-150- Nostalgia acara fav

Bismillah.

Tiba-tiba saja saya kangen dengan acara backpacker nya TvOne. Acara backpacker terkeren menurut saya. Satu, pembawa acaranya terlihat suka jalan, pembawaannya tenang dan satu gak lebay *penting banget walau definis lebay beda-beda*, bukan yang teriak sana teriak sini, kalem aja dia. Gak yang ngomong terus atau nongol terus di layar, jadi apa yang dia lalui dan rasakan jelas terekam dan kita pun jadi ikut terlarut. Ngomongnya itu sesekali saja dan yang penting-penting saja. Yang ditonjolkan bener-bener cerita backpackernya itu sendiri bukan tentang si presenter, mana kita tahu siapa dia kan. Dan bener-bener saya tidak pernah ngeh nama si presenter kece itu kalau tidak googling, dia! iya Yulika Satria Daya yang terkenal banget dengan jargon asikin aja! Asikin Aja…

Kedua, detail banget. Bisa buat kita ancer-ancer budget kalo mau backpacker-an ke suatu daerah. Hampir semua hal yang dia gunakan selama perjalanan dipampang harganya. Dan namanya backpacker dia bener-bener nyari yang lowbudget tapi masih nyaman.

Ketiga adalah kontennya sendiri. Boleh dibilang ini adalah acara backpacker yang bener-bener backpacker. Buktinya saya hampir selalu lupa untuk melihat siapa nama pembawa acaranya, ya, karena saya memang fokus ke konten yang hendak disampaikan, gak salah fokus lah ya. Acara sekarang kan, malah lebih ke si pembawa acaranya kan? biasalah tidak jauh-jauh dari rating dan share.

Terimakasih lho TvOne dengan acara super kerennya ini, semoga ada lagi ya yang kayak gini. Masa muda saya lumayan terselamatkan dengan acara ini πŸ˜†

Nonton acara ini tuh jadi pengen backpacker-an juga tapi sayang gak ada temennya nih. Pernah dengar salah satu bait syair Imam Syafi’i dong tentang merantau :

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan..
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang

Tuh, yuk ah menjelajah, maka akan kau dapati nikmat Tuhanmu yang tidak bisa kita dustakan, masyaAlloh. Saya mah apa atuh, jalan-jalan lihat sawah yang menghampar saja sudah begitu terpesona, apalagi kalau suatu hari nanti bisa melihat tanah yang warnanya putih dan bebungaan yang berwarna shabby, aamiin semoga suatu hari nanti.

masyaAlloh…

Atau gedung-gedung yang nampak mempesona dari ketinggian itu sudah membuat saya terpana, alhamdulillah…

semarang…

Semoga Alloh menyampaikan ke tempat-tempat lainnya, aamiin…

Advertisements

-149- Murder in Mesopotamia: Cerita Saja

Bismillah…

Saya penggemar Agatha Christie sejak dari SMA. Perpustakaan SMA lah yang memperkenalkan saya pada karya-karyanya. Saya biasa menghabiskan jam istirahat di sana juga jam-jam malam saya yang seharusnya saya gunakan untuk belajar malah meringkuk di bawah selimut membacanya penuh penghayatan wkwkwk. Maka, tak heran nilai saya di SMA tidak semoncer SMP tapi walau begitu saya masih bisa masuk tiga besar bahkan umum, tapi tidak cemerlang, menyedihkanlah menurut saya mah!

Capek bukan main waktu sekolah karena saya dituntut untuk bisa mempertahankan ranking tanpa tahu esensinya karena memang ingin saya tidak di sana. Padahal mah tidak ada juga yang nuntut saya terang-terangan, hanya perasaan saya kalau mau membahagiakan orang tua ya salah satunya melalui nilai raport yang bagus. Kemudian pas kuliah karena tidak ada raport, saya benar-benar memuaskan keinginan untuk membaca. Hampir tiap minggu tidak absen nangkring di GM huahua…Ah, kemudian di usia yang tak lagi muda saya baru menyadarinya, makanya saya tidak mengharapkan anak-anak saya kelak bagus di buku raport. Saya ingin mereka tahu kelebihan dan apa maunya sedari dini…

Panjang ya preambule…

Novel Pembunuhan di Mesopotamia ini baru saja saya selesaikan beberapa jam yang lalu. Entah, karena sudah terbiasa membaca karangannya, saya sudah pinter menebak siapa tersangkanya bahkan di awal kasus terjadi. Jadi, alurnya mungkin tidak lagi se greget dahulu yang tak tertebak.

Satu hal yang tak pernah membuat saya kecewa dengan semua novel-novelnya adalah bagaimana penyelesaian kasusnya yang sangat elegan menurut saya. Karena tidak menggunakan cara-cara fisik, misal pake kaca pembesar atau mengikuti jejak bak anjing pemburu. Dia tuh iya saya lagi ngomongin toko utama yang paling sering muncul dalam setiap novelnya, siapa lagi kalau bukan Hercule Poirot!. Pria yang digambarkan memiliki perawakan kecil, dengan kepala bundar, kumis melengkung, dan terkesan lucu, ialah sang detektif yang memecahkan masalah dengan sel-sel kelabunya. Ia mengamati semua hal dan yang paling selalu membuat saya tertarik adalah penelitiannya tentang sifat, karakter manusia, itu keren sih menurut saya. Saya jadi belajar banyak tentang psikologis orang di sini.

Dan, novel kali ini pun sukses memukau saya dengan semua karakter yang ditampilkan. Mrs. Leidner! iya dia yang paling membuat saya tertarik. Wanita menarik, cantik, tapi bukan cantik fisik lahiriah. Dia tuh lebih ke wanita menarik karena seperti memiliki darah biru, darah bangsawan, ditambah lagi ia pingter lengkap sudah membuat orang-orang di sekitarnya kagum. Dan ia wanita yang dapat dengan mudah menundukkanmu pada kesempatan pertama. Seperti halnya Suster Leatheran pertama kali bertemu langsung bersimpati kepadanya. Dan saya percaya ada perempuan seperti ini. Saya mungkin pernah bertemu dengannya.

Perempuan seperti ini kadang membuat saya bingung. Karena menurut saya dia tidak melakukan apa-apa, tapi orang-orang sepertinya segan, tunduk, sama dia. Saya memang bukan salah satu diantaranya, diantara yang takluk dengan perempuan seperti ini tapi saya heran saja. Kok bisa? tapi emang itu nyata.

Saya sendiri tidak bisa menjangkau perempuan seperti ini. Entah karena mereka baperan atau saya nya yang kurang bisa memahami. Maklum saya kadang lepas kendali kalau sudah bercanda, kadang mukul gak sengaja! pelan saja kok jangan khawatir, pukulan sayang…Tapi dia tuh seperti tanpa ekspresi, itu pukulan saya seperti: kok kamu mukul-mukul sih? tapi dia tidak juga bicara seperti itu, tidak juga sikapnya berubah drastis, tapi saya merasa dia melakukannya sangat halus karena saya merasakannya!

Tapi saya sedih mendapati tokoh yang menarik hati saya ini harus menjadi korban. Ia meninggal jauh dari tanah kelahirannya, ia meninggal di tempat kerja suaminya seorang arkeolog. Jauh dari sanak keluarga hanya suami yang ternyata dialah otak di balik semuanya. Itu sangat menyedihkan! Rasanya menjadi Mrs. Leidner na’udzubillah amat sangat sunyi. Ya Alloh lindungilah kami dari hal-hal buruk akibat ulah manusia, aamiin.

-147- Maryam

Bismillah…

Usianya empat tahun. Alhamdulillah komunikasinya semakin pesat. Sekarang ia sudah bisa bercerita kegiatan sehari-harinya. Kalo saya pulang…

“Ummi, ummi…enyon tadi doyan, sama mb bia, mb awa, mb titis, nada…nada jatuh ummi, nangis.” dan terus nyerocos apapun yang diingatnya. Saya menimpali, iya sayang, terus gimana…

Kira-kira artinya: ummi, ummi…saya tadi main, sama…

Waktu berlalu alhamdulillah kekhawatiran itu perlahan menyurut. Selidik punya selidik Maryam ini dulunya kurang sarana untuk berkomunikasi. Sementara di sini dia bisa bermain dengan siapa saja karena saudaranya banyak.

Bermain. Iya anak seusia dia memang harus main. Dari main inilah mereka belajar. Permainan pertama yang membuat saya sadar adalah bermain masak-masakan. Saya lihat Maryam sedang main dengan sepupunya dengan peralatan masak yang saya beli seharga tiga puluh ribuan. Mereka bermain jual beli. Maryam sebagai pedagang dan sepupunya sebagai pembeli. Saya perhatikan disanalah Maryam belajar komunikasi. Sepupunya yang terpaut dua tahun dengan Maryam terus bicara mengajak Maryam bicara, bukan ngajari tapi memang dia butuh jawaban Maryam.

“Maryam beli…”

“Beli…?” ini Maryam belum begitu faham dengan beli. Tapi sepupunya terus nunjuk-nunjuk, beli itu nih uangnya. Akhirnya Maryam ngerti dan mulai masak sate-satean.

Dia butuh main dengan sebayanya dengan teman-temannya.

Makanya sekarang dia TK saya tidak memaksa dia harus pintar menulis dan membaca saya biarkan saja dia main. Karena ternyata ketika di rumah apa yang gurunya bicarakan di TK dia inget tentu dengan pelafalan yang masih terbatas.

Usianya memang untuk bermain, bermain adalah belajar bagi mereka. Tapi sebenarnya kita bisa belajar dari anak-anak: melakukan sesuatu itu harus menyenangkan karena jika hati senang insyaAlloh ikhlas dan hasilnya insyaAlloh memuaskan.

-146- Review Sanken SJ-160

Bismillah…

Rice cooker ini cukup membuat baper kita para emak di dapur ya gak? Saya sih iyes *anang mode on* Kisah lama tentang si rice cooker bisa cek di sini dan sini.Β Rada-radaΒ sedih lah sampai harus pake ilmu silat segala waktu mencet on nya.

Nah, karena kita pindahan ke Jawa jadinya beli rice cooker baru. Pengalaman kemarin membuat saya beralih ke produk lain.

Produk kemarin yang saya beli secara branded bagus banget, sudah terkenal kualitasnya. Namun kemarin saya rasa agak kurang, mungkin karena ini produk baru mereka jadi masih, yah kekurangan di sana sini. Tapi mari kita lupakan, semoga ke depan jauh lebih baik lagi, aamiin.

Saya kembali ke pemain lama di dunia rice cooker. Kriteria saya nambah dari yang kemarin. Saya mau tombol on of nya gak mau lagi yang dipencet ke dalam maunya yang atas bawah saja, ribet bo! Yakali saya sabuk hitam bisa gampang hehe πŸ˜…

Jatuh hati pada sanken secara inner nya stainless tombolnya juga atas bawah. Tapinya mehong! Budget saya mirip-mirip kemarin. Akhirnya saya dapat yang ukuran 1,2 lt, kecil sih tapi insyaAlloh masih cukup, tipe SJ-160.

Alhamdulillah pas beli punya voucher jadinya cuma bayar 250rb an. Pengiriman cepat soalnya sesama jawa kan ya, lain dulu lain sekarang yang harus memeras otak untuk mencari dan menentukan pengiriman. Sekarang sih sama saja lah ya beda tipis, alhamdulillah.

Secara kelengkapan okelah gak ada yang kurang malah kalau tidak salah ingat dapat sampel beras organik juga. Isinya ada body tentunya, inner stainless πŸ’•, sutil plastik, tempat untuk menghangatkan.

Happy alhamdulillah, sudah dipake hampir setahun masih bagus cuma agak kotor saja body nya karena saya kurang telaten.

Sharing saja ya buibu semua, semoga bermanfaat…maaf nih insyaAlloh gambar menyusul.

Penampakan inner dan body setelah hampir setahun *maaf ya kualitas gambar yang jelek…

Alhamdulillah masih cling!
kecik tapi sangat bermanfaat…
kotor beut… πŸ˜€

 

-145- Jauhi Perilaku Ini

Bismillah

Sudah lama tidak kumpul-kumpul ngaji, ada kurang lebih empat tahun seusia Maryam. Dulu mengaji pemikiran yang saya setuju tidak sama sekali menolak tapi rasanya saya lebih membutuhkan kajian ilmu. Selain itu saya juga tidak pede ketika hendak menyampaikan sesuatu tentang ide yang diemban, bukan karena sulit disampaikan lebih karena diri saya nya yang memang agak kaku dalam pergaulan. Alih-alih mendukung rasanya saya malah bikin repot.

Akhirnya saya mencari kajian online utamanya tang di unggah di youtube. Sayang waktu itu mungkin saya nya juga kurang serius selalu mental isi ceramahnya atau ngantuk, gak konsen lantas ditinggalkan.

Kemudian ke sini semakin banyak ustadz baru yang pembawaannya membuat kita ikut berfikir kemudian membenarkan.

Awalnya tidak sengaja di mobil Pak KTU diputar ceramahnya beliau. Gayanya bercerita tipikal orang sumatera dengan logat sunda membuat enak didengar, rasanya ringan dan mengena. Tidak berapi-api hanya bercerita menyampaikan sering diselipin kisah-kisah nabi dan para sahabat dengan gaya penceritaan seorang penulis. Saya tuh denger ceramahnya serasa baca movel Andrea Hirata versi kisah nyata. Enak banget didengar. Ustadz Hanan Attaki.

Kemudian karena di youtube jadinya kan muncul yang lain-lain, ketemulah saya dengan ceramahnya Ustadz Adi Hidayat yang berbeda cara penyampaiannya, lebih ke yang benar-benar belajar. Kita ya kalo dengar ceramah Ust. Adi harus siap dengan pulpen dan buku, harus pake banget nyater.

Awalnya saya tidak tertarik karena gaya ceramah seperti ini biasanya tidak masuk ke saya: ngantuklah. Tapi sekali dengerin ternyata asyik karena setiap membahas sesuatu langsung ia jawab pake dalil, ditulislah itu di papan semua dalilnya, masyaAlloh. Lebih dari itu yang membuat saya betah dengerin ceramahnya adalah ia selalu membawa kita untuk ikut berfikir. Mengaitkan satu masalah dengan sebab kejadiannya, sejarah yang ikut di dalamnya dibahas secara gamblang, dan ingatannya masyaAlloh.

Saya pernah membaca Api Sejarah, Ahmad Mansyur Suryanegara waktu kuliah dan hari ini saya hanya ingat sedikit garis besarnya. Ustadz Adi malah inget sama halaman-halamannya bahkan paragraf, masyaAlloh.

11 Desember 2017 saya ada mendengar ceramahnya membahas hal yang dibenci Alloh. Kebetulan saya lagi buka-buka buku dan ketemu ini. Pembahasannya mengena banget terutama saya yang kadang kalo lagi kumpul lebih sering keseleo lidah.

Jadi sebagai pengingat barangkali bermanfaat juga bagi pembaca di sini. Ada tiga perilaku yang dibenci Alloh SWT. Saya kurang cepat mencatat nomor-nomor suratnya, insyaAlloh nanti di update kalo mengulang.

1. 17:36 surat 17 ayat 36 : kabar burung, katanya, ngobrol yang gak jelas kebenarannya. Ini nih yang sering banget kejadian di emak-emak ☺️

2. Boros, menyia-nyiakan harta,menggunakan harta tidak pada tempatnya, termasuk membuang makanan ya…

3. Banyak bertanya tentang sesuatu yang sudah jelas. Ini mirip umatnya Nabi Musa, apa-apa ditanyakan padahal sudah jelas hukumnya.

Itu mudah-mudahan bermanfaat sebagai pengingat apalagi pas kumpul, jaga benar-benar hati dan lisan.