#3 Penjernihan Air Solusi Sumber Air Minum

Jika Indonesia negara kepulauan maka Wakatobi adalah kabupaten kepulauan. Bagaimana tidak, nama Wakatobi sendiri merupakan akronim dari nama-nama pulau besar yang membentuk Kabupaten Wakatobi. Wa= Wangi-Wangi merupakan pulau terbesar dan sebagai pusat pemerintahan, Ka= Kaledupa pulau setelah Wangi-Wangi dengan penduduk terbanyak kedua setelah Wangi-Wangi, To=Tomia pulau ketiga yang keindahan alamnya tidak diragukan lagi bahkan beberapa daerah pemandangannya seperti di daratan eropa, tidak aneh jika ada orang luar negeri yang menyewa salah satu pulau kecil di sekitar Tomia, Bi=Binongko pulau keempat yang tanahnya tidak bisa ditanami dan terkenal sebagai pulau tukang besi karena disana sejak masa kejayaaan Kerajaan Islam Buton diproduksi berbagai kerajinan besi, seperti parang, pisau, dan lainnya.

Graphic1

Wakatobi secara geografis terletak di bagian tenggara Pulau Sulawesi, selatan garis katulistiwa, memanjang dari utara ke selatan diantara 5.000 – 6.250 Lintang Selatan ( sepanjang ± 160 km ) dan membentang dari Barat ke Timur diantara 123.340 – 124.640 Bujur Timur ( sepanjang ± 120 km ). Dan luas daratannya hanya 4,5% dari seluruh wilayah Wakatobi. Sekitar 19.200km2 atau 95,5% merupaka perairan laut lepas. Di utara dan timur ada Laut Banda yang dalam, di selatan dan barat Laut Flores. Persis Wakatobi dikelilingi lautan di segala penjuru. Wakatobi pun berada pada pusat segi tiga karang dunia (Coral Triangle Centre), yang memiliki keanekaragaman hayati kelautan tertinggi di dunia yakni 750 jenis karang dari 850 spesies karang dunia. Dan memiliki karang atol terpanjang di dunia (Kabupaten Dalam Angka Kabupaten Wakatobi Tahun 2012).

peta wakatobi

Air sebagai kebutuhan pokok manusia harus terjaga kualitasnya. Ingat, manusia dapat hidup beberapa hari tanpa makan hanya dengan air tapi jika kondisi sebaliknya tidak bisa. Tubuh manusia rata-rata memiliki 60% air dari berat tubuhnya, tergantung dari usia (nationalgeographic.co.id). Pada bayi kandungannya 80%, orang dewasa 60%, dan pada usia lanjut atau di atas 65 sebesar 50%. Dan 60% pada tubuh orang dewasa berbeda pula untuk masing-masing individu berdasarkan ukuran tubuhnya (wikipedia). Air sebanyak itu tentu saja bukan tanpa kegunaan. Ingat lho, bahwa Alloh tidaklah menciptakan sesuatu melainkan ada hikmah di dalamnya. Tidak terkecuali dengan air dalam tubuh manusia.

Graphic1 (2)

Air di dalam tubuh manusia berperan penting dalam melarutkan zat-zat dalam darah, menyaring racun dari organ vital, membawa nutrisi ke sel tubuh, dan menghasilkan kelembaban bagi jaringan telinga, hidung, dan tenggorokan. Sehingga air sangat menentukan semua kinerja sistem di dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, setiap harinya asupan air harus dapat mencukupi semua aktivitas tersebut. Air yang dikeluarkan harus mendapat pengganti yang cukup. Banyak sekali rekomendasi dari beberapa penelitian tentang seberapa banyak manusia harus minum air tiap harinya. Institute of Medicine menyarankan 3 liter atau setara 13 gelas air untuk para pria dan 9 gelas air atau 2,2 liter untuk para perempuannya. Ada juga yang merekomendasikan berdasarkan pendekatan pengganti, asumsinya setiap hari manusia mengeluarkan cairan sebanyak 1,5 liter, jadi dengan mengkonsumsi 2 liter air atau lebih (8 gelas) maka cairan yang hilang akan tergantikan dengan baik. Terlepas dari itu semua, saya pribadi malah minum air kurang dari 8 gelas perhari. Dan menurut saya itu sudah cukup, pendapat saya ini juga diperkuat lho dengan apa yang ditulis di nationalgeographic bahwa sebenarnya kebutuhan air tiap orang tidaklah sama tergantung dari banyak faktor, termasuk kesehatan, seberapa aktif, dan dimana tinggal. Selain itu kita pun dapat mengetahui apakah kita sudah cukup minum air atau belum jika kita jarang merasa haus dan air kencing kita tidak berwarna dan pekat berarti kita sudah cukup minum. Jadi kita sendirilah yang mengetahui berapa jumlah liter atau gelas yang harus diminum setiap harinya agar kesehatan tetap terjaga.

Hmm…dengan kondisi seperti itu Wakatobi yang dikelilingi air asin kebutuhan akan air minum yang bersih menjadi perkara utama. Tapi beruntung di Pulau Wangi-Wangi banyak ditemukan sumber mata air. Berdasarkan data dari Statistik Daerah Kabupaten Wakatobi Tahun 2012 rumah tangga yang sudah menggunakan air bersih sebagai sumber air minum terus meningkat dari tahun 2009-2011. Tahun 2009 66,6%, 2010 68,1%, dan tahun 2011 mencapai 83,4%. Secara umum di Kabupaten Wakatobi kebutuhan akan air bersih terus membaik. Akan tetapi persebarannya tidak merata di seluruh pulau-pulau di Wakatobi. Dengan jumlah penduduk mencapai 51,56% pada Tahun 2011 berada di Pulau Wangi-Wangi, maka tidak heran jika pemenuhan air bersih meningkat tajam di tahun 2011. Sebagai pusat pemerintahan pembangunan di Pulau Wangi-Wangi bertumbuh pesat, termasuk tumbuhnya Perusahaan Daerah Air Minum. Masyarakat di Pulau Wangi-Wangi rata-rata sudah memanfaatkan air bersih sebagai sumber air minumnya entah itu dari sumber air terlindung, pompa, ledeng, air isi ulang, bahkan air kemasan bermerk.

Sementara itu di beberapa pulau kecil dengan jumlah penduduk terbatas air masih menjadi kebutuhan mahal. Bahkan ada juga di Pulau besar yang masih kesulitan air bersih, seperti di Pulau Binongko yang selama musim kemarau kemarin terpaksa menggunakan simpanan air hujan. Salah satu pulau yang masih menggantungkan air bersih dari hujan adalah Pulau Kapota yang berjarak kurang lebih 30 menit dari Pulau Wangi-Wangi, penduduk di pulau kecil tersebut menggantungkan kebutuhan air pada hujan. Sumur pun dibangun hampir di setiap perumahan di Kapota. Sumur tersebut berfungsi untuk menampung air hujan. Sumber mata air memang ditemukan tapi sayang jumlahnya sangat terbatas. Yang lebih parah di Pulau Runduma, Pulau ini mengingatkan saya pada cerita anak-anak Laskar Pelangi yang ingin menemui dukun di sebuah pulau. Pulau Runduma ini jarang sekali dikunjungi. Penduduknya jarang dan mereka sangat mengandalkan air hujan jika tidak ada hujan mereka pun terpaksa menggunakan air laut.

Pengalaman suami ketika Sensus Penduduk. Dia beserta rombongan dari BPS Kab. Wakatobi dengan menggunakan perahu kecil menuju Runduma. Hampir 4 jam mereka terombang-ambing di lautan lepas. Bahkan rombongan dalam perahu curiga kalau mereka sudah tersesat. Sebagai orang yang tidak terbiasa menggunakan transportasi laut, suami sudah berpikiran macam-macam. Bayangkan saja mereka di tengah lautan tanpa tahu arah dan tidak satu daratan pun yang terlihat. Singkat cerita, rombongan suami akhirnya sampai ke pulau yang dituju. Pulau kecil yang asri jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Penduduk yang jauh dari keinginan ini itu. Hmm…kebahagiaan sangat sederhana disini…menyaksikan seperti ini sebenanya membuat hidup tenang damai, dan seperti duduk di depan pantai di bawah pohon kelapa semilir angin menyibakkan rambut perlahan. Tapi sayang sungguh sayang disana sumber airnya terbatas. Rombongan pun mandi, wudhu dan minum menggunakan air kemasan bermerk terkenal. Anggap saja mereka sebagai orang terkaya saat itu^^ bagaimanapun mereka menggunakan air kemasan bermerk terkenal untuk mandi^^…

Hujan memang bisa diandalkan. Tetapi pengalaman kemarau Tahun 2012 yang mencapai 7 bulan bahkan lebih. Tentu, air hujan sulit diandalkan. Air laut menjadi pilihan namun jika air asin dalam jangka waktu yang lama dikonsumsi akan berpengaruh terhadap kesehatan. Garam yang berlebih di dalam tubuh manusia dapat menyebabkan gangguan keseimbangan Kalsium (K), sehingga menimbulkan penyakit darah tinggi hingga memicu risiko penyakit jantung. Saya jadi ingat ungkapan tentang orang miskin, jika tidak sanggup berobat maka solusi satu-satunya adalah mencegah penyakitnya sendiri setidaknya menjadi solusi yang tepat untuk saat ini. Sehingga perlu diupayakan suatu terobosan untuk memenuhi penduduk akan air bersih, yah, minimal air bersih untuk sumber air minum mereka.

Nah, berikut ini saya rangkumkan dari http://yusufzulkarnain.blogspot.com tanda-tanda tubuh kita kelebihan garam:

1. Tekanan darah jadi meningkat
Saya merinding mengetahui akibat yang disebabkan kelebihan garam dalam tubuh. Tekanan darah meningkat salah satunya, hal ini diakibatkan jumlah natrium dalam darah jumlahnya meningkat. Sehingga mengakibatkan ginjal kesulitan dalam membuang kelebihan air. Kelebihan air dan tekanan pembuluh darah meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah ini akan memicu risiko penyakit jantung dan gagal ginjal bahkan gangguan otak jika tidak terkontrol.
2. Mudah Haus
Garam di dalam darah ternyata harus diencerkan dengan air. Makanya tidak salah tuh kalau habis makan makanan bergaram kita lebih sering haus.
3. Kembung
Garam dapat menahan air pada tubuh dan dapat menyebabkan kembung. Tapi hal ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi banyak air putih.
4. Jarang buang air kecil
Ginjal membantu mengencerkan garam dengan memperlambat produksi urin dan konservasi air. Jika ketika kencing terasa sensasi terbakar, hal ini diakibatkan kelangkaan air yang menyebabkan pembakaran pada saat buang air kecil.

Pulau Runduma ini mengingatkan saya juga dengan serial drama korea di masa dinasti Joseon. Diceritakan sebuah pulau (Pulau Jeju) yang kondisi alamnya mirip pulau-pulau di Wakatobi, dalam artian dikepung air laut. Diceritakan bahwa di zaman itu Pulau Jeju adalah pulau tempat pengasingan bagi mereka yang melakukan tindak kejahatan, pemberontakan, pengkhianatan, dan lainnya. Diceritakan air menjadi barang mewah yang sulit diperoleh. Hanya kalangan istana dan masyarakat kelas menengah Jeju yang bisa mengakses mata air, yang lainnya masyarakat biasa tidak diperkenankan menggunakan mata air. Alhasil penduduk pun menggunakan air seadanya, jika ada hujan mereka menggunakannya jika tidak terpaksa air asin. Banyak penduduk yang menderita penyakit gatal-gatal sejenis cacar disertai demam disebabkan konsumsi air asin dalam jangka waktu yang lama. Masyarakat biasa ini ketika sakit pun mereka susah, sulit mendapatkan perawatan yang layak karena mahalnya obat. Seorang tabib yang bernama Jang Duk berusaha membuat kolam penampung air hujan yang besar. Kolam ini dimaksudkan untuk menampung air hujan dan air hujan ini bisa digunakan warga setelah sebelumnya dijernihkan dengan bantuan kerang dan arang.

Saya penasaran juga dengan kerang dan arang kok bisa ya menjernihkan air, sehingga menjadi air yang siap dikonsumsi. Memang banyak yang sudah ditemukan dunia teknologi untuk mengatasi masalah penjernihan air, namun saya kira lebih bagus jika media untuk penjernihan itu bisa didapat secara murah dan mudah di wilayah sekitar. Saya kira kerang akan mudah didapat di daerah laut dibandingkan harus membeli tawas atau PAC.

Kerang terutama kerang hijau ternyata memang bisa menjernihkan air. Paling tidak begitu menurut yang saya baca di sebuah artikel(green.kompasiana.com). Tapi di artikel tersebut disebutkan bahwa kerang hijau (perna viridis) merupakan hal yang baru ditemukan sebagai koagulan alam dan lagi-lagi walaupun sangat bagus untuk menjernihkan air dan tidak memiliki efek samping tapi sayang harga produksinya masih mahal. Kerang akan menggumpalkan partikel pengotor ukuran halus dan melayang dalam air yang biasa disebut koloid menjadi partikel berukuran besar. Partikel-partikel yang membesar akibat penggumpalan disebut flok. Koagulan alam maksudnya bahan alami yang ditambahkan ke dalam air dengan tujuan untuk menjernihkan air melalui proses koagulasi. Definisi koagulasi adalah proses yang menyebabkan menggumpal atau menjadi bergumpal, mengkonversi cairan atau zat dalam larutan menjadi padat atau gel (kamus kesehatan.com). Koagulan yang biasa digunakan adalah koagulan kimia seperti tawas, kapur, dan kaporit. Tapi penelitian selanjutnya oleh Flaten, 2001 dan Roussy, 2005 menemukan bahwa koagulan kimia ini menghasilkan residu yang dapat menyebabkan penyakit alzheimer.

Sementara arang ini sebenarnya fungsinya sebagai penyaring. Jadi air yang sudah digumpalkan dengan koagulan akan dialirkan melewati arang sehingga flok atau gumpalan hasil koagulasi akan tersaring dengan baik. Nah, proses penyaringan ini sendiri akan lebih baik jika menggunakan media yang lebih bervariatif. Selain arang bisa ditambahkan juga ijuk, keramik, atau batu-batuan alam.

Dengan demikian air hujan yang telah melalui proses penjernihan ini bisa langsung dikonsumsi. Alat penjernihan ini sebenarnya bisa dilakukan dan dibuat oleh masyarakat secara sederhana. Masayarakat di bebarapa pulau, seperti Pulau Binongko sudah memiliki bak penampung air yang besar dan dalam. Namun bak-bak ini hanya sebatas penampung air hujan. Akan lebih baik jika di dalam bak-bak penampung ditaruh koagulan alam sehingga kotoran dalam air yang telah diberi koagulan alam bisa disaring ke dalam kolam penampungan kedua. Nah, kolam penampungan kedua ini bisa dimanfaatkan untuk sumber air minum dan memasak. Sumur-sumur atau kolam-kolam penampung air hujan ini patut terus dilestarikan bukan saja sebagai sumber air bagi masyarakat tapi juga sebagai kebudayaan daerah yang perlu dilestarikan. Hanya saja tinggal meningkatkan kejernihan airnya, seperti yang telah saya singgung di atas, salah satunya dengan memanfaatkan koagulan alam, salah satunya kerang yang mudah dan murah ditemukan.

Seiring dengan perkembangan teknologi muncullah alat yang sudah paten dan bisa langsung dimanfaatkan oleh warga. Salah satu yang bisa jadi pertimbangan adalah produk dari unilever, pureit. Istimewanya pureit bisa langsung digunakan tanpa bantuan gas atau listrik.

Pureit dalam menjernihkan air melalui empat tahapan (pureitindonesia.com).
*Tahap pertama melalui saringa serat mikro yang berfungsi menghilangkan semua kotoran yang terlihat.
*Tahap kedua dengan filter karbon aktif, fungsinya menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya.
*Tahap ketiga dengan prosesor pembunuh kuman, berfungsi menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam air.
*Tahapan terakhir adalah penjernih itu sendiri, yaitu menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, dengan rasa yang alami.

Tahap 2,3, dan 4 dalam satu rangkaian disebut Germkill Kit, yang harus kita ganti setelah memurnikan air sebanyak 1500 liter. Terus kapan kita tahu bahwa kita sudah memurbikan air sebayak 1500 liter? Jangan khawatir karena pureit dilengkapi dengan sistem alert jika kita sudah menggunakannya sebanyak 1500 liter. Pureit juga lebih murah dibandingkan jika kita membeli air galon isi ulang, karena biaya pemurnian per liternya hanya Rp100,- dibawah air isi ulang yang Rp187/liter.

Pureit sebenarnya tidak hanya cocok digunakan di pulau-pulau yang masih kesulitan air bersih di Wakatobi tapi pun di Pulau Wangi-Wangi sendiri, mengingat masyarakatnya sudah mulai beralih ke air galon isi ulang utuk sumber air minumnya. Malah didapat di beberapa pengisian air galon, airnya ketika direbus masih menyisakkan kerak putih sebagai tanda bahwa air tersebut masih memiliki kanduangan garam yang cukup tinggi. Pureit bisa jadi salah satu solusi yang tepat untuk masyarakat di Wakatobi terutama di Pulau Wangi-Wangi dimana masyarakatnya telah maju. Sementara itu di pulau-pulau kecil lainnya sumur atau kolam penampung air masih tetap harus dilestarikan selain mereka pun dapat mencicipi teknologi pemurnian air yang canggih.

1ed2e73f4adfbbe8830d806aaca153d1_banner-lomba-pureit-300

sumber:
wikpedia
BPS Kabupaten Wakatobi
nationalgeographic.com
http://green.kompasiana.com/polusi/2012/10/20/cangkang-kerang-hijau-untuk-penjernih-air-502963.html
http://www.pureitwater.com
kampuskesehatan.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s