-87- Mengolah bunga pepaya

Bismillah…

Kebetulan di halaman rumah tumbuh pepaya sayur yang berbunga lebat. Sesekali tetangga minta izin memetiknya. Saya belum kepikiran untuk ikut juga mengolahnya. Sampai suatu hari saya mencoba masakan olahan bunga pepaya dari warung makan. Dan enak! Tidak pahit. Rasanya memang ada pahitnya, tapi samar sekali. Malahan ras pahit yang samar itu menjadi cita rasa tersendiri. Masakan yang saya coba pertama kali adalah tumis kangkung bunga pepaya.

Isenglah saya tanya penjualnya cara mengolah bunga pepaya agar tidak pahit. “Biasa saja, kok mba, di tumis saja di oseng-oseng”, jawabnya simple yang di sambut dengan oh yang panjang dari saya dan tekad untuk mencobanya.

Pas tetangga ada yang ambil bunga pepaya, saya tanya juga cara mengolahnya. Dan tetangga saya pun memberi jawaban yang sama kecuali ia menambahkan, “kata orang sih biar tidak pahit di rebus dulu pake tanah.” Oh, baiklah sepertinya saya tidak berminat dengan saran tanah ini 🙂 .

Saya pun di hari libur, entah itu sabtu atau minggu, bersiap memasak bunga pepaya. Memetiknya gampang, dengan batang kecil yang klek sekali pites menjuntai membuatnya mudah di jangkau. Hanya waktu itu yang bikin ribet ketika memisahkan bunganya dari pangkal. Gimana tidak ribet bunganya kecil-kecil dan banyak, ampun deh! Awalnya saya tarik-tarik bunganya biar tercabut, dan ya, memerlukan sedikit tenaga. Kemudian hari setelah beberapa kali mengolahnya, saya pun belajar.

Dengan penuh percaya diri, saya memasaknya bersama kangkung dengan bumbu oseng kangkung yang biasa: bawang merah, bawang putih, tomat, cabe merah besar, gula, garam, dan merica. Oseng-oseng dan siap. Wanginya harum dan ketika di coba, masya Alloh pahit sekali! pahit! pahit! pahit!

Dan komentar suami saya, “Ya, namanya juga resep rahasia, mana mau lah…”. Iya mungkin bisa jadi. Cuma saya mikirnya, di tengah teknologi super canggih dan kekuatan google, masih ada ya yang main rahasia-rahasiaan. Ya maksud saya, itu kan tips umum, sama seperti cara menghilangkan bau amis pada ikan. Itu kan istilahnya rahasia umum, tips umum, yang yah seharusnya semua orang tahu. Kalau resep rahasia, hemat saya sih, racikannya memang sengaja di cari sendiri dengan berbagai percobaan sampai akhirnya mendapatan cita rasa khas masakannya. Mirip-mirip penemuan lah, sehingga saya sih setuju-setuj saja kalau sampai ada yang mau mematenkan resep nya 🙂

Ya, okelah semua balik lagi ke diri masing-masing. Mari kita berbaik sangka saja, mungkin memang bunga pepaya ibu warung tanpa diapa-apakan sudah tidak pahit. Yang patut saya syukuri adalah karena percobaan gagal itu dan ternyata saya masih penasaran, akhirnya saya tahu.

Saya patut berbangga untuk yang satu ini. Saya tidak tanya siapa-siapa, pun kepada mbah google. Cuma feeling *ealah*. Bunga pepaya nya sebelum di tumis saya rebus dulu bersama garam, sampai air rebusan berwarna hijau. Angkat siram pakai air dingin untuk menghilangkan panas pada air rebusan. Dan peras lah bunga pepaya rebus sampai air nya kering. InsyaAlloh dengan cara seperti ini bunga pepaya tidak pahit lagi, kalaupun pahit, pahit samar, pahit enak 😛

DSCN1643

Kemudian mengenai cara memisahkan bunga pepaya dari pangkalnya. Ternyata cukup dengan di pelintir. Iya, pelintir halus, atau putar si bunga pepaya dan dengan mudah dia akan lepas 🙂

DSCN1638

Hayo apa lagi?

Masaknya, terserah selera masing-masing lah ya. Mau di tumis pakai bawang merah, bawang putih, dan tomat saja enak kok. Di tambah kangkung makin mantap. Atau berkreasi dengan resep lain, mangga silakan bereksperimen sendiri di dapur masing-masing. Sejauh ini saya baru menumis dan menggorengnya ala bakwan.

Satu lagi, kelupaan. Awalnya saya pikir olahan bunga pepaya ini hanya di kenal di sini, di Wakatobi. Karena di kampung saya di Cikijing, di Jawa Barat, belum nemu. Nanya si Emih pun beliau tidak tahu. Cuma pernah denger katanya. Secara kan di Wakatobi sayuran jenisnya terbatas, karena tanahnya itu *karang*. Dan salah satu pohon yang mudah dan banyak di jumpai adalah pepaya sayur salah satunya. Hampir di tiap halaman rumah ada pohon pepaya. Oh, mungkin karena sulit mendapatkan sayur, bunga pepaya pun jadi di olah.

Tapi, ternyata saya salah. Di daerah Jawa, Jogja, Solo, dan lain-lain olahan kates  atau pepaya ini sudah biasa. Mungkin di Jawa Barat pun ada, cuma saya saja yang tidak tahu kali ya.

Oke, selamat mencoba 🙂

PS. Postingan saya akhir-akhir ini tak bergambar:( Bukan sengaja sebenarnya, karena saya belum memindahkan foto-foto ke laptop. Dan minggu ini juga jaringan internet sempat down di Wakatobi. Jadi, ya seadanya. Next rencananya saya mau sisipkan foto-foto. *self reminder*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s