-110- Sebatas Ingin

Bismillah.

pixabay.com let's do something!
pixabay.com let’s do something!

Entah ini apa. Tapi, ini selalu ada di pikiran. Menyusunnya menjadi tulisan utuh adalah hal yang rumit. Terlalu banyak yang ingin dikeluarkan.

Jadi…

Nikmati saja acaknya pikiran saya.

Saya selalu merasa bahwa seharusnya saya bekerja setiap hari. Bekerja yang mikir gitu yang tak melulu mengikuti. Bekerja karena saya memang harus melakukannya. Tapi, kenyataannya saya harus bekerja yang seringnya tidak ingin saya kerjakan. Oke, tidak masalah tapi bisakah kita melakukannya setiap hari?

Maksud saya datang ke kantor tidak hanya untuk memenuhi kewajiban absensi. Terus duduk menunggu teng jam pulang. Tidakkah itu hal yang paling menyebalkan? Menunggu. Ya, menunggu tidak ada yang lebih membosankan dari hidup.

Kamu kali yang tidak kreatif. Pastilah selalu ada pekerjaan di sana. Bisa jadi. Tapi, tidakkah kita memimpikan pekerjaan yang jelas? setiap harinya jelas apa yang harus dilakukan. Misal menjadi resepsionis di perusahaan besar rasanya lebih jelas.

Bukankah dengan begitu kamu menjadi memiliki banyak waktu untuk melakukan apa yang kamu mau? What? di jam kantor? Ya, paling tidak melakukan hal-hal di luar jadwal sambil menunggu pekerjaan selanjutnya. Bisa saja, tapi saya sebenarnya ingin pekerjaan yang jelas saja. Yang setiap harinya memacu adrenalin, yang setiap harinya terasa produktif, bermanfaat, dan saya tidak lagi memikirkan gaji ketika memikirkan pekerjaan seperti itu.

Tahukah kamu, bahwa jenjang kerir di perusahaa sebesar apple tidak begitu jelas? Maksudnya di sana jenjang karir tidak menjadi tujuan utama. Menghasilkan produk yang baguslah tujuannya. Dan kebanyakan pegawai di sana bisa menempati kedudukan yang sama persis bertahun-tahun. Dan itu tidak masalah tidak menjadi kecemburuan ketika ia tidak naik-naik pangkat.

Mereka bisa bekerja penuh semangat tanpa dipusingkan dengan jabatan karir. Karena setiap harinya mereka bekerja, bekerja jelas dengan tujuan jelas. Mereka bekerja sesuai yang mereka inginkan, jadi, buat apa jabatan? Mereka selalu penasaran setiap harinya, haus untuk selalu memecahkan masalah. Jadi, buat apa lagi karir?

Iya, sih, gaji mereka di sana besar dan cukup untuk memenuhi segala keinginan. Tapi, bukan itu masalahnya. Mereka puas dengan apa yang mereka kerjakan, that’s the point.

Jobs pernah berkata sekali waktu, “buat apa karir jika kita cukup puas dengan pekerjaan ini”. Love the words very much! Ketika gaji diberikan sesuai pekerjaannya. Ketika seorang staf biasa gajinya bisa saja sama besar atau lebih tinggi di banding atasannya. Apa lagi? Lagi lagi bukan masalah gaji. Pekerjaan yang dicintailah masalahnya.

Berarti kamu tidak mencintai pekerjaan yang sekarang dong? Mungkin saja karena setiap hari saya merasa useless. Inginnya melakukan sesuatu yang penting paling tidak untuk diri sendiri.

Atau mungkin saya hanya salah satu anomali saja…*angin bertiup sepi and i feel so lonely 😦

Saya pikir kantor saya ini harus memilih. Memilih apa yang menjadi fokus pekerjaannya. Bukan yang setiap pekerjaan hayuk saja di ambil. Ketika akan mempublish hasil ada ragu di sana.

Saya membayangkan ketika ada kegiatan besar. Kita semua satu tim. Satu tim ini di break lagi menjadi tim-tim kecil. Setiap tim-tim kecil yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki tujuan jelas yang pada akhirnya mewujudkan tujuan besar bersamanya.

Ini kadang ketika ada kegiatan besar masih juga disibukan dengan pekerjaan lainnya. Tidak bisakah kita fokus saja di satu sampai hasil yang memuaskan dan kita semua bergembira.

Tidak perlulah menurut saya terlalu banyak seksi terlalu gemuk. Seperti di tempat saya cukuplah 3 seksi. Yang bertanggung jawab administrasi kantor, teknis, dan pengolahan. Tidak perlu staf. Mereka semacam manager. Selebihnya bisa mengambil fungsional. Ketika ada kegiatan baru seksi teknis ini membagi pegawai selebihnya ini menjadi kelompok-kelompok kecil memilih pemimpin di antara mereka, menetapkan tujuan, dan deadline. Oh my itu lebih hidup untuk sebuah kantor!

Dalam setahun tidak perlu banyak yang dikerjakan. Pilih saja tidak terlalu banyak yang penting kita fokus. Atasan yang di sana memiliki peranpenting memilih pekerjaan yang memang penting untuk dikerjakan. Melakukan sebaik mungkin. Saya yakin tidak ada yang nganggur. Karena semua pegawai akan memiliki tujuan masing-masing dalam setiap kelompok kecilnya.

Misal sensus. Mulai dari tahap perencanaan sampai benar-benar siap publish misal butuh waktu setahun. Ya, sudah setahun penuh itu saja yang kita kerjakan. Sistemnya dari bawah ke atas. Pengiriman hasil ke level atasnya adalah yang memang sudah hasil siap publish. Kalau mau lebih yakin bisa diadakan pertemua elit terbatas yang dihadiri wakil-wakil tiap daerahnya untuk merumuskan hasil. Menyepakati hasil yang akan di publish.

Hari H rilis, panggil media dan semua pegawai yang terlibat proyek tentu akan merasa terlibat secara emosional kan. TV-TV akan dinyalakan demi menyaksikan pernyataan hasil yang akan dibacakan. Semua berharap cemas semoga itu adalah hasil terbaik dan bisa menjadi landasan bagi pemerintah dalam menentukan berbagai kebijakan pentingnya.

Kamu lagi mimpi? *mimpi indah*

Lanjut lagi ya…

Dan yang peling penting kita amat percaya diri dan yakin dengan hasil yang akan disampaikan. Love it.

Kalau ada dua kerjaan dan dua-duanya bisa jadi tumpang tindih? Dua saja pilihannya: Lepaskan salah satu atau bentuk dua tim. Hanya saja kebanyakan dari kita tidak bisa memilih. Kan sayang ini salah satu kerjaan inti kita loh. Gak bisa semuanya harus di kerja.

“Memilih/menentukan pekerjaan yang harus dilepaskan lebih penting dari menentukan apa yang akan dikerjakan kemudian”. Steve Jobs.

Jangan khawatir itu semua hanya mimpi indah saya. Mungkin ketika suatu hari bisa melampaui batasan ingin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s