnya biasa, maksudnya saya sudah kenal dari kecil. Di kampung kalau bertamu atau ada hajatan ya suguhannya teh ini: teh tawar hangat kadang dicampur gula seadanya tidak sampai maiiissss. Rasanya sepet tapi seger.

Di sini di Desa Sitanggal, Brebes, iya di rumah mertua, minum teh layaknya minum obat sehari tiga kali. Awalnya saya cuma minum alakadarnya, eh, kelamaan jadi nagih. Kalau di rumah oran tua kan teh tawar ataupun pakai gula ya tidak semanis di sini masih kerasa tehnya gitu, di sini lain harus mesti pakai gula dan mesti manis. Dan saya tidak bisa, sampai dua sendok makan untuk segelas belimbing, mesti saya kurangi setengahnya.

Dan teh hangat manis ini menurut saya ya, yang enak buatan mertua ini. Tapi, kelamaan saya kurang greget dengan tehnya. saya suka yang ada sepet-sepetnya plus aroma melati. Jadilah saya nyari yang seperti di rumah dulu.

Di rumah orang tua dulu biasanya pakai teh tubruk merk ayam jago yang mana itu sulit ditemukan di sini bahkan di rumah orang tua sekarang pun agak sulit. Kemudian adik saya melipir ke teh merk tong tji dan itu sungguh enak, enak! Sepetnya, melatinya, aromanya, hmmmm duh segerrrr alhamdulillah….Saya pun mencarinya di sini yang mana buanyak banget, jangan takut kehabisan deh.

dscn3575

Cara nyeduhnya biar enak dan aroma si teh keluar harus pakai air mendidih, kata mertua begitu. Bahkan menurut Ibu (panggilan untuk mama mertua saya) air panas di dalam termos pun tidak mantap untuk bikin teh, harus pakai air yang baru mendidih baru enak dan terasa semua bawaan tehnya: aroma dan sepet-sepetnya.

Serpihan tehnya harus dimasukan ke dalam gelas*yang ini menurut saya pribadi*, biar kata mengapung di gelas tapi itu menurut saya jadinya cantik. Sensasi minum teh manakala bubuk tehnya masih ngapung *melayang* itu indah. Susah saya menggambarkannya πŸ˜€

dscn3574

Ini gelas teh saya tadi siang. Walaupun panas tapi tetep minumnya teh hangat. Tidak terasa minum teh segelas belimbing begitu. Tapi, kalau gelasnya agak gedean berasa kelebihan kalau nambah jadinya biasa, jadi ini sudah yang paling pas menurut saya.

dscn3576
yang ini punya Abahnya. Bubuk teh yang mengendap dan melayang itu sensasinya aduhai, heheh

Kata sebuah iklan, “Mari selesaikan semuanya dengan ngeteh…”.

Ohya ingat iklan teh jadi ingat kalau teh sekarang yang dijual banyak yang sudah pakai kantung. Ada yang di celup-celup ada juga yang gak perlu dicelup tinggal taruh saja kantungnya lalu seduh.

Jadinya praktis dan katanya pas minum teh gak keganggu dengan bubuk teh yang kata saya cantik tadi πŸ˜› . Ya, balik ke selera masing-masing πŸ™‚

Happy tea time.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s