-89- Rasa Trauma

DSCN1365

Pagi hari jumat kemarin tanggal 17 Desember 2015, hawa dingin menyelinap masuk, hujan dari semalam lumayan deras. Maryam yang biasanya sudah terbangun jam 6, masih asyik tertidur pulas. Memang akhir-akhir ini udara begitu panas sehingga mengurangi nyenyaknya tidur. Maryam malah lebih sering terbangun di malam hari, gatal-gatal lah Karen abiang keringat, atau yang tiba-tiba kehausan. Tadi malam sampe pagi memang agak lain, udaranya adem bikin yang lelap tambah lelap.

Karena Maryam ikut kita ke kantor, terpaksalah dibangunkan. Dia sepertinya masih enggan. Tapi karena saya terus-terusan bicara di telinganya, dia terganggu juga. Dan dengan sebal sambil siap-siap pasang tangisan ia berguling ke samping kanan, alhasil tangannya tertimpa badannya sendiri. Tangannya sepertinya kegencet terus keseleo atau bagaimana, karena seterusnya ia kesakitan dan lalu menangis kencang sejadi-jadinya.

Dari sejak kejadian pagi itu, seharian jumat Maryam tidak mau menggerakan tangan kanannya. Saya sudah olesi dengan minyak telon supaya hangat, ototnya yang keseleo bisa pulih. Sudah di elus-elus, di bantu digerak-gerakkan, yang ada anaknya menangis dan itu kencang sekali.

Khawatir tentu saja. Saya takutnya sakit betulan. Tapi, kita tidak langsung bawa ke dokter. Kita mau tunggu sampai besok.

“Anak kok sakit bukannya segera diperiksa takut kenapa-kenapa malah di tunggu?”.

Sebenarnya kejadian sakitnya Maryam akibat fisik bukan kali ini. Sekalinya dulu pas di suntik pentabio yang mana karena dia merasa sakit waktu di suntik pahanya, sampai di rumah ia pun tidak mau sama sekali menggerakan kakikanya. Alamat ia hanya berjalan dengan satu kaki seharian. Besoknya ia pun masih tidak mau. Tapi kalau memang ada efek dari suntik vaksin harusnya kan sehari cukup, kalau sampai besoknya masih begitu, kita kan khawatir: apakah karena suntiknya atau Maryamnya?.

Akhirnya kita coba perhatikan pas dia tidur pulas. Nah, kelihatn tuh, pas dia pulas benar, ia tak sadar menggerak kaki yang di suntik dan tidak apa-apa: Alhamdulillah. Pas dia bangun, Abahnya mencoba menyuruhnya jalan pakai kedua kaki, masih tidak mau. Akhirnya kita coba cuek. Dan sembunyi-sembunyi Maryam mencoba sendiri jalan pakai dua kaki, pelan sekali ia mencoba. Kita perhatikan *sembunyi-sembunyi juga* sebenarnya ia sudah tidak sakit tapi ada ketakutan pada dirinya, takut sakit kalau digerakan, takut seperti ketika ia di suntik.

Kedua kalinya pas tangannya ketiban tubuhnya juga. Nah ini pun ia seharian tidak mau menggerakan tangan dan manja minta ampun. Maunya di gendong terus. Kalau dicuekn nagis kenceng. Tadinya mau di bawa ke dokter saking khawatir tapi kata teman, “ tidak, insyaAlloh gak kenapa-napa ini, sebentar juga baikan”. Dan seharian dong bahkan sampai besoknya.

Besoknya kita paksa gerak-geralin tangannya. Awalnya takut sekali tapi karena mungkin merasa tidak sakit pas kita gerakin, akhirnya perlahan ia mau menggerakannya.

Nah, karena kejadian tersebutlah, kita tahan-tahan ke dokter. Cuma kali ini yang membuat khawatir, hari sabtu besoknya ia sama sekali masih tidak mau menggerakan. Kalau kita paksa menangis kenceng dan marah. Ya udahlah ya, kita mau coba lihat lagi pas dia pulas. Bergerak tapi sangat terbatas. Masih khawatir tapi lega walaupun gerakannya terbatas tapi masih gerak gitu. Jadi kami pikir, Maryam ini takut, kalau enggak dibilang trauma terhadap sakit fisik. Rasa sakit yang diakibatkan benda-benda juga.

Baru hari ketiga, hari minggunya Maryam mau diyakinkan bahwa tangannya sudah tidak sakit lagi. Caranya, kalau dia lagi hepi, terus terburu-buru ingin ikut, saya raih tangan kanannya untuk dituntun dan tidak nolak sama sekali ia lupa. Tapi pas dia ingat lagi kalau tangan kanannya sakit, ia tidak mau lagi gerak: jadinya lucu. Kita curi-curi kesempatan pas dia lupa gerakin tangan kanannya, entah itu dituntun, di angkat-angkat, sampai di minta cium tangan: alhamduillah berhasil.

Kalau besok kejadian lagi? Mudah-mudahan ini karena Maryam masih belum mengerti bahwa sakit itu bisa hilang. Dari kejadian ini mudah-mudahan Maryam belajar, seandainya sakit berusahalah untuk sembuh, jangan takut! Harus dihadapi!

Love you to the moon and back

My saliha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s