-16- Rumah Sakit Impian

rs islam

Rumah sakit yang bersih, nyaman, ramah, murah, dan aman tentu saja menjadi pilihan tepat. Hanya saja Rumah Sakit dengan konsep seperti itu belumlah banyak, atau bahkan belum ada di negeri kita. Hari ini yang saya rasakan nyaman, ramah, dan aman bisa didapat asalkan ada doku. Yeah…untuk persalinan SC kelas VIP harus menyediakan kocek yang tidak sedikit (baca: mahal).

Ini pengalaman saya. Kemarin dulu, saya SC (Sectio Caesar: melahirkan dengan cara dioperasi) di salah satu Rumah Sakit swasta di sebuah kabupaten di timur Jawa Barat yang sedang berkembang pesat. Kenapa tidak RS negeri? Mungkin kalian memiliki jawaban yang kurang lebih sama dengan saya. Saya memiliki pengalaman kurang mengenakan dengan RS negeri. Waktu saya masih gadis ting ting, pernah suatu waktu menderi DBD. Dirawatlah saya. Ingin sekali masuk VIP tapi apa daya penuh. Jadilah saya di ruang kelas 3, kapasitas dua orang pasien, dengan fasilitas satu kamar mandi, dua bed, dan dua lemari kecil tempat menyimpan makanan.

Aman, pikir saya waktu itu. Tapi alamak, kamar mandi dengan wc mampet dan sedihnya tuh wc ada isinya terus ditutup deh dengan ember. Tidak kalah menderita malam harinya diserbu nyamuk. Jadinya, saya minta tolong kipas angin punya tetangga bed di putar juga ke arah saya, hiks. Semalaman saya tidak bisa tidur, hawa panas, nyamuk, asap rokok, dan penunggu si tetangga yang berjumlah tiga orang: satu perempuan dan dua laki-laki. Keesokan harinya saya minta pulang. Dan sangat bersyukur dokter mengizinkan dan saya pun melanjutkan pengobatan di rumah.

Kali kedua, waktu saya hamil dan sakit-sakitan. Saya dirawat juga di RS negeri di salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara. Pengalaman DBD, saya minta VIP tapi sayang seribu sayang ruang VIP jarang sekali ditempati jadinya kurang layak: ampuuuun. Dan lagi-lagi saya hanya bisa tahan satu malam, yang ini lebih parah kondisinya. Satu kamar untuk dua orang (waktu itu saya sendiri), satu kamar mandi yang penggunaannya umum (semua pasien kebidanan memakai kamar mandi di kamar saya), sama sekali tidak ada privasi, orang lalu lalang ke kamar mandi, dan sama-sama bernyamuk…*nangis kejer

Karena itulah saya memilih RS swasta. Selain fasilitas juga pelayanannya yang super. Kita lagi sakit, suasana tidak mendukung penyembuhan, malah jadinya tambah penyakit: stress. Selain itu, karena saya keluarga besar, jadinya harus kamar tersendiri. Keluarga yang datang jenguk pun merasa santai dan bahagia. Coba, kalau kita dirawat bejubel dengan pasien lain, keluarga yang jenguk sudah sedih tambah sedih lagi melihat kondisi kita. Selain itu kasihan juga yang nungguin. Saya pikir, oran yang menjaga kita harus lebih terjaga kesehatan lahir batinnya.

Ketika SC itulah, saya merasa sangat nyaman. Makanan bergizi sehari tiga kali diantar dengan pelayan yang ramah. Tiap pagi ada juga yang membersihkan ruangan. Kamar mandi sendiri dengan ruangan yang bersih dan air lancar. Ada segala fasilitas yang dibutuhkan pasien. Hmmm, saya sangat bersyukur. Proses penyembuhan pun terasa begitu cepat, hanya semalam saya tergolek lemas akibat efek obat bius, besoknya semangat nge-ASI.

Hari kedua saya sempatkan jalan-jalan. Dan saya lihatlah pasien yang bejubel di satu ruangan. Lebih manusiawi dibandingkan yang saya lihat dan rasakan di RS sebelumnya. Disini lebih bersih dan mungkin lebih nyaman. Tapi, tentu saja menurut saya, sekali lagi menurut saya ya, ruangan private itu lebih nyaman. Dan dari situlah saya terbersit andaikan, iya saya bermimpi tentang Rumah Sakit untuk semua.

RS dimana tidak hanya kaum berduit yang menikmati segala fasilitas. Semua orang berhak mendapatkan rasa nyaman. RS dikondisikan satu kamar satu pasien dengan pelayanan super bak RS-RS swasta pada umumnya. Lingkungan RS yang tenang, kondusif sebagai tempat penyembuhan. Obat-obatan tersedia dengan biaya ringan atau bahkan gratis. Terus dokter, perawat, bidan, dan tenga pembantu RS lainnya digaji darimana?

Saya pernah membaca suatu daerah di zaman baheula yang berhasil mewujudkan RS impian saya itu.

Rumah Sakit Bagdad di era Harun al Rasyid

Rumah Sakit ini merupakan RS sebenar-benarnya RS yang dibangun pertama kali pada masa kejayaan islam. Rumah Sakit ini diceritakan oleh Djubair yang sempat berkunjung ke Baghdad pada Tahun 1184M, katanya RS ini seperti “istana yang megah”. Airnya melimpah dipasok dari Sungai Tigris dan semua perlengkapan mirip istana raja. Dan Rumah Sakit ini gratis untuk siapapun, iya, untuk siapapun.

Dan konsep yang diterapkannya pun sangat manusiawi, seperti dikutip dari http://hizbut-tahrir.or.id/2008/03/31/kejayaan-khilafah-1-bimaristan-konsep-ideal-rumah-sakit-islam/ bahwanya RS ini menerima pasien dari semua kalangan tanpa memandang warna kulit, agama, serta latar belakang asal usul lainnya. Pemisahan bangsal antara laki-laki dan perempuan sehingga perawat laki-laki merawat pasien laki-laki pun sebaliknya (jujur saja, manusiawi ya, saya agak gimana gitu kalau dirawat sama perawat atau dokter laki-laki). Sangat memperhatikan kamar mandi dan pasokan air(yang ini penting sekali). Dokter yang berpraktek di RS inipun tidak sembarangan, hanya yang qualified saja yang diperbolehkan praktek itupun melalui proses seleksi yang ketat, dan dikabarkan pernah suatu waktu RS ini menyeleksi sebanyak 860 dokter yang ada di Baghdad untuk bekerja di RS. Wow…(tidak sampai koprol ya…). Dan RS memiliki perpustakaan mewah dengan koleksi buku-buku terbaru. Karena RS ini tak sekedar RS tempat merawat dan mengobati tapi juga berfungsi sebagai tempat menempa mahasiswa kedokteran, pertukaran ilmu kedokteran, dan pusat pengembangan dunia kesehatan dan kedokteran. Hmm…semoga RS seperti ini bisa kembali ada di zaman ini. Dan, belum selesai kawan, RS ini gratiiiiissss…apa lagi coba? Kok bisa gratis? Ternyata dibalik semua ini adalah pemerintah. Pemerintahlah yang membayar semuanya. Darimana? Saya yakin pemerintah memiliki banyak jalan menuju roma…

Terus, Rumah Sakit gratis dengan pelayanan mewah di zaman ini? Saya searching-searching di si mbah, kok, belum nemu ya…adakah kawan-kawan yang tahu? Dan pelayanan terbaik kesehatan imagenya ya Rumah Sakit swasta. Hmmm…jadi saya paling tidak sudah tepat ya, masuk Rumah Sakit swasta…*miris
Saya berdoa semoga suatu hari Rumah Sakit bersih, nyaman, ramah, murah, dan aman dapat terwujud di negeri tercinta ini. Dan menjadi rujukan RS-RS di dunia…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s