-105- Tentang Tidur

Bismillah.

Saya sangat menyukai malam hari.  Setelah sesiangan penuh beraktivitas, malam adalah waktu yang menyenangkan untuk bersantai. Melakukan hal-hal yang ingin saya lakukan, misal menulis, menonton, membaca, atau bahkan melamun.

Persisnya saya lupa kapan saya mulai menyukai malam. Dalam artian ada rasa sayang gitu kalau melewatkan malam begitu saja dengan tidur. Mungkin waktu SMP. Waktu itu lagi semangat-semangatnya belajar. Dan malam hari adalah waktu yang menyenangkan untuk belajar. Saya merasa bebas di malam hari, mungkin karena gaya belajar saya yang audio visual. Semua yang saya pelajari saya ucapkan nyaring-nyaring kemudian di gambar pula. Ribet  lama tapi menyenangkan. belum lagi kalau terinspirasi jadi penyiara, ya, saya akan membawakan acara mengenai topik yang sedang saya pelajari di meja di dalam kamar. Berisik memang, jadi ya, malam terasa menutupinya tapi sesungguhnya mengganggu yang lain 😆 . Saya akan belajar sampai benar-benar puas dan baru tertidur. Bisa jadi sampai lewat jam 12.

Tidak selamanya begitu. Karena kadang saya merasa pusing atau bahkan ngantuk di dalam kelas. Ketika lagi sadar saya memaksakan diri untuk tidur sesegera mungkin. Pernah juga memiliki ritme tidur seperti ini dan sebenarnya saya akui lebih segar di badan. Tapiiiii godaan malam itu sulit dihindari 😦

Saya memiliki sejarah lebih lama dengan begadang dibandingkan dengan ritme tidur yang menurut saya lebih baik.

Dua tahun pertama ada Maryam saya memiliki ritme tidur yang sangat baik *menurut saya ya*. Aktivitas siang yang padat dan melelahkan bersama si kecil membuat saya menyerah dengan malam. Setelah makan malam kemudian Isya saya langsung tidur dan tidur yang blas gitu. Capek mak.

Dan apa? berat badan turun drastis. Pikiran segar. Apa ya, merasa lebih teratur saja.

Kemudian mendapati Maryam sudah besar, dia bisa tidur sendiri. Saya kembali tergoda dengan malam. Saya mulai beraktivitas malam, saya mulai lagi dengan kesenangan saya, saya menyebutnya me time. Yas, untuk membenarkan bahwa saya memang butuh semua ini. Padahal mah kalau di pikir-pikir, butuh sih iya, tapi lama kelamaan saya tahu mulai tidak beres mulai berlebihan. Dalam artian saya bisa menghabiskan malam hanya untuk me time itu 😥 . Tidur bisa lewat tengah malam dan itu membuat saya sering pusing akhir-akhir ini. Saya pun cepat lelah di siang hari maunya bobooo…Alamat kegiatan yang harusnya maksimal di siang hari tidak bisa terpenuhi.

Ini gak bener!

Menghadapi Bulan Ramadhan ini saya bertekad memperbaiki tidur ini. Walau terlihat sepele tapi sangat mempengaruhi kualitas hidup saya. Makanya sebenarnya ini bukan perkara sepele.

Aktivitas Ramadhan saya harap bisa melatih kebiasaan saya di bulan-bulan berikutnya. Sahur di sepertiga malam membuat saya harus bangun dong. Dan ini bisa saya lakukan jika saya tidur lebih awal. Yas, saya melakukannya dengan terpaksa di hari pertama. Hari ke dua alhamdulillah begitu cepat, setelah isya saya mulai lelah dan mengantuk.

Ketika saya tidur sekitar jam 8 malam, dengan sendirinya saya akan terbangun di jam 2 atau 3 dini hari. Bangun yang bukan bangun ayam, langsung segar gitu. Dan saya tidak tertidur lagi setelahnya. Ini membuat hati saya senang gembira alhamdulillah 🙂

Begitupun jika saya baru tidur jam 9 saya yang akan bangun-bangun gak jelas sampai yang benar-benar bisa bangun segar jam 4. Dan ini kejadian hiks, akhirnya kita sahur seadanya. Kalau saya tidak mau kesiangan sahur ya, saya harus rela benar-benar bangun ketika saya kelilir bangun.

Jam 2 menurut saya paling ideal, karena saya bisa lebih leluasa. Bisa melakukan kegiatan lain selain memasak.

Lebay?

Menurut penelitian kita memang membutuhkan waktu tidur yang cukup. Selain itu Alloh sudah memberikan jatah malam untuk kita beristirahat bukan untuk yang lain.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Ruum: 23).

“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. An-Naba’: 9)

Bagaimana bisa kita menyia-nyiakan sedangkan Alloh saja telah mengatur sedemikian rupa untuk kebaikan kita sendiri. Ia telah mengatur dengan sebaik-baiknya malam dan siang. Alasan terbaik dijadikan malam untuk istirahat dan siang sebagai waktu kita berusaha bersusah payah mendapat keridhoan-Nya.

Kemudian hari ini kita mendapati penemuan-penemuan penting tentang tidur ini.

Menurut National Sleep Foundation (NSF) setiap rentang usia memiliki kebutuhan tidur yang berbeda. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan tubuh . Metabolisme tubuh bekerja sangat baik ketika kita tidur. Sel-sel yang rusak karena kegiatan di siang hari yang padat diperbaiki ketika kita tertidur. Selain itu otak kita bekerja lebih aktif justru ketika kita tidur.

Penelitian yang di pimpin oleh peneliti dari Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) menunjukkan bahwa tidur malam yang baik memicu perubahan dalam otak yang membantu untuk meningkatkan daya ingat. Apa yang kita pelajari sebelum tidur ternyata diendapkan cukup baik ketika kita tidur. Oleh karena itu kenapa bayi memiliki jam tidur yang cukup lama dibandingkan orang dewasa. Bayi mempelajari hal-hal baru setiap harinya dan hal tersebut membutuhkan tidur sebagai cara untuk mempertajam dari apa yang telah mereka pelajari.

Studi di Inggris yang melibatkan 11.000 anak-anak menyatakan bahwa anak-anak yang memiliki pola tidur yang baik sesuai usianya mendapatkan skor yang baik dalam hal membaca, berhitung, dan kepedulian di sekitar. Kemampuan kognitif pada anak yang memiliki tidur yang teratur pun lebih baik dibandingkan yang tidak.

Semakin besar, kebutuhan akan tidur kita berkurang, namun tetap memiliki waktu yang cukup untuk istirahat. Hal ini dipercaya selain meningkatkan ketajaman berfikir juga mengurangi risiko kesehatan seperti terkena penyakit jantung koroner dan stroke. Berikut saya kutipkan dari situs national geographic seberapa lama seseorang dalam rentang usia tertentu membutuhkan tidur. Hal ini direkomendasikan oleh NSF di atas.

  1. Usia  0 – 3 bulan, 14 – 17 jam per hari yang sebelumnya 12-18 jam per hari
  2. Usia 4-11 bulan, 12-15 jam per hari yang sebelumnya 14-15 jam per hari
  3. Usia 1-2 tahun, 11-14 jam per hari yang sebelumnya 12-14 jam per hari
  4. Usia 3-5 tahun, 10-13 jam per hari yang sebelumnya 11-13 jam per hari
  5. Usia 6-13 tahun, 9-11 jam yang sebelumnya 10-11 jam.
  6. Usia 14-17 tahun, 8-10 jam per hari yang sebelumnya 8,5 – 9,5 jam per hari
  7. Usia 18-25 tahun, 7-9 jam per hari
  8. Usia 26-64 tahun 7-9 jam
  9. Usia 65 ke atas yakni 7-8 jam per hari

Itulah kenapa *mungkin* selama ini saya sering pusing dan lupa-lupa ingat. Kebiasaan begadang yang tidak penting sedikit demi sedikit merusak daya ingat saya.

Tuntunan rasululloh memang tiada dua. Beliau sudah mengajarkan dulu sebelum penelitian hari ini bermunculan tentang tidur. Rasululloh tidak menyukai aktivitas setelahnya sholat isya. Beliau akan segera beristirahat untuk kemudian kembali terbangun di sepertiga malam.

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]

Jika setelah isya, katakan saja jam 8 malam baru tertidur dan terbangun di sepertiga malam antara jam 2 atau 3. Maka hal ini akan cocok dengan berbagai penelitian tentang tidur yang baik hari ini di rentang usia 26-64 tahu yaitu sekitar 7-9 jam per hari. Bagaimana masih mau begadang tidak jelas? Masih menganggap sepele tidur?

Lebih asyik begadang setelah tidurlah ya…

tree-1358456_1920
sumber: pixabay.com

Sumber:

http://nationalgeographic.co.id

Depan

http://www.bbc.com

https://muslimah.or.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s