-81- Jatuh

Beberapa hari ini Maryam hobi sekali menceracau  “ma ma ma ma ma ma…!” dengan suara tinggi melengking yang diakhiri dengan tertawa terbahak-bahak. Lucu. Dan itu berulang, terdengar lucu mungkin ya. Atau dia merasa terpesona dengan suaranya sendiri? semuanya menjadi hal yang sangat misteri. Karena dunianya adalah kesenangan. Kita saya sendiri sebagai ibu tidak bisa menjangkaunya, cukup mendukungnya untuk terus menceracau kata-kata lainnya.

Hobinya memanjat dan menggelantung. Memanjat kursi kemudian meja, menggelantung di meja dengan perut sebagai tumpuan. Orang yang baru pertama kali melihat mungkin akan cemas, tapi bagi saya hal tersebut sudah menjadi pemandangan setiap harinya. Kagum jadinya dengan keseimbangannya. Motor sudah biasa ia panjati. Bahkan botol aqua pun menjadi ajang panjat-memanjatnya, dan hebatnya lagi dia bisa berdiri di atasnya. Beberapa kali pernah jatuh dan ia tidak pernah berhenti untuk terus mencoba walaupun selalu ada masa takut mencoba kembali. Tapi sejauh ini dia selalu berhasil mengalahkan rasa takut akan trauma.

Kemarin dulu, mungkin dua atau tiga hari yang lalu, dia sempat jatuh, jatuh terparah selama ini. dia sedang asyik terlalu asyik dan bersemangat malah, bermain dengan salah satu teman kantor. Loncat-loncat di lorong kantoe. Waktu itu saya sedang sholat magrib. Tidak lama terdengar suara nyaringnya menangis menjerit. Saya masih biasa saja, memang Maryam sering tiba-tiba menangis menjerit. Eh, pas dilihat bibirnya terluka dan sudah mulai membengkak, saya tidak tega melihatnya. Baru tahu perasaan seorang ibu yang tidak berani melihat anaknya di rumah sakit. Iya beneran saya tidak berani melihat bibirnya. Saya menggendong, mengayun, menenangkannya, dan Alhamdulillah tidak lama ia berhenti dan masyaAlloh langsung bermain lagi!

Padahal kata abahnya, darahnya banyak sekali. Beruntung waktu kejadia bukan saya, entahlah apa yang terjadi dengan rasa takut ini. Tapi, sepertinya insting seorang ibu akan mengalahkan segalanya, saya percaya. Saya jadi ingat dulu sekali saya pun pernah mengalami luka yang sama di bibir. Waktu itu masih SMP, pulang sekolah hujan, terus naik ojek yang ternyata motornya lagi ngadat. Sepanjang perjalanan sering sekali berhenti malah saya merasanya si mamang tukang ojek ini rada memaksakan motornya. Tak ayal pas di tanjakan, ia meng-gas motornya terlalu kencang atau bagaimana, saya lupa. Tapi, akhirnya saya mendarat di aspal dengan muka yang tak tertahankan mencium jalanan beraspal. Semingguan mungkin saja “jading”. Malu rasanya, saya selalu menutupi bibir waktu itu dengan tisu.

Tapi, Alhamdulillah maryam tidak lama penyembuhannya. Hari ini hari ke tiga sejak peristiwa itu, saya lihat bibirnya sudah kembali normal.

Selang dua hari dari peristiwa cium tegel, maryam pun jatuh di halaman kantor berbatu. Kejadiannya lagi-lagi malam. Kali ini menjelang isya. Waktu itu dia lari mengejar saya yang sudah jalan duluan kea rah motor. Eh tak tahunya malah jatuh. Nangis kenceng, saya pikir ya sudah biasa. Saya angkat masih nangis. Sebenarnya curiga ni anak luka, tapi waktu kejadia saya tidak mendapatinya. Mungkin karena cahaya dan kita juga terburu-buru mau pulang. Jadi, ya sudah jalan. Dan maryam nya juga pas naik motor langsung berhenti nangisnya. Lega.

Malamnya pas dia pules. Saya lihat dia ada garuk-garuk bagian kaki, astagfirulloh, lecet-lecet plus ada sedikit darah di sana. Maryamku, masyaAlloh …

Sering memang maryam jatuh dan dia tidak menangis langsung berdiri dan bermain lagi, terjadi ketika dia memang dalam kondisi senang. Tapi kalau lagi bête, bosan, jatuh sedikit saja meraung-raungnya masyaAlloh. Bahkan sengaja suka membenturkan kepalanya ke lantai, dan kemudian menangis sambil mengusap-usap kepalanya yang sebenrnya saya yakin tidak sakit, hihi…iya sih dia caper. Lagi pengen dimanja, lagi pengen diperhatikan.

Kalau sudah begitu mau tidak mau sebagai orang tua harus siap merangkulnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s