-53- Memilih Baju buat Balita

Bismillah.

Baju yang mau saya ceritakan di sini dress ya yang biasanya berbahan kain katun. Kenapa, karena saya memiliki pengalaman yang bisa menjadi pelajaran bagi saya sendiri yang yah kurang telaten merawat baju. Kalau baju keseharian yang lain semacam kaos-kaos rasanya masih biasa-biasa saja. Amanlah sejauh ini.

Menginjak usia 12 bulan saya mulai memperkenalkan Maryam dengan pakaian panjang aka gamis. Gamis yang tentunya dibuat khusus untuk balita. Dari segi ukuran dan corak cocoklah untuk balita. Sebagai ibu-ibu baru tentunya menyenangkan bereksperimen dengan pakaian-pakaian si kecil. Ingin coba dipakaikan inilah itulah, tidak terkecuali saya.

Jadi, mulailah saya berburu gamis bayi. Penampakannya lucu-lucu. Saya tidak terlalu direpotkan dengan bahan karena hampir semuanya berbahan katun jepang. Yang membedakan kualitasnya mungkin soalnya di situ tertulis katun jepang grade A, B, dan C. Harganya pun menyesuaikan semakin ke A semakin mahal.

Saya hanya dipusingkan dengan corak dan modelnya yang semuanya unyu-unyu. Rasanya ingin semua dibeli. Kalau pake daun asik kali ya. Akhirnya jatuhlah pilihan saya pada gamis berwarna merah. Saya beli dua pertama kali, ukuran 6-12 bulan XS dan ukuran 6-12 bulan S. Berbeda panjang kalau tidak salah ingat dua senti antar ukuran.

Ketika datang itu gamis memang lucu, puas lihatnya ingin segera dicobakan. Pertama dicoba juga bagus yang ukuran XS pas. Keduanya berwarna merah, entahlah tidak ada tendensi apapun langsung kepincut saja. Ukuran XS dress seperti gamis pada umumnya cuma lebih kiyut karena berwarna merah ngejreng, berbunga-bunga, berempel, dan berpita manis di dada. Satunya lagi gamis dengan semacam cardigan, rompilah lebih tepatnya: Gamis lengan pendek dipadu dengan rompi lengan panjang.

Pertama kali dipakai waktu mudik lebaran Tahun 2014 kemarin. Satu hal yang baru saya sadari rempel di tangan yang memang maksudnya bagus biar jauhnya ngepas ke pergelangan tangan malah menjadi petaka buat Maryam waktu itu. Rempelnya itu malah membuat jejak merah melingkar di pergelangan tangan. Maryam sepertinya tidak nyaman, entah karena peredaran darah yang jadi tidak lancar atau bekas lingkaran merah itu jadinya gatal. Entahlah yang pasti akhirnya saya potong tali karetnya biar longgar.

DSCN0635itu karet putih di pergelangan tangan saya potong.

Karena hal ini saya belajar kemudian hari kalau mau beli gamis lagi menghindari lengan berkaret. Kalaupun memang ada karetnya seharusnya diusahakan jangan ngepas ke lengan anak. Selain membuat jejak merah bekas karet sepertinya gatal dan aliran darah jadi kurang bagus ke jemari, waktu disetrika pun rada susah *ini mah ibunya saja yang tidak tahu triknya ya*.

Selain karet di pergelangan tangan saya juga kurang sreg dengan pita di dada. Kesannya memang bagus tambah cantik ketika dipakai tapi lagi-lagi susah nyetrikanya. Membenarkan agar pitanya persis pertama kali beli itu susah sekali, akhirnya mencong-mencong tidak rapi.

DSCN0633susah ngebenerin pitanya.

Makanya pas beli lagi yang kedua kalinya saya menghindari kedua hal tersebut. Walaupun masih ada pita tapi ini pitanya tidak susah dirapikan. Coba deh dilihat model yang ini kalau menurut saya secara kenyamanan untuk balita sudah oke.

DSCN0637Pitanya mudah dirapikan, model hanbook.

DSCN0638pergelangan tangan longgar tanpa karet.

Baju terakhir yang saya beli ukuran 12-24 bulan. Dan alhamdulillah puas sekali tidak perlu potong-potong karet lagi.

Semoga bermanfaat ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s