-116- Surga yang Tersembunyi

Bismillah.

Hari sabtu sore sekitar jam setengah lima saya dan suami pun Maryam bermotor ke suatu tempat. Tempat yang sudah kami dengar sebelumnya. Menurut cerita yang kami dengar, tempat ini sangat indah. Sangat indah. Sepertinya tidak ada kata lain untuk melukiskannya. Begitulah yang selalu kami dengar. Sampai hari ini kami harus membuktikannya.

Lumayan jauh dari tempat kami. Perjalanan kurang lebih 15-20 menit dengan motor. Sampai di sekitar lokasi Sombu kami kebingungan menemukan lokasinya. Kami berhenti di depan pintu gerbang yang bertuliskan nua indah. Tapi yang kami cari bukan nama ini hanya kata nua yang sama.

Bertanya ke orang di sekitar yang kebetulan lewat, “Wasabi Nua?”. Si anak yang kami tanya kebingungan. Sampai muncul seorang yang mengarahkan telunjuknya pada papan nua indah. “Di sana, masuk saja”.

Kami pun masuk. Tempat yang bertuliskan nua indah ini sepertinya diperuntukkan awal sebagai tempat rekreasi alam yang dikelola individu masyarakat. Namun sayang tidak terawat. Ketika sudah sampai ke ujung barulah kelihatan lumayan banyak pengunjung. Kebanyakan anak muda berpakaian kekinian.

Tempatnya sendiri tidak ada yang istimewa menurut saya. Hanya hamparan tanah yang sesekali ditumbuhi pepohonan. Beberapa merupakan pohon menahun. Kesannya rimbun karena sekeliling area ditumbuhi pohon. Tapi tidak ketika kami mulai menuruni tanahnya dan menyibak jejeran pohon karena di sana ternyata laut dan di seberangnya tersembunyi cantik seonggok batu super besar seperti pulau super kecil yang indah masyaAlloh. Batu besar tersebut dihubungkan dengan jembatan kayu.

Air yang jernih di bawahnya adalah keindahan tanpa seorang pun menolak ditambah pulau kecil ini. Memang tidak ada kata lain selain MasyaAlloh indahnya…

Kata-kata sulit melukiskannya. Satu gambar akan bercerita banyak. Mungkin itu juga kenapa instagram begitu digandrungi *gak nyambung*. Gambar dapat bercerita banyak.

heaven!
heaven!
ala-ala menuju negeri dongeng
ala-ala menuju negeri dongeng

Keindahannya jangan di tanya. Datanglah ketika matahari akan tenggelam dan itu ah…masyaAlloh. Semburat merahnya melemparkan kita jauh ke khayalan yang paling romantis sekalipun.

masyaAlloh...
masyaAlloh…
see u tomorrow...
see u tomorrow…

Jangan khawatir batu besar ini telah didesain senyaman mungkin oleh pemiliknya. Entahlah sungguh beruntung kalau memang bisa dimiliki. Diatapi bagian tengahnya sehingga bisa menikmati sekalinya turun hujan. Ada layar cukup besar juga di bagian tengah dan di sekelilingnya disediakan bangku-bangku plus meja untuk sekedar duduk-duduk dan menikmati menu yang disediakan. Tidak ada tiket masuk tapi kalau mau menikmati di bagian atas agar lebih nyaman dan puas menikmati laut dan matahari dan nelayan yang melintas dan semuanya kamu harus tahu diri beli makanan atau minuman yang memang harganya rada tinggi.

maunya leyeh-leyeh sambil baca novel misteri hhe...
maunya leyeh-leyeh sambil baca novel misteri hhe…

Ketika kita naik ke atas seorang pelayan akan sigap menyambut kita dengan deretan daftar menu dari yang berat, ringan sampai minuman. Wakyu itu karena ingin mencoba jadi kita pesan makanan berat sama minuman. Harga total lumayan tinggi dengan taste yang seperti itu tapi yah terobati dengan pemandangan luar biasanya. Saran saya jika ke sini pesan minum saja atau makanan ringannya saja.

jus jeruk buat maryam dan kelapa muda punya si abah, saya? biasa minuman kesehatan air putih...
jus jeruk buat maryam dan kelapa muda punya si abah, saya? biasa minuman kesehatan air putih…

Bisa juga gratis tanpa perlu beli makanannya. Caranya jangan naik ke bagian atasnya, cukup duduk-duduk canti di bawah karena ada disediakan bangku-bangku juga. Di sana tidak kalah mengasyikan tapi kalau bawa anak kecil ya repot, takut karena tidak ada pembatas ke laut. Atau cukup foto-foto di jembatannya epik sekali pokoknya.

ngobrol nglor ngidul dilatari laut ...
ngobrol nglor ngidul dilatari laut …

Dan segambreng foto lainnya. Semua poto credited to abah…

picture tells more…

DSCN2802

DSCN2785

DSCN2823

Sampai jumpa di edisi jalan-jalan berikutnya…

Advertisements

2 thoughts on “-116- Surga yang Tersembunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s