-39- Resep Rahasia

Saya bilang resep rahasia karena hal-hal yang mau saya ceritain ini baru saya tahu ketika sudah menikah dan menggeluti dunia dapur secara kontinyu dan konsisten *secara masak tiap hari ya*. Dulu, mana mau saya usek-usek di dapur. Tidak tau kenapa kok rasanya membosankan, baru bantu menggoreng pikiran udah ke mana-mana, ingin mengerjakan ini lah itu lah. Jadinya selama di dapur saya tidak pernah fokus. Sekarang, mau tidak mau harus.

Kata kakak sepupu masak mah nanti juga ahli kok, iya sih kebukti, bukan ahli yang seperti chef-chef paling tidak enak untuk dimakan seluruh keluarga. Ahli karena terpaksa dan dipkasa tepatnya. Ngebayangin hal-hal yang berbau paksaan gimana gitu ya, tapi buktinya setelah nikah hal-hal ini yang dulu saya mikirnya keterpaksaan ternyata sangat asyik dijalani. Naluri perempuan atau gimana saya langsung bisa kok menggoreng tanpa gosong, hehe…Intinya jangan takut nikah karena gak bisa di dapur, semua akan berjalan dengan sendirinya.Dan menjalani hal-hal yang baru itu mengasyikan loh, ada saja lucu-lucunya. Heish jadi ngelantur…

Berikut ini resep-resep rahasia saya yang baru saya temukan, entah itu hasil baca-baca di internet, pengalaman sendiri di dapur, atau hasil tanya-tanya temen *yang ini masih jarang*.

1. Dadar Telur

Ternyata menggoreng dadar telur itu akan lebih enak dengan cara begini: tumis bawang merang dan putih, saya ditambah irisan wortel pake blueband. Goreng sampai harum dan kecoklatan. Angkat dan masukkan ke dalam kocokan telur yang sudah dibumbui pakai garam, merica, dan gula pasir. Kocok lagi sebentar, goreng deh. Rasanya lebih gurih, harum bawangnya kerasa banget, dan sayuran tambahannya pun sudah masak. Enak!

Trik ini baru saya dapatkan kemarin, iya baru dua haria saya tahu. Teman-teman sudah ada yang tau belum? atau sebenarnya ini adalah resep biasa yang entah bagaimana saya baru mengetahuiny*sungguh sangat kudet*. Tapi saya bahagia akhirnya bisa membuat dadar telur yang uenak.

2. Mie Instan

Saya dan suami doyan sekali makan mie instan. Gak sehat sih tapi gimana kita suka, hoho. Kita kalo masak mie ya biasa-biasa saja sesuai petunjuk di pembungkus mie nya. Gak yang heboh ditambahin hiasan macem-macem. Paling tambah telur lah standar.

Nyetok mie sudah jadi kebiasaan, soalnya suami juga sering kelaperan tengah malam, alternatif termudah ya mie. Kemarin dulu adik ipar tinggal di sini. Dia itu yang masak mie rada-rada aneh buat saya. Dia itu ya kalau masak mie goreng suka pake kuah yang banyak. Mana kerasa ya bumbunya. Karena penasaran saya punn nyoba dan enak loh! Serius bumbunya tidak terlalu kuat jadinya tapi enak. Karena hal itulh kemarin tidak biasanya saya nyetok mie kuah supermi ingin percobaan seperti mie goreng. Jadi, mie kuahnya dibuat seperti mie goreng tanpa kuah atau dengan sedikit kuah, ternyata enak. Bener enak, coba deh.

3. Tumis Kangkung

Selama ini saya paling malas masak kangkung: malas nyianginnya. Masaknya pun ribet soalnya harus banyak kan karena kangkung ini sebanyak apapun nantinya jadi sedikit tinggal seperempat biasanya. Tak sengaja suatu hari saya masak kangkung, karena malas ngebolak balik saya diamkan saja terus ditutup pake tutp panci wajannya. Setelah layu baru saya bolak-balik. Eng ing eng enak loh. Ternyata resep kangkung yang enak itu menurut saya harus ditutup ketika dimasak. Rasanya lembut aja si kangkung, lembut yang bukan lembek ya. Cobain deh.

4. Tempe Goreng

Saya sepakat ketika adik ipar bilang tempe di sini gak enak. Emang ketika masak tempe gak seenak di kampung kita sih. Saya kalo masak tempe kayak mau bakar daging merah: si tempe setelah diberi sayatan saya lumuri pake garam dan merica, udah gitu aja terus goreng. Rasanya lumayan, tapi saya senang karena praktis, cepat.

Waktu itu saya lagi BW dan ketemu di sini. Si empunya blog juga lagi cerita masalah tempe yang menurutnya tidak enak. Ternyata bukan tempenya kok yang tidak enak melainkan cara memasak kita. Untuk beberapa hal mungkin saja tempenya yang tidak enak. Karena saya penasaran, saya pun mencoba resepnya. Pake bawang putih dan garam terus tambah sedikiiiiiit air *airnya cuma buat bikin lembab*. Potong-potong tempe lumuri sambil ditekan-tekan potongan tempe di bumbu terus goreng. Harus, gurih, hmmm ini dia, ini baru tempe goreng. Enak aja gitu.

Itu rahasianya, hehe. Iya saya tau, mungkin bagi sebagian orang hal tersebut bukan rahasia malah rahasia umum kali ya. Tapi, menemukannya sendiri itu, susah digambarkan senengnya.

Nanti kalau ada yang baru saya mau post lagi. Rahasiah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s