-43- Tiga

Dalam kurun waktu tiga tahun, mungkin inilah saat yang terberat bagi kita. Berat karena sampai mempengaruhi psikologis kita. Gak mood ngapa-ngapain, bingung harus melakukan apa, merasa tidak berarti, dan oh harus bagaimana ini. Dan pengaruh psikologis itu menjalar sampai ke fisik. Mulai dari sering pusing, migraine, lemes gak karuan, dan mendadak lapar terus.

Rencana yang sudah dibangun di awal nikah dan kami pupuk terus-menerus sampai akhirnya tidak tahu lagi, apakah ini rencana yang terbaik? Kecewa. Karena kita tidak memiliki planning yang lain. Karena kita tidak memprediksi hal lainnya. Berharap akan semudah yang diharapkan. Kita lupa selalu ada ujian di sana.

Butuh beberapa hari bahkan minggu sampai akhirnya kita recovery dan memulai lagi. Mulai dengan mimpi yang baru. Dan kali ini harus menggairahkan juga menantang. Ah, manusia hanya berencana dan berikhtiar pada akhirnya Alloh lah yang menentukan. Dan tentu sabar, ikhlas dan tawakal adalah kunci untuk selalu bertahan.

Tapi, mari kita lupakan masa-masa sulit itu. Masa depan menanti, tidak baik terus-terusan kecewa. Lagipula mau kecewa sama siapa? Sama diri sendiri, oke, dan ini waktunya move on…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s