-62- Tips Mengatasi Ikutan Pasca Imunisasi

DSCN0696

Ikutan pasca imunisasi di sini adalah hal yang umum terjadi ya, seperti demam dan bengkak. Ibu baru mana sih yang tidak khawatir mendapati anaknya bengkak ditambah demam setelah divaksin? Kekhawatiran ini biasanya karena kita tidak dibekali informasi yang cukup. Kita tidak tahu bahwa setelah divaksin BCG akan meninggalkan bekas yang ternyata akan terbawa seumur hidup si anak. Mendapati lengannya bengkak kita lantas khawatir kepikiran macam-macam apalagi hidup kita tidak jauh juga dari antivaks tambah dag dig dug deg deh rasanya. Saya dulu juga begitu 🙂

Informasi yang minim dari tenaga kesehatan di posyandu membuat saya rada was-was mendapati Maryam badan nya demam dan bengkak di lengan. Waktu itu nakes hanya kasih saya paracetamol dan bilang kalau demam obatnya kasihkan. Sudah itu, yang sampai hari ini alhamdulillah belum pernah saya berikan dan kemudian saya tahu menjadi keputusan yang tepat. Karena obat, terutama paracetamol ini setelah saya baca-baca bisa menurunkan kinerja vaksin. Jadi ya, kurang maksimal lah vaksinisasinya.

Sebenarnya informasi memang sangat membantu ketenangan tapi rasa khawatir itu tetap ada, wajar. Demam pada tiap anak juga berbeda jadi ya wajar khawatir. Pengalaman yang dialami ibu A tidak sama dengan ibu-ibu lainnya. Pada akhirnya tentang teknik penanganan dan manajemen hati dari rasa khawatir pengalaman akan mengajarkan kita jauh lebih baik. Namun, tidak ada salahnya berbagi karena paling tidak kita tahu hal-hal seperti demam dan bengkak adalah sesuatu yang wajar pasca imunisasi. Hampir semua ibu dan anak mengalaminya, so, yakin dan tenanglah kita tidak sendiri.

Oh ya, fyi, demam itu salah satu indikasi bahwa proses vaksinasi anak kita berhasil. Tapi, bukan berarti anak yang tidak demam sebaliknya ya. Intinya demam pada beberapa anak adalah hal yang bagus untuk mengetahui bahwa vaksinasinya sudah berjalan dengan baik. Jadi, malah jangan takut untuk pergi vaksin hanya karena alesan demam ini ya.

Ini kan tips ya? kok panjang preambule nya 😀

Oke oke oke, ini yang mau saya share…

Tips yes karena saya pernah mengalaminya.

1. Keep calm. Beneran deh bukan basa-basi yang basi, anjuran tetap tenang memang harus diupayakan.

2. Untuk menjaga kewarasan kita agar tetap tenang, sering-seringlah cari informasi tentang vaksin salah satunya bisa ikut gabung di group Gerakan Sadar Imunisasi (Gesamun) di Facebook.

3. Kalau anak demam jangan terburu-buru tergoda memberikannya obat penurun panas. Cobalah sehari kita upayakan teknik yang alami, semisal intens memberikannya ASI, sesering mungkin menggendongnya atau memeluknya, dan mengompresnya dengan air hangat. Ribet dan bikin capek seharian plus semalaman, buat anak rasanya tidak akan terasa. Kalau pada Maryam demam hanya sehari semalam, alhamdulillah besoknya sudah pulih seperti sedia kala.

4. Jangan memaksa memberikan ASI, alamiah saja, kalau anak minta ya kasih. Pokoknya selalu siap sedia jika ia menangis minta nenen. Biasanya kalau dipaksakan jatuhnya muntah.

5. Bila setelah sehari demam tidak kunjung turun segeralah konsultasi dengan tenaga kesehatan terdekat.

Sederhana tapi selalu prakteknya lebih ribet. Nikmati setiap prosesnya karena setelah hujan badai terkadang kita menemukan lengkungan pelangi yang begitu indah …

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s