-111- Selalu Belajar

Ketika bertingkah laku selalu ada orang lain yang kita perhatikan perasaannya. Melakukan ini itu selalu terbebani dengan perasaan orang lain. Kadang ketika sudah melakukan pun masih saja dihantui perasaan bersalah telah melukai perasaan orang lain.

Tidakkah memang apa yang kita lakukan atau ucapkan pada akhirnya akan menjadi penilaian sendiri bagi orang-orang di sekitar kita? Hasil akhir bukan pada kita. Jika setiap hal harus disesuaikan dengan perasan orang lain, hmmm…

Benar, ketika bertindak kita tidak boleh semena-mena. Mengingatkan, meminta tolong, atau berkata yang menurut kita benar, haruskah kita diam karena takut menyakiti?

Entahlah, saya sendiri karena sensitif di senggol lalu mewek 😀 belum berani berlaku karena memang harus kita lakukan. Kadang perasaan di sekitar lebih mendominasi.

Pernah sekali dua kali saya mencoba untuk tidak terlalu memperhatikan bagaimana perasaan orang lain. Setelahnya? Iya saya dihantui perasaan bersalah. Padahal sebenarnya apa yang saya sampaikan tidak lah salah. Malah harusnya menjadi masukan positif. Karena saya melakukannya terdorong oleh kebutuhan.

Ah, manusia…

Kadang saya berfikir apa lebih baik saya diam saja?

Atau hanya belum terbiasa? Tapi,,,

Saya takut. Takut salah.

Nah!

Iya sih sebenarnya kita hanya belum terbiasa dengan rasa takut, rasa bersalah, padahal orang-orang di luar sana melakukan kesalahan dan memperbaikinya setiap hari. Bukan kesalahan yang sengaja di buat ya…

Karena katanya pengalaman akan menjadi guru yang paling baik dan berharga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s