-58- Mengolah Buah Sukun

Bismillah.

DSCN0649pemandangan di Bawah Pohon Sukun (BPS)

Pada tau kan buah sukun? Buah yang penampakannya mirip nangka dan cempedak dalam size kecil. Lebih sering dikonsumsi dalam bentuk gorengan ketimbang buahnya langsung yang masak. Menurut orang sini karena jarang sekali buah sukun yang bertahan sampai masak di pohon, kalau tidak diambil untuk digoreng, dijual, atau jatuh tertiup angin. Semua opsi berlaku di sini :v  ya di goreng, di jual, yang jatuh pun buanyak.

Di halaman kantor saya -kebetulan saya bekerja di BPS dan akhir-akhir ini saya memang sering bekerja di BPS yang saya sebut di atas kependekannya- ada dua pohon sukun yang sudah sangat besar, buahnya pun lebat sampai jatuh ke mana-mana. Bagaimana lagi si Maryam lagi seneng-senengnya jalan ke sana ke mari dan tempat favoritnya adalah BPS. Terpaksa deh saya juga mangkal di sana :v

Di tengah cuaca terik pohon sukun adalah oase tersendiri. Duduk di bawahnya kenikmatan tersendiri. Mengawasi bocil ke sana ke mari saya asik duduk manis sambil sesekali menatap layar samsong 😀 . Bisa sejaman lah kita di sana. Karena sekarang lagi musimnya ya mau tidak mau kita ketemu juga dengan sukun yang tak berdaya tergeletak di halaman kantor tertutup rapi batako. Sekali dua kali cuek. Karena saya tahu betapa repotnya mengolah buah yang satu ini. Getahnya itu lo!

Tapi sejak salah satu teman di kantor membawakan gorengan sukun dan ternyata enak: renyah kriuk-kriuk dan gurih nikmat lagi dicocol sambel, saya jadi terinspirasi untuk mencoba. Daripada ngemil gorengan dari luar terus sekali-kali goreng sendiri kan lebih terjamin kesehatan dan kepuasannya 🙂

Baiklah jadi akhirnya saya ambil juga satu buah sukun. Barangkali ada yang belum tahu penampakan buah sukun, lihat gambar di bawah ya.

DSCN0645Percobaan pertama lumayanlah masih bisa dimakan tapi masih rada gatal dan tidak renyah. Kedua kalinya saya konsultasi dulu dengan ahlinya. Ternyata biar renyah sukunnya dipotong tipis, setelah dicuci bersih dari getah diberi garam dan digoreng dalam minyak panas yang banyak sampai sukun terendam. Selain itu agar tidak nempel getahnya, ketika memotong usapkan minyak goreng di ke dua telapak tangan dan pisau. Getahnya sangat mudah dibersihkan ketimbang tanpa minyak goreng.

Baiklah ini yang saya baru lakukan.

DSCN0664

Buah sukun dikupas sampai benar-benar putih, hilang semua kulit hijaunya. Belah menjadi dua bagian seperti gambar di atas. Sukun yang telah dibelah dua kembali dibelah dua persis di tengah sehingga menjadi sukun seperempat lonjong :v lalu diiris tipis-tipis sisakan tongkolnya.

 DSCN0719

sukun diberdirikan dan iris mengelilingi tongkol.

DSCN0720

Ini penampakan tongkol. Sudah buang.

DSCN0716Cuci bersih beri garam dapur, campur merata.

DSCN0721

sudah jadi, kriuk-kriuk dan gurih, coba saja 🙂

DSCN0722

Gorengan sukun yang berongga paling atas adalah yang terkriuk dari seluruh bagian sukun. Jadi, usahakan ketika mengiris dapatkan permukaan berongganya.

Segitu saja, mudah, sederhana walau agak ribet karena proses memotongnya yang yah begitulah tapi terbayar: uenakkk!

selamat mencoba.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s