-11- Sekalian repot: edisi ‘aqiqah Maryam

Dari Samurah bin Jundub Rodiyallohuanh, dia berkata bahwa Rasululloh Solallohu’alayhiwassalam:

“Setiap anak tergadai dengan ‘aqiqahnya, disembelihkan hewan ‘aqiqah pada hari ketujuh, diberi nama pada hari itu dan dicukur rambutnya.”

Bila diingat-ingat postingan ini sudah teramat jadul. Bagaimana tidak Maryam sudah mau 7 bulan. Ini postingan terus mengendap di draft dan saya hanya meliriknya sekali-kali dan berfikir, “nanti deh saya cari referensi dulu yang bagus”. Padahal mah mau mendokumentasikan cerita aqiqahnya Maryam lagunya pake referensi, heho. Sebenarnya karena rencana awalnya mau menulis yang agak berat pake-pake hadits gitu. Tapi setelah dipikir-pikir, ditimbang-timbang, akhirnya diputuskanlah untuk menulis apa adanya saja.

Saya memang berencana akan menyimpan memori ini berharap suatu waktu bisa membacanya sebagai kenang-kenangan begitu pun dengan Maryam. Saya jadi penasaran ekspresinya kalau sudah besar terus baca-baca blog emaknya. Yah, seperti halnya baru-baru ini saya lihat ada ibu-ibu yang niat membuatkan sebuah email untuk anaknya terus di email tersebut dikirimkan foto-foto dia, tulisan-tulisan tentang dia, pokoknya semua tentang dia dan alamat email plus passwordnya akan diserahkan kepada sang anak ketika ia menginjak 18. Rada tertarik tapi entahlah, rasanya tidak saja, mengingat dan menimbang saya kurang rajin, enakan di sini saja deh: di blog ini.

Baiklah tentang aqiqahnya dia anakku yang solehah nan cantik *aamiin*. Saya dan suami keukeuh mau aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7 sejak kelahirannya. Padahal ya, hari ketujuh itu satu hari setelah lebaran atau hari ke-2 lebaran. Duh maksa banget sih, kenapa tidak diundur saja, bikin repot sendiri, sok idealis banget, dan bla bla bla yang membuat kami agak sedikit down. Tapi, saya dan suami sudah berazzam, namanya juga orang tua yang mendamba anaknya solehah jadi berbagai upaya hal yang mungkin dianggap kecil oleh yang lain tapi bagi kami, ketika itu memang dilakukan Rasululloh sebisa dan semampu mungkin untuk melakukannya. Ingat untuk mendapatkan anak yang soleh/ha bukan dari pendidikan langsung saja tapi dari hal-hal kecil yang mungkin kita memandangnya enteng. Emangnya dengan aqiqah mengikuti Rasulullulloh di hari ke-7 lantas serta merta membuat anak kita menjadi soleh/ha?

Tentu tidak. Tapi sekali lagi usaha untuk mengikuti sunah bagi kami adalah langkah awal komitmen kami untuk mendidiknya dalam Islam. Karena kami tahu ketika kami tidak sanggup melakukannya, Alloh SWT lebih tahu posisi kami. Melalui komitmen itu pula kami ingin anak kami tahu bahwa kami telah bersungguh-sungguh untuk mendidiknya sejak dini dalam Islam. Toh, ketika niatan kami ini tidak terlaksana kami yakin Alloh maha tahu.

Dan alhamdulillah aqiqah di hari ke-7 pun terlaksana dengan lancar dan tentu saja super sibuk. Kambing yang tiba-tiba tidak bisa diantar si penjual kambing di hari H, padahal tuh kambing mau dipotong pagi-pagi sekitar jam 6-an. Jam 5 si penjual kambing ngabari bahwa dia tidak bisa antar tuh kambing berhubung ada kedukaan. Dan repotlah cari orang untuk ambil si kambing yang ternyata ketika sampai mepet jam 6 sungguh gagah dan tampan *hehe kambing tampan ceritanya*. Belum lagi pas cukuran itu, guntingnya tumpul *duh*. Lari deh pinjem gunting tetangga. Habis cukuran formalitas itu kita ingin Maryam langsung digundul, dan seperti dugaan saya, tidak ada yang bisa tepatnya tidak ada yang mau mencukur Maryam sampai gundul. Bukan apa-apa di tempat saya memang langka yang digundul di hari ke-7, biasanya digundul itu di hari ke-40. Yah, dengan pertimbangan kulit kepalanya sudah agak kuatan, benar tidak sih? Tapi kami keukeuh mau digundul sekarang juga. Bukan tanpa alasan, kami baca di sebuah hadist yang mengatakan bahwa Rasululloh mencukur habis rambut bayi pada hari ke-7. Berarti kan bisa, gitu saja sih.

Dan dengan bismillah diiringi semangat ibu bapaknya plus ibu mertua saya yang gigih mencukur cucunya ini meskipun tidak sampai gundul pun dengan omongan-omongan di belakang kami bernada mengasihani Maryam. Heu sepertinya kami ini orang tua yang tegaan, tidak apa-apalah sebatas tegas mengenai niat yang memang ada contohnya biarlah omongan miring itu menjadi pelecut kami. Dan memang dengan kurangnya pengalaman ditambah nyali yang semakin mencuit rambut Maryam akhirnya plentas plentos *disini gundul disana belum*.

Tapi kami tetap tidak pustus asa, di hari ke sepuluh kalau tidak salah ingat akhirnya si cantik solehah bisa juga gundul. Dari pengalaman ini saya mengerti bahwa kesungguhan itu selalu ada jalan, berniatlah dan alam raya akan mendukungmu, Alloh maha tahu dan pengabul do’a, yakinlah. Ini pun dengan skenario kebetulan yang indah. Istrinya sahabat Apa saya yang datang melihat Maryam bercerita bahwa cucunya pun yang selisih beberapa bulan digundul di hari ke-7 dengan bantuan saudaranya, yang ternyata si saudara ini saudaranya saudara saya *nah loh, bingung kan*. Jadilah dengan perantaraan saudara itu si saudara yang mencukur habis rambut cucunya itu datang juga ke rumah Apa. Dan orangnya subhanalloh ramah kisaran usia lima puluhan. Maryam mula-mula Apa yang gendong dengan cara ditemplokin di dada sehingga wajahnya tertidur di bahu kita selanjutnya sampai selese saya yang gantikan apa untuk menggendong berhubung anaknya nangis minta mimi. Dengan cara ini si ibu bebas leluasa mencukur rambut Maryam, persisnya sih membersihkan sisa-sisa cukuran sebelumnya yang acakadul. Dan dengan penuh kepercayaan diri didukung dengan jam terbang mencukur bayi yang lumayan, acara cukur mencukur pun tidak memakan waktu lama, jreng jreng akhirnya putriku gundul juga, alhamdulillah.

Belajar juga menggundul dari si ibu. Waktu menggundul di hari ke-7 rambut Maryam kan dibasahi katanya sih untuk memudahkan mencukur, alamat memudahkan jadinya ribet karena itu rambut lepek nempel di kulit kepala. Sudah pakai berganti-ganti pisau cukur pun masih saja susah. Dan dengan tenangnya si ibu ini hanya menggunakan pisau cukur tanpa apapun lagi, sret sret sret…jadinya tidak perlu menggunakan air ya saudara-saudara. Dan sepertinya untuk anak ke-2 insyaAlloh saya siap cukur gundul anak sendiri. Setelah gundul kulit kepala Maryam langsung diolesi air perasan seledri biar cepat tumbuh subur. Dan alhamdulillah Maryam tidak lama gundulnya, usia satu bulan sudah kembali banyak rambutnya.

Dengan gundulnya Maryam acara aqiqahan pun kami anggap selesai, alhamdulillah. Si rambut pun saya timbang di tukang emas. Tadinya kalau dikira-kira tidak akan mencapai 1 gram tapi ternyata beratnya 1,5gram. Berhubung kami menyandarkannya dengan harga perak jadinya uang yang diberikan kemarin pas hari ke-7 tidak kurang. Dan acara repot-repot pun berakhir juga dan nyatanya tidak serepot yang saya bayangkan, jalani saja dengan serius dan insyaAlloh semua akan berjalan dengan lancar tidak lupa berdo’a. Dan akhirnya rasa syukur ini kami panjatkan kepada-NYA pun kami berterimakasih yang sangat kepada kedua ibu bapak dari kedua belah pihak yang telah membantu acara aqiqah Maryam, keluarga dari kedua belah pihak dan para tetangga yang super hebat silaturahimnya, terimakasih semoga Alloh menggantinya dengan yang lebih indah dan mengkaruniakan Maryam kesholehan, aamiin. Terutama Apa dan Emih yang ikut capek sampai-sampai emih lupa memakai baju bagus di hari aqiqahnya Maryam saking sibuknya beliau di dapur. Oh iya Nak, itu kambingnya disumbang juga dari Apa loh.

Semoga engkau menjadi qurrota’ayun bagi abi dan ummi,,,wanita solehah, cerdas, disayang orang-orang dan menjadi pengikut Rasululloh yang taat untuk selalu tunduk patuh kepada Alloh SWT sesuai namamu MARYAM BATRISYIA QONITAT, Maryam yang cerdas dan taat kepada Alloh SWT. Teladanilah orang-orang soleh sebelummu seperti halnya Maryam binti Imran. Big loves for you my dear Maryam…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s