-91- Mengolah buah pepaya menjadi sayur yang enak

Bismillah.

Hola ketemu lagi di dapurnya umu maryam :mrgreen: . Lama sekali nih saya tidak ngoprek di dapur. Bukan tidak masak sama sekali ya. Saya tetep masak kok, bagaimana ceritanya Maryam dan Abahnya dong kalo saya absen ke dapur 😀 . Hanya saja masakannya biasa-biasa saja. Bukan sesuatu yang baru bagi saya.

Berarti ada yang baru dong?

Betuuullll 😆

Gara-garanya halaman rumah saya subur sekali 🙄 Tanaman yang tak sengaja di tanam pun tumbuh subur. Ada pepaya, cabe, bayam, sampai rumput-rumput nya pun tak mau ketinggalan menutupi halaman rumah.

Tanaman yang kali ini menjadi bahan oprekan saya adalah hmmm…masih seputar pepaya sih 😛 . Dulu kan bunganya sekarang apanya? Buahnya! Dulu taunya buah pepaya itu ya, di makan ketemu masak, eh, di sini penduduknya saking tidak banyak sayuran lain, pepaya muda pun dijadikan menu sayur keseharian. Nih lihat pepaya saya persis di depan rumah.

DSCN1625

Bahkan ada yang tinggal petik tidak perlu loncat-loncat, itu pepayanya tiduran di tanah! 😯

DSCN1626

Pepaya saya ini sebenarnya kalaupun masak tidak begitu manis dan daging buahnya tipis. Orang sini bilang pepaya sayur, ya, mungkin karena banyak yang memanfaatkannya sebagai sayur ketimbang di makan masak.

Browsing ketemu browsing, ternyata pepaya saya ini termasuk jenis pepaya burung. Cirinya, warna daging buah kuning, rasanya manis asam, daging buah tipis, dan biasanya ukurannya sedang. Pepaya yang di kenal masyarakat Indonesia sendiri ada dua, ke duanya adalah pepaya semangka. Pepaya yang sering kita temukan di penjual buah-buahan. Cirinya daging buah tebal, berwarna merah, manis, dan biasanya berbentuk lonjong panjang.

Pepaya juga ada jantan dan betina loh ya *awalnya saya katro gak tau*. Kebetulan di halaman rumah jantan dan betina nya ada. Jadi, pepaya jantan hanya berbunga, yang saya olah kemarin dulu itu. Sementara yang betina yang menghasilkan buah pepaya.

Biar lengkap nih saya kasih gambar klasifikasi ilmiahnya *mudah-mudahan saya juga akan ingat*.

klasifikasi ilmiah pepaya
di ambil dari sini

Balik lagi ke cerita memasak ini. Awalnya saya malas karena getahnya itu loh. Sampai pada suatu titik di mana sayuran kesukaan kami *kangkung, sawi, dan bayam* mihil: Seikat Rp5000,-. Akhirnya untuk mensiasati agar tidak terlalu banyak pengeluaran di sayur, saya mencoba mengolah si buah pepaya selain juga bunganya yang terlebih dahulu sudah saya oprek. Kan, lumayan agak bervariasi walaupun sebenarnya masih sama-sama pepaya: bunga dan buahnya. Oh ya, rencana saya juga mau belajar mengolah daun pepaya 😀 *tunggu saja tanggal mainnya, biar lengkap edisi pepayanya *.

Baiklah untuk memulai memasak nya siapkan pepaya dan pisau sebagai tahap awal yang melelahkan.

Potong kedua ujung pepaya agar pepaya bisa diberdirikan. Ini untuk memudahkan proses mengupas kulit pepaya. Dalam posisi berdiri kupas kulit pepaya agak tebelan biar mudah ngupasnya. Ya, kalo punya alat pengupas lebih gampang lagi sepertinya. Nah, di sinilah saya baru tahu. Ternyata getah pepaya tidak seperti buah sukun yang ke mana-mana nempel di tangan. Buah pepaya ini hanya mengucur sekali ketika memotong ujung-ujungnya. Selepasnya aman sentausa :mrgreen:

pepaya1
Semoga jelas langkah-langkah penggambarannya

Setelah mulus dari kulit hijau, belah pepaya utuh tadi menjadi dua bagian *belah persis di tengah*. Ambil belahan pertama lalu iris pipih dagingnya sampai habis tinggal biji-biji yang nempel di daging.

pepaya2

Irisan pipih daging pepaya ini kembali di iris menyerupai batang korek api, tebal tipis sesuai selera, tapi initinya saya panjang-panjang. Kalau mau sama ya boleh ya pakai talenan yang ada skala ukuran. Saya sih ogah: lamaaaa 👿 . Tak beraturan begini saja pegelnya…

pepaya3

Kalau sudah selesai seperti batang korek api, cuci bersih. Siapkan bumbu, kalau saya pakai bumbu kuning:

Kemiri dua butir, bawang putih 1 siung ukuran sedang, kunyit kurleb dua ruas jari, bawang merah dua siung, garam, merica, dan ketumbar. >>dihaluskan

Bumbu halus tersebut digoreng dengan api kecil sampai harum dan berwarna kecoklatan. Kemudian masukan irisan bunga pepaya. Oseng sebentar sampai terlihat agak layu. Lalu masukan air secukupnya. Tambahkan gula sebagai penyedap *penyeimbang rasa*. Didihkan dan angkat jika sudah empuk. Oh ya, biar rasanya lebih mantap bisa menambahkan irisan tomat dan air jeruk nipis di akhir menumis.

Tarrrrrra…

DSCN1952
Tumis buah pepaya bumbu kuning…

Selamat mencoba.

Referensi bacaan:

https://id.wikipedia.org/wiki/Pepaya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s