-94- Nangka loh ini

Bismillah.

Suatu hari saya pernah lihat orang-orang memperdebatkan sebuah gambar yang yah, mirip nangka di facebook. Kalau saya perhatikan, tidak seperti nangka yang saya kenal. Nangka yang saya kenal itu, kalau di potong tidak lembek, dagingnya juga tidak lembek, dan dia mudah terkelupas dari bijinya sehingga bijinya bersih dari sisa daging nangka. Bentukannya tidak benar-benar yang panjang lonjong, dia panjang memang tapi gemuk kadang juga lebih mirip ke bulat besar.

Hmmm, yang pasti nangka yang saya kenal tidak bisa dibuka hanya dengan tangan kosong. Benar, minimal pisau dapur *itu pun agak susah sih*. Tapi saya suka sekali dagingnya, tidak hanya rasanya tapi juga bentuk dan teksturnya. Tidak lengket ketika di pegang dan “sangat cantik” lah.

nangka_sunlight
gambar dari http://www.sunlight.co.id

Awww, duh ngiler! Sayang saya tidak punya foto pribadi itu di ambil hasil browsing. Padahal dulu kakek saya punya pohonnya dan setiap tahun kami hampir selalu menikmati buah nangka yang lezat ini. Yah, buah nangka salah satu buah masa kecil saya. Jadi, ketika mendapati nangka yang tidak seperti nangka “saya”, saya tidak bisa langsung menerima begitu saja, ngeyel 😛 .

Saya jadi teringat Bapak Iyot kakek saya yang selalu memotong-motong nangka menjadi beberapa bagian yang sama besar untuk dibagi-bagikan kepada semua cucunya. Dan itu sesampainya di rumah, tidak ada acara membuatnya menjadi rupa lain, langsung amblas tak kurang satu jam 😀 . Dan itu rasanya masih kurang :tear: . Kadang berebut juga sama adek 😎

Eh, iya, yang di facebook tadi itu 😀 , si empunya akun tetep keukeuh bahwasanya buah tersebut adalah nangka, nangka!

“Bukan itu bukan nangka, cempedak kali”, ujar saya tidak kalah keukeuhnya, tapinya dalam hati :mrgreen:

Hari yang aneh itu pun berlalu dan saya masih berpendapat itu bukan nangka. Sampai beberapa hari yang lalu seorang teman kantor membawa buah yang katanya nangka. Dibukalah dengan tangan, muncullah dagingnya yang kuning dan aromanya yang menyengat. “Ini buah seperti yang di facebook”, aduh itu sekelebatan pikiran ketika pertama melihatnya 😀 .

Ini nangka lah. Begitu kata si empunya buah dan diangguki teman-teman yang lain. Saya tidak mau, itu buka nangka, hahahaha.

Lupakan, itu memang nangka ternyata. Nangka yang banyak didapati di Indonesia dan Malaysia. Artinya ini nangka memang akan banyak ditemukan di daerah Indonesia yang deket-deket dengan Malaysia, seperti Kalimantan dan saya kira Sulawesi juga lumayan dekat.

Nangka bubur namanya. Yah sesuai namanya daging buahnya memang lembek. Sementara nangka yang saya kenal bernama nangka salak. Keduanya nangka 🙂 . Mau jelas boleh berkunjung ke sini.

Biar lebih yakin saya mau cerita sedikit tentang nangka dari sumber di atas. Nangka ini ternyata diyakini berasal dari….bukan Indonesia, tapi India. Katanya sampai sekarang pohon nangka liar masih banyak ditemukan di hutan hujan India. Nangka sendiri bernama ilmiah artocarpus heterophyillus dan termasuk suku moraceae *lumayan kan jadi tau*.

Varian, oke ini yang penting karena sering menimbulkan perdebatan karena merasa ini bukan nangka lah itu lah. Jadi, varian nangka itu banyak, ada yang berdasarkan perawakan pohon, sifat buah, tempat hidup, dan bagian-bagian tanamannya yang lain 😯 . Nah, umumnya yang mudah didapati adalah ragam nangka menurut sifat buahnya, ada dua:

1) Nangka bubur, banyak ditemukan di Indonesia dan Malaysia. Cirinya, daging buah tipis lembek membubur, berserat, beraroma khas dan tajam,

2) Nangka salak (Indonesia). Cirinya daging buahnya tebal dan tidak lembek, agak keras, tidak begitu harum.

Oh ya, pohon nangka ini bisa tumbuh sepanjang tahun di tempat yang cocok loh. Dia tumbuh dengan baik di iklim tropis. Dia tidak toleran dengan kekeringan, dingin, dan air yang menggenang. Pohon nangka bisa mulai berbuah pada umur dua tahun. Pohonnya berukuran sedang rata-rata tingginya 20m tapi ada juga yang sampai 30m.

klasifikasi nangka
gambar di ambil dari sini.

Jadi clear sudah, sekarang mari kita nikmati nangka bubur ini. Daging buahnya lembek tapi jangan khawatir jika kita membuka yang belum terlalu masak, lumayan enak di pegang kok. Dan enak. Dan kalau di rasa-rasa rada mirip durian. Durian mini.

Coba lihat daging buah yang menempel di biji, mirip-mirip durian.

DSCN1904
daging buah nangka bubur yang menurut saya mirip durian.

Ah, itu bijinya pun serasa durian mini. Dan lagi-lagi menurut saya, sensasinya pun mirip ketika saya makan durian. Lebay sih, tapi ya, itu…

DSCN1907
nah, ini penampakan buahnya. Tidak mirip nangka saya eh, nangka salak.

Jadi itu bukan cempedak *lebih ke diri sendiri yang ngeyel tapi gak nyari tau dulu 😆 *. Hayooo ada yang seperti saya tidak? Clear yah kita, ini nangka!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s