-96- Random akhir bulan

Bismillah.

Minggu yang super sibuk, alhamdulillah.

Sepulang pelatihan innas susenas kemarin langsung membantu kegiatan SE kemudian lanjut mengajar. Luar biasanya, ketika saya mengajar suami yang tadinya ikut pelatihan mendadak sakit, terpaksa Maryam harus ikut saya mengajar. Fiuhhhh…

Tapi, semua itu ketika dibayangkan hari ini: Subhanalloh…kok bisa ya, saya sekuat itu. Hehehe bukan muji diri sendiri, tapi emang setelah saya pikirkan sekarang harusnya saya ambruk. Mungkin karena saya belum terbiasa dengan aktivitas sepadat dan seberat itu. Malam belajar buat mengajar, paginya menyiapkan sarapan buat yang sakit, memandikan anak, menyiapkan bekalnya selama ikut pelatihan, membersihkan rumah, belum lagi pakaian saya yang belum di setrika. Gonceng anak di depan menuju tempat pelatihan, naik turun tangga ke lantai 3 yang mana sesekali Maryam yang hampir 12kg saya gendong. Sampai di atas ngos-ngosan tapi masih bisa lanjut mengajar dengan suasana hati gado-gado, antara memikirkan suami yang sakit di rumah, anak yang ke sana ke mari di dalam ruangan, dan materi pelatihan yang harus saya sampaikan, errrr belum lagi tugas panitia yang sebagian saya handle juga. Saya belajar bahwa benar adanya, Alloh tidaklah memberikan cobaan melainkan kita sanggup memikulnya, masyaAlloh.

Kabar Maryam

Dia mengalami hari-hari yang menyenangkan saya rasa. Waktu pelatihan dia mendapat dua teman yang menyenangkan dan sangat menikmati bermain dengan mereka berdua. Tertawa lepas, belajar berbicara mengikuti mereka *saya terharu*, bergandengan tangan ala-ala dua gadis kecil yang bersahabat tapi sepertinya lebih ke adek kakak hihihi. Halo Ka Halil dan Ka Ica…

Selain bermain dengan teman, dia juga bermain dengan semua perlengkapan pelatihan. Dia mengikuti setiap yang saya lakukan. Saya menulis di papan tulis pakai spdol dia pun, saya berbica menggunakan micropon dia juga, saya duduk di depan bersama kepala dalam acara pembukaan dia pun tak mau ketinggalan duduk tepat di bangku kosong samping saya. Saya kagum dengan semua hal itu, subhanalloh, Maryam yang biasanya rewel minggu itu dia sangat nice. Love you Nak!

Perkembangan kosakatanya pun menakjubkan alhamdulillah. Untuk seusia Maryam 2 tahun 6 bulan, mungkin ini agak terlambat, tapi bagi kita ini sangat berarti dan kita percaya anak-anak tumbuh dengan cara mereka sendiri. Beberapa kosakata barunya:

  1. Menghitung 1-10 walaupun yang jelas baru 1, 3, dan 7;
  2. Allohuakbar ketika ikut sholat;
  3. asslamu’alaykum dan jawabannya;
  4. bismillahirrohmannirrohim;
  5. permisi;
  6. ikan;
  7. cumi-cumi;
  8. burung;
  9. embe;
  10. itu itu.

Dan semua perintah serta semua ekspresi kita dia rata-rata megerti tinggal menanggapinya dengan kalimat.

Mau sedikit cerita kantor

Lagi sibuk dengan kegiatan Sensus Ekonomi dan Susenas. Saya mau cerita sedikit tentang SE.

Tidak seperti survei dan sensus lainnya di BPS, kali ini, pada SE2016, petugas yang di rekrut melalui proses seleksi terlebih dahulu. Saya kira ini adalah langkah berani BPS mendobrak kebiasaan lama.

Bukan berarti petugas yang dulu kurang baik, hanya saja dengan seleksi kita berusaha untuk fair. Semua berhak bekerjasama dengan BPS dalam hal ini. Mengingat masih banyak yang menganggur tentu hal ini memberi sedikit angin segar bagi mereka walau hanya untuk satu bulan.

Selain itu, saya kira melalui seleksi ini akan terlihat petugas-petugas yang sudah baik tentu dia akan dengan mudah lolos dan petugas baru diharapkan memiliki kualitas lebih baik. Dengan catatan proses seleksi memang diniatkan untuk menjaring kualitas petugas yang pada akhirnya untuk data kita yang lebih baik.

Dan saya bersyukur berada di kondisi lingkungan kerja yang walaupun minoritas menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik. Walaupun banyak sekali kerikil, tapi pada akhirnya dengan sedikit lega saya bersyukur proses seleksi dapat berjalan dan hasilnya pun, saya kira sesuai dengan kerja keras kita semua selama ini. Adapun hal yang tidak memuaskan dan mengecewakan, bagi saya pribadi tetap ada, tapi ya, setiap manusia tidak akan begitu saja terpuaskan. Ada hal-hal yang akan kita simpan baik menerima atau tidak, ikhlas ataupun tidak. Saya rasa kita semua adalah manusia dewasa yang tahu baik buruk dan tahu bagaimana menanggung tanggung jawab dan risiko baik di dunia dan akhirat. Kembali pada diri masing-masing.

Setelah dengan begitu berat semua melepaskan segala kepentingan, kecondongan, dan ego, inilah mudah-mudahan yang terbaik. Jika di kemudia hari kita kecewa, yakinlah di sana selalu ada proses untuk terus belajar, tidak pernah ada yang sia-sia.

Belajar jujur minimal terhadap diri sendiri, belajar fair, belajar untuk menerima, belajar…

Semoga ke depannya kita semua lebih baik lagi, aamiin.

Rumah kita

Kontrakan akan selesai hitungan hari, bagaimana ini?

Rencana adalah usaha kita tapi Alloh lah tempat kembali segala-galanya. Tahun ini kita masih di sini. Dan kita tidak tahu sampai kita memutuskan keputusan terbaik untuk kehidupan kita.

Prosedural yang diharapkan sepertinya bukan hal yang patut diharapkan 😛 . Tapi, kita juga tidak mencari belas kasihan. Kita di sini hari ini untuk terus belajar, mungkin salah satunya untuk belajar memutuskan…Semoga Alloh selalu melindungi kita atas segala keinginan dan keputusan, aamiin.

love the journey.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s