-17- Kepincut Stroller

Maryam si sudah tiga bulan skarang, dan belum punya stroller. Terus masalah gitu? Tidak. Dari awal, saya memang tidak berencana membelikan Maryam stroller. Walaupun seringg lihat anaknya ponakan didorong-dorong pake stroller, saya belum tergerak untuk beli. Waktu itu, saya merasa ribet kalau bawa-bawa stroller (lumayan beratnya), apalagi ke bandara. Lagian di Wakatobi, mau kemana juga naik stroller. Tidak ada mall, jalan-jalan pun paling kemana…

Waktu usianya menginjak dua bulan, Maryam naik pesawat untuk pertama kalinya menuju Wakatobi. Beratnya Maryam waktu itu 5 kilo, *berat ya…*. Keluar dari mobil di parkiran Sokerno Hatta sampai tiba di Wakatobi, Maryam saya gendong tanpa jeda. Subhanalloh…gempor sekali tangan. Dari situ mulai ada percikan-percikan gambar stroller di kepala.

Dan di usianya 2,5 bulan, saya ngebet sekali membelikan Maryam stroller: berat! Kasihan juga yang jaga Maryam, tantenya yang unyu-unyu itu, sudah kurus harus gendong – gendong Maryam pula. Belum lagi kalau Maryam nangis kejernya kumat *elap keringet*. Tujuan sebenarnya selain karena saya ingin Maryam punya stroller juga siap sedia jika besok-besok ke bandara. Ada lagi, untuk meniduran Maryam. Saya pernah baca ada ibu-ibu yang biasa menidurkan anaknya dengan cara didorong-dorong di stroller. Kalau berhasil kan, alhamdulillah mengurangi beban tantenya.

Saya pun mulai rajin cari-cari review tentang stroller *tentunya pake google, terimakasih google*. Buka-buka pict stroller duh, semakin ngiler saya…

Karena salah satu tujuan saya beli stroller untuk meringankan beban dikala di bandara atau di tempat umum lainnya, maka strollernya harus super duper ringan. Tidak mau dong saya tambah rempong gara-gara stroller. Selain itu, seperti postingan saya tentang Baby Box apapun barangnya diusahakan bisa dilipat dan seringan mungkin. Hal ini tentu saja berhubungan dengan keinginan kami untuk segera pindah ke tanah jawa. Tidak mau juga dong kami pindahan naik pesawat bawa barang secontainer *bisa langsung kanker alias kantung kering*.

Selain ringan saya mendamba stroller yang reversible handle, maksudnya bisa dua posisi hadapan: menghadap umminya sama menghadap depan blas. Menurut yang saya baca di google,entah artikel yang mana bahwasanya bayi belum siap dihadapkan langsung dengan lingkungan yang masih asing. Bisa sutres dia, kalau masih baby langsung dipapar penglihatan dunia dengan segala hiruk pikuknya. Jadinya bayi lebih bagus ketika didorong menghadap orang tuanya, orang yang dikenalnya.

Terus karena Maryam belum bisa duduk, strollernya juga harus bisa reclining seat, diubah posisinya, bisa tidur, rebah dan duduk.Berharap sekali bisa kepake lama strollernya.

Apalagi ya? Sepertinya kriteria yang menurut saya urgent cuma itu: ringan, reversible handle, dan reclining seat. Selain tentunya masalah keamanan seperti rem, sabuk, dan rangka yang harus kokoh *yang ini mah harus ya*. Dan saya tidak perlu roda-roda yang besar yang penting rodanya berputar dengan baik dan kuat. Itu sajaaa…Simple tapi nyarinya ribet, kebanyakan stroller beratnya 7 kilo ke atas.

Dan gara-gara baca ini tertarik sangat dengan Aprica Caroon. Duh, ceka-ceki di beberapa olshop harganya jauh sekali dari budget saya *sabar-sabar*. Di postingan itu juga direview sedikit tentang coco latte yang katanya ngeluarin produk yang mirip persis aprica, namanya coco latte new life. Kalau Aprica beratnya sekitar 3,6 kilo nah coco latte new life ini lebih ringan satu kilo: 3,5kg. Mulai deh saya nyari review tentang coco latte ini. Review dari ibu-ibu pengguna coco latte new life bagus-bagus. Dan yang bikin ngiler lagi harganya jauh lebih murah dibandingkan aprica. Kualitasnya pun yang saya baca sudah berstandar eropa. Walaupun coco latte ini banyak ngejiplak model-model dari merk terkenal seperti aprica yang made in Japan tapi kualitas down grade nya tidak payah ko, malah bagus masih sesuai standar. jadinya menurut saya coco latte ini alternatif bagi ibu-ibu yang kepingin anaknya menggunakan stroller berkualitas namun tetap terjangkau dompet. Lebih dari itu, yang penting buat saya, kriteria utama saya semuanya terpenuhi.

aprica
ini Aprica Karoon, gambar pinjam dari sini
coco latte
dan ini coco latte new life, gambar diambil dari sini

Penampakannya rada-rada mirip kan, selain motif dan warna yang beda tentunya. Saya jatuh hati pada coco latte ini *walaupun jauh dalam hati mupeng aprica*. Semua kriteria masuk, habis itu bisa dilipat dalam satu kali klik di handle nya, tinggal angkat atau dorong deh *kan ringan, hehe*

Saya pun menghubungi toko tempat dulu beli baby box, bersyukur mereka juga jual stroler yang saya cari. Setelah deal-dealan ongkir akhirnya jadi juga coco latte dikirim ke wakatobi pake pos laut. Oya, saking ringannya coco latte ini pengiriman kena volumetrik ya. Penghitngannya p x l x t / 6000 nah hasilnya itu sebagai angka berat. Wah wah wah jatohnya berat sekali. Tapi, amat sangat bersykur si toko mau ngakalin supaya beratnya tidak kena volumetrik dengan cara disumpelin kardus-kardus jadinya memenuhi batas minimal berat, jadinya cuma dua ratus ribu saya bayar ongkir. Walaupun hampir sebulan saya menunggu, saya puas alhamdulillah. Dan ini dia strollernya Maryam…

20131118_220750

Abaikan kondisi rumahnya ya…fokus pada stroller. Ini lagi posisi tidur dengan handle menghadap bayi. Posisi ini paling enak karena sambil jalan bisa sambil ajak bercanda Maryam. Dia pun biasanya terkekeh-kekeh…

Saya dan tantenya Maryam semangat sekali, langsung dicoba, padahal waktu itu menjelang magrib. Reaksi pertama Maryam ditidurkan dan didorong, dia diam saja sambil celingak celinguk kebingungan. Malu-malu, kakinya diangkat nyentuh-nyentuh pegangan depan. Maryam terlihat mulai menikmati, tidak nangis, matanya culak cilek kebingungan, tapi hentakan kecil dan pelan kakinya menandakan ia berminat dan suka *ummi sok tahu yaaa*

Besoknya baru benar-benar dicoba menjelang waktunya tidur siang. Biasanya digendong atau sambil dinenenin, kali ini selesai nenen langsung saya taruh di stroller. Tantenya muter-muter dorong Maryam dan eng ing eng alhamdulillah wasyukurillah, Maryam tidur blass pules…Selamat tante, akhirnya bisa melepas sejenak beban yang kini 7 kilo…Selamat berstroller ria Maryam anak ummi,,,Jangan lupa baca bismillah ya Nak…

Advertisements

6 thoughts on “-17- Kepincut Stroller

  1. Umii Jihan

    Ummi…sampai sekarang gimana untuk pemakaian stroller coco latte new life nya? Klo dipakai untuk jalan2 manuvernya enak gak?

    1. Alhamdulillah masih kepake dan masih bagus sampe sekarang (usia anak saya 14mo sekarang). Karena stroller coco latte ini ringan jadinya cocok untuk jalan2 di jalanan yang bagus saja ya umm, kayak di rumah, mall, bandara, atau jalan2 aspal. Pernah sih sekali waktu saya bawa di jalanan berat yang berbatu, masih bisa jalan tapi butuh tenaga untuk mendorongnya. Sampai saat ini buat saya masih oke, manuvernya juga oke, cuman ketika posisi handle-nya di belakang bayi emang agak sedikit penyesuaian ketika mendorong dan melakukan manuver. Tapi itu hanya masalah penyesuaian saja, karena saya kebiasaan mendorong berhadapan dengan bayi jadinya rada aneh ketika posisi handle di belakang.

  2. Agustina

    Halo ummi, mau tanya soal ekspedisi nya, aku kebetulan punya stroller yang sama persis, mau aku kirim ke temenku yang di luar kota (pekanbaru), karna anakku sudah bongsor n ga pantes lg duduk di new life ini ,hiihihi… Nahhh skrg lg pusing krn ongkir mahal bgt kena itungan volumetrik 20kg, bisa sampe 350-500rb… Kalo boleh tau waktu itu diakalin sama penjual nya gmn caranya? Trus pake ekspedisi apa? Kena itungan brp kg? Heheheh kaya polisi yah nanya nya… Thanx before for sharing ya…

    1. hihi gpp kok mba, feel free…

      Dulu diakalinnya dengan dejejalin kerdus2 tebal, jatuhnya sekitar 10kg, pake pos biasa(laut). Tapi, kalo punya kenalan orang pos coba saja ditanya dulu berapa berat barang biar terhindar volumetrik. Sepertinya hal begini sudah lumrah, soalnya pak pos nya ngerti pas saya ambil barang. Lebih bagus kalo ada layanan kargo ke kota tujuan biasanya lebih murah, kebetulan ke tempat saya belum ada jadi mau tidak mau pos andalannya.

  3. rin

    Aku suka blog ini… informatif banget dari mulai clodi.. ergo.. dan terakhir yg kubaca coco latte nya… serasa liat diri sendiri karena sama persis dengan yg aku alami… iya coco latte enak banget dan murmer tapi cantik ringan dan praktis… ^^ … terus berbagi tips yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s