-108- Hari Pertama Sebagai Anak TK

Bismillah.

19 Juli 2016 kemarin adalah hari pertama Maryam kembali masuk sekolah setelah libur raya. Kenapa selasa bukan senin seperti siswa umumnya?

Iya, karena Maryam murid baru di tahun ajaran baru. Dulu, Maryam hanya ikut-ikut saja, anak bawang lah istilahnya. Sebelumnya pernah juga terdaftar resmi tapi di PAUD. Nah, kali ini TK. Walaupun usianya belum genap 3 tahun dan sebenarnya masih usia PAUD, tapi karena di TK ini tidak ada kelas PAUD nya dan Maryam terlanjur jatuh hati pada TK ini ya sudahlah ya.

Entah kenapa, padahal dibandingkan dengan sekolah-sekolah terdahulunya dari sisi fasilitas permainan sangatlah jauh. Permainan fisik seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit mainstreamnya TK tidak ada. Luasnya pun tidak seberapa. Tapi, di sini tenang karena letaknya jauh dari jalan, pojokan yang masih banyak pohon-pohon ijo. Kupu-kupu masih hilir mudik di sekitaran bunga-bunga liar di depan halama sekolah. Itu mungkin juga yang membuat Maryam betah. Selain memang ada salah satu gurunya yang dekat. Dan juga teman-temannya yang mau tidak mau jadi dekat karena ruangannya yang tidak terlalu besar dan duduk lesehan sehingga interaksi fisik antar anak lebih sering dibandingkan dengan fasilitas permainnya sendiri yang tidak seberapa itu.

Karena saya lihat kerasan kendala seperti usia yang belum memenuhi syarat usia TK saya coba komunikasikan dengan pihak sekolah yang alhamdulillah menerimanya. Selain usia sebenarnya Maryam juga belum begitu lancar bicara *berkomunikasi*. Tapi yah, yang namanya anak-anak mau pakai bahasa apapun nyambung-nyambung saja ketika main 😀 .

Selain itu pergaulan Maryam yang terbiasa di lingkungan orang dewasa membuatnya canggung di kalangan anak-anak seusianya. Ini dulunya kendala terbesar karena Maryam tidak bisa di tinggal umminya. Maryam biasanya tidak mendekati pertama, dia akan diam saja dan cenderung main sendiri tapi ketika ada yang mendekatinya dan dia merasa nyaman akan main yang kayak perangko. Iya dia yang akan ngintilin terus itu anak.

Ini kejadian juga baru-baru ini. Waktu itu ban motor kempes terpaksa saya dan Maryam numpang menunggu di rumah penduduk di pinggir jalan. Kebetulan anak pemilik rumah ada yang usia SD. Naluri anak-anak kali ya, si anak SD ini yang terus cari perhatian Maryam. Mulai dari menunjukkan burung peliharaan keluarganya sampai menunjukkan keahliannya dengan kucing.

Dan Maryam dong secara pecinta binatang langsung memperhatikan serius tuh anak. Dan ia mulai luluh dengan adegan kucing. Hitungan detik mereka langsung main seperti adik kakak yang sudah lama kenal. Dunia anak-anak memang menyenangkan dan polos mereka dengan mudahnya berteman. Andai sifat anak-anak yang satu ini tidak menipis sampai kita dewasa, andai…

Sebenarnya saya sedih karena kurang memberikannya waktu untuk bermain dengan anak seusianya. Makanya saya keukeuh Maryam harus sekolah. Karena Maryam butuh lingkungannya.

Kebiasaan sekolah sebelum libur raya sepertinya menyisakan rasa kangen. Ketika sampai di sekolah, masyaAlloh antusiasnya. Dia yang langsung narik-narik tas dan kemudian setengah berlari menuju kelas. Saya minta salim pun dilakukan super cepat dan terburu-buru. Tanpa kata-kata dan wajah polosnya saya geli luar biasa.

Dan saya tambah geli sekaligus shocked 😆 tiba-tiba dia memberikan tas sekolahnya kepada seorang ibu yang sedang duduk bersama anaknya. Kemudian diikuti dengan menyodorkan pantatnya dan tepat mulus duduk di pangkuan itu ibu. Plak! Maryam Maryam dikiranya itu ibu, ibu guru nya. Antara lupa-lupa ingat, terlalu antusias sama nervous hahaha saya benar-benar shock lebih-lebih si ibu itu dan anaknya yang duduk tepat di sampingnya. Dan Maryam dong: tanpa ekspresi!

Alhamdulillah, saya lega. Paling tidak saya tahu Maryam sangat senang bisa kembali sekolah. Dia tidak seperti hari-harinya pertama kali masuk sekolah dulu yang dipenuhi tangisan yang membahana memekakan telinga dan menciutkan nyali umminya.

Semoga betah ya Maryam. Semoga Maryam bisa mendapatkan teman-teman yang baik, belajar bersosialisasi, bicara, sayang dan di sayang sama guru dan teman, dan lebih dari itu bisa bermain sepuasnya dengan teman-teman seusia. aamiin.

children-1217246_1920
pixabay.com

Love you little mary…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s