-84- Minggu ke dua di Bulan September

DSCN1403

di ambil menggunakan nikon coolpix s3600

Minggu ke dua September aktivitas lagi hectic banget. Dan sampai kalimat pertama saya lupa kejadian minggu kemarin, astagfirulloh. Kembali mengingat-ingat dan ternyata minggu kemarin itu memang saya capek sekali.

Suami sakit. Kalau sudah begitu dipastikan saya jadi single fighter. Mengendarai motor sambil gendong Maryam di depan itu sesuatu ya. Mana Maryam bukan bayi dengan berat di bawah 10kg, belum lagi selama di perjalanan dia gerak-gerak karena ingin melihat pemandangan di depan.

Sebenarnya ditinggal suami perjalanan dinas di mana saya harus melakuan aktivitas apapun sendiri sudah biasa. Tapi yang luar biasa minggu kemarin ya itu karena di tambah abahnya Maryam sakit. Namanya orang sakit ya pastinya ingin di manja, di sayang-sayang, diperhatikan lebih. Membagi empat konsentrasi antara, abahnya, Maryam, kegiatan di rumah, dan kantor benar-benar menguras jiwa dan raga 🙂 .Tapi senengnya tetap masih bisa bercanda, ketawa-ketiwi, pokoknya masih bisa happyyyyy, yeay Alhamdulillah. Makasih banyak buat teman-teman di kantor. Mereka mungkin tidak menyadari percakapan itu dan semua cerita-cerita ringan yang bikin ketawa membuat saya lebih rilex dan kembali bersemangat.

Itulah enaknya punya teman. Walaupun sudah lama sekali saya tidak memiliki teman dekat yang benar-benar dekat secara fisik tapi teman-teman di kantor ini benar-benar menyenangkan. Saya termasuk orang yang sulit make friends. Dari segelintir kecil teman hanya beberapa yang benar-benar dekat. Sekarang ini mereka teman-temn dekat saya itu terpisah jauh. Kangen sekali bercanda, curhat ngalor ngidul, berdebat kusir, berpetualang, dan segala keseruan dengan mereka. Ah, suatu hari nanti insyaAlloh.

Dari semua yang saya syukuri ada beberapa yang benar-benar saya ingin tulis…

1. Bawang Putih

Minggu pertama September kesibukan kantor masih berlanjut seputar PBDT kemudian di tambah Sakernas dan DDA deadline. Pulang magrib menjadi rutinitas seminggu itu yang menjadikan saya lelah untuk memasak. Akhirnya dengan sangat terpaksa kita beli makan di luar, selain menunya itu-itu saja, juga harganya yang kekotaan sekali.

Sebagai perbandingan. Di cisoka desa saya tinggal yang ramenya bisa lebih rame dibanding Wakatobi di beberapa titik tertentu, harga semangkok bakso urat sepuluh ribu rupiah dan di sini dong delapan belas ribu rupiah. Itu kalau siang, malam lain lagi harga baksonya di tempat lain yang buka malam mencapai dua puluh ribu! Harga segini ukuran kota besar seperti Jakarta sebenarnya biasa tapi kan ini, ah, sudahlah di sini juga kan kota situ saja tidak merasa 😛 .

Oke, jadinya dengan menu yang itu-itu saja saya dan suami makan apa dong? Saya nasgor dan suami bakso. Fyi, menu itu-itu saja: bakso, nasgor, warteg, mie ayam, ayam goreng, coto (agak kerenan dikit tempatnya), dan sate. Itu yang tempatnya lumayan keliatan pembelinya.

Iseng sebenarnya dengan nasi goreng, karena mulai bosan dengan menu ala warteg yang biasa di beli. Sementara suami tidak mau ambil risiko dengan menu lainnya. Dia memang sudah percaya sekali dengan yang namanya mie apalagi ada baksonya. Dari keisengan coba-coba itu kok nasgornya lumayan ya. Dan keterusan sampai tiga kali saya beli nasi goreng. Buat apa coba? Buat meresapi bumbu yang digunakan si mas-mas nya 😀 . Akhirnya saya menyimpulkan dan saya yakin bener, bumbu rahasianya adalah bawang putih yang di haluskan! Aroma dan rasa bawang putih yang manis-manis gurih memang terasa tapi saya belum yakin sampai ke tiga kalinya *doyan juga sebenarnya 😀 *. Walaupun saya tahu ada juga mereka pakai MSG.

Nah, karena di minggu ke duanya suami sakit jadi saya tidak bisa seenaknya beli ini itu di luar. Maksudnya menjaga asupan suami, biar makanannya bergizi tidak sembarangan. Masakan rumah saya kira masih lebih sehat apalagi di buat oleh istri ter 😛 . Baiklah, dengan bekal tebak-tebakan bumbu rahasia itu saya mulai mencobanya dan percobaan pertama gagal. Bawang putihnya kurang garing, harusnya sampe agak kecoklatan biar harum. Besoknya nyoba lagi, karena saya tidak pakai MSG penggantinya pakai gula dan akhirnya nasi goreng bawang putih ala mas-mas tersaji sudah di rumah, Alhamdulillah. Walaupun agak beda sedikit karena MSG tapi menurut saya punya saya lebih enak dan sehat, ehm…

Ditmabah irisan bawang merah, sayur sawi, seledri, dan telur mmm yummy…Oh ya saya memang pecinta segala jenis bawang jadi tidak masalah pakai bawang apapun sebanyak apapun. Bagi yang alergi atau tidak doyan sama sekali bawang karena bau lah apalah apalah yah sayang sekali tidak bisa menikmati the best fried rice ever 😛 !

2 Tempe Emih

Tempe menjadi alternatif memasak yang super cepat. Beri sayatan halus di permukaan tempe, potong-potong sesuai selera, beri bumbu bisa pakai garam, lada dan gula, goreng, dan jadi. Tempe ini pernah menjadi menu wajib harian. Memasaknya pun jarang pernah macam-macam, cuma kasih bumbu garam dan lada, sesekali pakai juga tepung bumbu atau ulekan bawang putih garam, semuanya biar cepat pat.

Dan minggu kemarin saya keinget dengan bumbu si emih *ibu saya*. Kebetulan juga saya ada beli asam jawa, jadi pas lah saya mau coba resep nya si emih. Gampang sih, yang beda cara ngasih bumbunya. Kalo yang biasanya dibumbui dulu baru di goreng, kalo yang ini kebalik. Goreng dulu si tempe yang sudah disayat dan di potong. Siapkan bumbu terdiri dari garam, gula merah jawa, dan asam jawa. Siram semua bahan dengan air panas, dan cicipi rasanya harus asin manis asam, seger! Angkat tempe dan celupkan ketika masih panas ke dalam adonan bumbu tadi. Guling-gulingkan sampai merata dan siap deh di santap dengan nasi panas. Nagih! Cobain gih!

3 Susu teh

Tidak seperti biasanya minggu kemarin suami saya minta dibelikan susu. Padahal dia bukan salah satu penikmat minuman tersebut. Tapi mungkin karena sakitnya itu. Jadi, dibelilah satu botol kaleng susu indomilk fullcream gold. Saya beli yang ini karena menurut saya susu ini yang paling kerasa susu nya. Kan, ada tuh susu kalau diseduh kerasanya bukan susu tapi manis aja gitu.

Dan si susu yang memang bukan minuman kesukaannya tidak banyak dikonsumsi suami. Akhirnya ngejogrok lah dia di kulkas. Dan kembali lagi saya yang tukang ngabisin. Walaupun saya suka susu tapi lambung saya kurang bersahabat. Entahlah, setiap selesai minum susu suka kembung. Jadi saya pun jarang sebenarnya minum susu. Karena sayang masak di buang akhirnya saya minum dengan mencampurnya bersama teh atau kopi.

Nah, pas minum teh susu ini keinget artikel yang pernah saya baca dulu sekali. Manakah yang paling benar dan enak ketika membuat segelas teh susu, membuat susunya dulu kemudian mencampurnya deng teh atau sebaliknya? Pertanyaan yang sekilas konyol, ya harusnya pake cara manapun hasilnya tetap sama: susu teh!

Tapi ternyata beda. Menurut saya membuat teh dulu kemudian menuangkan susu lebih enak jadinya. Susu teh nya terasa kesat-kesat ala teh gitu. Berbeda kalau susu dulu berasa susu semua. Tapi kan relatif, kalau kamu?

4 Paud

Daaan puncaknya adalah Maryam nyoba masuk PAUD, horeee! Walaupun Cuma baru nyoba dua hari tapi itu sudah sangat menyenangkan buat saya dan Maryam. Saya tahu Maryam penasaran dan senang tapi dia masih malu-malu kucing dan as usual Maryam butuh adaptasi yang lumayan lama.

Dia masih belum bersahabat dengan…. orang dewasa! Selama dua tahun ini bisa saya sebut pakai sepuluh jari manusia dewasa yang bener-bener bisa dekat sama Maryam. Dekat dalam artian Maryam tidak nangis dan mau main sama dia.

Dia mau main sama teman sebayanya, dia juga senang dengan semua permainan di PAUD itu. Mungkin meluangkan waktu lebih banyak di PAUD akan lebih baik. Sayangnya saya masih belum bisa bersahabat dengan waktunya Maryam. Mungkin minggu ini saya akan mulai nyari PAUD lain yang lebih bersahabat dengan waktu, dalam artian yang ada hari sabtunya. Jadi, saya bisa full time jagain dia di hari itu *tanpa rasa bersalah*. Di PAUD yang ini enaknya di kantong, murah sekali. Hanya bayar iuran Rp10.000/ bulan, murah sekali kan. Tapi ya itu dia waktunya kurang enak bagi saya, hanya senin sampai jumat.

Semoga minggu-minggu selanjutnya lebih menyenangkan, penuh berkah, dan selalu lebih baik dari semua sisi, aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s