-114- Makanan Favorit Keluarga

Bismillah.

Saya dan suami dalam hal makanan amat sangat berbeda. Sebenarnya tidak hanya makanan sih, hampir dalam segala hal kita berbeda. Ya, namapun katanya saling melengkapi hhee.

Saya suka yang asin-asin si abah suka yang manis-manis. Bahkan saya sering di buat geleng-geleng kepala, susu yang manis pun harus di tambah gula lagi. Belum teh manisnya yang menurut saya seperti larutan gula berwarna coklat keemasan. Gimana tidak merdeka itu para semut di rumah.

Saya suka yang bersantan gurih si abah sukanya yang kalo bisa kasih garam saja cukup. Dia yang di kasih tiap hari tempe dan kangkung akan super hepi dan saya yang walaupun masaknya gampang tapi lidah tak terpuaskan. Jadinya tiap masak kalau saya lagi rajin masak dua menu yang berbeda.

Bersyukur Maryam mengambil sebagian dari saya dan abahnya. Bayangkan jika Maryam pun memiliki selera makan yang sama sekali berbeda, duh saya bisa seharian di dapur😀 .

Tapi ada satu makanan yang mempersatukan kita. Saya bahagia sekali kalau soal makanan yang satu ini. Hemat waktu dan tenaga. Tidak lain tidak bukan dia adalah adonan kanji. Kok makanan? Iya karena adonan kanji ini sebenarnya sudah matang. Dia sudah di seduh air mendidij terlebih dahulu sebelum dieksekusi selanjutnya menjadi bentuk makanan yang lebih menjanjikan.

Dari adonan kanji ini selain bisa langsung di makan *ala Maryam* selanjutnya bisa di masak sesuai selera. Misal suami sukanya indil ya tinggal di rebus kemudian di beri sambal kacang. Saya suka cireng ya, tinggal di goreng dan di cocol sambal. Maryam? Dia suka semuanya…

Ini dia adonan kanji sampai menjadi rupa makanan lainnya yang enak dan tentunya kesukaan kita semua…

adonan kanji
adonan kanji

Adonan ini terdiri dari tepung kanji gr di campur 3 sendok makan tepung terigu dan di seduh dengan rebusan bawang putih, garam, dan merica. Air untuk merebus kira-kira segelas belimbing. Di aduk pakai sendok ketika masih panas. kemudian diamkan sebentar sampai agak hangat. Selanjutnya suka-suka untuk di olah menjadi apapun. Bisa cilok, cireng dan indil.

Ketika membentuk agar tidak lengket di tangan pakai tepung terigu. Dan ini yang baru-baru saya bikin dari adonan kanji.

ini cilok bisa juga di buat indil dengan cara di rebus menggunakan sambal kacang.
ini cilok bisa juga di buat indil dengan cara di rebus menggunakan sambal kacang.
cireng
cireng
yummy...
yummy…
sore-sore kayak gini...
sore-sore kayak gini…

Kalau soal makanan yang ini tak kenal waktu. Kapanpun saya buat langsung habissss…

Modifikasi resep dari berbagai sumber.

 

-113- Milestone

Bismillah…

DI usianya yang ke 3 banyak yang terasa sekali perubahannya. Salah satu yang membuat saya amazed melihatnya adalah kemarin.

Kemarin untuk yang ke dua kalinya saya melakukan perjalanan berdua saja dengan Maryam. Dulu ada saja di sepanjang perjalanan dia menangis bahkan dulu itu dia tidak mau duduk di kursinya. Sepanjang perjalanan di pesawat malah nemplok terus di saya. Dan iya saya pegel bukan main. Pernah juga dia tidak mau masuk ke dalam pesawat sambil jerit-jerit minta keluar *nguras keringet dan perasaan*.

Tapi itu dulu…

Sekarang tak sekalipun dalam perjalanan baik pergi maupun pulang dia minta di gendong. Antusias jalan sendiri, alhamdulillah. Gendongan pun menjadi tak berguna dan sepertinya akan segera dimusiumkan. Ya, karena selain tak di pakai bawanya pun jadinya menuh-menuhin barang bawaan.

Kemarin itu Maryam seperti ini:

  • Duduk manis di pesawat ala Maryam itu kaki diselonjorkan sambil buka majalah pesawat pakai ekspresi serius lagi baca plus sekali-sekali noleh ke umminya sambil ngasih senyuman super kiyut. Itu saya meleleh.
  • Menunggu di bandara ala Maryam adalah menikmati setiap menitnya sambil memperhatikan lantai bandara, duduk ngemper dan sesekali tiduran. Dan tidak peduli dengan orang banyak yang tak dikenalnya.
  • Menunggu baginya bukan masalah selama ada makanan dan minuman di bandara aman, alhamdulillah. Padahal saya sudah rempong sekali dikarenakan ada perubahan jadwal tiket sehingga harus mengurusnya dan itu lama menguras waktu dan emosi. Menjelang penutupan check in baru selesai itu tiket reschedule.

Perjalanan besar lainnya insyaAlloh akan datang padamu sehingga berbekallah dari sekarang. Semoga perjalanan selanjutnya lebih menyenangkan lagi, aamiin.

-112- Peribahasa

flower-887443_1920

“Karena nila setitik rusak susu sebelanga”

Akhir-akhir ini saya lagi kepikiran tentang pemimpin Wakatobi yang baru saja lengser. Bukan karena dilengserkan tapi dia sudah dua periode menjabat. Di akhir masa jabatannya komentar negatif tentang dirinya tak dapat dihindari. Iya dari kubu lawan yang kebetulan hari ini menang.

Saya bukan pihak pro atau kontra dengan gaya kepemimpinannya. Bukan juga tidak setuju dengan visi misi nya. Saya hanya penduduk biasa yang berusaha menerima semua keputusan yang telah diputuskan yang katanya sudah sesuai demokrasi.

Hanya saja kalau kita pikir *kebanyakan mikir yang belum tentu penting* pemerintah yang selesai dalam kondisi baik-baik saja masih dibicarakan kurang baik apalagi yang jelas-jelas melewati masa akhir jabatannya dengan huru hara.

Kemudian saya teringat Pak Harto. Tidak saya pungkiri ketika masa pemerintahannya saya merasa aman nyaman dan tentram pun sejahtera. Saya tahu iya jangan komplen dulu, saya tahu di luar sana banyak juga yang mengalami tindak kurang menyenangkan ketika masa pemerintahannya. Jadi jangan lupa ya akan kekerasan dan semua tindakan kurang menyenangkan itu walau bukan kita yang merasakannya. Iya saya tidak lupa akan semua pemberitaan itu.

Tapi, saya juga tidak mau lupa bahwa ada hal baik ketika masa pemerintahannya. Saya menolak lupa semua kebaikan yang telah saya rasakan. Saya hanya berusaha menempatkan pemimpin saya pada posisinya. Bapak pembangunan ya memang benar adanya pada masanya Indonesia sedang giat-giatnya membangun.

Pada masa Pak Karno juga begitu. Menurut buku-buku sejarah pada masa Pak Karno ini Indonesia begitu dikagumi dan dihormati. Pak Karno sendiri sangat disegani oleh pemimpin dunia lainnya. Di akhir masa jabatannya kita semua tahu terjadi hal yang kurang menyenangkan. Dan selama bertahun-tahun di bawah orde baru nama Soekarno tenggelam begitu saja. Tapi, lihatlah sekarang. Di atas keburukan yang muncul seharusnya kita bisa fair menyikapi kebaikannya.

Peribahasa di atas tentu sudah tidak asing lagi. Sebenarnya peribahasa ini ditujukan sebagai self reminder. Artinya kita harus hati-hati dalam hidup. Satu saja kesalahan bisa jadi merusak semua yang telah kita bangun.

Salah satu munculnya peribahasa adalah dari pengalaman dan kebijakan seseorang. Oleh karena itu, peribahasa tidak bisa kita anggap sepele. Karena boleh jadi, hal buruk telah terjadi pada seseorang di masa lalu. Dan diharapkan kita yang hidup setelahnya tidak mengulangi hal yang sama. Bukankah pengalaman selalu mengajarkan dengan baik?

Karena lebih ke pengingat diri jadi peribahasa di atas menurut saya tidak bisa digunakan sebagai generalisir atau bahkan menghakimi.

Jika kita pernah melakukan satu kesalahan dan saya yakin sebagai manusia kita pernah melakukannya, bukan berarti kita langsung di cap sebagai seorang pecundang kan? Bukankah di luar sana orang-orang besar tidak luput dari kesalahan dan mereka memperbaikinya sebaik yang mereka bisa?

Jika seseorang pernah melakukan kesalahan kita tidak bisa menghakiminya sebagai pecundang kan? Mungkin dia tidak ahli di satu bidang itu tapi kan dunia ini luas pun dengan keilmuannya.

Jika satu kelompok pernah melakukan kesalahan yang dilakukan salah satu anggotanya, bukan berarti kita bisa menghakimi kelompok itu sebagai kelompok yang salah kan?

Bahkan ketika seorang pemimpin melakukan kesalahan yang terlihat mencolok bukan berarti dia tidak pernah berbuat baik kan? Bukan berarti dia tidak pernah berprestasi kan?

Bukankah menjadi pemimpin itu sendiri merupakan salah satu prestasi bagi dirinya. Terang saja tidak semua orang bisa menjadi pemimpin.

Apa artinya?

Tentu saja karena kita manusia bukan malaikat. Kita berbuat salah kemudian memperbaikinya. Orang lain berbuat salah kita belajar darinya.

Melihat sejarah pemimpin kita, peribahasa .di atas rasanya bukan lagi sebagai self reminder tapi lebih ke penghakiman.

Perlukah kita menista seseorang karena kesalahannya dan melupakan begitu saja semua prestasi bahkan pengabdian yang telah diberikan? Tentu itu tidak adil.

Dulu Pak Karno di caci tapi kemudian sejarah berbalik padanya hari ini. Hari ini Pak Harto di caci mungkin di depan sedang menunggu sejarah yang baik baginya.

Setiap pemimpin tentu pernah melakukan kesalahan. Tapi, sebagai masyarakat yang baik tentu kita tidak perlu melupakan apa yang pernah dibangunnya untuk negeri. Kita mengakui kesalahannya pun jangan lupa kita pun harus menerima setiap kebaikan yang telah ia torehkan.

Janganlah kesalahannya menutupi semua kebaikannya. Kalau hari ini banyak slogan menolak lupa akan keburukan yang telah dilakukan pemimpin kita maka, saya mau mengingatkan janganlah kita juga lupa akan kebaikan-kebaikannya.

Ajang pemilihan pemimpin baru tentunya bukan ajang buka aib pemimpin sebelumnya. Tapi, ajang bagi kita sebagai masyarakat untuk belajar. Belajar memilih dari kesalahan-kesalahan yang telah lalu. Semoga dengan begitu suatu saat kita dijodohkan dengan pemimpin yang baik dan amanah. Aamiin.

Berusaha bersikap adil walau sulit. Sedang bunga saja yang tumbuh di tengah gersangnya tanah tetaplah bunga yang indah yang menyejukan mata siapapun memandang.

 

-111- Selalu Belajar

Ketika bertingkah laku selalu ada orang lain yang kita perhatikan perasaannya. Melakukan ini itu selalu terbebani dengan perasaan orang lain. Kadang ketika sudah melakukan pun masih saja dihantui perasaan bersalah telah melukai perasaan orang lain.

Tidakkah memang apa yang kita lakukan atau ucapkan pada akhirnya akan menjadi penilaian sendiri bagi orang-orang di sekitar kita? Hasil akhir bukan pada kita. Jika setiap hal harus disesuaikan dengan perasan orang lain, hmmm…

Benar, ketika bertindak kita tidak boleh semena-mena. Mengingatkan, meminta tolong, atau berkata yang menurut kita benar, haruskah kita diam karena takut menyakiti?

Entahlah, saya sendiri karena sensitif di senggol lalu mewek😀 belum berani berlaku karena memang harus kita lakukan. Kadang perasaan di sekitar lebih mendominasi.

Pernah sekali dua kali saya mencoba untuk tidak terlalu memperhatikan bagaimana perasaan orang lain. Setelahnya? Iya saya dihantui perasaan bersalah. Padahal sebenarnya apa yang saya sampaikan tidak lah salah. Malah harusnya menjadi masukan positif. Karena saya melakukannya terdorong oleh kebutuhan.

Ah, manusia…

Kadang saya berfikir apa lebih baik saya diam saja?

Atau hanya belum terbiasa? Tapi,,,

Saya takut. Takut salah.

Nah!

Iya sih sebenarnya kita hanya belum terbiasa dengan rasa takut, rasa bersalah, padahal orang-orang di luar sana melakukan kesalahan dan memperbaikinya setiap hari. Bukan kesalahan yang sengaja di buat ya…

Karena katanya pengalaman akan menjadi guru yang paling baik dan berharga.

-110- Sebatas Ingin

Bismillah.

pixabay.com let's do something!
pixabay.com let’s do something!

Entah ini apa. Tapi, ini selalu ada di pikiran. Menyusunnya menjadi tulisan utuh adalah hal yang rumit. Terlalu banyak yang ingin dikeluarkan.

Jadi…

Nikmati saja acaknya pikiran saya.

Saya selalu merasa bahwa seharusnya saya bekerja setiap hari. Bekerja yang mikir gitu yang tak melulu mengikuti. Bekerja karena saya memang harus melakukannya. Tapi, kenyataannya saya harus bekerja yang seringnya tidak ingin saya kerjakan. Oke, tidak masalah tapi bisakah kita melakukannya setiap hari?

Maksud saya datang ke kantor tidak hanya untuk memenuhi kewajiban absensi. Terus duduk menunggu teng jam pulang. Tidakkah itu hal yang paling menyebalkan? Menunggu. Ya, menunggu tidak ada yang lebih membosankan dari hidup.

Kamu kali yang tidak kreatif. Pastilah selalu ada pekerjaan di sana. Bisa jadi. Tapi, tidakkah kita memimpikan pekerjaan yang jelas? setiap harinya jelas apa yang harus dilakukan. Misal menjadi resepsionis di perusahaan besar rasanya lebih jelas.

Bukankah dengan begitu kamu menjadi memiliki banyak waktu untuk melakukan apa yang kamu mau? What? di jam kantor? Ya, paling tidak melakukan hal-hal di luar jadwal sambil menunggu pekerjaan selanjutnya. Bisa saja, tapi saya sebenarnya ingin pekerjaan yang jelas saja. Yang setiap harinya memacu adrenalin, yang setiap harinya terasa produktif, bermanfaat, dan saya tidak lagi memikirkan gaji ketika memikirkan pekerjaan seperti itu.

Tahukah kamu, bahwa jenjang kerir di perusahaa sebesar apple tidak begitu jelas? Maksudnya di sana jenjang karir tidak menjadi tujuan utama. Menghasilkan produk yang baguslah tujuannya. Dan kebanyakan pegawai di sana bisa menempati kedudukan yang sama persis bertahun-tahun. Dan itu tidak masalah tidak menjadi kecemburuan ketika ia tidak naik-naik pangkat.

Mereka bisa bekerja penuh semangat tanpa dipusingkan dengan jabatan karir. Karena setiap harinya mereka bekerja, bekerja jelas dengan tujuan jelas. Mereka bekerja sesuai yang mereka inginkan, jadi, buat apa jabatan? Mereka selalu penasaran setiap harinya, haus untuk selalu memecahkan masalah. Jadi, buat apa lagi karir?

Iya, sih, gaji mereka di sana besar dan cukup untuk memenuhi segala keinginan. Tapi, bukan itu masalahnya. Mereka puas dengan apa yang mereka kerjakan, that’s the point.

Jobs pernah berkata sekali waktu, “buat apa karir jika kita cukup puas dengan pekerjaan ini”. Love the words very much! Ketika gaji diberikan sesuai pekerjaannya. Ketika seorang staf biasa gajinya bisa saja sama besar atau lebih tinggi di banding atasannya. Apa lagi? Lagi lagi bukan masalah gaji. Pekerjaan yang dicintailah masalahnya.

Berarti kamu tidak mencintai pekerjaan yang sekarang dong? Mungkin saja karena setiap hari saya merasa useless. Inginnya melakukan sesuatu yang penting paling tidak untuk diri sendiri.

Atau mungkin saya hanya salah satu anomali saja…*angin bertiup sepi and i feel so lonely😦

Saya pikir kantor saya ini harus memilih. Memilih apa yang menjadi fokus pekerjaannya. Bukan yang setiap pekerjaan hayuk saja di ambil. Ketika akan mempublish hasil ada ragu di sana.

Saya membayangkan ketika ada kegiatan besar. Kita semua satu tim. Satu tim ini di break lagi menjadi tim-tim kecil. Setiap tim-tim kecil yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki tujuan jelas yang pada akhirnya mewujudkan tujuan besar bersamanya.

Ini kadang ketika ada kegiatan besar masih juga disibukan dengan pekerjaan lainnya. Tidak bisakah kita fokus saja di satu sampai hasil yang memuaskan dan kita semua bergembira.

Tidak perlulah menurut saya terlalu banyak seksi terlalu gemuk. Seperti di tempat saya cukuplah 3 seksi. Yang bertanggung jawab administrasi kantor, teknis, dan pengolahan. Tidak perlu staf. Mereka semacam manager. Selebihnya bisa mengambil fungsional. Ketika ada kegiatan baru seksi teknis ini membagi pegawai selebihnya ini menjadi kelompok-kelompok kecil memilih pemimpin di antara mereka, menetapkan tujuan, dan deadline. Oh my itu lebih hidup untuk sebuah kantor!

Dalam setahun tidak perlu banyak yang dikerjakan. Pilih saja tidak terlalu banyak yang penting kita fokus. Atasan yang di sana memiliki peranpenting memilih pekerjaan yang memang penting untuk dikerjakan. Melakukan sebaik mungkin. Saya yakin tidak ada yang nganggur. Karena semua pegawai akan memiliki tujuan masing-masing dalam setiap kelompok kecilnya.

Misal sensus. Mulai dari tahap perencanaan sampai benar-benar siap publish misal butuh waktu setahun. Ya, sudah setahun penuh itu saja yang kita kerjakan. Sistemnya dari bawah ke atas. Pengiriman hasil ke level atasnya adalah yang memang sudah hasil siap publish. Kalau mau lebih yakin bisa diadakan pertemua elit terbatas yang dihadiri wakil-wakil tiap daerahnya untuk merumuskan hasil. Menyepakati hasil yang akan di publish.

Hari H rilis, panggil media dan semua pegawai yang terlibat proyek tentu akan merasa terlibat secara emosional kan. TV-TV akan dinyalakan demi menyaksikan pernyataan hasil yang akan dibacakan. Semua berharap cemas semoga itu adalah hasil terbaik dan bisa menjadi landasan bagi pemerintah dalam menentukan berbagai kebijakan pentingnya.

Kamu lagi mimpi? *mimpi indah*

Lanjut lagi ya…

Dan yang peling penting kita amat percaya diri dan yakin dengan hasil yang akan disampaikan. Love it.

Kalau ada dua kerjaan dan dua-duanya bisa jadi tumpang tindih? Dua saja pilihannya: Lepaskan salah satu atau bentuk dua tim. Hanya saja kebanyakan dari kita tidak bisa memilih. Kan sayang ini salah satu kerjaan inti kita loh. Gak bisa semuanya harus di kerja.

“Memilih/menentukan pekerjaan yang harus dilepaskan lebih penting dari menentukan apa yang akan dikerjakan kemudian”. Steve Jobs.

Jangan khawatir itu semua hanya mimpi indah saya. Mungkin ketika suatu hari bisa melampaui batasan ingin.

-109- Maryam dan Binatang

cat-188088_1920
pixabay.com

Bismillah.

Paling kelihatan dari Maryam di usianya 2 tahun adalah ketertarikannya dengan binatang. Hampir semua binatang.

Ketertarikannya terlihat seperti ingin selalu dekat dengan mereka *uhuk*. Saya bisa sebutkan binatangnya satu-satu karena belum banyak yang berinteraksi langsung dengan Maryam.

Kucing. Di kantor ada satu kucing yang sering kelihatan. Jika ini kucing sudah datang Maryam senang sekali. Pernah suatu waktu ini kucing lagi malas atau kecapekan dia hanya tiduran di halaman kantor. Maryam mendekatinya, mencolek-colek bulunya, tapi si kucing tak menunjukkan ketertarikan untuk bermain. Mungkin dia lelah ya. Tak berapa lama saya di buat kaget, Maryam mengikuti kelakukan si meong. Dia tidur mengikuti si meong dan kepala mereka bertemu bertatapan. Mungkin dalam hati si meong “kenapa nih anak?”, hahaha…

Saya sebenarnya tidak masalah Maryam suka dengan binatang dan terlihat begitu dekat. Cuman saya jadi takut karena tubuh si meong kotor dan terdapat luka. Takutlah pokoknya saya. Langsung lah saya kasih bangun Maryam.

Ayam. Kelakuannya dengan ayam hampir mirip dengan si meong. Kali ini Maryam sedang memberi makan ayam di halaman kantor pakai bekal makan siangnya yang tidak habis. Dia sangat senang dan antusias. Ketika ia mengejar-ngejar ayam terus terlihat ada makanan yang di lempar untuk si ayam belum di makan. Tiba-tiba Maryam memakannya menggunakan mulutnya. Tidaaaak! anak memang plagiat ulung. Maryam, tidak ya…:) Tapi Maryam tidak berani menyentuh ayam. Dia yang akan pura-pura mengejar, giliran ayamnya mau dia yang bali lari hihi.

Lain lagi kisahnya dengan si kambing alias embe. Nah, dia pun suka sekali dengan si embe ini. Karena interaksi dengan si embe menggunakan jarak yang lumayan, palingan dia yang hanya manggil-manggil penuh semangat si embe. Embenya sendiri? Jelas bengong dong.

Tidak melihat tempat dan waktu. Di siang bolong di depan kantor bupati kalau lihat ada embe langsung di panggil. Panggilan yang membuat mata melirik “Embeeee!!!” *siapa sih ni anak? bisa nyante gak manggilnya?*.

Semut. Kalau sama semut ini sebenarnya saya khawatir karena tubuhnya yang rapuh. Jadi, sekalinya di ambil Maryam sering sudah ke pencet duluan. Maaf ya semut. Saya mulai intens mengingatkan Maryam untuk tidak main ambil itu semut. Dan alhamdulillah sepertinya dia mengerti karena akhir-akhir ini dia yang hanya akan memperhatikan mereka tanpa berusaha lagi mengambilnya.

Kupu-kupu. Nah binatang ini juga favouritnya Maryam. Bentuknya yang cantik dan warnanya yang indah, ah, siapa sih yang tidak kagum padanya. tapi, saking penasarannya sekali waktu Maryam pernah mengambil ini kupu-kupu yang kelelahan di lantai rumah. Dan kisahnya menyedihkan seperti si semut. Jadi, saya membatasi interaksi Maryam dengan binatang kecil.

Ikan. Dia jatuh hati mungkin sama ikan ini. Kalau tidak di paksa pulang dia bisa duduk lama memperhatikan ikan di laut pasar malam.

Dan terakhir burung. Sekali waktu dia pernah melihatnya sangat dekat, namun sayang di sangkar. Dan entah kenapa Maryam tidak begitu betah memperhatikan si burung dalam sangkar ini. Tidak seperti biasanya ketika melihat burung terbang dia akan melihat fokus sambil nunjuk-nunjuk dan bilang “buung buung…*.

Sampai-sampai kalau mau memperdengarkan Maryam dengan ayat alQuran harus di putar bersamaan dengan video binatang.

Dari dulu saya percaya bahwa anak-anak adalah peniru ulung dan demi melihat anak sendiri, semua itu seakan keyakinan yang menjadi kenyataan di depan mata. MasyaAlloh, bagaimana kertas putih akan kita tulis? Ya Alloh berikan kami sebagai orang tua kemampuan untuk hanya menuliskan yang baik-baik saja. aamiin.

Maryam, mereka juga mahluk ciptaan Alloh. Jadi, teruslah tertarik dan sayang sama mereka ya.

-108- Hari Pertama Sebagai Anak TK

Bismillah.

19 Juli 2016 kemarin adalah hari pertama Maryam kembali masuk sekolah setelah libur raya. Kenapa selasa bukan senin seperti siswa umumnya?

Iya, karena Maryam murid baru di tahun ajaran baru. Dulu, Maryam hanya ikut-ikut saja, anak bawang lah istilahnya. Sebelumnya pernah juga terdaftar resmi tapi di PAUD. Nah, kali ini TK. Walaupun usianya belum genap 3 tahun dan sebenarnya masih usia PAUD, tapi karena di TK ini tidak ada kelas PAUD nya dan Maryam terlanjur jatuh hati pada TK ini ya sudahlah ya.

Entah kenapa, padahal dibandingkan dengan sekolah-sekolah terdahulunya dari sisi fasilitas permainan sangatlah jauh. Permainan fisik seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit mainstreamnya TK tidak ada. Luasnya pun tidak seberapa. Tapi, di sini tenang karena letaknya jauh dari jalan, pojokan yang masih banyak pohon-pohon ijo. Kupu-kupu masih hilir mudik di sekitaran bunga-bunga liar di depan halama sekolah. Itu mungkin juga yang membuat Maryam betah. Selain memang ada salah satu gurunya yang dekat. Dan juga teman-temannya yang mau tidak mau jadi dekat karena ruangannya yang tidak terlalu besar dan duduk lesehan sehingga interaksi fisik antar anak lebih sering dibandingkan dengan fasilitas permainnya sendiri yang tidak seberapa itu.

Karena saya lihat kerasan kendala seperti usia yang belum memenuhi syarat usia TK saya coba komunikasikan dengan pihak sekolah yang alhamdulillah menerimanya. Selain usia sebenarnya Maryam juga belum begitu lancar bicara *berkomunikasi*. Tapi yah, yang namanya anak-anak mau pakai bahasa apapun nyambung-nyambung saja ketika main😀 .

Selain itu pergaulan Maryam yang terbiasa di lingkungan orang dewasa membuatnya canggung di kalangan anak-anak seusianya. Ini dulunya kendala terbesar karena Maryam tidak bisa di tinggal umminya. Maryam biasanya tidak mendekati pertama, dia akan diam saja dan cenderung main sendiri tapi ketika ada yang mendekatinya dan dia merasa nyaman akan main yang kayak perangko. Iya dia yang akan ngintilin terus itu anak.

Ini kejadian juga baru-baru ini. Waktu itu ban motor kempes terpaksa saya dan Maryam numpang menunggu di rumah penduduk di pinggir jalan. Kebetulan anak pemilik rumah ada yang usia SD. Naluri anak-anak kali ya, si anak SD ini yang terus cari perhatian Maryam. Mulai dari menunjukkan burung peliharaan keluarganya sampai menunjukkan keahliannya dengan kucing.

Dan Maryam dong secara pecinta binatang langsung memperhatikan serius tuh anak. Dan ia mulai luluh dengan adegan kucing. Hitungan detik mereka langsung main seperti adik kakak yang sudah lama kenal. Dunia anak-anak memang menyenangkan dan polos mereka dengan mudahnya berteman. Andai sifat anak-anak yang satu ini tidak menipis sampai kita dewasa, andai…

Sebenarnya saya sedih karena kurang memberikannya waktu untuk bermain dengan anak seusianya. Makanya saya keukeuh Maryam harus sekolah. Karena Maryam butuh lingkungannya.

Kebiasaan sekolah sebelum libur raya sepertinya menyisakan rasa kangen. Ketika sampai di sekolah, masyaAlloh antusiasnya. Dia yang langsung narik-narik tas dan kemudian setengah berlari menuju kelas. Saya minta salim pun dilakukan super cepat dan terburu-buru. Tanpa kata-kata dan wajah polosnya saya geli luar biasa.

Dan saya tambah geli sekaligus shocked😆 tiba-tiba dia memberikan tas sekolahnya kepada seorang ibu yang sedang duduk bersama anaknya. Kemudian diikuti dengan menyodorkan pantatnya dan tepat mulus duduk di pangkuan itu ibu. Plak! Maryam Maryam dikiranya itu ibu, ibu guru nya. Antara lupa-lupa ingat, terlalu antusias sama nervous hahaha saya benar-benar shock lebih-lebih si ibu itu dan anaknya yang duduk tepat di sampingnya. Dan Maryam dong: tanpa ekspresi!

Alhamdulillah, saya lega. Paling tidak saya tahu Maryam sangat senang bisa kembali sekolah. Dia tidak seperti hari-harinya pertama kali masuk sekolah dulu yang dipenuhi tangisan yang membahana memekakan telinga dan menciutkan nyali umminya.

Semoga betah ya Maryam. Semoga Maryam bisa mendapatkan teman-teman yang baik, belajar bersosialisasi, bicara, sayang dan di sayang sama guru dan teman, dan lebih dari itu bisa bermain sepuasnya dengan teman-teman seusia. aamiin.

children-1217246_1920
pixabay.com

Love you little mary…