-79- Lagu?

Saya sebenarnya penyuka lagu, seneng dengerin lagu. Mungkin ada hubungannya dengan memori masa lalu. Saya dibesarkan di era di mana dunia tipi sedang meniti tangga kejayaannya. Dan di era di mana radio sangat populer. Radio kan mainan utamanya musik ya alamat deh telinga saya lebih sering dicekokin lagu.

Waktu itu tahun 90an lagu yang nge-heitss adalah pop pop nge rock gitu ratunya tiada lain tiada bukan adalah Nike Ardila. Sampe sekarang hapal saya beberapa lirik Teh Nike. Kemudian masuk awal tahun 2000an group band mulai muncul dan sedikit demi sedikit mereka menguasai belantika musik tanah air. Wayang, Gigi, SO7, Padi, dan lain-lain buanyak, selain easy listening beberapa lagu tampak nyata puitis, malah beberapa lagu menurut pengamatan awam saya penuh makna.

Semakin tinggi usia, lagu cintrong-cintrongan semakin terasa ganjel kemudian hambar. Saya mulai melirik dan menyenangi lagu-lagu yang mengangkat tema sehari-hari yang lebih sederhana dan nyata. Kemudian ketemulah lagu-lagu Nugie yang ternyata walaupun liriknya sederhana tapi enak didengar, franky sahilatua, dan Ebiet.

Walaupun saya suka denger musik tapi saya berusaha sekuat tenaga untuk menghindarkannya dari anak. Bukan apa-apa, saya ingin memberikannya memori yang baik selagi ia masih putih. Saya tahu suatu hari nanti ketika ia besar, lagu, musik itu sendiri tak terhindarkan. Bisa ia dapati di manapun. Sekarang ini selagi saya masih bisa menghindarkan saya akan lakukan.

Haram?

Saya tahu ada yang mengharamkan, yah pasti ngeri juga kalau sudah berurusan dengan yang haram-haram. Walaupun masih saja kita lakukan. Tapi bukan itu. Sampai saat ini saya belum begitu mencari tahu hadits nya. Dan karena masih ada yang membolehkan, saya kira masih abu-abu. Jadi, saya sendiri masih suka dengerin walaupun tidak se-intens dulu.

Terus?

Karena lebih ke pengalaman pribadi. Entah kenapa, kalau lagi melow atau termenung melihat keadaan suka kepikiran lagu atau lagi di bus terus ada pengamen lagi nyanyi kok jadi terbawa-bawa gimana gitu, jadi berasa bintang video klip! Katanya hal ini terjadi karena memori masa lalu. Karena dulu sering mendengarkan lagu, dan hari ini ada yang nyanyi lagu itu lagi jadi kayak de javu gitu terus ngikutin nyanyi deh, dalam hati dong.

Dari sana jadi kepikiran coba ya memori masa lalunya seperti lantunan ayat suci, suatu hari denger orang ngaji kan jadinya keinget dan kepengen ngikutin. Itu yang ingin saya lakukan untuk anak. Biarlah kalau masalah dunia seperti musik dia akan dapati sendiri ketika besar nanti bak kacang goreng tapi menciptakan memori yang baik baginya sejak dini, rasanya itu yang harus saya lakukan dan susah tapi harus.

Selain itu hati-hati, iya mengambil aman untuk anak rasanya lebih bijak daripada mengikuti ego sendiri. Saya sih pengennya dengerin musik sambil ngentri misalnya, tapi kan ada anak. Yah namanpun buat anak ingin memberikan yang terbaik selagi bisa dan mampu, berhati-hati karena ada sebagian yang mengharamkan saya rasa lebih baik.

Suatu saat ketika engkau dewasa anakku, ingatlah lantunan ayat suci, hafalkan dan fahamilah ia. Karena anak yang soleh adalah harta tak ternilai bagi orang tuanya.

Maryam

be a good muslimah

love you to the moon and back…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s