-36- Gendongannya si Maryam

Mencari, menemukan, dan memutuskan untuk membeli gendongan bayi sepertinya hal yang paling susah-susah gampang selama melakukan perburuan barang-barang kebutuhan bayi. Saya pikir gendongan modern yang dijual di swalayan dan supermarket itu sudah oke lah. Jadi, saya tidak ambil pusing. Ketika berburu perlengkapan bayi ya dengan mudahnya saya ambil saja gendongan instan model samping *kain panjang*. Senengnya punya gendongan instan yang menurut saya kelihatannya asik: asik dipake jalan. Selain model kain panjang saya juga beli gendongan untuk hadap depan. Model ini saya suka dari awal, kelihatannya simple dan mudah dan lagi akan cocok dipakai oleh para bapak. Saya pun asal beli dong, yang penting kan hadap depan. Saya tidak pernah sama sekali terpikir bahwa di luar sana ada orang yang concern dengan yang namanya gendongan. Cuma gendongan gitu loh, gak pake pun gak masalah, iya tidak?

Maryam pun lahir, dan apa yang terjadi? Saya tetap dong pede menggunakannya walaupun sebenarnya kurang nyaman. Ceritanya saya ingin menghibur diri atas uang yang telah dibelanjakan dan gengsi sama si Emih yang tetap keukeuh bilang pakai samping biasa saja lebih enak. Rasanya tidak terima saja, di zaman yang sudah serba instan ini masih pakai gendongan biasa dengan kain super panjang. Dan jauh di lubuk hati, saya akui dibandingkan kedua gendongan modern yang saya beli itu, kain samping lebih nyaman. Nyaman karena terasa kuat ketika dipakai. Tidak khawatir kedodoran. Bayi pun pas menempel di tubuh kita.

Berikut adalah gendongan-gendongan yang pernah menemani Maryamku.

1. Kain Samping

Orang sunda bilang khususnya di daerah saya kain seperti gambar di bawah adalah samping. Setiap anak lahir di desa saya hampir dipastikan akan memiliki samping. Samping ini menjadi kebiasaan sanak keluarga memberi hadiah ketika si kecil lahir. Samping punya Maryam sudah memenuhi dua rak lemari ukuran besar. Kainnya ketika masih baru agak kaku dan berbau batikan *kain yang baru dibatik*. Setelah beberapa kali cuci kainnya akan semakin lemas dan enak dipakai. Harganya pun bervariasi tergantung motif dan cara membatiknya. Motifnya semakin unik dan sulit semakin mahal apalagi dibatik pakai tangan, sudah pasti muahal.

???????????????????????????????Samping hadiah si kecil ini biasanya di kisaran harga 30.000IDR s.d 200.000IDR. Semakin dekat ikatan keluarga maka harga samping pun biasanya semakin mahal. Karena desa saya terletak tidak jauh dari Kota Cirebon maka motif khas cirebon sebangsaning mega mendung banyak berkeliaran.

Bentuknya yang panjang kurang lebih dua meteran cukup nyaman bahkan bagi yang terbiasa tergolong sangat nyaman ketika digunakan untuk menggendong. Samping biasanya digunakan dengan cara menyamping atau yang biasa dilakukan oleh kain jarik. Menggendong terlalu lama biasanya sih saya pegel di bahu, selain dia tidak ada ganjelan biasanya karena ikatannya yang kuat mencegah bayi melorot, hal ini malahan membuat bahu cepat pegal dan sakit. Karena kainnya yang lemas so pasti mudah dilipat jadi enteng lah kalau mau dibawa-bawa.

Biasanya kalau di kampung saya rekomen ataupun tidak kain samping ini akan selalu ada ^^.

2. Gendongan jarik instan

Gendongan instan kain yang ini sebenarnya enak di bahu karena pas bahu dia menggunakan pad yang empuk jadi tidak sakit kalau agak lama gendong. Tapi, ya itu, dia tidak pas rasanya kedodoran terus. Posisi bayinya menurut saya terlalu bawah. Itu sudah dikencangkan maksimal bayi tetap berada di bawah di sekitar perut. Mau saya itu bayi di sekitaran dada gitu. Habis itu pakainya pun agak ribet, karena saya kesulitan mengencangkannnya. Dia menggunakan dua ring untuk mengencangkan ikatan di bahu dan susah, saya tidak tahu trik untuk mengencangkannya.

Sebenarnya gendongan model ini kurang baik khususnya buat newborn. Alas gendongan tidak mendukung si kecil berbaring lurus, malah membuat bayi melengkung jika saja tidak ditopang dengan tangan. Selain itu, kain alasnya pun terlalu panjang dan lebar untuk ukuran newborn, sehingga bayi amblas begitu saja. Padahal gendongan yang baik terutama untuk newborn adalah gendongan yang sebisa mungkin melengket/ melekat dengan tubuh kita, jarak denga kepala kita pun tidak terlalu jauh malahan dianjurkan dekat. Hal ini untuk memastikan keamanan si kecil melalui look, listen and feel.

gendongan samping2Ini penampakan gendongan instannya. Punya saya persis seperti ini.

3. Gendongan jenis carrier (aka gendongan ransel)

Gendongan ini terpaksa saya memakainya sampai usia Maryam 13mo, waktu itu mulai pakai nih gendongan di usia 7mo. Itu pun hanya sekali-sekali karena khawatir dengan selangkangannya kalau terlalu sering.  Ketika dipakai itu kaki maryam terjuntai, otomatis berat tubuh bertumpu di selangkangannya. Ke saya pun rasanya berat, belum lagi pad nya tidak ada busanya jadi sakit di bahu.

g. jerry babypunya saya seperti ini.

Ini nih penampakannya, karena terintimidasi yang pake bule jadinya saya pikir bagus lah *duh apa coba alasannya, enggak banget*. Untuk bagian punggung sebenarnya sudah bagus karena dia menutupi sempurna hanya saja saya kurang setuju dengan kakinya yang menjuntai itu. Lihat di gambar, ketika di gendong kaki anaknya dari mulai paha menjuntai kan. Padahal kan maunya yang menjuntai ya betis aja, jadi beratnya disebar ke paha juga.

Sekarang gendongan ini sudah saya musiumkan.

4. Wrap (Moby Wrap)

Karena hal-hal itulah, saya mulai mencari kembali gendongan yang benar-benar nyaman. Selain karena mulai usia 12mo Maryam ikut kami ke kantor, otomatis gendongan yang nyaman menjadi hal yang urgent bagi saya. Dan terbelalaklah saya karena ternyata di luar sana ada orang yang begitu sungguh-sungguh membuat gendongan agar bisa nyaman dan memenuhi standar keselamatan bayi. Woha!. Dan saya bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena selain sepertinya nyaman, bentuknya pun keren-keren, sedih karena harganya untuk sebuah gendongan alamak gendongan gitu barang yang saya tidak pernah pikir akan semahal itu. Bukan seratus dua ratus tapi jutaan mak! Apa sih? iya coba deh disearch boba atau ergo baby. Lemesss…secara saya tidak punya peluang untuk mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk sekali lagi hanya untuk sebuah gendongan.

Lupakan boba dan ergo saya melanglangbuana di dunia per olshop-an, ketemu deh dengan yang namanya wrap: moby wrap. Saya baca-baca review nya lumayan bagus. Terbuat dari 100% cotton jadi nyaman lah buat bayi, lentur dan adem bahannya. Harganya oke sekitar 180 ribuan. Di gambar bentuknya mirip ergo tapi versi kainnya, saya lihat kaki bayi pun sempurna hanya betisnya yang menjuntai kata teman saya si harus membentuk huruf M, baru gendongan depan bisa dikatan bagus. Apanya yang M? Jadi posisi bayi ketika digendong kakinya yang menjuntai dan pantatnya harus membentuk huruf M.

wrapini contoh moby pinjem dari sini.

Graphic1ini perbandingan posisi anak dengan gendongan yang baik dan kurang baik.

Bisa dilihat di gambar yang a itu yang baik dimana kaki bayi membentuk M *lihat garis merah yang menunjukkan huruf M* dan yang sebelahnya gambar b kaki bayi menjuntai membentuk n. Nah, si mobi itu posisinya mirip di gambar a.

Jadi, saya beli dong satu. Pas datang bahagia sekali eh, ketika dibuka bengong. Ternyata mobi ini kain super panjang, lebih dari dua meter. Yaiyalah namanya saja wrap ya. Saya kembali terintimidasi dengan gambar dimana sangat jarang menampilkan si mobi ini dalam keadaan sebenarnya berupa kain panjang. Rata-rata menampilkannya ketika sedang dipakai dengan bayinya *secara mirip sekali carrier instan* dipikir itu mobi instan juga. So far sebenarnya enak dan nyaman ketika dipakai. Tapi untuk ukuran tubuh saya yang mungil menggunakan mobi yang panjang itu sepertinya bencana. Hanya beberapa kali saja mobi saya pakai. Ketika memakainya memang kelihatana bagus malah saya sempat disapa ibu-ibu hanya untuk memuji gendongannya Maryam, huehehe…Boleh kok yang ini rekomen tapi sebelum pakai alangkah baiknya pelajari cara menggunakannya ya, bisa dilihat di yutub *banyak video tutorial nya*.

5. Ergo Baby

Dan gendongan terakhir adalah juaranya. Karena saya mendapatkan ergo baby pada akhirnya. Bukan sejuta tapi 300 ribu. Ternyata ergo ada KW nya. Saya tidak tahu apa rasanya ergo yang aseli. Tapi yang KW saja sudah sangat nyaman apalagi yang aseli ya. kalau saya baca-baca di beberapa diskusi ibu-ibu du dunia maya, perbedaan antara yang aseli sama yang kw sungguh sangat tipis ibarat happy call aseli satu ring dengan dua ring *halah jadi keinget dulu sempat juga berburu happy call dan dapat dong harga setengahnya L*j*l*

Malu *lebih ke diri sendiri* pakai yang KW, apa mau dikata saya butuh dan mampunya KW, gimana dong? *pembelaan diri*.

20141015_075135Ini dia kotak pembungkus si ergo KW.

20141015_075209Dan ini penampakannya, lihat deh terlihat tangguh kan penampilannya.

Tapi, itulah saya puas akhirnya dengan ergo. Mudah memakainya, enak dan nyaman ketika dipakai, bayi aman ibu senang. Hidup ergo…

Rencananya saya akan buat review tersendiri untuk ergo ini, bukan mengajak membelinya apalagi yang KW ya, lebih kepada ingin sharing bahwa ada loh gendongan yang benar-benar baik: memenuhi rasa aman, nyaman, dan kekinian. Karena bukan hanya ergo kok gendongan yang memiliki kualifikasi seperti itu, seperti yang sudah saya sebutkan di atas salah duanya boba dan mobi.

Ternyata lima ya, sungguh perjalanan yang menyenangkan menemukan hal-hal ini dalam menemani pertumbuhan dan perkembangan anak.

Advertisements

2 thoughts on “-36- Gendongannya si Maryam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s