-18- Edisi Time Management: ngatur waktu buat masak

Kali ini Saya ingin sharing tentang time management,,,duh topik inih tuh ya, sering sekali dibahas sama motivator-motivator, pas lagi nyimak si manggut-manggut, tapi di lapangan kembali amburadul…*saya itu.

Baiklah, kemarin dulu Saya baca sekilas ada ummahat yang share di group fb tentang time management *tentu urusan kerumahtanggaan ya. Saya buka sejenak link nya, disana singkat padat dirinci tentang apa yang harus dilakukan untuk mengatur waktu agar aktivitas di luar tidak sampai “terlalu” mengabaikan aktivitas di dalam rumah. Aktivitas rumahan salah satu yang paling pokok ya, memasak. Bagi ibu yang bekerja aktivitas ini terkadang keteteran lho, terbukti pada diri saya *berangkat jam tujuh pulang jam setengah lima kadang juga magrib, akhirnya apa, Saya kembalikan urusan ini ke ahlinya *warung makan.

Nah, di link tersebut dituliskan tips-tips agar kita sebagai ibu pekerja masih bisa meluangkan sejenak waktu untuk acara memasak ini, selain juga memasak lebih sehat dan tentuh murahhh. Yuk disimak tips nya dan beruntungnya Saya sudah uji coba tips tersebut dan Alhamdulillah seminggu uji coba kemarin mungkin 80% sukses. Ini sudah masuk minggu kedua saya menjalani time management untuk masak mudah-mudahan bisa konsisten karena ternyata lebih murah dan hemat bensin. Dipiki-pikir, bagus juga ya, kalo semua ibuibu seperti ini, jadinya Saya sebagai pegawai statistik tidak repot kalau mencacah susenas modul *sudah lengkap catatannyaaaa…

Tentang motivasi utama kenapa saya tertarik dengan ngatur waktu masak ini selain lebih murah dan terencana, Saya juga ingin tetap masak untuk keluarga tercinta. Cuma ya, kalo tiap kali mau masak harus ke pasar Saya keteteran juga selain capek, waktunya pun tidak memungkinkan, secara pulang kantor saya pun harus segera memandikan Maryam sementara perut suami sudah minta dilayani juga. Terusnya Saya juga sedang sebal dengan harga bensin. Disini (Wakatobi) tidak tiap hari pertamina yang hanya satu-satunya itu buka. Alhasil kami lebih sering beli di pengecer karena sekalinya buka antrinya mengular gak ketulungan. Sebalnya saya karena harga bensin di tingkat pengecer tidak sama dengan di Jawa. Kalau di Jawa kan Cuma beti selisih Rp500,- dengan peramina, nah disini satu botol kurang lebih satu liter dihargai Rp10.000,- sudah selisih 3.500 dengan pertamina. Belum lagi kalau pertamina tiga hari tidak buka-buka, satu liter bias tembus 20.000 *urut dada. Jadi Saya bertekad untuk mengurangi pengeluaran bensin, ya, salah satu caranya mengurangi frekuensi berkunjung ke pasar, cukup satu kali seminggu ke pasar (hari sabtu atau ahad).

20131022_114637
sempat mengabadikan…

Udah dulu curhatnya, kita langsung ke te ka pe yuk…
Inilah langkah-langkah yang saya lakukan utuk mengatur waktu memasak Saya.

1. Catat menu masakan pagi, siang, dan malam selama seminggu. Ini nih conto punya Saya…

jadwal minggu1des
keliatan tidak…

2. Rinci dari menu masakan tadi apa-apa saja yang harus dibeli untuk seminggu. Kalau tahu sekaligus harganya, jadinya bisa siap-siap jumlah uang yang akan dibawa ke pasar.
3. *bahan-bahan untuk memasak sudah dibeli ya* kelompokkan berdasarkan jenisnya ; sayuran dan lauk pauk. Sayuran segera setelah dibeli dicuci bersih untuk kemudian disimpan di lemari es. Kalau di tips sih, langsung dikelompokan berdasarkan menu. Jadi kita memilah-milah bahan untuk menu. Tapi, kalau saya dipisah berdasa sayur dan lauk sajah, karena lumayan menyita waktu juga memilah-milah menu ^^.

20131124_072323

4. Telur Saya cuci dulu kemudian ditata rapi di kulkas *Alhamdulillah sudah beli kulkas, hiks.

20131124_072159
itu tangan adik ipar saya ya…*abaikan fokus pada telur ya buibu*

5. Tahu Saya masak dulu kemudian ditiriskan dan sama masuk kulkas,
6. Untuk tempe, karena tidak tahan lama, langsung saya olah menjadi oreg. Yang ini lumayan ketika terlalu capek untuk masak langsung santap oreg, plus buat cemilan juga.
7. Bumbu dapur, seperti bawang merah bawang putih saya simpan saja dekat perapain, agar tidak cepat busuk *si bawang ini harus ditaruh di tempat hangat* Untuk bawang, kalo di tipsnya di blender dulu terus dimasak dan disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas. Sepertinya cara ini lebih praktis jadinya tidak perlu iris dan uleg lagi, hanya saja kalau Saya merasa kurang mantep pakai bawang halus, lidah Saya terbiasa dengan yang iris-iris dan uleg-uleg.

Itu saja,,,dan Alhamdulillah Saya jadi jarang ke pasar *seperti yang saya bilang, Cuma sehari atau dua, sabtu dan ahad. Acara memasak pun lebih cepat karena tidak direpotkan dengan bahan yang belum ada.

Semoga bermanfaat dan silakan dicoba…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s