-86- Sebuah Review: Nelson si Kecil yang Suka Baca

Seperti yang saya bilang di sini, saya memang lagi berburu buku. Akhir tahun ini ingin memperbanyak bacaan. Buku apapun dalam maupun luar. Saya lagi butuh banyak sekali ide kreatif dan memperbanyak kosakata. Semakin banyak membaca saya yakin akan berbanding lurus dengan kemampuan kita menulis. Minimal akan selalu banyak ide segar yang terlintas dan kosakata untuk menggambarkannya. Tanpa membaca sulit sekali menemukan kata untuk menggambarkan apa yang ada di kepala.

Sempat blogwalking ke sini, yanga mana adalah salah satu blog rutin saya untuk BW. Ada satu pembahasan mengenai buku yang kemudian saya tertarik untuk memilikinya. Dan kesempatan kemarin ke Kendari tidak saya sia-siakan. Harganya walaupun sama-sama GPU tapi selisih dengan yang disebutkan di blog tersebut lumayan mencapai Rp9.000,- . ya mungkin ditambah ongkir dari Jawa kali ya. Entahlah, saya selalu mikir yang namanya Toko GPU di manapun harusnya harga bukunya sama, ternyata beda yah, atau bagaimana?

Bukan itu yang mau saya bicarakan. Kalau masih bisa kebeli mah ya sudah lah ya, hak si penjual ini kok menentukan harga berapa, asal sama-sama ikhlas. Saya tertarik dengan isi bukunya. Cerita nyata seorang anak Medan yang menjadi profesor di Amerika ketika usianya yang terbilang muda. Belum lagi seabreg prestasi lainnya, seperti paten beberapa penemuannya: LED. Diceritakan oleh istrinya sendiri sehingga oke lah, dia harusnya tau banget. Dan penceritaannya dilengkapi dengan gambar super menarik bikin enak mata jadi selain untuk Maryam, saya juga demen sepertinya 😛

Oke judul aselinya adalah “ Nelson si Kecil yang Suka Baca”, begitu, semudah itu, sesimple itu. Dengan hard cover dan full color menjadikan siapapun jatuh hati pada pandangan pertama. Pas dibuka halaman-halaman berikutnya sangat menyenangkan dengan kertas yang sangat bagus dan lagi-lagi full color.

DSCN1645

Dan inilah penampakan depan yang hard cover and full color.

Halaman awal menceritakan masa kecil Nelson dengan buku-buku kesukaannya. Ketidaksukaannya dengan hal-hal yang sifatnya permainan, seperti menari, bernyanyi, dan bermain peran. Segala aktivitas menyenangkan di TK sebaliknya buat Nelson kecil. Ditambah lagi dengan rapor TK Nelson yang menempatkan nya di posisi ke dua dari belakang. Semakin memperjelas ketidakminatannya dengan permainan. Akhirnya sang ibu dengan yakin memutuskan untuk langsung memasukan Nelson kecil ke SD. Dan keputusan ini memang yang terbaik buat si kecil Nelson, karena di SD inilah Nelson kecil mulai berkembang pesat. Ia menemukan kesukaannya: membaca dan belajar. Dan kemudian mengantarkannya pada gelar profesor di kemudian hari.

Pengalaman masa kecil ketika bertemu dengan sepupunya yang kebetulan menjadi profesor di Amerika telah membukakan mata Nelson kecil akan masa depan. Pergaulannya yang mengantarkan ia kepada buku fisika sejak belia. Mempermulus langkahnya untuk sampai pada cita-citanya. Dan dukungan dari orang tua yang besar dalam pendidikan membuat semuanya bisa berjalan dengan lancar.

Ketika saya menyelesaikannya, yang pertama kali terlintas di benak adalah, “dia beruntung dengan segala dukungan itu”. Kemudian saya berfikir lagi, inilah yang harus saya lakukan untuk anak saya: menyiapkan dana pendidikan semampu kami, memberi fasilitas pendidikan yang luas untuk anak belajar tentang apapun yang disukainya, dan siap sedia memperhatikan perkembangannya sejak dini tentang minat yang mendominasinya. Tidak lupa menyiapkan lingkungan terbaik buat mereka. Lingkungan di mana kita bisa memantau tumbuh kembang anak-anak kita dengan baik. Lingkungan yang dapat bekerja sama membentuk generasi penerus terbaik.

Jujur, bagi saya buku ini lebih cocok di baca oleh para orang tua. Bagaimana sikap ibu Nelson ketika mengetahui anaknya tidak banyak berkembang di TK dan akhirnya memutuskan untuk mengirimnya langsung ke SD di usianya yang masih TK. Keberanian atas suatu keyakinan akan anaknya, patut dicontoh kita sebagai orang tua. Karena setiap anak berbeda dan mereka memiliki kecenderungan dan bakat yang biasanya bisa terlihat sejak mereka kecil. Dan orang tua lah yang paling dekat dan yang paling memahami anak-anaknya, tentang bagaimana caranya pendidikan untuk anak-anak kita.

Tentang persiapan dana pendidikan yang dilakukan keluarga Nelson kecil pun patut menjadi contoh bagi kita para orang tua. Kita tidak pernah tahu pendidikan anak-anak kita di masa depan, apakah lebih mahal atau sebaliknya. Jadi, dukungan finansial itu harus menjadi salah satu prioritas kita sebagai orang tua untuk mempersiapkan pendidikan anak-anak kita.

Lingkungan keluarga Nelson yang well educated secara langsung dan tidak langsung telah membentuk kepribadian Nelson dari kecil. Misal tentang cita-citanya yang mungkin tidak pernah terfikiran oleh anak-anak lain. Di mana seusia Nelson biasanya anak-anak bermimpi untuk menjadi dokter atau polisi. Yup, pekerjaan-pekerjaan standar yang selalu diulang di ruang kelas yang dianggap bergengsi seperti halnya menggambar dua gunung dengan satu matahari yang sangat mainstream itu. Tentang mempersiapkan lingkungan keluarga yang mendukung minat belajarnya adalah hal lain yang saya petik dari buku tersebut.

Terus bagi anak-anak apa dong yang bisa dimaknai, karena bagaimanapun niat dari buku ini adalah anak-anak? Terbukti penyimpanan buku ini pun di rak nya anak-anak. Pun dengan cara penulisan dan penyajiannya, jelas ditujukan untuk anak-anak. Sejelas apa yang dikatakan si penulis bahwa buku ini untuk anak-anak agar mereka tertarik dan menjadikan membaca sebagai hobi, seperti apa yang dilakukan suaminya.

Mungkin halaman awal adalah bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anak kita. Tentang kegemaran Nelson kecil dengan buku dan segala bentuk bacaan lainnya sampai Koran yang identik dikonsumsi orang tua. Apapun ia baca, sampai melakukan latihan badminton pun ia dapatkan dari buku dan hebatnya sampai menjuarai kejuaraan antar kelas. Buku adalah jendela dunia, Nelson kecil telah membuktikannya. Saya harap anak-anak lain yang membaca buku ini pun dapat membuktikannya kemudian.

DSCN1647

Ini adalah halaman kesukaan saya. Di mana Nelson membuktikan buku bisa membuka kunci mimpi.

Atau fokusnya Nelson kecil akan cita-citanya. Ya, dia memang telah menemukan passionnya di usia belia sehingga hal itu telah menarik semua fokusnya.Dan itu sangat bagus. Bisa menjadi teladan bagi kita dan anak-anak kita tahu bahwa menemukan passion sejak kecil itu sangat baik. Menemukan kegemaran kita di masa kecil dan terus memupuknya adalah investasi yang sangat mahal dan besar bagi masa depan anak-anak. Jika kamu menyukai sesuatu selama itu positif, lakukanlah!

Karena banyak yang bisa diambil untuk para orang tua, jadi saya recommended buku ini untuk para orang tua. Anak-anak tentu saja boleh membaca karena memang untuk mereka ditujukan. Tapi, bagi saya pribadi setelah menyelesaikannya, saya pikir di baca oleh orang tua dulu akan jauh lebih bijak .

Karena Maryam belum pandai bicara boro-boro membaca ya, anak usia dua tahun. Jadi, ini sebagai bentuk investasi saya. Sekiranya ada buku bagus, ada rezeki ayo beli. Sehingga ketika Maryam sudah siap, fasilitas pun sudah siap, insyaAlloh. Dan saya pun sudah siap dengan segala konsekuensi yang diberikan oleh setiap bacaan yang saya siapkan untuknya. Termasuk buku ini, kemudian jika Maryam terlintas berfikir bahwa dia pun seharusnya bisa mendapatkan pedidikan selayaknya Nelson kecil. Di sinilah peran orang tua jika kita mendapati bahwa kita mungkin tidak seberuntung orang tua Nelson. Bagaimana kita mem-backup isu ini. Saya yakin dengan membaca buku ini kita para orang tua paling tidak siap selangkah untuk pendidikan anak-anak kita 🙂 .

Advertisements

2 thoughts on “-86- Sebuah Review: Nelson si Kecil yang Suka Baca

  1. Thank you sekali Ummi Mila atas review buku “Si Kecil yang Suka Baca”. Saya sangat gembira dan terkejut waktu found out tentang blog anda. Btw, thank you banget buat point out bahwa buku ini juga baik untuk dibaca oleh orang tua nya. Sebetulnya kalau orang tua nya baca dulu itu lebih baik lagi. Jadi bisa berdiskusi dengan anak nya dan juga point out main points yang bisa di dapat kan sama anak nya sesudah habis baca buku ini. Thank you for your support ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s