-125- Speech Delay pada Anak oleh dr. Hardiono

Bismillah.

Lagi males sekali nulis. Tapi yang ini kudu banget di tulis euuurrrr…

Malam di minggu-minggu ini saya ada nonton seminarnya dr. Hardiono via channel dr. Tiwi di you tube. Lumayan begadang malam-malam, tapi topiknya memang menarik dan sayang buat tidak nonton malam karena kan harus fokus. Sesiangan tahu lah ya emak-emak bagaimana.

Topiknya tentang Speech Delay.

Speech delay itu bukan diagnosis ya ibu-ibu, telat ngomong, iya, cuma bahasa inggrisnya saja. Gak boleh lah seorang dokter mendiagnosis telat ngomong sebelum melakukan skrinning, begitu kata dokter nya.

baby-behind-1767804__180
pixabay.com

Apa itu terlambat bicara pada anak atau speech delay ?

Ketika anak tidak mampu apa yang dilakukan anak-anak lainnya di umur yang sama, ini bisa dikatakan si anak mengalami keterlambatan. Jika anak tersebut tidak bisa menguasai sejumlah kata dan kurang lihai berkomunikasi pada usia tertentu di mana anak lain yang seusianya mampu maka anak ini dapat kita katakan mengalami keterlamabatan bicara.

Namun, hal ini bukanlah diagnosis. Karena tidak semua keterlambatan itu mengkhawatirkan. Ada keterlambatan pada anak yang dapat ditolerir atau di tunggu sehingga tidak memerlukan penanganan yang serius. Nah untuk menentukan apakah keterlambatan tersebut patut ditolerinr atau tidak memerlukan diagnosis dokter. Makanya kalau dokter hanya bilang speech delay kata dr. Hardiono jangan mau karena speech delay kan cuma terjemahan dari telat biacara, gitu.

Keterlambatan yang tidak bisa ditolerir biasanya sudah masuk ranah disorder atau adanya gangguan sehingga anak mengalami keterlambatan. Dokter biasanya membutuhkan waktu untuk memberi diagnosis karena harus dilakukan skrining untuk melihat ada gangguan atau tidak.

Keterlambatan yang dapat di tunggu menurut dr. Hardiono biasanya karena saraf di otak terlambat mature, seringnya pada anak laki-laki, biasanya ada riwayat telat bicara pada keluarga, dan keterlambatannya tidak parah biasanya akan menyusul pada usia 2-3 tahun. Kalau telatnya seperti ini di sebut delay fungsional atau keterlambatan bicara ekspresif dan ini masih bisa ditolerir jika diagnosanya belum sampai pada gangguan bahasa ekspresif. Namapun gangguan ya jadi harus memerlukan penanganan.

Terus kapan kita sebagai orang tua bisa menduga bahwa anak kita mengalami gangguan sehingga harus segera bertemu ahlinya. Menurut dr. Hardiono ada beberapa tahap di mana kita sebagai orang tua harus sigap dan jeli memperhatikan tumbuh kembang anak. Jika terjadi hal-hal berikut pada anak itu sudah menjadi warning bahwa kita harus segera menemui dokter anak dalam hal ini:

  1. Usia 12 bulan tidak babling, menunjuk, dan mimik;
  2. usia 16 bulan tidak ada kata meski satu dan bayi tidak faham maksud kata tersebut;
  3. 2 tahun tidak ada dua kata spontan yang terucap;
  4. hilangnya kemampuan bicara pada semua tingkat umur

Nah, kalau semua tahapan terlewati dengan baik tapi masih belum jelas komunikasinya kemungkinan syarafnya belum matang. Dan jika memang begitu boleh di tunggu.

Adapun kita sebagai orang tua harus tetap merangsang anak untuk terus belajar bicara. Berikut adalah tips dari dr. Hardiono untuk mengajak anak bicara:

Tarik perhatiannya ⇒ ajak bicara ⇒ jeda/ tunggu anak memberikan respon ⇒ respon biasanya berupa kontak mata, imitasi, dan mimik ⇒ reinforcement atau pujian bisa juga berupa hadiah.

Jeda ini sangat penting kata dokter karena memberi kesempatan si anak untuk memahami. Jadi, jangan terburu-buru mengajak bicara pada anak, pelan-pelan penuh kesabaran.

Alhamdulillah banyak sekali manfaat, tulisan saya hanya garis besar yang saya tangkap untuk lebih jelas bisa langsung cus ke channel you tube nya dr. Tiwi. Selain seminar bersama dr. Hardiono ini banyak juga materi-materi lain yang tidak kalah menarik.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

2 thoughts on “-125- Speech Delay pada Anak oleh dr. Hardiono

  1. Gaya

    Assalamu’alaikum wr wb
    Mila apa kabar disana?semoga sehat selalu..nemu blog mu begitu membahagiakan, rindu mgkn hehehe..
    Dokter suka mendramatisir keadaan dgn diagnosa singkat pada anak yang dinilai terlambat bicara.
    Anak keduaku respon baik hanya lidah masih keluh bertutur, dan dibawa ke dokter (yang bukan favoritku anyway, cuma karna ada terapis di lokasi tsb), niat awal ketemu terapis tapi harus ketemu dokter anak dulu dan cm dgn stetoskop memutuskan anakku speech delay, emak2 parno lgsg deal ikt paket terapi, 12 pertemuan tanpa progress berarti, disuruh nyambung tp berat hati, akhirnya mundur dan alhamdulillah sekarang mulai mengeluarkan kata-kata yang selalu diapresiasi semangat, anaknya yang memang g suka diperhatikan, klo dicueki malah rajin ngoceh.
    Ibu-ibu harus berilmu, penting biar g salah keputusan..

    1. wa’alayksalam warrohmatulloh…
      Alhamdulillah kabar baik,aamiin. Iya Gaya sekel sehat selalu juga ya insyaAlloh aamiin.

      Gayaaaa, kangen dirimu juga. Duh, pertemuan kita di Kendari cuma secuil belum sempet ngobrol banyak apalagi curhat2an soal anak ^^. Iya beneer bangetlah kalimat terkahir dirimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s