-103- Mari Peduli Sesama

treatment-1327811_1920
sumber: pixabay.com

Semua orang sehat bisa menyumbangkan darahnya selama memenuhi persyaratan umum yang berlaku.

1. Sehat jasmanai dan rohani,
2. Usia minimal 17 Tahun dan maksimal 65 Tahun,
3. Berat minimal 45kg,
4. Tekanan darah:
sistole 100-170
diastole 70-100
5. Kadar haemoglobin 12,5g% s/d 17,0g%,
6. Interval donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 5 kali dalam 1 tahun).

Karena persyaratan tersebut saya baru bisa merealisasi keingingan untuk mendonor darah waktu duduk di bangku kuliah. Saya memang sangat antusias untuk menyumbangkan darah. Padahal saya itu termasuk takut yang bukan main kalau harus mengeluarkan darah secara sengaja. Ya, walaupun di bius atau apalah selama saya dengan sadar bisa menyaksikan sendiri proses keluarnya darah dari tubuh sendiri, takut sekali, butuh cukup waktu untuk saya mengumpulkan keberanian.

Motivasi utama tentu saja kemanusiaan. Manusiawi merasa senang dan bangga jika bisa membantu sesama walaupun terlihat kecil. Selain itu alasan-alasan aneh ala saya sering muncul membuat diri sendiri geli. Saya ingat sekali, waktu kuliah kenapa saya akhirnya bisa donor adalah demi melihat teman-teman rame-rame bawa makanan. Biasa saya kan kepo akut dan melihat makanan sedikit saja langsung bereaksi. Mahasiswalah ya, demi penghematan selalu ada jalan menuju roma, xixixixi.

“Kalau kita donor di sana dapet ini nih.” Seorang teman yang saya temui memberi tahu sambil memperlihatkan mie instan gelas. Selain mie katanya ada telur rebus dan roti yang sudah ia habiskan di sana.

Emmm, yuhuuu saya langsung ke sana tanpa pikir panjang. Ah, bukan makanan kok alasan utamanya. Makanan hanya jalan saja sampai akhirnya saya bisa memenuhi keinginan saya untuk mendonor 🙂

Saya sudah lewat 17, berat badan juga sudah standar, dan alhamdulillah tidak ada keluhan kesehatan. Dulu saya terkendala dengan usia dan berat badan. Selepas 17 di SMA berat badan saya tidak pernah tembus 45. Sempat juga mikir, mungkin akan membutuhkan waktu lama sampai akhirnya bisa mendonor karena berat saya segitu-segitu saja waktu itu. Waktu itu. Sekarang? turun sekilo saja susahnya bukan main. Sudah jaga makan, mengurangi porsi tapi alamak susah! Iya sih kata orang semakin tinggi usia, kegiatan fisik semakin berkurang ya alamat kalori lama terbakar dan menumpuk begitu saja.

Itu pengalaman pertama saya, mendonorkan darah. Jika ada kesempatan lagi saya sangat ingin melakukannya. Kalau perlu setiap bulan 😛 . Eh tapi, mendonorkan darah ini tidak seenak jidat kapanpun kita mau. Ada aturan rentang waktu yang dianjurkan tenaga medis yaitu kira-kira 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya dengan alasan kesehatan. Dan maksimal 5 kali dalam satu tahun.

Kenapa saya begitu antusias? Seperti yang disebutkan di atas alasan kemanusiaan, rasa bangga dan senang karena telah peduli dengan sesama. Perlu diketahui bahwa sekali menjadi donor dapat menyelamatkan 3 pasien/ nyawa berbeda.  Selain itu ternyata donor darah ini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita plus lagi bonus dapat makanan haratis 😛 *tetep ya*

Manfaat kesehatan yang banyak dari donor darah dapat di baca di sini dan sini dan tentu masih banyak sumber refere nsi lain yang bisa langsung di googling sendiri. Dan beberapa yang menurut saya menarik dari manfaat donor darah ini adalah salah satunya dapat menurunkan kolesterol. Karena kolesterol ini pernah menjadi hal yang kurang menyenangkan di keluarga saya. Beberapa waktu lalu kadar kolesterol suami diketahui sangat tinggi berakibat pada keluhan kesehatan. Dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Makanya, mengetahui manfaatnya bisa menurunkan kolesterol, sesegara mungkin saya akan membawa suami untuk donor *semoga*.

Salah duanya donor darah ini bisa membuat pikiran jadi lebih stabil. Dengan begitu kita bisa lebih fokus bekerja dan tentu berimbas pada tekanan pikiran yang menurun. Sehingga dipercaya juga bisa menjaga dan mempertahankan kecantikan misal dari kerutan-kerutan yang mengganggu. Ya, kalau mau bukti lebih baik di coba saja.

Salah tiganya adalah yang membuat hari-hari saya belakangan ini direpotkan dengan membaca berbagai artikel tentang diet, yap, katanya bisa menurunkan berat badan. Hayulah…

Dan tidak kalah penting melalui aktivitas donor ini, secara tidak langsung kita telah melakukan general check up yang tentunya gratis. Sebelum darah kita benar-benar di ambil, akan diperiksa dulu berat badan, tinggi, tekanan darah, sampai golongan darah. Enak kan, apalagi bagi yang belum tahu golongan darahnya, bisa nih dimanfaatkan ajang donor darah ini.

Tapi, sayangnya saya pribadi tidak bisa melakukan donor ini dalam waktu dekat mengingat saya masih menyusui. Iya ibu menyusui atau baru melahirkan di larang untuk donor darah. Selain itu ada beberapa hal yang bisa menunda niat kita dari keinginan untuk mendonor darah misalnya, baru sembuh dari sakit, hamil, baru mengunjungi daerah endemis malaria, dan masih banyak lagi selengkapnya bisa di baca di sini .

Mengetahui manfaat yang sangat besar dari kegiatan donor darah ini baik bagi si pendonor maupun yang menerima tentu kita berharap tidak ada kendala yang berarti. Tetapi ternyata ketersediaan kantung darah ini masih juga menjadi masalah.

Menurut yang saya baca beberapa negara malah mengeluarkan berbagai riset yang membuat prihatin tapi diharapkan dapat menggugah kesadaran warganya untuk sukarela menyumbangkan darah. Misal, Australia menyatakan bahwa 80% warganya akan membutuhkan transfusi darah suatu saat pada hidup mereka namun hanya 3 % tiap tahunnya yang melakukan donor. Sementara di Indonesia sendiri yang disinyalir membutuhkan sekitar 5 juta kantung darah setiap tahunnya hanya mampu mengumpulkan sekitar 3,5 juta, sisanya berarti harus pontang-panting untuk mendapatkan kantung darah.

Melihat kenyataan ini saya pribadi sebagai orang yang antusias mendonorkan darah hanya bermodal semangat kemanusiaan mengajak teman-teman semua yang singgah di blog ini untuk lebih sadar bahwasanya sangat berartinya kesadaran kita akan donor darah, sangat berartinya kita dengan satu kantong darah bagi mereka yang membutuhkan. Mulailah aktif untuk membantu mulai dari diri sendiri dan dari hal yang kecil begitu kata Aa Gym.

Mulai mencari PMI di daerah masing-masing dan tajamkan telinga untuk menangkap informasi penyelanggaraan pelayanan donor darah yang biasanya diselenggarakan di keramaian.

Antusias yang tinggi tentu harus dibekali pengetahuan tentang bagaimana melakukan donor darah yang baik. Berikut hal-hal yang bisa dipersiapkan sebelum melakukan donor darah, saya kutip dari wikipedia :

  1. Tidur minimal 4 jam sebelum menyumbang.
  2. Makanlah 3 – 4 jam sebelum menyumbangkan darah. jangan menyumbangkan darah dengan perut kosong.
  3. Minum lebih banyak dari biasanya pada hari menyumbangkankan darah (paling sedikit 3 gelas)
  4. Setelah menyumbang beristirahat paling sedikit 10 menit sambil menikmati makanan penyumbang, sebelum kembali beraktivitas.
  5. Kembali bekerja setelah menyumbangkan darah, karena tidak berbahaya untuk kesehatan.
  6. Untuk menghindari bengkak di lokasi bekas jarum, hindari mengangkat benda berat selama 12 jam.
  7. Banyak minum sampai 72 jam ke depan untuk mengembalikan stamina dan pulih.

Setelah dulu donor darah begitu sulit karena keterbatasan ilmu pengetahuan. Berkat keberhasilan seorang profesor di Paris Tahun 1667 transfusi darah terus berkembang dan sampai pada hari ini. Kita hari ini telah begitu difasilitasi maka jangan lepaskan kesempatan untuk melakukan hal yang mungkin tidak begitu langsung terasa nyata kebaikannya tapi yakinlah sangat dibutuhkan. Kita sangat diibutuhkan. Sekantung darah yang kita sumbangkan begitu berarti bagi 3 paien yang mungkin mereka sedang terbaring lemah dan menunggu uluran tangan kita yang tak terlihat.

 

Sumber:

  1. http://disehat.com/manfaat-donor-darah-bagi-kesehatan-secara-rutin/
  2. http://handreasstik66.blogspot.co.id/2015/03/pmi-dan-donor-darah.html
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Donor_darah

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s