-26- Tentang Nama

Kata siapa apalah artinya sebuah nama…kata William Shakespeare tentunya, menurut saya sih nama itu penting ya. Mau dipanggil apa coba tanpa nama? Hey tanpa nama ke sini? Oh no ribetnya hidup ini jika semua orang tanpa nama. Tapi, bukan itu juga sih maksud Shakespeare. Yep, kita memang terkadang terbiasa dengan kebiasaan *apa coba*. Jadi, itu ucapan Shakespeare sebenarnya hanya sepotong yang terkenal dan yang sering kita perbincangkan dan bahkan menjadi bahan guyonan atau pembenaran atau apalah. Jadi ini nih lengkapnya *biasa dapet inpo dari si om link nya ini*.

“What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.
(Apalah arti sebuah nama? Meskipun kita menyebut mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap harum.)

Jadi itu menurut sumber, merupakan dialog antara Romeo dan Juliet. Dimana Romeo mempertanyakan arti nama keluarganya (Capulet) yang dimana embel-embel nama keluarga ini hanya membuat perselisihan saja. Bagi si Romeo nama yang hanya membuat masalah tidaklah berarti. So, nama tetap penting ya.

Karena nama itu penting jadi jauh-jauh hari sebelum mengandung kami memang sering iseng cari-cari nama untuk anak kami kelak. Mulai dari yang panggilannya easy listening sampai yang beribet. Dari yang penuh makna sampai yang yah biasa saja. Banyak cadangan dan kami pun sampai punya buku nama-nama bayi dalam islam. Bukan judulnya persis sih, tapi di buku itu lumayan menghabiskan halaman untuk nama-nama, hehe…

Dan detik-detik kelahiran pun akan segera tiba kalau bukan karena film tentang Maryam binti Imran mungkin nama ini tidak pernah muncul di benak kami. Karena agak susah juga nanti manggilnya pun agak-agak kurang familiar yah di keluarga kami, buktinya pas launching nama si kecil di acara aqiqah banyak yang terkejut terutama dari keluarga mertua. Katanya sih kayak nama nonMuslim, maklum nama ini dipakai juga di kalangan agama samawi yang lain tapi saya kira dengan lafal dan tulisan yang berbeda *kalau tidak salah mereka melafalkan dan menuliskannya maria*…tapi karena bagi kami nama itu penting sekaligus do’a jadilah kami jatuh hati pada nama ini, Maryam. Tinggal nyari lanjutannya. Tadinya saya mau satu kata saja ditambah nama belakang abinya, berhubung kami tidak punya nama fam. Tapi abinya tidak mau dia keukeuh mau menambahkan nama lain yang menurutnya bagus. Jadilah saya pun ikut mencari. Dan nyarinya itu di aplikasi android, buku yang tadi, plus tidak ketinggalan mbah google. Ketemulah batrisyia, yang menurut saya sama-sama tidak familiar dipakai yang artinya cerdas. Jadilah Maryam Batrisyia. Maryam yang cerdas.

Dan abinya ingin menambahkan tentang ketakwaan, kepatuhan, ketaatan, yah, yang seperti itulah…awalnya kami sepakat taqiyah, pun dari hari aqiqah namanya masih Maryam Batrisyia Taqiyah. Namun segera kami ganti berhubung sedang hot-hotnya isu syiah dan salah satu sifat mereka itu taqiyah yang artinya sembunyi-sembunyi menjadi seorang syiah. Ih syerem juga yah. Sebenarnya kata taqiyah ini kami ambil dari surat Maryam juga, coba deh dibaca ada disitu taqiyah yang artinya bertakwa. Tapi berhubung kemampuan bahasa arab kami kurang dan kami bingung mau konsul sama siapa maka segera diubah dengan qonitat yang sudah jelas artinya: taat. Toh maksud dan tujuan kami terpenuhi dengan qonitat ini. Daripada salah penulisan lebih baik kami mengikuti yang sudah benar.

Tentang panggilan. Saya memang bertekad memanggil Maryam sesuai dengan namanya; Maryam. Tidak diembel-embeli nama panggilan seperti saya kecil. Saya ingin nama ini melekat pada dirinya, mudah-mudahan sih bisa jadi sarana dakwah juga kelak, aamiin. Jadi saya biasakan memanggilnya Maryam. Walaupun kadang beberapa keluarga ada yang menganggapnya kepanjangan, susah katanya disebut, seenaknya mereka panggil iyam, ayam, duh please jangan. Sempat juga abi dan ateunya khawatir terus abinya mereka-reka nama panggilan, “apa ya ceu nama panggilan yang bagus buat Maryam?”.

“Maryam saja”, jawabku tanpa minat.

“Tapi banyak yang salah sebut ceu, tadi aja Bapak panggilnya Nok Ayyam”, hiiiyyyy ngeri banget ya ayam. Tapi dasar emak-emak keras kepala yah, saya tetap maunya Maryam. Tapi yah kita lihat saja nanti, mudah-mudahan sih bisa. Terlintas juga dalam benak, apa panggil aya saja ya? Kan agak mending tuh, kerenan dikit lagi. Tapi, nama aya ini sering dipakai teman saya buat melandi dirinya sendiri, entahlan…sori ya i eh aya, haha…

Putriku Maryam sudah tahu kan arti namamu, masyaAlloh indah, semoga engkau bisa seindah namamu, aamiin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s