-13- Tentang Baby Box Maryam

Waktu di rumah Apa dan Emih yang namanya baby box atau boks bayi itu sesuatu yang jauh dari pikiran. Rasa-rasanya Maryam tidak akan membutuhkan yang namanya boks bayi. Maryam sudah dibelikan ummi tempat bobo warna pink, yang walaupun imut tapi sangat berguna. Bentuknya simple karena bisa dilipat dan dimasukkan kantung, berjaring pula menahan serangan si nyamuk. Waktu itu mikirnya nyari semua kebutuhan Maryam yang bisa dibawa-bawa dan tidak berat, maklumlah keluarga kecil kami masih nomaden. Yah, jadinya Maryam dibelikan tempat bobo berkelambu itu seharga Rp95.000,- Seneng banget ummi waktu itu: murah, praktis, dan tentu saja terpakai.

kasur lipat

Tapi kan, itu cerita di rumah Apa dan Emih yang kamarnya memiliki ranjang dengan lapisan springbed yang masih bagus. Sementara di perantauan, boro-boro springbed…kalau untuk kami berdua tidur dimanapun jadi, tapi ada Maryam: enggak deh kasian.

Pertamanya abinya Maryam beli kasur tiup, lagi-lagi kami hanya mencari perlatan yang bisa dilipat kalau perlu bisa dimasukkan dompet. Enak sih, empuk-empuk gimana gitu seperti sedang pijat refleksi (yang ini rada mengkhayal karena sesungguhnya diri ini belum pernah yang namanya pijat refleksi, maafkeun) tapi untuk Maryam? Permukaannya yang bergelombang tidak memungkinkan bagi tubuh Maryam yang masih dalam proses pembentukan. Ya sudah, yang ini lumayan jadi tempat tidur kami yang lebih nyaman.

Pikiran untuk membelikan Maryam boks bayi belum muncul. Beberapa hari kemudian kami mendapati tempat bobo maryam yang berwarna pink itu disemuti. Panik, karena selain semut Maryam pun menunjukkan gejala kedinginan: nafasnya agak-agak tersumbat. Dari situlah keinginan dan keyakinan untuk membeli boks bayi tiba-tiba membuncah. Semangat 45, saya membujuk abinya untuk membeli boks bayi. Dan, alhamdulillah abinya mengizinkan.

Boks bayi bukan perkara urgent bagi beberapa bayi tapi, dalam kasus Maryam boks bayi jadi hal yang harus diburu, hehe. Saya pun meyakinkan abi nya akan mencari boks bayi yang murah tapi tidak murahan. Intinya standar keselamatan bayi nomor satu lah. Paling tidak rangkanya harus kokoh, ada kelambu penahan nyamuk dan matrasnya nyaman untuk ditiduri bayi, itu saja. Lainnya seperti mainan, taflen tempat ganti popok, tempat penyimpanan de el el itu mah kalau ada anggap bonus.

Jadi, dimulai deh perburuan boks bayi Maryam. Biasa, dengan memanfaatkan om google saya buka sana sini olshop yang jual si baby box. Setelah buka beberapa olshop yang saya yakini terpercayya, saya sebenarnya jatuh hati sama graco pack n playard. Secara rangkanya kokoh, taflennya empuk, matrasnya juga keliatan nyaman banget. Tapi, tapi,,,hmm harganya juga lumayan lho ibuibu…Belum lagi ongkir yang lumayan ke tempat saya, nun jauh di Kepualauan Wakatobi. Tidak ada ekspedisi, kapal besar dari Jawa pun sekali-sekali singgah. jadi, berat si boks juga harus dipertimbangkan, dan saya juga harus nyari olshop yang mau mencarika ongkir termurah ke tempat saya.

Perlu diketahui ibuibu beberapa olshop emoh dengan jasa pengiriman yang biasa mereka pakai, yang paling populer si JNE. Sementara mau pakai JNE ke tempat saya, duh, mending gak usah beli. Bayangkan saja harga ongkirnya bisa sama dengan harga barang yang kita beli…Mencari olshop yang mau bekerja sama itu menjadi hal terpenting juga buat saya yag tinggal jauh dari Pulau Jawa.

graco

penampakan graco, gambar diambil dari sini

Lupakan graco dan ongkir JNE,,,ketemu sama merk crater. Kalo graco jadi merk favorit di Amrik sana, kalo crater kayaknya brand lokal. Saya tidak nyari yang brand internasional si, yang standarnya sudah diakui dunia, untuk baby box ini saya nyari yang standar saya saja…jadi, crater oke lah. Disamping itu harganya pun nyungsep bisa setengahnya dari graco. Bentuknya pun tidak mengecewakan menurut saya, masih normal. Kan ada ya, boks bayi yang berenda-renda dan kebetulan saya kurang suka (agak norak menurut pandangan mata saya).

crater ungu

gambar diambil dari sini

Asyiknya lagi olshop tempat saya pesan crater sangat sigap bekerjasama mengenai jasa pengiriman. Dia pun mencarikan yang termurah, dan tentu saja POS menjadi andalan: POS Laut. Ongkirnya 250 ribu, lumayan setengahnya dari harga boks bayi. Walaupun nyampenya hampir setengah bulan tapi tetap enjoy ditunggu, berhubung butuh ya…

Punya Maryam warna coklat muda, sebenarnya ingin yang ungu seperti itu tapi apa daya habis. Si crater coklat muda punya Maryam memiliki taflen yang walaupun tidak seempuk punya graco tapi berfungsi dengan baik. Terus yang penting saya dan abinya bisa tidur lebih tenang karena semut dan hawa dingin sudah sedikit teratasi. Walaupun kami pun tetap harus hati-hati, maklum tidur di boks bayi sama saja tidur sendirian kan, jadi harus waspada jikalau Maryam tiba-tiba sudah bisa tengkurap. Sejauh ini saya merasa suka dan puas alhamdulillah dengan craternya Maryam,,,itung-itung Maryam belajar bobok sendiri juga.

Advertisements

2 thoughts on “-13- Tentang Baby Box Maryam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s