-22- Posyandu Kedua di Wakatobi

Setiap tanggal 17 tiap bulannya Maryam ikut posyandu. Total sejak lahir sudah ikut 4 kali. Dua kali di Cisoka (sebuah desa sejuk di Jawa Barat^^) dan dua sisanya di Wakatobi (sebuah pulau eksotis di timur Indonesia, hehe…). yang paling saya suka dari posyandu adalah rame, kartunya, dan imunisasinya.

Rame karena disana tumplek ibu-ibu dan anak-anak yang seangkatan Maryam. Disanalah ajang untuk bersosialisasi bagi Maryam pun Saya. Selain itu, bagi saya, posyandu adalah tempat untuk melihat seberapa berkembangnya Maryam. Iya karena saya dapat membandingkannya dengan anak-anak lain yang seangkatan dengan Maryam. Atau dari ngobrol-ngobrol dengan ibu-ibu yang anaknya sudah menginjak batita. Dari sanalah mereka bercerita dulu waktu usianya segini anak saya sudah bisa ini itu. Alhamdulillah sejauh ini Maryma tergolong normal. Terus ajang berbagi juga, kadang kan ada yang nanya “minum susu apa?”, nah saya senang kalau ditanya seperti itu. Karena Maryam hanya minum ASI insyaAlloh sampai usianya 6 bulan ekslusif, terselip juga rasa bangga karena bisa memberikan full ASI. Kebetulan disini para ibu yang bekerja hampir semuanya memilih sufor jadi ingin sekali menyebarkan ilmu ASI saya yang baru secuil. Namun sayang, sampai imunisasi kedua disini, belum pernah ada yang bertanya bagaimana saya bisa mencukupi ASI anak saya itu. Saya tidak mungkin tiba-tiba memberi penjelasn supaya mereka faham. Jangan-jangan mereka sudah faham hanya soal piliha saja atau memang ASI mereka tidak keluar. Wallohua’lam.

Sebenarnya sekarang sudah tidak ada kartu-kartuan. Dulu kan kita kenal KMS aka Kartu Menuju Sehat, nah, sekarang ini KMS nya sudah termasuk di dalam buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Di buku KIA ini lengkap catatan medis ibu dan anak dari sejak mengandung sampai tumbuh kembang usia balita. Asyiknya lagi di dalamnya diselipkan materi-materi singkat seputar kehamilan dan anak. Saya senang sekali melihat-lihat buku KIA ini dari sejak hamil sampai sekarang Maryam lima bulan saya tidak pernah absen walau sekedar cuci mata. Tapi dari semua keasyikan itu melihat perkembangan Maryam di KMS adalah nomor satu. Berat badan Maryam sudah bagus dan ideal berada di daerah hijau terang. Entah kenapa posyandu kemarin itu memposisikan Maryam ke hijau gelap, berat badan Maryam selama satu bulan itu tidak naik. Tapi ya, masih normal alhamdulillah.

Terus seputar imunisasi. Bagi saya imunisasi adala pilihan. Saya tidak mau sekeras ASI, untuk imunisasi saya hanya mengikuti jalannya air. Kebetulan di posyandu ada imunisasi ya saya ikutin. Tapi kalau di posyandu tidak ada dan saya harus bersusah payah ke tempat praktek dokter yang biayanya selangit, nah, kayaknya saya memilih diam. Saya pun hanya akan melakukan imunisasi dasar saja: HB 4 kali, BCG 1, POLIO 4, DPT 3, dan 1 kali Campak. Bagi ibu-ibu semacam saya yang malas mengingat-ingat dan akhir-akhir ini jadi kurang rajin dalam hal mencatat, buku KIA amat sangat membantu dalam merekam imunisasi anak saya. Jadi dimanapun anak saya imunisasi tinggal lihat buku KIA imunisasi apa lagi yang belum ^^. *termasuk penemuan penting nih buku KIA*

20140123_163340
ini kantor desa tempat Maryam posyandu kedua kalinya dan entah sampai berapa kali lagi disini
20140123_163408
cuma mau nunjukkin disini lagi banyak angin, musti hati-hati melaut
20131217_085422
ini posyandu kali pertama di Wakatobi, masih numpang di rumah warga

Posyandu kedua ini tempatnya sudah di kantor desa Mandati III. Sebulan yang lalu karena kantor desa sedang dalam proses pembangunan, posyandu pun digelar di salah satu rumah warga. Di kantor desa lebih enak, bagi saya terasa lebih rapi alurnya. Pertama datang menyerahkan buku KIA kepada petugas pencatat, lanjut ditimbang dan diukur panjang badan, habis itu ketemu bidan bagi yang masih punya jatah imunisasi dasar. Ambil buku lagi, selesai deh. Kalau dulu kan semua ibu yang datang tumplek begitu saja, berpeluang rebutan waktu ditimbang. Waktu imunisasi pun kala dulu dikelilingi banyak orang, ditontonlah. Sekarang ini satu-satu ditimbang, satu-satu diukur panjang, dan satu-satu menghadap Bu Bidan.

Perkembangan Maryam

Posyandu pertama dulu tanggal 17 Desember *di Wakatobi ya maksudnya* berat badan Maryam 7,7kg panjangnya 65cm. Hwaa pada bilang enduuuut, tapi saya si liatnya biasa saja, montok si iya tapi bukan endut menurut saya, lucu lah *maaf ya narsis mulu, dimaklum saja namanya anak sendiri hehe*

Dan sekarang beratnya masih sama, panjangnya pun masi sama. Masak sih Maryamku tidak ada perkembangan dalam sebulan terakhir. Dugaan saya sih, ada yang salah dengan timbangan dan pengukuran panjangnya sebulan yang lalu. Dan saya percaya teori yang ini.

Kali ini pun diimunisasi dasar, jadwalnya polio dan DPT. Suka deg-degan kalo DPT, soalnya suka panas kesudahannya. Eits, wajar ya, hal tersebut menunjukkan imunisasinya berhasil, yah semacam timbulnya benjolan dan nanah pada kasus imunisasi BCG yang berhasil. Sayang masih banyak orang tua yang kurang faham kalau tanda-tanda tersebut bukan menunjukkan kegagalan imunisasi tapi malah sebaliknya.

Biasanya bidan memberikan paracetamol untuk penurun panas sesudah imunisasi DPT. Tapi saya tidak pernah kasih ke Maryam, Saya selalu yakin panasnya hanya efek karena keberhasilan imunisasi saja. Lagipula saya masih anti kasih obat ke Maryam, saya yakin ASI bisa diandalkan untuk kasus-kasus ringan. Dan alhamdulillah selama ini Asi sangat sangat membantu Maryam melewati hari-hari panas dan berdahaknya. Iya, dulu sekali waktu usia 1-2 bulan Maryam masih suka grok grok kalo bernafas. Kata dsa dahaknya banyak, terus beliau memberikan sejenis obat cair *lupa namanya* dan Saya keukeuh pakai ASI, alhamdulillah dahaknya keluar bersama pupnya. Saya ingat saudara saya yang terus menggunakan obat itu sampai usia anaknya dua tahun, mana mahal lagi obatnya. Saran saya si gunakan ASI saja, yang penting kita sabar, yakin, dan mau bersusah payah sedikit memberikan ASI sesering mungkin.

Perkembangan motorik kasarnya juga alhamdulillah, di bulan ke lima ini Maryam sudah mampu duduk sendiri. Kalo nenen maunya posisi setengah duduk. Terus sudah mulai belajar mengangkat pantat untuk merangkak. Paling seneng dia mah berdiri, kakinya dihentak-hentakan gembira.

Motorik halusnya alhamdulillah semakin bagus. Pegang memegang benda sudah mulai mahir dan terkoordinasi dengan baik *duh bingung deh kalimatnya, pokoknya kalau pegang sudah tidak jatuh-jatuh*

Hmmm,,,segitu saja dulu, nanti disambung lagi bulan berikutnya…semoga sehat selalu ya Nak…

Advertisements

One thought on “-22- Posyandu Kedua di Wakatobi

  1. Pingback: -25- Posyandu ketiga, Wakatobi | ummiko

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s